
"Baiklah... Akan ku coba katakan..." Sahut Nara dan memberikan senyuman manisnya kepada Toey
"Bina sini main sama paman Toey..." Seru Toey sambil berjalan kearah meja Tj yang sedang menemani putri kesayangannya makan eskrim
"Mau main apa paman?" Tanya Bina antusias
"Kita main monopoli disana (menunjukkan ke meja paling pojok)" ujar Toey
"Ayah... Aku boleh main sebentar ya yah hehehe .." tanya Bina meminta izin ayahnya
"Tentu saja sayang... Kalau begitu ayah mau buat teh sebentar ya.." ujar Tj sambil mengusap lembut rambut putrinya dan menuju etalase barista kafenya itu...
Saat ia selesai membuat teh dan hendak menuju meja tempat Bina bermain, Tj melihat Nara sedang berdiri di depannya
"Ada apa Nara? Apa ada masalah?" Tanya Tj
"Aku mau mengatakan sesuatu Tj... Sebelumnya aku minta maaf kalau aku lancang... Tapi aku ingin meringankan beban di hatiku..." Ucap Nara
"Aku jatuh cinta padamu..." Ujarnya lalu tersenyum canggung kepada Tj, mendengar hal itu Tj meletakkan cangkir tehnya di meja bar... Lalu ia mendekati Nara dan memegang lembut bahunya
"Terimakasih sudah mau mencintaiku... Tapi aku sudah berkeluarga, dan aku sangat menyayangi mereka... Kamu tau itu kan..." Ucap Tj dengan lembut
"I..Iya Tj... Aku tau.. aku tidak bermaksud untuk merusak hubungan manapun... Aku hanya ingin mengatakannya agar tidak ada hal yang ku sembunyikan lagi... Itu saja sudah cukup bagiku..." Sahut Nara dengan wajah sedikit memerah..
"(Tj tersenyum) kamu gadis yang baik... Kamu pasti akan menemukan seorang pria yang baik dan pantas untuk mendampingimu..." Ujar Tj lalu ia mengusap lembut rambut Nara dan mengambil cangkir tehnya setelah itu langsung berjalan menuju Toey dan Bina..
__ADS_1
Hari-hari berikutnya Tj tidak sedikitpun merubah sikapnya kepada Nara dan Nara sangat bersyukur akan hal itu...
"Benarkan yang aku katakan... Kamu akan merasa lega, dan Tj juga tidak akan menjauhimu.." Ujar Toey
"Iya kamu benar... Terimakasih ya Toey.." sahut Nara lalu ia memeluk Toey
"Astaga... Harusnya dari dulu aku lakukan ini.." batin Toey tersenyum senang
***
Tiga hari berikutnya berjalan dengan lamban, tak ada satupun perkembangan yang berarti dari usaha Aom untuk merebut hati putrinya.... Sore hari ini Aom sudah terus berusaha membuat nasi goreng yang enak namun tetap tidak berhasil... Ia merasa lelah, kenapa ia tidak bisa membuat nasi goreng yang disukai oleh putrinya... Tanpa ia sadari air matanya mengalir membasahi pipinya yang mulus itu...
"Aku ibu yang tidak berguna..." Gumamnya sambil terisak karena kesal pada dirinya sendiri
Tiba-tiba Tj memeluknya dari belakang, membuat Aom terkejut dan berusaha melepaskan pelukannya itu... Selama tiga hari ini pula Tj selalu bersikap sangat manis dan romantis kepada Aom...
"Aku menyayangimu... Aku mencintaimu walaupun kamu tidak lagi mencintaiku ataupun menyayangiku lagi sayang... Izinkan aku memelukmu sedikit lebih lama...." Ujar Tj dan Aom hanya diam, entah kenapa ucapan Tj yang begitu tulus kepadanya membuat dadanya terasa sesak... Setelah cukup lama Tj melepaskan pelukannya
"Kamu tau apa yang kurang dari masakanmu?" Tanya Tj sambil menghapus air mata Aom dan Aom hanya menggeleng pelan
"Masakanmu itu sangat kurang ini... Makanya rasanya juga jadi kurang" ujar Tj sambil menyentuh dada Aom
"Apa kamu tau? Kalau kita masak sesuatu kita harus memberikan ramuan khusus terlebih dahulu? Kamu tau itu apa sayang?" Tanya Tj lagi
"Tidak tau... Apa itu Tj?" Tanya Aom penasaran
__ADS_1
"Sebelum kamu mulai masak, kamu harus menambah bumbu cinta di dalamnya... Saat kamu membuatnya dengan penuh cinta dan dedikasi, masakanmu akan lebih enak karena kamu mencurahkan perhatian yang besar saat membuatnya dan saat itulah tidak akan terjadi kesalahan dalam pembuatannya sayang..." Ujar Tj panjang lebar
Aom mendengarkan dengan seksama dan mencoba membuat masakannya sekali lagi... Bina sudah turun sambil membawa buku gambarnya itu...
"Apa makanannya sudah siap ayah?" Tanyanya dengan begitu lugunya
"Sebentar lagi ya kesayangan ayah..." Sahut Tj sambil mengusap lembut kepala putrinya itu
"Ini sudah siap sayang..." Seru Aom
"Ibu yang buat lagi?" Tanya Bina curiga
"Ayah yang buat sayang..." Ujar Tj berbohong
Merekapun makan bersama di meja makan itu...
"Kenapa rasanya berbeda dari yang biasa ayah buat?" Tanya Bina penuh rasa penasaran
"Kenapa sayang? tidak enak kah?" Tanya Tj lembut
"Enak yah... Hanya saja berbeda dari yang biasanya yah..." Sahut Bina dan menunjukkan cengiran khasnya kepada ayah kesayangannya itu...
"Sebenarnya yang masak ini ibumu sayang... Bukan ayah, benarkan kalo masakan ibumu itu enak... Kan sudah ayah bilang ibumu itu pintar masak juga" sahut Tj dengan senyum manisnya
"Wah... Benar Bu... Ini enak, ternyata benar karena ibu sudah jarang masak makanya wajar ibu sedikit lupa campurannya seperti yang dijelaskan ayah padaku..." Ujar Bina dengan sangat antusias
__ADS_1
"Benarkah sayang? Syukurlah ibu senang mendengarnya..." Sahut Aom lalu ia melirik Tj yang hanya tersenyum manis kepadanya
"Dia bilang aku hanya belum terbiasa memasak lagi karena terlalu sibuk kerja? Padahal aku memang tidak pernah masak sebelumnya.." batin Aom