
Matahari sudah turun ke peraduan nya,,
warna senja langit
kini sudah berubah warna gelap..
Terlihat seorang wanita cantik tengah
tertidur tak sadarkan diri
di sebuah kamar bernuansa white gold,
Wajah nya yang pucat seperti kapas
kini mulai merona merah,
menambah kesan cantik pada diri nya.
Tubuh nya yang mungil menggeliat menandakan bahwa dia telah sadarkan diri
dari lelah nya hidup yang dijalani nya.
Wanita cantik itu mengedarkan pandangan nya melihat semua sisi kamar itu.
Kamar itu sangat luas dan sangat mewah.
Ini kamar siapa? Apa aku uda di surga? Kamar ini sangat indah.
Gumam Nayra,," bertanya – Tanya dalam hati.
Nayra mengingat – ingat kejadian
yang di alami nya.
Huft,,,”
Dan dia mengingat bahwa tadi dia berjalan kaki ingin pulang ke Mansion suami kejam nya.
Ditengah kebingungan nya, tiba – tiba,,”
Ceklek,” terdengar suara pintu yang terbuka menampakan seorang pria tampan dan wanita
paruh baya yang masih terlihat cantik meskipun usia nya yang sudah tidak muda lagi.
Dia Rayhan Kencana dan ibu nya Aina Kencana.
Mata teduh nyonya Aina bersetatap lurus dengan mata indah Nayra.
Jantung Nayra berdegup dengan
sangat kencang.
Dia marah, dia kecewa, ya dia sangat kecewa dengan wanita paruh baya itu.
Wanita yang dia tahu adalah
wanita yang telah melahirkan nya.
Tapi wanita ini jugalah yang ikut menghinanya
ketika dia masih bersama bayu.
pada waktu itu.
Tubuh Nayra menggeser
ke sudut tempat tidur itu memberi
ruang untuk wanita paruh baya itu untuk duduk.
Hai,,” kamu sudah sadar” sapa nyonya Aina dengan lembut,” sembari menghusap lembut pucuk kepala Nayra.
mendengar suara nyonya Aina yang
sangat lembut, dan keibuan membuat
luka dan duka di hatinya seketika hilang
dan kini hanya menyisakan kerinduan
mendalam seorang anak pada ibu nya.
__ADS_1
Selama ini Nayra tidak pernah kekurangan kasih sayang seorang ibu, nenek nya sangat menyayangi Nayra.
Tapi rasanya ini sangat berbeda,,”
dia sangat merindukan sosok seorang ibu dan ayah.
dia merindukan sosok orang yang tidak pernah ada di dalam hidup nya,
dia sangat merindukan itu.
Tanpa terasa air mata nya luluh dan membanjiri pipi nya.
Cepat – cepat Nayra menghusap air matanya.
Hai mengapa kamu menangis,,” nyonya Aina segera memeluk
Nayra yang sedang menangis.
Inilah pertama kali nya dia merasakan di peluk oleh seorang ibu yang sesungguh nya.
Nyonya Aina merasakan ada sesuatu yang berbeda ketika ia memeluk Nayra.
Dia merasakan hatinya begitu
tenang dan damai.
Rayhan tersenyum senang melihat dua makhluk cantik di
hadapan nya saling berpelukan.
Nayra merenggangkan pelukan nya ketika nyonya Aina bertanya tentang Nayra.
Ma,! Nayra ini istri teman Ray ,” kata Rayhan kepada mama nya,,”
Tuan Rayhan memanggil nyonya Aina dengan sebutan Ma,,” jadi aku dan tuan Rayhan
abang beradik,,” gumam Nayra dalam hati,,” sebersit kebahagiaan di hati Nayra, ketika dia mengetahui bahwa Rayhan orang yang menolong nya adalah saudara laki – laki nya.
Tetapi kebahagiaan itu hanya di dalam hati,,” karena mereka nyonya Aina ataupun Rayhan tidak mengetahui siapa sebenar nya Nayra.
Dan dia juga tidak mungkin menceritakan kepada mereka siapa
sebenar nya diri nya, karena kalung yang merupakan alat untuk membuktikan siapa
dia tidak tahu siapa yang sudah mengambil kalung itu dari petugas Administrasi itu. Sedang kan petugas
Administrasi itu, kini hilang entah
kemana.
Istri,,!! Apakah kita menghadiri pestanya Ray,,! Kata mama Rayhan.
Eehm,, ehh kami memang tidak mengadakan pesta kata Nayra,
dengan kata – kata yang sedikit tertahan.
Mengapa ? Tanya nyonya Aina.
Sebenar nya saya ingin seperti wanita pada umum nya
menikah dengan laki – laki
yang mencintai saya,
dihadiri oleh teman – teman saya serta disaksikan oleh kedua orang tua saya.
Itu keinginan saya.
Gumam Nayra dalam hati.
Ya Nayra hanya bisa berkhayal dan menyatakan semua keinginan
nya hanya pada hati nya. Hati yang harus bisa menerima segala kenyataan yang
tidak sesuai dengan keinginan nya.
Nyonya Aina melihat wajah Nayra dengan seksama.
Tidak apa – apa jika kamu tidak ingin bercerita,,” oiya Nayra sepertinya tante pernah melihat kamu tapi dimana ya,,”
kata nyonya Aina"
__ADS_1
kepada Nayra yang masih diam terpaku dengan pertanyaan nyonya Aina kepada nya.
Deg !!!
Nayra bingung menjawab pertanyaan nyonya Aina,
berarti nyonya Aina tidak ingat siapa diri nya.
Apakah nyonya tidak ingat sama saya?
Kata Nayra,,.
Wanita paruh baya itu menggeleng menandakan bahwa dia sama
sekali tak mengingat siapa wanita yang ada dihadapan nya sekarang.
Rayhan yang mendengar pertanyaan Nayra kepada mama nya, jadi bingung di buat nya.
Apakah Nayra pernah bertemu dengan mama sebelum nya,,” gumam Rayhan dalam hati.
Sebelum Nayra menjelaskan ke mama nya dan ini akan menambah hal buruk
pada kesehatan mama nya.
Rayhan langsung memotong percakapan dua wanita cantik yang ada dihadapan nya.
Ma,, sekarang sudah malam? Ray mau mengantar Nayra pulang dulu,,”
takut nya suami nya mencari nya.
Oh iya Ray,, tapi mama masih ingin berbicara dengan gadis cantik ini Ray.
Dan bilang sama teman kamu itu
bahwa Nayra akan nginap disini,”
kata nyonya Aina yang melarang Rayhan membawa Nayra pergi.
Tapi ma” itu tidak bisa Nayra ini istri orang, sudah pasti suaminya akan marah jika dia tidak segera pulang karena ini sudah malam ma,, kata Rayhan menjelaskan kepada ibunya.
Baiklah,, tapi kamu janji sama mama
sering – sering bawa Nayra ke sini.
Baik ma,,” jawab Rayhan sambil mengecup pucuk kepala mamanya.
Nyonya Aina memeluk Nayra dengan
sangat erat seperti dia takut akan
kehilangan Nayra.
Ma, sudah peluk nya kasian Nayra
susah nafas nya.
Kata Rayhan sembari membelai lembut pundak sang mama.
Dari sorot mata nyonya Aina seperti nya dia enggan untuk berpisah dengan Nayra, dia juga tidak tahu mengapa dia seperti ini.
Dia merasa bahwa dia telah lama
mengenal Nayra,
***
lama nyonya Aina melamun diruang tamu seorang diri.
Setelah mengantar kepergian Rayhan putranya dan Nayra wanita yang baru saja dikenal nya.
Lama dia berpikir hingga kepala nya terasa sangat sakit,,”
Aaaaaacchhhh ,,”
Nyonya Aina memegangi kepala nya yang sakit hingga dia menjerit dengan kuat nya,,” tak lama datang lah para asisten rumah tangga membantu
nyonya Aina masuk ke kamar nya untuk beristirahat.
Hal ini sudah sering terjadi belakangan ini. Sudah satu bulan ini nyonya Aina
sering mengeluh sakit di kepalanya.
__ADS_1
Selain itu daya ingat nyonya Aina sangat buruk. Terkadang dia
lupa dengan anak – anak ataupun orang di sekitar nya.