
***
Di dalam ruang kerjanya ~
"Ada apa Jeab? Kenapa kau begitu serius?" Canda Tj yang melihat Jeab yang memasang wajah serius kepadanya
"Kamu masih saja keras kepala Tj! Kan sudah aku bilang..." Ujar Jeab dipotong oleh Tj
"Kawanku... Kamu tau kan... Ini akan sia-sia saja... Lebih baik kamu tolong aku nanti, aku ingin meminta bantuanmu dekat-dekat ini kawan..." Ujarnya lembut karena tak ingin membahas masalahnya lagi apapun alasannya
"Bagaimana mungkin aku akan bisa rela melihat sahabatku seperti ini kawan..." Ujar Jeab dengan wajahnya yang dipenuhi kesedihan
"Sudahlah... Jangan pasang wajah seperti itu... Lebih baik kita makan eskrim... Hahaha" canda Tj sambil melangkah keluar dari ruangan itu, Jeab hanya bisa menggelengkan kepalanya pasrah dengan keputusan sahabatnya ini... Dia sudah hampir stress untuk membujuk sahabat kesayangannya ini...
"Ayah.,." Seru Bina dari meja tempatnya duduk menikmati eskrimnya itu
"Kenapa sayang? Apa eskrimnya kurang?" Tanya Tj penuh kasih sayang
"Oh Hay Petjah kamu sudah sampai juga? Apa sudah lama?" Tanya Tj melihat petjah yang sudah duduk di samping Hansa
__ADS_1
"Baru saja Tj... Apa kabarmu? Kau jarang sekali berkunjung sekarang ckckck" sahut Petjah sedikit mengerutkan keningnya
"Hahaha... Maafkan aku Petjah, aku lebih sering di kafe bersama Bina..." Sahutnya santai
"Oo iya... Aom dimana? Aku jarang melihatnya juga... Aku rasa perusahaannya semakin sukses dan berkembang dengan pesat, dia sangat berbakat..." Puji petjah
"Tentu saja kawan... Istriku itu memang yang terbaik... Hahaha" ujar Tj penuh kebanggaan
"Dasar sombong hahaha" balas Petjah kepada Tj yang selalu membawa canda tawa ditengah-tengah mereka...
***
Setelah semuanya pulang, Tj mengajak putrinya pulang ke rumah.... Waktu sudah cukup sore... Pukul 5 sore mereka sampai di rumah... Dan tak berselang lama Aom juga sampai...
"Iya dong... Ibu kan mau selalu menemani bina juga mulai sekarang sayang..." Ujar Aom lalu mencium kedua pipi putri cantiknya itu
"Selamat datang sayang... Kamu pasti capek ya..." Ujar Tj lalu Cuph.... Ia mencium kening istrinya dengan lembut, Aom memandangi Tj karena hal itu namun Tj hanya tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya
"Ayah... Bina lapar yah..." Rengeknya manja kepada Tj
__ADS_1
"Benarkah?... Baiklah tuan putriku, putri mau makan apa hari ini?" Sahut Tj sambil menggendong Bina
"Mau nasi goreng boleh yah?" Tanya Bina dengan sangat imut
"Tentu saja boleh sayang ... Mau ayah atau ibu yang membuatkannya hayooo....?" Goda Tj
"Memangnya ibu bisa masak yah?" Tanya Bina dengan polosnya
"Hahaha... Tentu saja bisa sayang..." sahut Tj sambil merangkul tubuh Aom mendekat kepadanya
"Kalau begitu ibu saja yang masak sekarang... Bina mau coba masakan ibu..." sahut bina dengan penuh semangat, Aom menatap tajam kearah Tj yang hanya tertawa pelan kepadanya
"Bina ganti baju dulu ya sayang... Nanti setelah ganti baju bisa ke meja makan, kita bisa makan bersama.." ujar Tj dan Bina langsung menurutinya tanpa membantah sedikitpun
"Tj! Apa maksudmu? Kamu ingin memperlihatkan bahwa aku tidak bisa masak kepada putri kita?!" Ujar Aom dengan nada sedikit tinggi kepada Tj, namun Tj hanya tersenyum kepada Aom...
"Dia sangat suka nasi goreng, Pizza, dan sup ikan tuna sayang..." Ucap Tj tak mengindahkan ucapan Aom kepadanya
Ia mengeluarkan bahan makanan untuk membuat nasi goreng... Aom hanya melihatnya karena kesal tak digubris oleh Tj... Tj menoleh kearahnya lalu tersenyum dan berkata,
__ADS_1
"Bukankah kamu ingin mengambil hati bina agar dia mau ikut bersamamu setelah perceraian itu selesai nanti? Tenang saja aku akan selalu membantumu sayang..." Ujar Tj namun senyumannya terlihat sedikit sayu kali ini
"....." Aom tetap diam dan menatap Tj dengan sinis...