
Bab 36
Heeeiiii,,,!!!
Apa yang kau lakukan di situ? Apa kau hanya ingin diam disitu..”
cepat!!! Periksa keadaan nya. Kata Devano dengan suara yang sangat keras.
sehingga membuat dokter wanita
tersebut sedikit kaget dan segera mendekati tubuh lemah Nayra dan memeriksanya
dengan cepat.
Apa yang terjadi dengan nya? Mengapa dia bisa pingsan,
Devano mencecar Dokter Airin dengan beberapa pertanyaan, sehingga membuat
Dokter itu kewalahan untuk menjawab dan menjelaskan nya, kepada Devano yang
terkenal perfek dan teliti itu, karena jika salah saja menjelaskan bisa habislah dia.
Maaf tuan Devano,, sebenarnya nona ini siapa? Tanya Dokter
Airin,,” entah dapat keberanian dari mana dia mendapatkan keberanian untuk
menanyakan hal yang bersifat pribadi seperti itu.
Mendengar pertanyaan yang tidak penting itu membuat wajah
Devano, memerah rahang nya mengeras, melihat tuannya seperti itu Ans langsung
angkat bicara,”
Dokter Airin tolong tunjukan keprofesionalan anda,” katakan saja apa yang menyebabkan nona ini
pingsan dan berikan resep nya. Kalau sudah selesai,,” kamu boleh pulang,” kata
Assisten Ans.
Maaf kan kelancangan saya tuan Devano,,” kata Dokter Airin
menyadari kelancangan yang sudah membuat Devano marah.
Nona ini hanya mengalami anemia saja,, dan kurang nya asupan
nutrisi yang masuk kedalam tubuhnya.. ditambah lagi nona ini kelelahan dan
diharapkan nona ini untuk istirahat yang cukup dan memakan makanan yang
memiliki asupan nutrisi yang cukup.
Ini saya berikan resep obatnya tuan. Kata dokter tersebut.
Terima kasih mari saya antar anda kemobil anda” kata
assisten Ans
***
Setelah kepergian assisten Ans dan Dokter tersebut,
Devano mendekati Nayra yang matanya masih setia terpejam,,” ia
naik ke atas tempat tidur, ia menatap wajah istrinya yang masih pucat,.”
Maaf,,,” terdengar suara lirih Devano. Mengatakan kata maaf
untuk yang pertama kalinya kepada Nayra sang istri, yang sering di siksanya
dengan kata – katanya.
Dimana awal pertemuan nya dengan Nayra pun begitu banyak
hinaan yang di ucapkannya, kepada Nayra. Dan sekarang sepertinya Devano sedikit
menyadari kesalahan nya dalam menilai istrinya Nayra.
Devano mengelus perlahan pipi mulus istrinya, mengecup
__ADS_1
sayang kening nya kemudian ia ikut berbaring disampingnya dan memeluk pinggang
istrinya.
Dengan gerakan pelan, ia memiringkan tubuh Nayra dan membawa
nya kedalam pelukan nya.
Mencium pucuk kepala sang istri penuh sayang yang terbenam
di dada nya dengan berbantalkan lengan nya yang berotot.
Maaf pernah menjadikan mu objek pelampiasan ku, maaf pernah
membuat mu menangis, maaf pernah menyakiti mu, maaf pernah menorehkan luka,
maaf kan aku sayang”. Gumam Devano, sekelebat bayangan akan sikap kasar nya
kepada sang istri di awal pertemuan nya dulu hingga bagaimana jahat nya dia
merampas, hal yang paling berharga dari diri istri nya, mungkin hanya dengan
kata maaf mungkin tidak akan cukup untuk menembus semua kesalahan dia selama
ini.”
Melihat wajah nayra yang begitu tenang membawa Devano ikut
masuk kedalam mimpi nya,,” karena satu hari badan nya cukup lelah mengikuti
kemauan papa nya yaitu mengantar wanita yang dijodohkan kepadanya untuk
menikmati hasil jerih payah nya selama ini. Untung nya dia memiliki assisten
sekaligus sahabat yang mengerti keadaan nya. ya Devano menunjuk Assisten Ans
untuk menemani Celine berbelanja, Assisten Ans tidak mungkin menolak,,” ..
****
Pagi ini matahari bersinar dengan cerahnya.. cahaya nya yang
terjaga dari tidurnya setelah ia mendengar suara gemericik air dari dalam kamar
mandi yang ada di dalam kamar itu.
Mata Nayra membulat sempurna ketika menyadari bahwa dirinya
ada di dalam kamar suaminya jahat nya.
Apa yang aku lakukan dikamar ini,
bukan nya kamar ini tidak boleh di masukin orang. Gumam
Nayra dalam hati,,”
menyadari kesalahan yang ia lakukan Nayra cepat – cepat
merapikan tempat tidur yang sudah di tidurinya,,,” dan dia segera bergegas
keluar dari kamar suaminya itu.
***
Ceklek,,.”
Devano yang telah selesai bersih – bersih dikamar mandi
terkejut melihat keadaan kamarnya yang telah rapi,” kemana dia? Gumam Devano
dalam hati,” Devano segera mengenakan pakaian nya dan mencari keberadaan Nayra
istrinya.
Devano segera menuju kamar yang biasa di tempati Nayra,,”
tapi wanita nya itu tidak juga ia temukan,,,” Devano langsung menuju Dapur
__ADS_1
karena ini merupakan tempat favorit Nayra.. tapi dia juga tidak menemukan
nya,,” hanya ada mbok iyem disitu. Mbok iyem adalah assisten rumah tangga di
Mansion pribadi milik Devano ini, mbok Iyem baru beberapa hari bekerja di Mansion
ini dan hanya Mbok Iyem lah Assisten rumah tangga wanita yang bekerja di
Mansion ini.
Mbok ada lihat Nayra dimana? Tanya Devano kepada assisten
nya itu.”
Non Nayra lagi di kamar mandi tuan, sepertinya badan non
Nayra tidak sehat ya tuan? Karena saya dengar nona Nayra terus muntah-muntah,,”. Ini saya lagi buatin nona Nayra air jahe tuan. Mungkin Non Nayra
lagi masuk angin.” Kata Mbok iyem sambil mengaduk minuman nya yang ada di
tangan nya. mendengar Nayra muntah- muntah Devano langsung membuka pintu kamar
mandi tersebut dan melihat Nayra terduduk di pojok kamar mandi tersebut dengan
wajah yang sangat pucat.
Mendapati istrinya seperti itu Devano langsung mengangkat
tubuh Nayra dengan cepat dan dia langsung menuju kamarnya. Nayra terkejut
karena Devano membawa nya ke kamar ini lagi, bukan ke kamar tempat biasa ia tiduri.
Maaf tuan mengapa anda membawa saya kekamar ini..” cicit
Nayra.
Sudah jangan banyak bertanya,,” terserah aku mau bawa kamu
kemana ini kan rumah ku,,”,,,.
Jawab Devano dengan
wajah cemas nya.
Dengan hati – hati Devano meletakan tubuh lemah Nayra di
atas tempat tidur. Dan dia segera menghubungi Assistenya.
Ans siapkan mobil kita segera kerumah sakit,,”
Mendengar perintah dari tuan nya Ans dengan segera
menyiapkan semua perintah dari tuan nya tersebut.
Devano dan Nayra menuju rumah sakit milik Devano dengan
mengendarai mobil yang disupiri oleh Assisten Ans.
Di perjalanan tidak ada suara perbincangan dari ketiga orang
ini,,” hanya sekali – kali terdengar suara mual Nayra yang ia tahan dengan sapu
tangan nya. melihat apa yang dilakukan
Nayra. membuat Devano langsung menarik tubuh Nayra dan menyandarkan nya ke
tubuh nya yang kekar. Nayra menatap lekat wajah pria yang berstatus suami nya
itu,,” bagaimana mungkin dia begitu perhatian kepada ku, bukan kah selama
ini,,,.. gumam Nayra dia merasa heran dengan perlakuan Devano kepada nya.
Dia emang suami ku,” tapi hanya status,,”. Devano juga tidak mungkin menyukai ku wanita miskin dan
tidak berpendidikan. Sampai waktunya tiba, mungkin dia juga akan melepas kan
ku,,,” ujar Nayra dalam hati.
__ADS_1
hai hai para penggemar novel apa kabar,,"",,? saya harap semua nya sehat ya,,
maafkan diriku ya sebagai penulis novel masih tahap belajar,, jadi mungkin masih banyak tulisan nya yang berantakan 🙏🙏🙏 dukung terus karya ku ya