Amhorela ..

Amhorela ..
episode 21


__ADS_3

rumasakit albert hospital...


sekretaris al membukakan pintu untuk bram...


seketika 3 orang perawat mengankat amhora ke atas brangket rumah sakit dan membawa amhora ke ruagan igd.. untuk mendapatkan pertolongan pertama...


maaf pak... biar kami yang menangani pasyen kata perawat itu lalu masuk dan mebutup pintu ruagan....


"al apa akau terlalu kasar padanya sehingga menyebabkan dia pingsan.. kata bram


al hanya diam... dan tetap berdiri tegak..


" bil apa sebelumnya amhora perna pingsan.. tanya bram..


" ti.. tidak tuan, tp amhora tdi pagi suda terlihat pucat dan matanya sembab seperti sudah menangis semalaman.. kata bila sambil menunduk


** apa jadi aku suda membuat dia menagis semalaman... batin bram


" apa dia suda makan tanya bram lagi


" tdk tuan,amhora dari pagi tdk makan jawab bila lagi..


dokterpun keluar,dan menghampiri bram..


"bram kau tenang saja gadis itu tdk kenapa" asam lambungnya naik karna tdk terisi sesuatu dan memyebabkan dia pingsan dan kepalanya juga suda di perban dia hanya harus menginab 2atau 3 hari di rumah sakit ini kata dokter diki sambil menepuk bahu bram..


bram hanya mengangguk kan kepalanya


" oohhiya apa gadis itu pacarmu knpa kau terlihat khawatir sekali terhadapnya.. tanya dokter diki lagi


" dia hanya karyawan di perusahaan jadi suda seharusnya saya bersikap seperti itu.. kata bram


" baiklah... tp jika di lihat " gadis itu cantik juga, jika gadis itu belum memiliki kekasi, bolehkan gue mendaftar untuknya, jdi setiap hari gue ada alasan kekantor lo.. kata dokter diki seraya tersenyum licik..


" jika kau masih sayang dengan karirmu maka diam lah dan jangan mencari kesempatan untuk mendekatinya... kata bram dingin tanpa melihat ke arah dokter diki....


" knpa kau jadi serius sperti itu.. tenanglah gue masih sayang sama karirku hahahha... kau jangan seperti itu bram.. kata dokter diki dan memperbaiki jas bram


amhora suda di pindah kan keruagan inap di sana suda ada salsabila yang menjaga amhora...

__ADS_1


" raa... lo kasihan banget si harus di rawat di rumah sakit seperti ini.. gue sedih kan jadinya.., raa.. lo cepat sembuh yaaa.. gue jesepian klo lo ngak ada di kantor secara cuman lo yang gue punya.. gue sayang banget sama lo ra... cepat sembuh ya... kata bila sedih..


pintu terbuka, nampakla sosok laki" tanpan dan gaga memasuki ruagan..


"bagai mana keadaanya apa dia suda sadar.. tanya bram setelah masuk ke ruagan amhora


" belum tuan muda amhora masih terpengaru obat bius karna kepalnya tadi suda di jahit, kata dokter sebentar lagi amhora syiuman.. kata billa


" apa kau suda mengghubungi keluarganya.. tanya bram lagi


" sudah tuan dan sebentar lagi tante dan om akan sampai.. kata billa lagi


" hmmm.. kau bole pulang, kata bram datar


" tp.... tu..., ahh baikla saya akan pulang, saya permisi dulu.. pamit bila


** tetap saja menyebalkan batin bila


" al aku akan di sini sampai mama dan papa amhora datang jika kau ingin kembali kau boleh pulang..


" tdk tuan muda saya akan di sini menemani tuan muda sampai nona amhora sadar.. saya akan menunggu di luar saja. kata sekretaris al..


tdk lama bunda,ayah,davin dan cindi datang


" amhora ... teriak bunda nindia


"nak bram knpa amhora bisa seperti ini tanya bunda nindia


" asam lambungnya naik dan saat pingsang kepalanya membentur meja tante kata bram


" tdi pagi bunda suda menyuru amhora sarapan tp amhora buru" ke kantor kata bunda nindi sambil mengelus pipi amhora...


* siapa orang ini apa dia teman kak bram knpa mukanya seram sekali,dia bahkan tdk terlihat tersenyum walau sedikit batin cindia


" ada apa nona muda knpa anda menatap ku seperti itu kata sekretaris al..


" oohhh... tdk ..tdk apa" kata cindia gelagapan karna ketahuan menatap sekretaris al


" saya sekretaris ,tuan muda nona kata al

__ADS_1


" aku" tdk bertanya, aku hanya heran knpa kak bram memperkerjakan orang kaku sepertimu.. kata cindia


" cin jangan berbicara seperti itu nak kata ayah arif, maafkan anak om nak alvaro.. kata ayah arif lagi


sekretaris al hanya mengangguk..


di ruagan amhora


davin memegang kera jas bram dan berteriak di depanya...


" ini semua gara" lokan tdi malam lo apain edek gue haaa... teriak davin sambil meremas jas bram


namun bram hanya diam dan tetap santai dengan muka datarnya.. dan ke mudian sekretaris al masuk karna mendengar keributan..


" tuan muda.... kata al terhenti saat bram meberi kode dangan mengangkat telapak tangan nya..


kemudian bram menghentakkan tangan davin dan merapikan jasnya kembali


" tante bram permisi dulu amhora baik" saja dan sebentar lagi dia akan sadar... kata bram lalu berlalu tanpa menatap davin.


" bram kau... kata davi terhenti saat mendengar ucapan bunda nya


" sudah nak, nak bram sudah membantu membawa amhora kerumah sakit jdi tdk perlu menyalakanya lagi... kata bunda nindia..


ayah arif dan cindia masuk setelah berbicara dengan bram di luar dan mengucapkan terimah kasi kepanya..


flasbek on..


" nak bram ada apa... tanya ayah arif saat melihat bram keluar bersama sekretaris al


" tdk ada om, bram permisi dulu masi ada urusandi perusahaan kata bram


" baiklah nak.. om berterimah kasih karna suda mengantar kan amhora ke rumah sakit kata ayah arif sambil menepuk lengan bram


bram hanya mengangguk dan berlalupergi bersama sekretaris nya


* ternya ta kak bram dan sekretaris sama" kaku dan dingin tp mera berdua terlihat gaga dan tampan tp sayang terlalu kaku batin cindia


dan tiba" cindia berlari masuk saat sekretaris al menengok ke blakang dan membuat cindia gelagapan lagi, dan membuat sekretaris al tersenyum karna tingkah cindia

__ADS_1


__ADS_2