
***
Nasi gorengnya sudah dihidangkan di meja makan lalu tak berselang lama Bina datang bersama dengan Tj, bina langsung duduk di dekat Tj dan melihat nasi goreng yang sudah siap untuk mereka makan itu
"Wah.. ibu benar-benar bisa masak nasi goreng.. kelihatannya enak, aku tidak sabar Bu..." Ujar Bina penuh semangat
"Benarkah sayang? Ibu sangat senang kalau begitu... Sini ibu ambilkan untukmu.." ujar Aom sambil meletakkan nasi goreng kedalam piring Bina dan piringnya sendiri..
"Kenapa tidak ibu ambilkan untuk ayah Bu? Ayah juga pasti sedang lapar..." Ujar Bina dengan polosnya, Aom melirik Tj dan Tj hanya tersenyum manis kearahnya
"Ini untukmu..." Ujar Aom sambil memberikan sepiring nasi goreng kepada Tj
"Terimakasih sayang..." Ucap Tj dengan sangat lembut, lalu mereka makan bersama... Tiba-tiba saja Bina berhenti makan padahal baru satu suapan, Aom melihat hal itu dan bertanya
"Kenapa sayang? Apa nasi gorengnya tidak enak?" Tanya Aom dengan hati-hati, Bina hanya melirik kearah ayahnya yang tetap memakan nasi goreng itu dengan lahap
"Ayah...." Ucapnya sambil menarik lengan kemeja yang dikenakan Tj
"Nasi gorengnya keasinan aku tidak suka..." Rengek Bina manja kepada Tj
__ADS_1
"Kita harus menghargai makanan sayang... Tidak boleh begitu, ibu kan sudah berusaha membuatnya untuk kita..." Sahut Tj lembut lalu menatap Aom yang tampak lesu mendengar ucapan putrinya itu
"Sini biar ayah yang makan, nanti bina ayah buatkan nasi goreng lagi..." Ujar Tj lalu mengambil alih piring Bina lalu memakan habis nasi goreng itu
"Aku tunggu di kamar ya ayah... Aku mau mewarnai gambar yang belum selesai tadi di sekolah yah .." ujar Bina penuh semangat lalu langsung pergi ke kamarnya, Tj berdiri dan mendekati Aom yang masih menundukkan kepalanya
"Tidak apa sayang... Kamu sudah berusaha, tetap cobalah lagi masih ada beberapa hari lagi..." Ujar Tj lalu mencium pipi Aom lembut dan langsung pergi menuju dapur
"Kamu senang kan melihat Bina tidak menyukaiku!" Seru Aom lalu ia memakan nasi goreng buatannya sendiri "asin sekali! Bagaimana dia bisa memakannya sampai habis? 2 piring lagi..." Batin Aom lalu menoleh kearah Tj lagi
"Walaupun aku mengatakan bahwa aku akan membantumu mendapatkan hati putri kita, kamu pasti tetap tidak akan percaya kan? Sudahlah..." Sahut Tj enteng
.
.
Sore hari berikutnya ~
"Bagaimana sayang? Kamu sudah berhasil merebut hati putrimu?" Tanya Peter saat di perjalanan pulang mengantar Aom ke rumahnya
__ADS_1
"Belum sayang... Dia sangat menyukai ayahnya... Ini sangat sulit untukku.." sahut Aom
"Tidak akan sulit... Aku percaya kamu pasti bisa..." Ujar Peter lalu mencium Aom sebelum Aom turun dari mobilnya saat sudah sampai di rumahnya itu...
Aom masuk ke dalam rumah namun untuk pertama kalinya sudah sesore ini tidak ada Tj dan Bina di rumah...
Sementara itu di kafe Nara sedang asik memperhatikan Tj dan Bina dari celah etalase eskrimnya, ia tak sadar kalau Toey sedang memperhatikannya sambil tersenyum penuh makna..
"Sudah, jangan terus diliatin gitu... Bilang aja ke Tj, setidaknya beban dihatimu akan sedikit berkurang.." ujar Toey masih terus tersenyum
"Apa kamu gila? Dia sudah menikah bodoh.." sahut Nara
"Aku tidak menyuruhmu merebut dia dari Aom bodoh... Kau kesana dan bilang, aku mencintaimu.... Hanya ingin mengungkapkan saja agar tidak ada yang di pendam-pendam..." Ujar Toey lagi
"Tapi setelah itu pasti Tj akan selalu menghindar..." Sahut Nara sedikit lesu
"Tidak akan... Aku sudah dari kecil tumbuh di desa yang sama dengannya, aku tau dia sangat bijak dan baik hati... Itu tidak akan terjadi percayalah..." Ujar Toey mencoba meyakinkan Nara
"Aku menyayangimu, aku tidak mau kamu sedih karena memendam perasaanmu pada Tj..." Batin Toey
__ADS_1