Anak Yang Terabaikan

Anak Yang Terabaikan
meninggalkan


__ADS_3

Alek Prayoga adalah anak dari pasangan Dian dan sandi ibu Alek adalah seorang pedagang pakaian yang sehari - hari berjualan keliling kampung untuk menjajakan jualannya ada yang cash ada yang kredit.


sedangkan ayah Alek adalah seorang pengrajin sofa yang bekerja di kota Bandung yang setiap Minggu sekali atau dua Minggu sekali pulang ke kampung halaman


Alek mempunyai seorang kakak perempuan yang bernama cintia satu ibu yang usia nya sekitar 7 tahun tapi kakak dan adik ini begitu cuek dan masing-masing tidak ada keharmonisan ke dua adik kakak ini..


singkat cerita ibu Alek berjualan bukannya untung beliau malah merugi karna barang yang ia kreditkan macet sedangkan ibunda Alek menjual barang itu hasil dari mengambil dari orang lain intinya modal kepercayaan..ibunda Alek pun terlilit hutang yang menggunung yang pada akhirnya beliau pun melakukan berbagai cara sudah pinjam uang bunga untuk menutupi hutang pada si pemilik modal..alih-alih berjalan lancar malah usaha ibunda Alek hancur hutang dimana-mana..


"pak Gimana ini hutang ibu tambah banyak pak"ujar ibunda Alek kepada suaminya


"hmm..makanya Bu jangan terlalu berani dalam usaha kita biasa aja sada diri kita kan gak punya modal bu..emang hutang iBu ke siapa aja emang Bu coba ibu total nanti bapak coba cari solusinya " ujar ayah Alek sambil menasehati


hari berganti hari bulan berganti bulan hutang ibunya Alek bukannya berkurang malah bertambah banyak karna bunga yang begitu tinggi..akhirnya ke dua orang tua Alek sering tidak tinggal di rumah Meraka kadang pergi dari tempat saudara satu ke saudara yang lain..


Alek yang selalu di tinggal pergi oleh ke dua orang tuanya akhirnya di bawa oleh kakak sepupunya anak dari kakak ayahnya yang bernama Rini


kebetulan uwanya Alek tersebut tidak mempunyai anak laki-laki beliau mempunyai dua anak semuanya perempuan usia Alek saat itu baru 2 tahun


"teh mamah bapak kemana ko Alek bangun pada nggak ada" tanya Alek yang pada saat itu yang berada di gendongan Rini sang kakak sepupu


"mamah sama bapak Alek lagi kerja buat beli mainan..Alek sama teteh sama uwa dulu ya" jawab Rini sambil mengusap - ngusap kepala Alek tanda kasih sayangnya pada sang adik


di kota Cianjur ayah dan ibunda Alek menemui saudara ayahnya Alek..hanya sekedar untuk menenangkan pikiran dan menghindar dari para penagih hutang. alih-alih dapat ketenangan mereka malah kepikiran kedua anak mereka apalagi Alek yang masih kecil saat itu.


sebulan di Cianjur kedua orang tua Alek memutuskan untuk pulang kampung tapi sebelum pulang ke kampung halaman mereka mampir ke keluarga ibunda Alek adik dari ayah ibunya alek..


kebetulan paman dari ibunya Alek itu seorang tokoh di kota Purwa sedikit banyak dapat memberikan solusi atas permasalahan ibunya Alek tersebut.


Dian pun bercerita tentang permasalahan yang sedang di alaminya saat ini bahkan ia bercerita tentang ketakutan ia kepada para penagih yang setiap saat pasti datang ke rumah


akhirnya pamannya pun diam sejenak memikirkan apa yang tengah di alami keponakannya itu lalu pamannya pun membuka suara


"Dian klw amang boleh sarankan dan kamu mau..kamu jadi TKW aja gmna.??.kebetulan amang punya kenalan sponsor yang suka memberangkatkan TKW ke luar negri ?? " ujar paman Dian


" gimana ya mang Alek masih kecil sedangkan cintia juga masih butuh pengawasan " jawab ibunya Alek


"klw kamu seperti ini terus boro-boro bisa bayar hutang masa depan anak kamu juga akan terbengkalai maaf paman bukan merendahkan penghasilan suami kamu"

__ADS_1


akhirnya dengan berat hati ibunya Alek pun menyutujui saran dari adik ayahnya tersebut untuk pergi ke luar negri walaupun harus meninggalkan keluarganya demi satu tujuan dan melunasi hutang-hutangnya.


di kampung Alek selalu menanyakan keberadaan ke dua orang tuanya


" wa mamah mana wa ko gak pulang-pulang "


tanya Alek sama uwanya


"ntar juga pulang lagi nayri uang buat jajan Alek kan. makanya Alek jangan bandel " jawab sang uwa sambil menasehati


di sisi lain kakak kandung Alek yang tinggal bersama sang kakek ( ayah dari ibunya Alek)


pun bertanya


"mamah kemana si ke" ujar cintia


" di Purwa di tempat kakek Surya" jawab sang kakek


"oh.."


cintia tipikal orang sangat cuek dan dingin dia. orang yang gak begitu peduli dengan keadaan saking dinginnya keberadaan adiknya pun ia gak begitu peduli..


" mang apa saya pulang dulu nemuin anak2..?"


ujar ibunya Alek


" ntar biar amang yang atur suruh mereka nemuin kamu di sini neng , biar suami kamu pulang bawa anak-anak kesini" jawab Surya


" ya udah Sandi pulang dulu mang mau bawa anak-anak kesini sebelum keberangkatan ibunya ke PT " ijin ayah alek kepada paman Surya


" ya udah ndi hati-hati kamu di jln.!!"


setelah pamit kepada paman Surya sandi pun berangkat untuk menjemput anak-anaknya dalam hatinya bergejolak antara rela dan tak rela ketika istrinya harus berangkat bekerja di luar negri.tapi apa mau di kata nasi sudah jadian bubur ia harus rela demi permasalahan keluarganya yang cepat selesai walaupun dalam hatinya ia kecewa dengan dirinya sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk keluarga kecilnya itu.


Sesampainya di kampung sandi di berondong pertanyaan oleh Alek yang saat itu dengan wajah polosnya khas balita


" pak mamah mana pak mamah mana...??? "ujar Alek sambil menarik lengan ayahnya

__ADS_1


sandi pun terdiam sejenak lalu memeluk Alek dengan penuh kasih sayang


"mamah ada Jang di rumah kakek Surya di Purwa " jawab sandi dengan mata berkaca - kaca


" sandi kamu kenapa sedih si neng (mamahny alek) kemana emang..?? " tanya sang kakak ke ayahnya alek


" heuh kang / Ceu si neng bakal berangkat ke Saudi jadi TKW.. saya gagal jadi suami Ceu..??


ujar sandi penuh penyesalan


" hus...gak usah ngomong gitu ini mah udah takdir yang penting kita doain aja semoga apa yang di cita-citakan si neng tercapai dan kembali ke kampung sehat wala'fiat sekarang kamu fokus aja ke masa depan Alek " ujar Kaka kandung sandi


" iya Ceu minta doanya "


setelah selesai mengobrol akhirnya sandi dan Alek pamit mau ngejemput cintia untuk di ajak ke Purwa bertemu dengan ibu mereka sebelum berangkat ke PT untuk jadi TKW.


" teh mau ikut gak.." tanya Alek ke cintia


" kemana emang lek.." jawab cintia


" ketemu mamah di kakek Surya sama bapak berangkatnya teh " ujar Alek


"ayo.. teteh udah kangen sama mamah "


"sama Alek juga kangen"


" ya udah teteh siap-siap dulu " ujar cintia kepada adiknya


walaupun cintia sangat cuek tapi kalau mereka udah bertemu namanya adik kakak pasti ikatan batin mereka selalu ada..


"ayo teh " teriak Alek


"iya...ayo..bawel.." jawab cintia kesal


" udah siap semuanya pamitan dulu sama kakek ya..cintia..Alek.." ujar sandi menasehati anak-anaknya


" iya pak.." jawab mereka berdua

__ADS_1


setelah berpamitan kepada kakeknya akhirnya mereka pun berangkat ke Purwa untuk menemui sang ibu..


__ADS_2