ANAK TERTUKAR DAN CEO DINGIN

ANAK TERTUKAR DAN CEO DINGIN
Bab 31 Rasa Rindu


__ADS_3

Matahari sudah turun ke peraduan nya,,


warna senja langit


kini sudah berubah warna gelap..


Terlihat seorang wanita cantik tengah


tertidur tak sadarkan diri


di sebuah kamar bernuansa white gold,


Wajah nya yang pucat seperti kapas


kini mulai merona merah,


menambah kesan cantik pada diri nya.


Tubuh nya yang mungil menggeliat menandakan bahwa dia telah sadarkan diri


dari lelah nya hidup yang dijalani nya.


Wanita cantik itu mengedarkan pandangan nya melihat semua sisi kamar itu.


Kamar itu sangat luas dan sangat mewah.


Ini kamar siapa? Apa aku uda di surga? Kamar ini sangat indah.  


Gumam Nayra,," bertanya – Tanya dalam hati.


Nayra mengingat – ingat kejadian


yang di alami nya.


Huft,,,”


Dan dia  mengingat bahwa tadi dia berjalan kaki ingin pulang ke Mansion suami kejam nya.


Ditengah kebingungan nya, tiba – tiba,,”


Ceklek,” terdengar suara pintu yang terbuka  menampakan seorang pria tampan dan wanita


paruh baya yang masih terlihat cantik meskipun usia nya yang sudah tidak muda lagi.


Dia Rayhan Kencana dan ibu nya Aina Kencana.


Mata teduh nyonya Aina bersetatap lurus dengan  mata indah Nayra.


Jantung Nayra berdegup dengan


sangat kencang.


Dia marah, dia kecewa, ya dia sangat kecewa dengan wanita paruh baya itu.


Wanita yang dia tahu adalah


wanita yang telah melahirkan nya.


Tapi wanita ini jugalah yang  ikut menghinanya


ketika dia masih bersama bayu.


pada  waktu itu.


Tubuh Nayra menggeser


ke sudut tempat tidur itu memberi


ruang untuk wanita paruh baya itu untuk duduk.


Hai,,” kamu sudah sadar” sapa nyonya Aina dengan lembut,”  sembari  menghusap lembut pucuk kepala Nayra.


mendengar suara nyonya Aina yang


sangat lembut, dan keibuan membuat


luka dan duka di hatinya seketika hilang


dan kini hanya menyisakan kerinduan


mendalam seorang anak pada ibu nya.

__ADS_1


Selama ini Nayra tidak pernah kekurangan kasih sayang seorang ibu, nenek nya sangat menyayangi Nayra.


Tapi rasanya ini sangat berbeda,,”


dia sangat merindukan sosok seorang ibu dan ayah.


dia merindukan sosok orang yang tidak pernah ada di dalam hidup nya,


dia sangat merindukan itu.


Tanpa terasa air mata nya luluh dan membanjiri pipi nya.


Cepat – cepat Nayra menghusap air matanya.


Hai mengapa kamu menangis,,” nyonya Aina segera memeluk


Nayra yang sedang menangis.


Inilah pertama kali nya dia merasakan di peluk oleh seorang ibu yang sesungguh nya.


Nyonya Aina merasakan ada sesuatu yang berbeda ketika ia memeluk Nayra.


Dia merasakan hatinya begitu


tenang dan damai.


Rayhan tersenyum senang melihat dua makhluk cantik di


hadapan nya  saling berpelukan.


Nayra merenggangkan pelukan nya ketika nyonya Aina bertanya tentang Nayra.


Ma,! Nayra ini istri teman Ray ,” kata Rayhan kepada mama nya,,”


Tuan Rayhan memanggil nyonya Aina dengan sebutan Ma,,” jadi aku dan tuan Rayhan


abang beradik,,” gumam Nayra dalam hati,,” sebersit kebahagiaan di hati Nayra, ketika dia mengetahui bahwa Rayhan orang yang menolong nya adalah saudara laki – laki nya.


Tetapi kebahagiaan  itu hanya di dalam hati,,” karena mereka nyonya Aina ataupun Rayhan tidak mengetahui siapa sebenar nya Nayra.


Dan dia juga tidak mungkin menceritakan kepada mereka siapa


sebenar nya diri nya, karena kalung yang merupakan alat untuk membuktikan siapa


dia tidak tahu siapa yang sudah mengambil  kalung itu dari petugas Administrasi itu. Sedang kan petugas


Administrasi itu, kini  hilang entah


kemana.


Istri,,!! Apakah kita menghadiri pestanya  Ray,,! Kata mama Rayhan.


Eehm,, ehh kami memang tidak mengadakan pesta kata Nayra,


dengan kata – kata yang sedikit tertahan.


Mengapa ? Tanya nyonya Aina.


Sebenar nya saya ingin seperti wanita pada umum nya


menikah dengan laki – laki


yang mencintai saya,


dihadiri oleh teman – teman saya serta disaksikan oleh kedua orang tua saya.


Itu keinginan saya.


Gumam Nayra dalam hati.


Ya Nayra hanya bisa berkhayal dan menyatakan semua keinginan


nya hanya pada hati nya. Hati yang harus bisa menerima segala kenyataan yang


tidak sesuai dengan keinginan nya.


Nyonya Aina melihat wajah Nayra dengan seksama.


Tidak apa – apa jika kamu tidak ingin bercerita,,” oiya Nayra sepertinya tante pernah melihat kamu tapi dimana ya,,”


kata nyonya Aina"

__ADS_1


kepada Nayra  yang masih diam terpaku dengan pertanyaan nyonya Aina kepada nya.


Deg !!!


Nayra bingung menjawab pertanyaan nyonya Aina, 


berarti nyonya Aina tidak ingat siapa diri nya.


Apakah nyonya tidak ingat sama saya?


Kata Nayra,,.


Wanita paruh baya itu menggeleng menandakan bahwa dia sama


sekali tak mengingat siapa wanita yang ada dihadapan nya sekarang.


Rayhan yang mendengar  pertanyaan Nayra kepada mama nya, jadi bingung di buat nya.


Apakah Nayra pernah bertemu dengan mama sebelum nya,,” gumam Rayhan dalam hati.


Sebelum Nayra menjelaskan ke mama nya dan ini akan menambah hal buruk


pada kesehatan mama nya.


Rayhan langsung memotong percakapan dua wanita cantik yang ada dihadapan nya.


Ma,, sekarang sudah malam? Ray mau mengantar Nayra pulang dulu,,”


takut nya suami nya  mencari nya.


Oh iya Ray,, tapi mama masih ingin berbicara dengan gadis cantik ini Ray.


Dan bilang sama teman kamu itu


bahwa Nayra akan nginap disini,”


kata nyonya Aina yang melarang Rayhan membawa Nayra pergi.


Tapi ma” itu tidak bisa Nayra ini istri orang, sudah pasti suaminya akan marah jika dia tidak segera pulang karena ini sudah malam ma,, kata Rayhan menjelaskan kepada ibunya.


Baiklah,, tapi kamu janji sama mama


sering – sering  bawa Nayra ke sini.


Baik ma,,” jawab Rayhan sambil mengecup pucuk kepala mamanya.


Nyonya Aina memeluk Nayra dengan


sangat erat seperti dia takut akan


kehilangan Nayra.


Ma, sudah peluk nya kasian Nayra


susah nafas nya.


Kata Rayhan sembari membelai lembut pundak sang mama.


Dari sorot mata nyonya Aina seperti nya dia enggan untuk berpisah dengan Nayra, dia juga tidak tahu mengapa dia seperti ini.


Dia merasa bahwa dia telah lama


mengenal Nayra,


***


lama nyonya Aina melamun diruang tamu seorang diri.


Setelah mengantar kepergian Rayhan putranya dan Nayra wanita yang baru saja dikenal nya.


Lama dia berpikir hingga kepala nya terasa sangat sakit,,”


Aaaaaacchhhh ,,”


Nyonya Aina memegangi  kepala nya yang sakit hingga dia menjerit dengan kuat nya,,” tak lama datang lah para asisten rumah tangga membantu


nyonya Aina masuk ke kamar nya untuk beristirahat.


Hal ini sudah sering terjadi belakangan ini. Sudah satu bulan ini nyonya Aina 


sering mengeluh sakit di kepalanya.

__ADS_1


Selain itu daya ingat nyonya Aina sangat buruk. Terkadang dia


lupa dengan anak – anak ataupun orang di sekitar nya.


__ADS_2