Anak Miskin Menjadi Penguasa

Anak Miskin Menjadi Penguasa
Kakek tua bukan orang biasa.


__ADS_3

"Anak muda..!! ini bukan urusan mu.! Jangan campuri urusan kami.. Sayangi tubuh kecil mu, Apakah kamu mau muntah darah seperti kakek tua itu.


"Salam Abangda,.? Itu yang di ucapkan Asiong kepada kedua orang itu.. "Saya disini bukan untuk ikut campur , saya hanya mau keadilan untuk kakek tua itu.


Kasian dia, rotan hasil kebun nya , kalian ambil dengan paksa.


Kakek tua mencoba untuk berdiri, tertatih, kemudian berkata kepada Asiong, "sudah lah anak muda, jangan hiraukan saya, biarkan rotan itu mereka ambil, mereka bukan imbang kita, mereka anak buah Tuan Luheng, mereka sangat kuat. Mereka sering saya lihat setiap pagi berlatih ,dengan mendorong kepala kereta api. kekuatan mereka sungguh luar biasa.


"Hey anak muda , kakek tua itu sudah memberikan kami izin untuk membawa rotan nya , sudah , pergilah jangan halangi kami.


Asiong kemudian mengambil rotan yang mereka bawa.


"Kalian boleh pergi,tapi tinggalkan rotan ini.


Anak buah tuan Luheng kemudian saling berbisik.


Dasar keras kepala, " Ayo kita beri tendangan Kedada anak ini, supaya dia muntah darah seperti kakek tua itu.


Tiba-tiba tendangan datar mendarat di dada Asiong, Brukk, bamm, sangat keras terdengar.


Tapi Asiong tidak bergeser sedikit pun, bahkan Asiong masih bisa tersenyum.


" Kuat sekali anak ini,. Ayo.. kita beri bocah ini tendangan kembar versi datar ,andalan perguruan kita.


Asiong menarik nafas, dan menahan nafasnya.. Asiong tahu, mereka para bandit pasti akan menyerangnya lagi.


Satu bandit berada di depan Asiong ,dan satunya lagi berada di belakang Asiong ,


Tiba tiba tendangan kembar versi datar,. melesat ke dada depan dan belakang Asiong ,. sangat cepat, kuat dan sangat kompak.


Duarrr, duarrr,. sangat terdengar di telinga pak Martin suara tendangan yang sangat kuat melesat tepat di tubuh anak nya, tidak tega Pak Martin melihat anak nya.


Tapi Asiong kelihatan biasa saja , tidak bergerak sedikitpun.


Ternganga mulut kedua bandit itu .. Kemudian mereka saling berbisik.


"Mengapa anak ini tidak bergerak, kuat sekali anak ini. Kemudian Asiong berteriak kepada Pak Martin.

__ADS_1


"Pak , mau kita apakan kedua orang ini ,


"Terserah kamu Asiong , Tapi jangan bunuh mereka , beri mereka kesempatan untuk bertobat.


Pak Martin yakin , Asiong dapet mengalahkan kedua bandit itu.


Kedua Bandit tersenyum, mendengar perkataan mereka , yaitu perkataan antara anak dan bapak nya.


"Dasar bocah,, perkataan kamu , sungguh membuat kami tertawa,.


Ayo.. Silahkan, pilih tubuh kami , terserah kamu, mau pukul yang mana.


Mata Asiong terpejam seolah membaca mantra. Tiba tiba Asiong mengangkat kedua tangan nya, seper sekian detik , terdengar suara yang menggelar, telapak kanan menghantam ,dan telapak kiri menghantam juga, kedua orang itu terlihat terhempas, beberapa meter.


Pak Martin, kemudian bangkit dari duduk nya.


Ingin melihat kedua orang itu.


"Asiong , level berapa yang kamu pakai untuk menyerang mereka.


"Asiong tidak memakai level pak , hanya jurus Telapak penghancur karang saja , tidak menggunakan tenaga dalam Chi kung.


Tanpa banyak bicara ,. tangan Asiong memegang tangan mereka berdua, di putar putar nya mereka berdua, seolah olah hanya memutar gulungan kapas yang hanya beberapa kilo.


Salah satu bandit berkata.


"Ampun dek, ampun, jangan lagi jangan putar , sangat pusing kepala ku.


Kemudian Asiong melempar kan mereka.


Mereka terpental sampai beberapa meter.


Asiong lalu mendekati mereka.


Sebelum Asiong sampai ketubuh mereka yang sudah lemas , Asiong berkata.


"Kali ini, kalian saya ampuni, lain kali , kalian pulang hanya dengan kaki yang patah.

__ADS_1


Sambil berdiri sempoyongan,salah satu bandit berkata.


"Awas kamu anak kecil, kelakuan mu pada kami, akan kamu laporkan kepada Tuan Luheng.


"Silahkan,itu lebih baik, aku tunggu Tuan Luheng, supaya saya dapat mengatakan kepadanya,agar jangan lagi mengganggu,warga daerah sini.


Kemudian para bandit pergi , dengan jalan sempoyongan.


" Bapak, bagaimana kakek itu , apakah bisa berjalan.


Belum sempat Pak Martin bicara , kakek tua menjawab.


" Saya sudah baikan, kalau boleh , maukah kalian mampir ke gubuk ku. Sekalian kita minum teh, beberapa gelas.


Sebagai ucapan terimakasih saya kepada kalian yang telah menyelamatkan saya hari ini.


Ayolah,,,saya ada sedikit teh leluhur, sungguh nikmat rasanya.


Ia kek terimakasih sebelumnya, ,. sekalian kami ingin mengantar kakek , supaya bisa lebih cepat untuk beristirahat.


Mereka bertiga kemudian jalan.


Kira kira ada setengah jam,. sampailah mereka ke gubuk kakek tua itu.


"Sungguh dingin di sini, gubuk ini di kelilingi pohon bambu, udaranya sangat sejuk.


" Bener pak , Asiong juga merasakan hawa sejuk , sungguh tempat yang menyenangkan.


Kemudian kakek tua langsung ke dapur, menyeduh teh.


Pak Martin berkata kepada Asiong.


"Asiong , coba kamu rasakan aroma teh yang di seduh kakek tua ini,. apakah kamu kenal dengan aroma nya.


"Sangat mirip dengan aroma teh Cingreng Pak.


"Jangan - jangan, kakek tua ini, adalah salah satu, pemilik aliran tenaga dalam Chi kung juga.

__ADS_1


"Tidak mungkin Pak. Kalau kakek tua itu memiliki aliran tenaga dalam Chi kung, mengapa dia kalah dengan kedua anak buah Tuan Luheng...


__ADS_2