
Bab  34 💔💔💔
***
Gedung megah Alexander corvorations….
Terlihat seorang pria tengah sibuk dengan aktivitas rutin nya
yha setumpuk kertas yang sudah
menunggu untuk di periksa dan di tanda tangani nya.
Tok tok,,”
Ceklek!!
Terbuka pintu ruangan DevanoÂ
Dan masuklah seorang pria paruh baya dengan setelan jas nya yang begitu pas di badan nya. Usia nya yang tak lagi muda tidak mengurangi kadar ketampanan pada diri nya.
Tuan Richard  Alexander ayah nya Devano yang sudah hampir dua  bulan mengurusi perusahaan nya yang lagi bermasalah yang ada
di luar negeri , sehingga dia harus turun tangan langsung untuk menyelesaikan masalah itu.
Hai anak ku,,,” sapa tuan Richard kepada anak nya Devano
sambil merentang kan kedua tangan nya.
Papa ,!!! Kata Devano yang langsung menghamburkan diri nya
kedalam dekapan sang ayah yang sangat di rindukan nya.
Dev, ini sudah mau masuk jam makan siang” tinggalkan dulu pekerjaan mu itu”
papa ingin mengajak kamu makan siang di restoran dekat – dekat sini karena papa  sudah sangat merindukan mu” kata tuan Richard
Kita makan di sini aja Pa biar Ans yang pesan kan makanan nya, Â
kata Devano yang enggan makan diluar
mengingat pekerjaan nya yang sudah sangat menumpuk.
Tapi Dev ada seseorang yang ingin papa kenalkan ke kamu”
kata tuan Richard kepada Devano.
Siapa Pa?,, Tanya Devano,,”
Ada dech,,” makanya kita makan di luar biar papa kenalkan dia kepada mu, kata tuan Richard.
Ok dech pa,,” aku siap kan ini sebentar ya kata Devano kepada papa nya.
Baik lah kata tuan Richard yang beranjak pergi keluar
ruangan Devano dia ingin bertemu assisten Ans ada sesuatu yang ingin ditanyakan
nya mengenai hal tentang Devano.
***
Tut,,,tut,,,,
Hallo tuan Devano ,,”
Pak Win tolong panggilkan Nayra bilang sama dia segera ke
kantor ku, sekarang!!! Titah Devano kepada pak Win pelayan Mansion Devano.
Maaf tuan” nona Nayra tidak ada Mansion tuan  jawab Pak Win dengan ragu.
Deg !!!
Kemana lagi wanita itu, mengapa dia tidak pernah bisa betah
__ADS_1
tinggal di rumah.
Ya Devano berencana ingin memperkenalkan Nayra kepada papa
nya sebagai Istri nya.
Karena tuan Richard tidak mengetahui prihal pernikahan mereka. Maka dari itu, Devano berencana mempertemukan Nayra dan papa nya di saat makan siang ini.
***
Di dalam ruangan Assisten Ans
Raut wajah Assisten Ans sangat sulit diartikan tiba – tiba tubuh nya berkeringat dingin.
Dia bingung harus menjawab apa atau pun menjelaskan apa kepada Tuan Richard mengenai Devano .
Dia tidak punya hak untuk menceritakan kepada tuan Richard
bahwa Devano sudah menikahi Nayra wanita yang telah di noda**inya, selama
Devano belum memberikan  nya ijin untuk
menceritakan nya kepada siapa pun, selama itu juga lah assisten Ans harus
menjaga rahasia tuan nya.
Selain itu yang Ans tahu Nayra adalah istri kontrak dari
tuan nya. Dan kemungkinan  Devano juga
akan melepas nya.
Nayra adalah seorang wanita
yang biasa – biasa saja tidak
berasal dari keluarga yang terpandang.
Dan berbeda dengan wanita yang akan di kenalkan tuan Richard
Ya Tuan Richard berencana memperkenalkan Devano dengan anak dari  sahabat nya.
Yang memang berasal dari keluarga pengusaha terpandang sama
dengan diri nya.
Bagaimana menurut kamu Ans apakah kamu setuju dengan rencana om tentang perjodohan ini “ Tanya tuan Richard kepada Asissten Ans yang sudah di anggap nya sebagai
anak nya sendiri.
aku ikut om aja,,” kata Ans dengan berat hati mengeluarkan pendapat nya.
Ok terima kasih Ans kata tuan Richard sembari memeluk Ans yang diam terpaku karena pikiran nya kini tengah memikirkan nasib wanita malang Nayra.
***
Ditempat  lain di
sebuah restoran Nampak Nayra tengah di beri pengarahan oleh sang empunya
restoran mengenai  apa saja yang harus
dikerjakan nya dalam melayani pengunjung
restoran yang akan meledak kehadiran nya menjelang makan siang seperti ini.
Ya Nayra yang sudah setengah hari tadi mencari pekerjaan
akhir nya dia di terima juga sebagai pelayan di sebuah restoran yang bisa dikatakan
restoran yang sangat mewah, di lihat dari pengunjung nya yang datang semua nya
mengendarai mobil – mobil mewah.
__ADS_1
Selain itu di lihat dari harga makanan yang di jual di restoran ini harga nya juga sangat fantastis.
Tut,, tut
Terdengar bunyi handphone jadul milik nya,  dilayar terlihat nama acha sahabat nya  memanggil.
Hallo cha”  ada apa aku
lagi sibuk nich,,,” entar aja ya telponan nya ,,”  kata Nayra kepada sahabat nya Acha,,”
Nay aku rindu sama kamu tau!!! Jawab acha kesal  mendengar penolakan Nayra.
Rindu,,, !! bilang aja kalau kamu tuh mau curhat ya sama
aku,,,” iya kan kata Nayra .
Hehehe,,” ya udah entar kita ketemuan ditempat biasa aku mau
kerja dulu ,,” bay acha,,”
Nayra langsung mematikan handphone jadul nya dan melanjutkan pekerjaan nya.
Nayra langsung mengantar pesanan makanan menuju ruangan VVIP restoran itu,,”
kata kepala pelayan Nayra harus sopan ketika mengantarkan makanan nya.
Karena bukan orang sembarangan yang memesan ruangan VVIP itu, biasanya
para pejabat atau pun para pengusaha ternama yang mengadakan pertemuan sekalian
makan siang di restoran mewah itu.
Entah mengapa aku merasa tidak nyaman ya,,” gumam Nayra dalam hati.
***
Di dalam ruangan VVIP disebuah restoran ternama di kota X
Terlihat Tuan Richard duduk berdampingan dengan Devano putra tunggal nya.
Disebelah Devano tengah duduk wanita cantik yang sedari tadi selalu memperhatikan Devano.
Devano yang jengah dengan tingkah wanita pilihan papa nya ini, tidak bisa menolak ajakan papa nya.
Devano sudah tahu apa maksud papa nya mengajak dia makan siang tadi.
Papa Devano ingin Devano menikah dengan anak sahabat papa nya ini.
Celine adalah wanita yang berasal dari keluarga yang kaya
sebanding dengan mu Dev,”
Jadi dia tidak akan memandang mu hanya dari harta saja” seperti wanita – wanita yang selalu tergiur
dengan harta mu,,” ujar Tuan Richard, kepada Devano yang masih memasang wajah datar nya.
Tok ,,,tok ,,
Permisi pak makanan nya sudah siap apa sudah bisa di
hidangkan,,” Tanya kepala pelayan .
Silah kan !!,,” jawab tuan Richard,.
Jeduarrrr!!!!
Betapa terkejut nya Devano melihat istri nya sebagai pelayan
di restoran tempat dia dan papa nya melakukan pertemuan.
Shiiitt,,”
Bagaimana bisa dia bekerja jadi pelayan di restoran ini,”
__ADS_1
Apa sich mau wanita satu ini,” semua aku beri dan aku fasilitasi mengapa dia lebih mau memilih jadi pelayan ketimbang tinggal di rumah dan menikmati yang aku beri.
Gumam Devano dengan tatapan tajam nya menghunus seperti pedang langsung mengunci wajah Narya yang merah ketakutan.