
Flashback on
Nay ada yang mas ingin omongin mengenai keadaan nenek kamu,,
“Iya mas,”
Dokter Juan
emang gak mau dipanggil nay dengan sebutan dok dan dia lebih nyaman jika nay
memanggilnya dengan sebutan mas, Juan yang semenjak bertemu dengan nayra untuk
pertama kalinya, emang sudah menaruh hati pada gadis cantik itu, melihat
ketulusan mengurus neneknya yang terbaring koma menambah rasa cintanya pada
nayra,
Tapi Juan tak berani untuk mengutarakannya, karena baginya ini
masih terlalu awal dia takut nayra akan berpikir negatif mengenainya. Dia akan
mengutarakannya jika waktunya sudah pas menurutnya.
Nay,” mas ingin menanyakan sesuatu mengenai nenek kamu,? kata Juan
Ada apa mas,” tanyakan
saja, jika nay bisa jawab pasti akan nay jawab,
dengan perasaan ragu Juan
bertanya kepda nayra,
Apakah nenek kamu memiliki musuh?
Musuh ? setahu nay nenek tidak ada musuh mas, nenek orangnya baik
mas”,,
Benar juga ya,, mana mungkin nenek memiliki musuh yang berbahaya
sehingga ingin mencelakainya. Gumam Juan
Karena dari cerita nayra sebelumnya pun neneknya hanya seorang
pedagang kecil di depan sekolah, jadi sangat mustahil nenek memiliki musuh apa
lagi jika dari saingan bisnis nenek,, itu lebih mustahil. Karena nenek nayra
bukanlah pebisnis.
Siapa yang sudah berani masuk keruangan dan menyuntikan zat
berbahaya itu kedalam tubuh nenek ya, gumam Juan sambil mengurut pelipisnya
yang sakit, karena bingung memikirkan situasi ini, sebenarnya rumah sakit ini
memiliki fasilitas camera cctv tapi hanya diletakan di koridor saja, sedangkan
ruangan pasien tidak dilengkapi pasilitas tersebut karena menjaga privasi
masing – masing pasien.
Sebenarnya Juan sudah menelaah cctv yang mengarah kamar nenek
nayra dan dia menemukan kejanggalan, dia melihat ada seorang perawat masuk
keruangan nenek nayra, setelah dirinya selesai memeriksa nenek nayra.
Dan dari pemeriksaanya terhadap nenek nayra dia menemukan zat
beracun yang sangat berbahaya ada di dalam tubuh nenek nayra.
Inilah yang membuat nenek nayra tidak sadarkan diri sampai
sekarang.
akhirnya Juan memiliki inisiatif memasang camera cctv di dalam
ruangan nenek nayra. Dan ini dilakukannya tanpa sepengetahuan siapa pun
termasuk nayra.
__ADS_1
Setelah pembicaraan dengan dokter juan, nayra segera masuk lagi
keruangan neneknya,
Nayra duduk di sisi pembaringan neneknya, dia mengelus tangan
neneknya dengan lembut, di pandangnya wajah pucat neneknya, di lihatnya mata
neneknya yang masih enggan untuk terbuka, menetes air mata nayra melihat
keadaan neneknya seperti ini, sampai kapan dia bisa tabah melihat keadaan
neneknya seperti ini, wanita yang selalu ada di saat dia membutuhkan sosok
seorang ibu, wanita tua yang bukan hanya berperan sebagai ibunya, tapi juga
berperan sebagai ayah, baginya nenek lah hidupnya. Yang selalu berjuang demi
dirin nya,
melihat tubuh neneknya yang telah rapuh dimakan usia tergeletak
tak berdaya menambah rasa pilu di hati nayra, hiks – hiks,,” akhirnya tumpah
semua air matanya yang dari tadi sudah ditahannya, nek,” nayra mohon sadarlah
nek, nayra takut nek, nenek kan tahu nayra takut kesendirian nayra mohon bangun
nek,,, nayra mohon nek,, hiks, hiks” terdengar suara tangisan pilu nayra yang berusaha membangunkan neneknya
dengan segala cara.
pintu terbuka, terlihat
sosok pria tampan masuk keruangan dimana tempat nenek nayra dirawat, dialah
Dokter Juan, kehadirannya tak diketahui nayra, melihat keadaan nayra yang
seperti itu jujur membuat hati dokter ganteng ini tersentuh, sejak pertama kali
bertemu nayra dia sudah menaruh hati pada gadis cantik itu. Dan melihat wanita
yang disukainya harus rapuh seperti itu rasanya dia ingin memeluknya dan
keluar dulu, kemudian dia berjalan mendekati nayra yang terus memeluk tubuh
rapuh neneknya, disentuhnya bahu nayra dengan lembut, reflek nayra bangkit
langsung memeluk Dokter Juan, cha nenek
belum juga sadar” cha kalau nenek,,,,” terputus omongan nayra, karena dia baru sadar
orang yang di peluknya bukanlah acha sahabatnya, tubuhnya yang lebih tinggi,dibanding
acha sahabatnya di tambah lagi parfumnya yang wanginya maskulin menyadarkan
nayra, nayra menjauhkan badannya dan menundukkan kepalanya, dia malu ketika
menyadari Dokter Juan lah yang sudah di peluknya, maaf mas, nayra gak tahu
kalau mas yang datang,, kata nayra yang masih menundukkan wajahnya, pipinya yang
putih rasanya sudah berubah warna semerah tomat karena menahan malu, tak apa nay, kalau nay butuh teman untuk
bercerita, mas mau kok jadi pendengar setianya,, kata dokter Juan dengan senyum
menawannya, membuat yang melihatnya pasti akan kelepek kelepek.
Setelah dokter Juan selesai memeriksa nenek nayra,
dia berpamitan dengan nayra, sebelum dia keluar meninggalkan
ruangan tersebut,
dia kembali menoleh gadis cantik itu yang masih menatapnya dengan
malu – malu
“aku
menyukaimu nay, aku akan segera menyatakannya kepadamu”gumam dokter Juan
Setelah kepergian dokter Juan, nayra kembali duduk di pembaringan
__ADS_1
neneknya,
“ nek,,” maafin nayra ya,
nayra gak bisa jagain nenek malam ini, karena nayra mau masuk kerja nek,,
Tapi nayra uda nyuruh acha nek untuk bantu jagain nenek,,
Sebenarnya nayra sudah bercerita kepada neneknya mengenai dia
bekerja di club malam, karena dia tahu orang yang koma pasti mendengar meskipun
dia tak bisa untuk menggerakkan tubuhnya, karena kata dokter Juan pun sering –
seringlah mengajak neneknya bercerita supaya tubuh neneknya menerima rangsangan
dari indra pendengarannya.
Flashback off
Assalamualaikum cha,,,”
wa'alaikum salam nay”
gimana keadaan nenek nay?
Masih seperti kemarin – kemarin cha, nenek belum sadarkan diri
cha,”
Yang sabar ya nay, serahkan semuanya sama allah, mudah – mudahan
nenek segera sadar dan bisa kumpul lagi sama kita nay.
Iya cha,,” oiya cha kamu bisa bantu jagain nenek ini malam ?
soalnya aku uda dua hari
gak masuk kerja.”
Ok nay,, entar malam aku yang akan jaga nenek,
Terima kasih ya cha” kamu adalah sahabat terbaik ku.
Aku gak tahu harus minta tolong
siapa lagi,, maafin teman mu ini yang selalu nyusahin kamu,”
Eaalllahh nay kayak sama siapa aja sich,,”
Devano Alexander, pemuda 26 tahun, sifatnya yang dingin dan
kejam, berwajah tampan, dan menawan, membenci yang namanya wanita karena masa
lalunya yang di khianati wanita yang dicintainya,
Nayra Anjani gadis 20 tahun memiliki kepribadian ceria, memiliki cita - cita menjadi seorang dokter, tapi dia hanya bisa menggantungkan cita - citanya yang tak pernah tersampaikan,
BAYU DIRGANTARA, USIA 28 tahun
Putra
pertama pak hermawan, cinta pertama Nayra Anzani pria Dewasa berprofesi sebagai seorang polisi yang sangat baik,
dan harus merelakan hubungannya dengan nayra berakhir karena perjodohan,
sebenarnya dia tak rela jika harus berpisah dengan nayra, tapi ini semua keputusan
nayra, nayra tak mau di karenakan dirinya bayu harus berpisah dengan
keluarganya.
Dokter Juan pratama usia 26 tahun
Merupakan dokter tampan dan baik hati, punya rasa dengan
Nayra, tapi dia sulit mengutarakannya.
hai... hai pembaca yang baik hati jangan lupa tinggalkan jejak baca mu ya" untuk menambah semangatku untuk belajar menulis novel... dukungan kalian semua sangat author harapkan :) dan maaf ya jika author lama nge up nya maklum lah ya author memiliki banyak pekerjaan di dunia nyata,,
bersambung☺
kritik dan saran kalian sangat author harapkan sebagai penambah ilmu, dan komennya jangan julid kali ya,, maklum author disini masih belajar
__ADS_1