
Devano menarik tangan nayra dengan kasar, “ aww tuan saya mohon
ampuni saya, percaya lah sama saya, saya tidak melakukan itu, saya hanya
pelayan tuan,, saya mohon”
Devano yang sudah tuli rasa nya sedikit pun tak mendengar
permohonan maaf nayra, karena sekarang di benak nya hanya ada rasa benci dan
nafsu karena pengaruh obat perangsang yang ada di minuman nya tadi.
Dengan kasar Devano menarik baju nayra hingga baju itu sobek,
menampakan dua buah bukit kembar berwarna
putih yang mulus, yang masih tersimpan rapi di dalam sangkar nya.
Melihat tubuh nayra yang sudah sebagian terlihat, menambah rasa
gairah Devano dan ia ingin segera
melepaskan hasratnya,,”
Sedikit pun tak ada rasa iba di hati Devano terhadap nayra, mata
Devano tampak menyala, tatapan nya kini semakin mendalam diselubungi kabut
gairah.yang sudah tidak mungkin lagi di padamkan.
Aaa ,,,.. tuan ,,… apa yang anda lakukan .?
Tuan hentikan aku mohon ,,.. tolong lepasin aku tuan.. aku
tidak,,… emmmmhhhh…”
Devano menyergap bibir ranum Nayra dalam sekali gebrakan ,
me**lum**t nya dengan liar dan penuh gairah yang membara,
Dia semakin menggila
kembali *** dan menjilat bibir merah itu dengan gerakan yang semakin mendalam
dan memaksa mungkin karena pengaruh obat
yang terminum nya.
Nayra masih mencoba memberikan perlawanan dengan menggerakkan kakinya
serta memukuli dada Devano , namun hal tersebut malah membuat darah Devano semakin
terbakar gairah.
Nayra membulatkan mata nya dengan sempurna saat tangan Devano
berhasil merobek pakaian terakhir nayra, dan melempar nya ke sembarang arah..
Air mata nayra kini mengalir membasahi pipi nya yang putih sebagai
sinyal penolakan atas apa yang dilakukan oleh tuan kejam Devano, pria jahat
yang selalu menginginkan kehendak nya.
Tubuh Nayra bergetar hebat saat melihat Devano sudah dikuasai oleh
serbuan gairah yang meledak.
Dengan gerakan yang cepat Devano melucuti seluruh pakaian yang ada
ditubuh nya, membuat nayra semakin ketakutan ditengah rintihan tangis nya.
__ADS_1
Tubuh Devano yang gagah perkasa, dengan dipenuhi otot yang sempurna kini
terpampang jelas didepan mata nayra.
Nayra menangis dia memejamkan mata nya, hati nya kini menjerit,
Tuhan “ kenapa seperti ini,” kenapa takdir ku harus bertemu dengan
pria kejam ini,,”
Tuan aku mohon lepas aku tuan,,” kata nayra disisa tenaga nya
karena dari tadi dia melawan Devano tapi tidak ada hasil nya.
Lepas kamu bilang? Aku tidak akan melepaskan mu sebelum aku
memberikan kamu pelajaran, atas apa yang sudah kamu lakukan, kata Devano dengan
suara berat nya, karena dia sudah dikuasai hasrat nya.
Devano mulai bergerak kembali menguasai tubuh Nayra yang tidak henti
– henti nya menangis sambil memohon untuk di lepaskan.
Devano mulai menjamah tubuh gadis malang itu, dengan memberikan
sentuhan panas di setiap tubuh indah Nayra.
Jangan,,,.” Ku mohon!!,, lepaskan aku,,”
Nayra menjerit sambil mencengkram sprei dengan kuat saat Devano
dengan kasar dan memaksa berhasil memasuki nya. Devano terhenyak ketika
menyadari nayra gadis yang selalu dihina nya, dan selalu berpikir negatif
mengenai gadis malang ini, ternyata masih sangat murni,.
karena deraian air mata, air mata pilu karena sakit diperlakukan seperti ini,”
uda hilang semua harapan nya, satu – satu nya yang berharga di diri nya kita sudah hilang,” direbut pemuda kejam,
yang selalu menghina nya.
Dengan perlahan Devano membungkam bibir ranum nayra, dengan ciuman
yang lembut dan manis berusaha untuk meredam rasa sakit yang di derita gadis
malang itu. Ini membuat tangis nayra tertahan. Tangan nayra tak henti – henti nya
memukul punggung seorang Devano, tapi sedikit pun tak di hiraukan pemuda kejam
itu.
Setelah cukup lama diam Devano mulai menggerakkan tubuhnya untuk
menyelami segala rasa, yang kini mulai menjalari seluruh aliran darah nya. Rasa
nikmat yang mampu membuat dia begitu sangat merasa bahagia, dia puas , gadis
ini mampu membawa kenikmatan yang sangat luar biasa.
Saat desahan lembut keluar dari mulut nayra , menambah gairah
bagi Devano, sehingga gerakan nya menggila. Dengan ganas dan kasar dia terus
bergerak dan menguasai tubuh gadi malang itu sepenuh nya.
Tangis pilu nayra tidak iya pedulikan karena sekarang diri nya
sedang mereguk nikmat surga dunia dari gadis yang masih perawan ini yang selalu
__ADS_1
dihina nya, tapi dia berhasil sudah merusak nya.
Nayra membuka mata dan melihat jam di dinding kamar itu menunjukan
pukul 04. 10 wib, dia menghapus sisa air
matanya, air mata yang menjadi saksi kekejaman pria yang sangat di benci nya.
Nayra mencoba bangkit, namun dia terhenyak saat melihat lengan kekar Devano
melingkar di tubuh nya, dia melirik dan menatap tajam wajah pemuda yang semalam
telah merenggut kesucian nya itu. Kini pemuda itu masih tertidur dengan lelap
nya, tanpa rasa bersalah. Ya memang di akui nayra wajah Devano sangat lah tampan dan menggoda pantas lah banyak wanita – wanita yang ingin menjadi kekasih nya, atau pemuas
nafsunya, tapi tidak bagi nayra, mahkota yang selama dijaganya dengan mati
matian, harus terenggut paksa oleh laki laki yang sangat kejam, yang dari awal
bertemu pun pemuda ini sangat membencinya.
Nayra mencoba melepaskan tubuhnya dari dekapan pria jahat itu,
kemudian nayra beranjak menjauh dari atas tempat tidur, tapi saat ini dia
merasakan tubuhnya seakan hancur , luluh lantak tak bertenaga. Apa lagi tubuh
bagian bawahnya, terasa sakit dan sangat perih. Nayra meringis menahan rasa
sakitnya.
Dia mencoba untuk keluar dari ruangan kamar itu, ruangan yang
menjadi saksi bisu terenggut nya mahkota nya yang diambil paksa oleh laki – laki
kejam.
Nayra sudah tidak memperdulikan rasa sakit ditubuh nya, dengan
tergesa – gesa dia memungut baju nya yang berserakan di lantai dan memakainya
dengan cepat , meskipun baju itu sudah lah koyak di mana – mana.
Setelah itu dia kembali ketempat tidur dan melihat wajah Devano
yang masih tertidur dengan lelap, mungkin ia lelah karena pertarungan semalam,
pertarungan yang mendapatkan kenikmatan surga, ini yang pertama bagi Devano dan
dia melakukan nya dengan wanita yang benar – benar masih bersih dan murni. Ditatap nya wajah
Devano dengan sorot kebencian dan kekecewaan. Kemudian dengan masih menahan
rasa sakit dia mulai berjalan tertatih - tatih mencari – cari jalan keluar dari tempat itu. Nayra sudah keliling
mencari jalan keluar. Akhirnya dia menemukan jendela kamar yang terbuka. Di
menarik kain gorden jendela kamar itu, di ikat nya dijalin nya kain gorden itu
kemudian dia berusaha untuk turun dari lantai tiga tempat dimana dia berdiri
sekarang. Dengan pelan – pelan tanpa bersuara nayra turun bergelantungan
menggunakan kain gorden tersebut.
bersambung☺☺☺
hai... hai pembaca yang baik hati jangan lupa tinggalkan jejak baca mu ya" untuk menambah semangatku untuk belajar menulis novel... dukungan kalian semua sangat author harapkan :) dan maaf ya jika author lama nge up nya maklum lah ya author memiliki banyak pekerjaan di dunia nyata,,
kritik dan saran kalian sangat author harapkan sebagai penambah ilmu, dan komennya jangan julid kali ya,, maklum author disini masih belajar
__ADS_1