
Di saat Asiong mau masuk kedalam rumah Tuan Luheng, tiba-tiba salah satu dari orang Eropa itu berkata.
Berhenti..!!
" Sebelum engkau masuk, langkahi dulu mayat kami bocah.
" Tidak semudah itu kamu masuk ke dalam rumah Tuan luheng.
" Saya tidak mau mencari masalah dengan para tamu dari Tuan Luheng.
" Minggir lah kalian.?
" Saya Asiong sangat- sangat menghormati tamu.
"Jangan banyak bacot engkau bocah.!
Kemudian salah satu dari mereka menyerang Asiong.
" Jangkung serang bocah itu.!
Asiong terkejut, rupanya orang Eropa itu tidak memiliki niat baik.
Asiong kemudian bersiap.
" Saya mau cepat, banyak urusan, kalian berempat maju sekalian saya tidak gentar.
"Bocah tengik, kami jangan kamu samakan dengan penjaga keamanan orang nya, Tuan Luheng.
Kemudian salah satu dari mereka maju.
Kini Asiong di keroyok berdua.
Asiong kini berhadapan dengan dua orang ahli seniman beladiri taekwondo.
Keliatan sekali kedua orang itu sangat jauh berbeda, dari segi tinggi badan nya saja, sangat jauh sekali perbedaannya.
Jangkauan tangan mereka untuk menyerang juga lebih panjang.
Belum sempat Asiong memandang mereka satu persatu,dari ujung rambu ke ujung kaki, tiba tiba Asiong merasakan sakit di dada nya, tendang kaki kidal dari si jangkung tepat mengenai dada Asiong.
Dan langsung di susul pukulan yang sangat keras mengenai rusuk kiri Asiong.
Serangan yang di lancarkan oleh mereka sangat bertubi-tubi.
Sangat sangat melelahkan kan Asiong.
Di akui oleh Asiong mereka memang berbeda, fisik mereka sangat kuat, mereka tidak kenal lelah.
Sejauh ini Asiong belum ada menyerang, Asiong hanya menghindar dan menangkis serangan dari mereka.
Memang sangat melelahkan juga bertarung menghadapi mereka berdua.
Asiong akhirnya mulai merasakan agak lelah juga, tetapi Asiong masih dapat mengontrol mereka..
Setelah tiga puluh menit mereka menyerang, Asiong dapat mengetahui seberapa tingkat keahlian seni bela diri mereka, selama tiga puluh menit itu Asiong tidak ada menyerang.
Asiong hanya bertahan, rupanya tujuan Asiong terus bertahan adalah untuk mengukur tingkat keahlian seni beladiri mereka.
Memang umur Asiong masih belasan tahun, tetapi cara berpikir Asiong di saat bertarung sangatlah pintar, di awal Asiong memilih untuk bertahan, selanjutnya di saat musuh mulai agak lelah baru kemudian Asiong menyerang.
Memang Asiong adalah pemuda yang jenius.
Kemudian Asiong mulai menyerang,dia mengepalkan tinju nya.
Tidak mau menunggu lama, dan Asiong juga sudah malas untuk berlama-lama.
Asiong langsung menggunakan jurus andalan nya, jurus leluhur nya, yaitu jurus telapak penghancur karang dan di kombinasi kan langsung dengan aliran tenaga dalam chi kung level enam.
Mengapa level enam, supaya mereka cepat kalah, itu yang ada di dalam fikiran Asiong.
" Maaf kalau aku sedikit kejam, ini bukan mau aku, tapi karena kalian memaksa. Jadi apa mau di kata lagi.
"Hei bocah, apa maksud dari perkataan mu.
" Kami orang Eropa punya senjata andalan yang belum kami gunakan.
"Kalau kamu berbuat yang aneh aneh, kami juga tidak segan untuk membunuhmu dengan senjata rahasia yang kami miliki.
Kemudian Mister Willys berteriak kepada Asiong.
" Asiong, hati hati, mungkin mereka memiliki pistol.
Asiong kemudian menganggukkan kepala nya, memberi tanda, bahwa dia memahami.
Sangat kelihatan sekali, sewaktu Asiong mengeluarkan tenaga dalam nya, wajah Asiong kelihatan tambah segar.
Memang benar fakta nya, kata leluhur, siapa yang memiliki dan dapat menguasai tenaga dalam chi kung, pasti mereka awet muda.
Pukulan dan tendangan yang di lancarkan oleh mereka tiada hentinya, sudah hampir satu jam mereka bertarung.
Tetapi orang Eropa itu belum ada mengeluarkan tanda tanda bahwa mereka letih.
Tiba tiba satu celah untuk menyerang dimiliki oleh Asiong langsung saja, Asiong mengeluarkan pukulan.
__ADS_1
Pukulan yang sangat dahsyat, pukulan yang sangat kuat, bertenaga ,sangat tepat sasaran, telak sekali, pukulan Asiong mengenai rahang orang Eropa itu.
Terdengar suara, bummmm..
Karena ukuran tubuh Asiong memang lebih rendah dari mereka, jadi pukulan Asiong hanya dapat mengenai rahang, tidak dapat mengenai wajah orang Eropa itu.
Hanya satu kali ,pukulan Asiong yang mengenai.
Tetapi efek dari pukulan itu sangat dahsyat.
Hampir separuh bagian, dari gigi atas dan gigi bawah orang Eropa itu lepas, gigi nya berserakan di lantai arena pertarungan.
Darah muncrat berserakan di lantai.
Temen orang Eropa yang satu nya lagi melongo..
Dia terdiam.
Heran..
Hanya satu pukulan yang mengenai teman nya.
Tapi mengapa efeknya sangat dahsyat..
Tiga detik kemudian, tubuh besar orang Eropa itu ambruk, jatuh ke lantai.
Brukkkk..
Sangat mengherankan sekali.?
Rahang yang di pukul, tetapi darah keluar dari segala arah.
Dari mulut keluar darah.
Dari hidung keluar darah.
Dari telinga juga keluar.
Begitu teman nya jatuh, langsung ke tiga teman nya mendekati, melihat dari jarak dekat.
Mereka memeriksa.. kok temen nya diem aja.
Mengapa tiada suara nafas.
Mereka lalu memeriksa rahang teman nya.
Ahhhhh. Gawat darurat...
Mereka kaget setengah mati.
Akibat dari dampak pukulan Asiong, tulang rahang nya menjadi hancur lebur, tulang rahang berubah bentuk menjadi pecahan pecahkan kecil.
Bahkan tengkorak kepala nya pecah.
Efek dari pukulan Asiong memang sangat dahsyat.
Sangat kuat.
Langsung saja mereka memeriksa nadi nya.
Ohhhh.. Kemudian salah satu dari teman nya bersuara.
Dia tewas.
Temen kita telah di bunuh oleh bocah ini.!
Mereka bertiga saling pandang.
Tanpa pikir panjang, ketiga nya langsung menyerang Asiong.
Asiong kemudian melompat untuk menghindari serangan.
Asiong berlari ke dinding bata.
Mereka heran..
Sungguh ringan tubuh bocah ini.
Dia bisa berjalan di dinding bata, seperti cicak.
Asiong menggunakan tenaga dalam Chi kung level enam, Asiong dapat melompat seperti seperti katak, lompatan nya sangat jauh.
Dia melompat seperti terbang.
Asiong melompat turun, langsung menyerang mereka bertiga.
Mereka bertiga berbicara dengan bahasa mereka, Asiong tidak paham arti kata kata yang mereka bicarakan.
Lalu mereka membentuk formasi berlapis.
Ohh, rupanya mereka membuat sistem pertahanan dan silih berganti melakukan penyerangan.
Dengan formasi yang mereka buat , mereka menjadi selalu bertenaga, karena kalau yang di depan letih, mereka langsung berganti posisi.
__ADS_1
Tiga puluh menit kemudian, Asiong dapat kesempatan untuk melepaskan pukulan.
Pukulan yang sangat dahsyat, seperti suara petir, bahkan suara pukulan nya dapat mengalahkan suara bising para karyawan yang lagi asyik menonton pertarungan.
Bummmmmm......
Tepat sekali, dangat telak, pukulan Asiong mengenai dada.
Kalau tidak melihat langsung, seakan kita tidak percaya, bahwa pukulan Asiong dapat menumbangkan dua orang sekaligus.
Asiong memukul yang di depan, tetapi dampak dari pukulan itu berlanjut kepada orang yang di belakang nya.
Sangat sulit dipercaya, efek dari tenaga dalam chi kung memang luar biasa.
Di luar nalar...
Dua orang sekaligus tumbang.
Darah keluar dari mulut mereka.
Tulang dada nya, keluar, tembus dari belakang tubuh nya.
Seketika itu juga, teman nya memeriksa.
Teman nya terdiam, merenung, dia tidak bisa berbicara.
Dia sangat sedih, rupanya mereka berdua telah tewas.
Sisa satu orang lagi.
Tanpa banyak bicara, dia berlari menuju tas, mungkin ingin mengambil pistol yang di bawa nya.
Ketika Asiong mengejar.
"Berhenti, Pistol ini dapat menembus dadamu.
" Hahahah, dengan pistol ini, semua jurus mu tiada arti.
" Pistol ini lebih cepat dari apapun.!
"Berlutut lah kau Asiong, aku sudah muak dengan mu. Tiga teman ku tewas, sekarang aku akan membunuhmu, membunuhmu orang tua mu.
Belum sempat orang Eropa itu melepaskan tembakan, Asiong langsung melompat.
Melompat dari dinding kanan langsung berpindah ke dinding kiri.
Sangat cepat lompatan nya, bahkan peluru yang di lepas kan tidak mampu untuk mengejar nya.
Tiba-tiba tinju Asiong sudah mendarat di kepala orang Eropa itu.
Seketika itu juga, dia tumbang.
Hanya satu pukulan, cukup satu pukulan untuk membuat orang Eropa itu tewas seketika.
Memang sangat dahsyat tenaga dalam chi kung level enam ini.
Tanpa menunggu lebih lama.
Kemudian Asiong melompat, dia sangat terburu - buru, karena dia sudah tidak sabar untuk mencari Tuan Luheng.
Asiong sekarang menjadi kejam, mungkin karena umur nya masih belasan tahun, dan dia selalu teringat dengan kekejaman yang di lakukan oleh orang-orang nya Tuan luheng, kepada masyarakat.
Sehingga dia terkadang agak sulit untuk mengontrol emosi nya.
Di dekat anak tangga Asiong melihat lundi dan lundu.
" Hai..
Lundu, lundi, apa Tuan Luheng ada di atas.?
" Di atas kosong, tidak ada orang, sekarang pergi lah engkau bocah kecil.
" Engkau mengusir ku..
" Apakah engkau tidak merasakan sakit pada kaki mu.
" Hai bocah.! Dengan luka kaki ini, kami tidak merasakan sakit sedikitpun, karena kami sudah terbiasa dengan sakit.
"Kalau Tuan Luheng tahu, pasti Tuan Luheng akan mengobati luka kaki kami ini.
" Minggir kalian dari anak tangga..!
Saya akan naik ke atas untuk mencari Tuan Luheng.
"Saya akan mengambil harta Tuan Luheng, sebagai ganti kerusakan pabrik rotan.
Juga sebagai ganti rugi uang masyarakat yang kalian kutip paksa.
Asiong langsung menuju ke atas, untuk mencari Tuan Luheng.
Tetapi Lundu dan lundi menarik kaki Asiong, sehingga Asiong hampir saja jatuh.
" Lepaskan kaki ku.. !
__ADS_1
" Tidak semudah itu engkau mau naik ke atas bocah tengil.!