
Sampailah kedua bandit itu di kediaman Tuan Luheng.
"Pengawal ,.. bawa kemari Lundu dan Lundi itu , si kembar yang telah gagal dalam pengutipan rotan di daerah kaki gunung Lhotse.
Pengawal kepercayaan Tuan Luheng segera mendekati Tuan Luheng , sambil membungkuk kan badan nya sembilan puluh derajat, dia menjawab "Siap Tuan Luheng.
Kedudukan pengawal Tuan Luheng lebih tinggi derajatnya, dari pada orang - orang yang di tugaskan ke beberapa daerah untuk melakukan pengutipan - pengutipan liar itu.
Pengawal lalu menyeret Lundu dan Lundi. Tubuh pengawal yang sengaja di pilih khusus untuk mengawal nya, sangat tinggi, hampir dua meter tinggi badan nya, memiliki ilmu seni beladiri yang sudah bersertifikat, sering menang di kejuaraan - kejuaraan tingkat nasional maupun internasional.
Tuan Luheng sangat kaya , mampu membayar Pengawal-pengawal yang berkualitas, wajar banyak orang - orang kuat yang ingin menjadi pengawal nya, karena tergiur oleh bayaran yang sangat mahal.
Lundu dan Lundi langsung bersujud di kaki Tuan Luheng.
"Maaf Tuan, kami gagal karna ada dua orang bapak dan anak yang membantu untuk menyerang kami.
Kakek tua itu, di bantu oleh kedua orang itu.
Kami di keroyok oleh mereka.
Sebenarnya, Lundu dan Lundi tidak di keroyok, mereka malu untuk berkata jujur di hadapan Tuan Luheng.
Kalau lundu dan Lundi berkata jujur, pasti Tuan Luheng tidak percaya,kalau lundu dan Lundi di kalahkan oleh anak remaja umur belasan tahun.
Dan kalau mereka berdua jujur, pasti Tuan Luheng akan menghukum mereka dengan keras, pasti mereka di anggap bodoh, idiot,tidak berguna.
Dapat di kalahkan dengan anak umur belasan tahun, adalah sesuatu yang paling hina, maka lundu dan Lundi mencoba untuk merahasiaka itu semua.
Tuan Luheng berkata..
"Siapa nama kedua orang itu..!
Apakah kalian sudah memberitahu kepada mereka , bahwa kalian berdua orang suruhan ku..
"Kami sudah mengatakan nya Tuan,
__ADS_1
Kami mengatakan, kami anak buah Tuan Luheng, tapi mereka tidak takut sedikitpun, dan mereka mengatakan, mereka akan menjumpai Tuan Luheng, untuk mengatakan bahwa ,Tuan Luheng harus mengakhiri semua kutipan - kutipan liar yang tidak berdasar hukum, dan pesan mereka lagi, bahwa Tuan Luheng harus menghentikan semua perbuatan- perbuatan yang dilarang oleh masyarakat.
"Berani sekali mereka berkata begitu,. apa mereka sudah bosan untuk melihat matahari terbit esok pagi.
Mereka belum tau siapa saya..!!
Apakah sebelum nya, kalian berdua pernah menjumpai mereka. !!
"Kami tidak pernah bertemu mereka.
kami tidak mengenalnya, Tuan Luheng..?
Kami sudah mengutip rotan di kaki gunung Lhotse, sudah hampir empat tahun.
Selama kami melakukan pengutipan, kami belum pernah menjumpai kedua orang itu.
"Berarti mereka orang pendatang di daerah itu...!!
Atau hanya pemburu bintang buas yang tidak sengaja lewat.
Kemungkinan besok pagi, kedua orang itu sudah tidak berada di sana.
"Besok pagi, bawalah Pengawal lapis ke lima.
Karena kalian berdua sudah tidak bisa di andalkan untuk menyelesaikan masah itu.
"Maafkan kami Tuan Luheng.
Kami belum pernah menjumpai orang sekuat itu di daerah kaki gunung Lhotse.
mungkin mereka adalah salah satu ahli seni beladiri yang datang dari daerah lain.
"Sudah pergi sana..!! Istirahat, besok pagi bawalah Pengawal lapis ke lima.
pengawal lapis kelima yang saya miliki, sudah pernah menjadi wakil perguruan kita untuk bertanding ke luar negeri,dan mereka mendapatkan mendali emas.
__ADS_1
Nomor lima pasti sangat mudah untuk mengalahkan mereka.
Sementara di kaki gunung Lhotse..
Di gubuk kakek tua itu, Asiong dan Pak Martin sudah meminum teh yang di sajikan oleh kakek itu.
Didalam hati Pak Martin berkata, tidak salah lagi, ini adalah teh Cingreng, penuh tanda tanya besar di hati Pak Martin, darimana asal teh Cingreng ini.
Asiong berbisik kepada pak Martin.
"Bener sekali pak,. setelah saya meminum nya , saya dapat merasakan ini adalah teh Cingreng. Tapi kalau hanya menghirup aroma nya saja , Asiong belum bisa membedakan nya.
"Asiong , Nanti kalau kamu sudah sering meminumnya, lama kelamaan kamu juga pasti bisa membedakan nya , walaupun hanya menghirup aromanya saja,. karena teh Cingreng ini, memiliki aroma yang sangat khas , tidak bisa di tiru , walaupun seorang Master teh, tidak akan bisa untuk meramu aroma khas dari teh Cingreng ini.
Kakek tua,datang dari dapur, kemudian berkata.
" Bagaimana rasa teh nya, enak atau tidak , dan apakah kalian pernah meminum racikan dari teh yang kakek buat.
Pak Martin menjawab.
"Kami sudah pernah meminum nya kek.
Rasa teh nya enak, aromanya sangat khas umur daun teh sangat tua ,. sudah ratusan tahun mungkin ini di simpan.
Ohh. Terimakasih..?
Apakah kalian mau pulang atau mau menginap di sini. Kalau kalian mau menginap di sini, besok pagi, saya mau bercerita kepada kalian berdua , ada sesuatu yang ingin saya sampaikan,. setelah saya melihat jurus anak muda ini.
Dan setelah saya melihat prilaku baik kalian , saya yakin , kalian lah orang yang tepat untuk saya berikan informasi tentang sesuatu.
"Informasi apa itu kek..??
"Sudah lah , tidur dulu, hari sudah semakin malam. Besok pagi, masih banyak waktu.
" Ia kek ..
__ADS_1