ANAK TERTUKAR DAN CEO DINGIN

ANAK TERTUKAR DAN CEO DINGIN
Bab 12 Di cafe **


__ADS_3

“ tapi dok kenapa nenek saya belum juga bangun. “ iya obat bius


sisa operasi mungkin membuat nenek kamu belum sadarkan diri.


Terima kasih ya dok sembari nayra mengulurkan


tangannya yang terluka, dia tak menyadari dengan keadaan tangannya. Maaf dok,”


nayra langsung menarik tangannya kembali,. Secepatnya Dokter Juan menarik


pergelangan tangan Nayra. Nay kenapa tangan mu? Tangan mu terluka, iya dok tadi


tak sengaja terkena kaca. Dengan sigap Juan langsung membuka balutan luka di


tangan nayra dan meminta kepada perawat alat P3K dengan telaten Juan


membersihkan sisa darah pada luka di tangan nayra. Terkesima nayra dengan


perlakuan Dokter Juan yang sangat tampan menurutnya. Dokter Juan sangat tampan


dan juga baik gumam nayra dalam hati. Setelah selesai membalut luka ditangan


nayra Dokter Juan langsung pamit ingin menangani pasien di ruangan lain. Nay


kamu saya tinggal ya, ada pasien yang akan saya periksa kata dokter Juan, iya


dok,, nay jangan panggil saya dok menurut saya itu terlalu formal, panggil saja


saya mas atau kak itu lebih santai menurut saya, kata dokter Juan,  tapi,,


gak ada tapi tapi ok,, ok dech kata nayra,”


Sinar matahari pagi begitu hangat menyinari bumi”,, seorang gadis


cantik sedang bersiap – siap ingin menjumpai Dokter Juan, Dokter yang sangat


tampan dan baik menurutnya. Nayra baru saja kembali dari salah satu bank untuk


mencairkan uang dari cek yang di berikan pemuda kejam tadi malam.  Nayra menghampiri perawat yang berjaga di


ruangan  administrasi, mbak mau nanya


apakah dokter Juan udah datang? Iya dokter Juan sudah datang, tapi dia masih


menangani pasien di lantai lima.  Apa


anda sudah buat janji dengan dokter Juan? Kata perawat itu,  Belum mbak,,


iya sudah mbak saya hanya ingin


memberikan ini tolong berikan kepada Dokter Juan kata Nayra sambil memberikan


amplop coklat kepada perawat penjaga ruangan administrasi.


Di tempat lain disalah satu perusahaan Alexander,


berdiri seorang pemuda


dengan senyum smirknya menatap tajam kearah jalanan ibu kota, dari kaca jendela


dilantai 10 tempatnya berdiri, dasar murah*n,” gumamnya dalam hati. Dua menit


yang lalu dia baru saja mendapatkan notifikasi pesan dari m banking, mengenai pencairan cek yang diberikannya kepada nayra.


Tak lama masuklah Andika assisten Devano


Apa jadwal aku sekarang, kata Devano kepada Andika assisten nya..


jadwal anda hari ini ada rapat dengan direktur pemasaran , dan lanjut makan


siang dengan direktur Lau di restoran punokawan, selanjutnya pengecekan proyek


pembangunan Mall Alexan yang sudah hampir 90 %  selesai pengerjaanya.

__ADS_1


Ok terima kasih Ans panggilan akrab andika,


Kemudian Devano  melanjutkan tugasnya mengecek berkas yang


sudah menggunung di atas mejanya.


Di  salah satu ruangan di


rumah sakit KASIH IBU


Terlihat seorang gadis cantik sedang setia menemani neneknya yang


masih tidak sadarkan diri, “ nek bangun, jangan buat nay takut nek, nay


sekarang sendiri nek, gak ada lagi yang mau dengar cerita nay, biasanya setelah


pulang kerja nenek selalu menanyakan kegiatan nay, apa yang nay lakukan, apa


kah nay udah makan semua nenek tanyakan ke nay,nek,, hik hikss nay janji nek


nay gak akan mendatangi orang tua nay,dan meninggalkan nenek dan nay janji


tidak akan menyalahkan nenek, nay Cuma mau nenek sehat, kita akan tinggal


bersama sama lagi nek,, nek nay mohon,,,” terdengar suara pilunya menangis


sembari menghusap lembut tangan neneknya tercinta.


Tring,, tring terdengar suara notifikasi pesan masuk ke handphone


nayra,,”


” assalamualaikum nay aku tunggu kamu di  cafe star sekarang,, ada yang ingin aku


sampaikan.” Begitulah bunyi pesan dari Bayu mantan kekasihnya. Hup nayra


menarik nafas nya dengan berat, di usapnya sisa air matanya. Apa lagi yang mau


di bicarakan mas bayu dengan ku, baiklah aku akan ke sana untuk menyelesaikan


ini semua masalahnya datang bersamaan dengan keadaan nya yang terpuruk,


“sesampainya di café star “


Permisi mbak,” mbak nayra,, pak Bayu sudah menunggu di dalam, kata


pelayan café ini dengan sangat ramah. ,,


setelah pelayan menunjukan meja yang sudah di pesan Bayu,


pelayan itu permisi kepada nayra.


Terlihat seorang polisi tampan dengan wajah yang berbinar


menahan rindu yang mendalam


kepada kekasih tercintanya,, sudah lama mereka tak bertemu setelah kejadian


tempo lalu, yang membuat nayra memutuskan hubungan mereka.


Tapi tidak untuk bayu,


bayu masih menganggap nayra kekasihnya.


“ya Bayu masih menganggap nayra kekasih yang sangat ia cintai.


Silahkan duduk kamu mau pesan apa, atau pesanan kamu masih sama,”


ok aku pesan ini ya ““ kata Bayu. Café ini merupakan salah satu


tempat favorit mereka menghabiskan waktu selama mereka masih menjalin kekasih dulu,


tak heran jika bayu juga hafal dengan makan kesukaan nayra jika mereka

__ADS_1


sedang menghabiskan waktu bersama dengan makan di café ini.


Melihat wajah nayra yang sembab dan pucat membuat bayu khawatir,


nay kamu kenapa,?


Apa kamu sakit?”  Tanya bayu


khawatir dengan keadaan nayra,,.


Mas aku tidak sakit, mas sebenarnya ada apa mas ajak ketemuan


disini,


apa ada lagi yang mau kita bicarakan? Kata nayra” nay kalau kamu


tidak sakit kenapa wajahmu pucat sekali,,. Jujur dengan mas nay, kamu ada


masalah iya,”  jangan kamu sembunyikan


cerita dengan mas nay,.  Tanya Bayu


sambil menggenggam jemari tangan nayra yang dingin,, terasa hangat menjalar


masuk kehati nayra,.” Jujur dia sangat merindukan bayu mantan kekasihnya, tapi


dia tak punya kekuatan untuk melawan keluarga bayu yang sudah menjodohkan bayu


dengan gadis kaya.


Nayra sangat mencintai bayu, rasanya separuh jiwanya telah hilang


ketika berpisah dengan bayu  tempo lalu


yang buat hatinya hancur.


Mas sebenarnya  nenek,, hiks hiks tak dapat lagi nayra


membendung air mata kesedihannya, dilain sisi dia rindu sosok Bayu yang selalu


menjaganya, selalu perhatian dengannya ditambah lagi pikiran mengenai neneknya,


kesedihan nayra tak dapat lagi ditahannya,, dia tumpahkan nya semua kesedihan


yang ada pada dirinya kepada Bayu mantan kekasih yang masih sangat dia


cintai,,.


“ jadi nenek mengalami kecelakaan,,”


dan kenapa kamu tidak cerita sama mas nay,,


apa kamu menganggap mas orang lain sehingga masalah seberat ini


kamu tanggung sendiri.


Tapi mas,, nay tak berani mengganggu mas, karena nay tahu siapa


nay sekarang,


Dan mas bukan lah pacar nay lagi.  Bayu mendekati nayra dan duduk disebelah nayra ia menggenggam tangan


nayra dengan erat, “


“ nay aku belum bisa melupakanmu, aku gak sanggup kalau harus


berpisah dengan mu nay, kamu adalah cinta pertama mas, dan mas berharap kamu


yang terakhir nay,,”


bayu berkata demikian sambil  masi tetap menggenggam tangan nayra dengan sangat erat.


bersambung☺

__ADS_1


hai hai dukung terus karya saya ya,, jangan lupa like dan koment ya,, untuk menambah ilmu saya sebagai pengarang novel,,,,,,:)


__ADS_2