
Asiong langsung menuju ke atas, untuk mencari Tuan Luheng.
Tetapi Lundu dan lundi menarik kaki Asiong, sehingga Asiong hampir saja jatuh.
" Lepaskan kaki ku.. !
" Tidak semudah itu engkau mau naik ke atas bocah tengil.!
"Jangan bertindak bodoh.!!
" Apakah kalian tidak melihat apa yang terjadi dengan orang Eropa itu.
" Apakah kalian masih berani melarang ku naik ke atas.?
Seketika itu juga, lundu dan lundi terdiam, sangat kelihatan sekali dari wajah mereka, perubahan wajah seperti memucat.
Tiba-tiba terdengar suara teriakan yang sangat keras.
" Heyy... Anak muda...
Luar biasa keras, sehingga suara itu hampir mengejutkan Asiong.
Rupanya Tuan luheng sudah turun, sudah berada di anak tangga.
" Hai bocah, apakah kamu anak nya Martin..?
"Kalau boleh tahu, siapakah nama mu.?
dan ada gerangan apa kamu mencari saya..?
" Nama saya Asiong.
" Kedatangan saya kemari, untuk meminta kerugian atas pengrusakan pabrik rotan, yang di lakukan oleh anak buah mu.
Dan saya juga meminta ganti rugi atas pengutipan pengutipan liar yang anda lakukan kepada masyarakat.
" Asiong , dari awal kedatangan kamu, saya sudah memperhatikan mu.
Kamu sangat pintar bertarung.
"Anak buah saya semua telah kamu kalahkan.
"Kamu memang pantas untuk menjadi pemimpin.
"Kalau kamu mau. ?
" Kita bisa bekerjasama.?
"Saya bisa menjadikan mu pemimpin.
" Saya akan merekrut anggota baru.
" Dan saya akan menjadikan kamu pemimpin mereka.
"Setiap bulannya, kamu akan saya bayar satu Milyar.
" Di sini? Di daerah ini, kita akan membuat organisasi yang sangat kuat.
"Organisasi yang sangat besar.
" Kita berdua berkerjasama.
__ADS_1
" Di saat ini, di tempat kita ini khusus nya, kita sudah tahu sama tahu, saat ini memang agak sulit untuk mencari pekerjaan Asiong.
"Aku harap kamu mau bekerjasama dengan ku.
" Agar kita bisa Menguasai wilayah dan agar kita dapat sukses bersama sama.
" Saya juga sudah sangat mengenal orang tua mu.
"Saya dan orang tua mu, dahulu adalah temen dekat.
Kemudian Asiong menjawab tawaran dari Tuan luheng.
" Maaf Tuan luheng.
"Saya sangat tidak tertarik dengan tawaran anda.
" Saya tidak sudi bekerjasama, walaupun kamu memberi saya upah yang sangat besar.
"Saya Asiong, selalu mendengar nasehat dari orang tua.
" Walaupun saya makan memakai lauk garam, itu lebih baik, dari pada makan ber mewah mewah, dengan hasil merampas uang rakyat.
"Sekali lagi saya minta kepada anda Tuan luheng.
"Anda harus membayar ganti rugi atas kerusakan pabrik rotan.
"Dan anda juga harus kembalikan uang masyarakat kecil yang telah engkau pungut secara paksa.
"Kalau anda tidak mau membayar, jangan salah kan aku, kalau aku bertindak lebih kejam terhadap mu.
" Aku akan rampas harta mu Tuan luheng.
Belum habis Asiong berkata kata, tiba tiba terdengar suara yang sangat keras.
Doorrr. dorrr. dorrr.
Asiong sangat terkejut , tanpa pikir panjang.
Asiong kemudian melompat ke tembok bata, saling lompat ke kiri dan kanan.
Dua peluru pistol meleset.
Tetapi satu peluru mengenai betis Asiong, darah Asiong muncrat berserakan dimana mana.
Dorrr. dorrr dorrr
Tiada hentinya Tuan luheng menembak, sampai peluru di dalam pistol nya habis.
Karena sudah tidak terdengar suara tembakan kemudian Asiong turun dari dinding.
Asiong melihat lundu dan lundi sudah tergeletak, darah mereka muncrat keluar.
Rupanya lundu dan lundi terkena tembakan yang tidak di sengaja olehTuan luheng.
Lundu dan lundi sudah tewas tertembak oleh Tuan luheng, dengan luka tembakan di dada.
Asiong kemudian melompat ke arah Tuan luheng.
Dengan sangat cepat, Tuan luheng mengarahkan pistol nya ke arah Asiong.
"Pistol itu sudah kosong Tuan luheng.
__ADS_1
" Jangan bunuh aku. Asiong
"Kalau mau ambil harta atau uang ku, silahkan.?
Kemudian Asiong naik ke atas untuk mencari harta tuan luheng.
Di saat Asiong meninggalkan tuan luheng.
Tanpa di sadari Tuan luheng mengisi pistol nya.
" Kini saat nya engkau mati bocah kecil.
Dooor.. doorr. doorrr
Tiga peluru bersarang di tubuh bagian belakang Asiong, satu peluru bersarang di betis Asiong.
"Mengapa bocah tengik ini tidak mati juga, apakah dia kebal?
Kalau dia kebal mengapa darah nya keluar.
Darah Asiong keluar deras.
Kemudian Asiong menoleh ke belakang dan melompat, sangat cepat seperti terbang menerkam Tuan luheng.
Seketika itu juga Asiong menginjak tubuh tuan luheng dan kedua tangan Asiong secara bergantian memukul kepala Tuan luheng.
Dummmmn. dummmmm
Hanya dengan sekali pukulan kiri dan kanan
Batok kepala Tuan luheng pecah, darah keluar sangat deras.
Sungguh pukulan yang sangat bertenaga, sangat kuat dan fatal.
Seketika itu juga Tuan luheng tewas.
Kemudian Asiong melanjutkan perjalanan, baru melangkah sekitar dua meter, Asiong terjatuh, lemas, rupanya Asiong lemas setelah empat peluru masuk ke dalam tubuh nya.
Kemudian Asiong berkonsentrasi, Asiong mencoba mengalirkan tenaga dalam Chi kung level enam nya.
Asiong mengarahkan tenaga dalam Chi kung ke arah luka tembak di tubuh nya.
Sepuluh menit kemudian, terdengar suara klinting. ting ting. ting.
Empat butir peluru keluar dari tubuh nya.
Peluru keluar sendiri tanpa di cungkil cungkil oleh sesuatu.
Rupanya tenaga dalam Chi kung, dapat mendorong peluru itu keluar dari dalam tubuh Asiong.
Sungguh hebat tenaga dalam Chi kung ini.
Selanjutnya luka bekas peluru di tubuh Asiong perlahan lahan mengecil dan hilang.
Ini sangat mustahil, bagaimana kalau Asiong memiliki tenaga dalam Chi kung sampai ke level dua belas.
Sedangkan level enam saja, sudah dapat untuk menyembuhkan luka.
Setelah di rasa Asiong dia mulai sembuh.
Asiong langsung berdiri dan langsung menuju lantai selanjutnya untuk mencari uang ataupun harta Tuan luheng.
__ADS_1