Amhorela ..

Amhorela ..
episode 33


__ADS_3

aaaaakkk.... kamu,teriak amhorela


" huuu.... kau itu berisik sekali, kata bram menutup telinganya


" ngapain tuan ke kamarku, tuan ini mau ngintip saya ya... kata amhora menyelidik


" kau itu lupa atau bloon, kita ini sudah menikah.. kata bram lagi


* astaga knpa gue lupa ya.. ini efek kelamaan ngejoblo hehehe... bati amhora


" hehehe... saya lupa pak bram.. kata amhora cikikikan


" dasar aneh.. minggir, kata bram sambil mengeser tubu amhora


" iisstt.. dasar batu es... lama " gue jemur juga biar meleleh...kata amhora mengerutu


setelah beberapa menit bram keluar dan melihat amhora suda berganti pakain dan duduk di sofa sambil membaca majala..


" seharusnya kau itu menyiapkan pakaian suami klo habis mandi bukan malah membaca ..kata bram dan berlalu mengbil pakain di dalam lemari yang sudah di siap kan tadi oleh pelayan rumah amhora


" yaaa.. maaf aku tdk tau.. kata amhora


" aku belum tau cara melayani suami karna ini pertama kalinya untuk ku.. kata amhora yang berdiri di blakang bram..


" sudah lah kau harus bertanya kepada bunda dan mama cara melayani seorang suami kata bram dan berlalu ke ruang ganti


" yaa.. tuhan knpa aku harus hidup bersama orang seperti dia.. gumam amhora


malam puntiba.. keluarga amhora dan bram akan malam bersama ..


" semuanya suda ada.. dan kita tinggal menunggu pasa yang baru itu.. celetuk cindia


" iya benar cin... tinggal tunggu raja dan ratu turun.. timpal keyra..


semetara davin ..hanya diam, entahla mungkin davin masih kesal dengan bram yang suda membuat adiknya menangis ..


" kalian berdua benar dan sang raja dan ratunya sudah turun... itu kata mama jesika

__ADS_1


" maaf bunda.. tante terlambat.. kata amhora yang tdk enak membuat keluarganya menunggu


"suda nak tdk papa.. dan ingant jangan pangil tante tapi mama ok


" iya tan... . ehh mama.. kata amhora


" ayo mari makan.., nak ambil kan suamimu nasi.. kata bunda nindia


" eehh.. i..iya bun.. kata amhora


" mau lauk apa.. tanya amhora


" yang itu saja.. kata bram menunjuk ayam kecap


mera makan dengan hening dan hanya suara sendok yang berbunyi.. dan setelah makan malam meraka semua duduk di ruang keluarga sambil berbincang dan sesekali tawa keluar dari ayah arif dan papa albert yang bercerita masa" muda mereka sewaktu sma dulu


" ngak nyangka ya al.. kita sekarang jadi besan. kata ayah arif


" iya rif.. tp aku senang karna bram menikah dengan amhora dan mempererat persahabatan kita.. kata pak albert dan mereka berdua tertawa lagi


" nak.. ada yang bunda ingin tanya kan ke kamu.. kata bunda nindi


" malam ini kau harus ikut dengan suami dan mertuamu ke mansion kata bunda lagi dan terlihat matanya yang sudah berkaca"


" knpa bun... ini rumahku juga kan.. " kata amhora juga terlihat berkaca" matanya


" yahh.. knpa bunda berkata seperti itu.. kata amhora yang sudah menangis..


" nak.. ketika seorang putri sudah menikah itu tandanya putri itu sudah melepas tanggung jawab nya dan menyerahkan kepada suaminya.. kata ayah arif menasehati..


" tp mhora masih mau di sini... rengek amhora lagi


sedangkan bram hanya mengeleng kepalanya..


"ternya dia sangat manja kepa ke dua orang tuanya dan ketika bersama ku dia seperti tikus liar.. gumam bram


" apa kak.. di mana tikusnya.. teriak keyra.. yang hanya mendengar kata tikus

__ADS_1


" haaa.. tukus di mana key.. kata cindi yang sudah loncat ke atas sofa


" apaan si kalian ini mana ada tikus di sini.. kata davin cuek..


" sudah raa... kau ikut ke mansion suamimu tp ingat jika si cunguk ini macam" kepadamu kau harus memberi tau kakak biar kakak kasi pelajaran.. kata davin yang suda saling memberi tatapan tajam ke baram dan begitu pun bram


" vin.. jangan berkata seperti itu nak... kata bunda nindi


" ayo nak bereskan pakaiyanmu biar bunda yang bantu siap"


dengan terpaksa mhora mengikui bundanya


dan berlari ke kamarnya..


sampai di kamar amhora mengambil kopernya dan memasukan baju"


" entah apa yang akan si singa jantan itu laku kan ke padaku setelah sampai di mansionya... gerutu amhora


" dan yaa.. aku harus menyiap kan rencana agar si singa itu tdk menyentuh ku.. kata amhora lagi


" nak maaf kan bunda tp ini kewajibanmu kamu harus patuh dan mengikuti kemana pun suamimupergi karnanya kau harus ikut dan tinggal bersama suamimu.. kata bunda nindi yang suda masuk ke kamar amhora


" tp bunda... aku masih mau di sini bersama kalian..kata amhora yang sudah menagis


" sudah nak ayo turun.. mama dan suamimu sudah menunggu..kata bunda nindi


stelah semua sudah berkumpul mama jesika pamit..


" klo begitu kami pamit dulu kata mama jesika


" iya jes.. saya serahkan amhora karna amhora sekarang sudah jadi anakmu juga.. kata bunda nindi yang mengelus rambut putrinya


" kamu tenang saja nin.. aku sangata menyukai amhora.. aku akan menjanganya dan menyayanginya.. kata mama jesika


" ayah bunda... kak davin.. cindi aku pergi dulu.. hikss... hikss...


" aku akan kangen sama kalian.. hikss... hikss...

__ADS_1


setelah itu mhora dan keluarga albert berlalu meninggalkan kediaman pak arif...


__ADS_2