
***
"Aom.... Saat kamu membaca surat ini berarti kita benar-benar sudah berpisah sayang... Huh... Sebenarnya aku tidak bisa membayangkan bagaimana caraku mengatakan tentang penyakitku padamu sayang... Tapi di hari yang sama saat hasil diagnosa ini keluar kamu juga mengusulkan untuk bercerai denganku karena kamu telah menjalin hubungan dengan rekan kerjamu Peter itu...
Hatiku terasa sesak mendengarnya, sakit sekali rasanya... Namun ada satu perasaan lega juga yang aku rasakan di saat yang bersamaan.... Aku lega karena aku tak akan membuatmu terluka, aku lega kamu akan merawat anak kita dengan baik nanti dengan membawanya tinggal bersama denganmu... Aku sangat yakin akan hal itu...
Aomku sayang... Aku tidak pernah sekalipun menyalahkanmu jika memang kamu jatuh cinta pada lelaki lain yang lebih sempurna dariku, karena aku hanya seorang pemilik kafe ice coffe kecil di Bangkok ini.... Aku juga berasal dari keluarga yang miskin, ayahmu juga sudah memperingatkanku akan hal ini... Tapi aku tetap yakin bahwa aku bisa membahagiakanmu, dan akhirnya ayahmu mau mempercayakan dirimu padaku... Tapi aku gagal, aku tidak bisa menjadi pebisnis hebat seperti ayahmu dan dirimu yang bergelut dengan bisnis besar... Aku hanya bisa membangun kafe-kafe kecil yang mulai aku kembangkan sehingga memiliki beberapa cabang... Aku sudah mewariskan semua milikku kepada putri kita sayang... Untuk sementara waktu Nara dan Toey yang akan mengurus semua bisnisnya... Mereka sudah seperti keluargaku, aku sangat menyayangi dan mempercayai mereka berdua...
Entahlah apa yang aku tulis ini sayang... memang mungkin tidaklah penting untukmu hehehe... Tapi satu yang pasti dan sangat yakin untuk aku katakan padamu adalah aku sangat mencintai dan menyayangimu sampai kapanpun, meskipun dunia terus berubah namun aku selalu menjaga hatiku untukmu, hanya untukmu walaupun engkau tidak lagi mencintaiku.... Oo iya.. Bina punya minuman favorit yaitu choco frappe caramel di kafeku, saat dia datang ke kafe dia juga tidak akan berhenti memakan eskrim coklat jika tidak dimarahi sayang...
__ADS_1
NB : dan satu rahasia lagi sayang... Aku sedikit tersiksa selama beberapa tahun ini bukan karena sakitku... Tapi karena tak pernah bisa menyentuh dan bermanja-manja denganmu lagi sekian lama hehehe peace! ;)
~ Tj Suppanad
"Dia sudah menderita kanker otak stadium akhir Aom... Penyakitnya sangat cepat menyebar... Dia tidak mau melakukan kemoterapi karena tidak mau kamu dan Bina tau, dia tidak ingin kalian sedih dan terbebani... Dari analisa yang dilakukan dia bisa bertahan sekitar 1 bulan, tapi aku rasa ini terlalu cepat... Mungkin Tuhan lebih menyayanginya dan tidak mau dia menahan sakit terlalu lama... Tapi apa kamu tau Aom? Saat dia bilang padaku kamu ingin bercerai dengan dirinya... Sungguh aku tidak menyangka dia akan memperlihatkan raut wajah yang bahagia, dia sangat lega... Aku tidak pernah bertemu dengan orang sebaik dan sesabar dirinya..." Ujar Jeab lalu ia menangis karena kehilangan sahabat terbaiknya itu...Aom tak lagi dapat mengendalikan dirinya sendiri... Ia menangis sejadi-jadinya tanpa memperdulikan siapapun yang ada disana....
***
"Kau tega sekali Tj!!!... Meninggalkan kami secepat ini... Bukannya kau bilang ingin melihat keponakan barumu dari aku dan Hongyok huh?!!! Mana janjimu itu?!" Ujar Nan di depan peti Tj lalu menangis pilu ditemani Jeab Hongyok dan Kao, ada juga Nara, Toey, Hansa dan Petjah disana yang membantu menguatkan Aom... Aom mendekati Tj lagi dan membingkai wajah tampan suaminya itu yang telah terpejam dengan sangat tenang di dalam peti mati...
__ADS_1
"Bahkan saat inipun dia tetap terlihat sangat tampan... Kenapa aku bodoh pernah berpikir untuk berpisah dengannya? Dan sekarang dia benar-benar mengabulkan keinginanku... Selalu memberikan apapun yang aku inginkan.... Tuhan maafkan aku..." Gumam Aom berusaha menahan tangisnya namun tetap tidak bisa.... Ia terus menangisi kepergian suaminya dengan sangat memilukan... Sementara Bina hanya bisa menangis dan bingung melihat ayahnya tertidur dan tidak bangun-bangun untuk menemani dirinya untuk bermain lagi... Ia masih terlalu kecil untuk memahami apa itu kematian...
Akhirnya jam menunjukkan pukul setengah 1 siang dan Tj harus segera di semayamkan merekapun membawa Tj menuju ke peristirahatan terakhirnya....
Setelah Tj di semayamkan kini Aom hanya bisa menyesali semuanya... Menyesali waktu yang telah terbuang begitu banyak... Menyesali keputusannya sendiri.... Dan sangat menyesal karena telah menyia-nyiakan seorang lelaki tampan penyayang dan yang paling sabar untuk menemani hidupnya ini....
Hanyalah penyesalan yang ada... Dan tak ada satupun yang dapat diperbaiki lagi untuk membawa Tj kembali padanya....kini Tj hanya akan ada di dalam hati dan ingatan keluarga dan sahabat-sahabatnya itu.... Tj tidak lagi bisa tersenyum manis kepada siapapun...
__ADS_1
END