Anak Yang Terabaikan

Anak Yang Terabaikan
KoTa Purwa


__ADS_3

Sesampainya di kota Purwa sandi dan kedua anaknya langsung menuju ke rumah Surya yang di mana istrinya itu berada..


sampai di rumah Surya mereka pun di sambut hangat oleh istri Surya dan ketiga anaknya


"hai jagoan lama kakek gak jumpa nih..


gimana kamu kabarnya??" tanya Surya sama Alek yang beliau anggap sudah seperti cucu kandungnya sendiri


"sehat Donk.. kakek polisi lihat aja nih"


jawab Alek dengan polosnya sambil bertolak pinggang di depan kakek Surya


"ha..ha..ha.." ketawa pun pecah dari kediaman kakek Surya melihat tingkah Alek yang lucu


Alek pun mulai bertanya kepada sang kakek


" mamah mana ke" tanya alek


"Ada...tuh mamah alek " jawab Surya sambil menunjuk ke ruangan tengah dimana Dian ibunya Alek berada..


"mamah..mamah..mamah.." teriak Alek sambil berlari menghampiri ibunya di susul dengan cintia sang kakak yang dari tadi kebanyakan diam.


tangis ketiganya pun tak terlepaskan apalagi Dian yang sadar harus meninggalkan mereka di saat-saat butuh perhatian ibu berat sangat berat..

__ADS_1


dalam Hati Dian bergejolak seandainya waktu bisa di putar dia gak akan berjualan gak akan terlalu berani ambil resiko seperti ini..tapi apa mau di kata nasi sudah jadi bubur takdir harus di terima..begitulah hati Dian bermonolog


tidak terasa waktu berjalan begitu cepat, pertemuan mereka pun sudah cukup lama Alek dan cintia pun menginap di rumah kakek Surya


mereka bercerita tentang sehari-hari mereka kepada bibi dan nenek Maryam istri dari kakek Surya.


sedangkan sandi masih mengobrol di luar dengan Deni anak dari kakek Surya karna walaupun umur mereka terpaut jauh tapi Deni termasuk orang yang supple dalam bergaul jadi lebih cepat akrab apalagi ini dengan saudara..


"den jadi kamu daftar polisi" tanya sandi


"insya Alloh jadi kang kalau gak ada halangan"


ujar Deni


" ya mudah-mudahan sukses ya den akang cuma bisa doain. supaya ada penerus di keluarga kita " ujar sandi kembali


" sama-sama den "


sedangkan di ruang tengah Alek menjadi pusat perhatian di samping dia masih balita tingkah lucunya selalu bikin gelak tawa semua keluarga


apalagi Shinta salah satu dari empat anaknya kakek Surya yang umuran 21 tahun itu gak berhenti-berhentinya ngeledekin Alek.


tawa demi tawa pun tak terelakan di kediaman kakek Surya padahal besok adalah keberangkatan ibunya Alek ke PT untuk pendidikan bahasa ketika jadi TKW di luar negeri..Alek dan cintia belum paham itu mereka hanya tau ibu mereka lagi tinggal di rumah kakek Surya terkait ke berangkatkan ke luar negri sampai saat ini mereka tidak pernah di kasih tahu.

__ADS_1


pagi hari semua di bangunkan oleh kakek Surya termasuk Alek dan cintia..


" bangun lek..cintia " ujar Surya kepada kedua cucunya sambil mengelus kepala mereka


" hoamm...iya ke bentar lagi ke"


kata cintia yang kebetulan tidur sekamar dengan Alek..


" ayo mau pada ikut gak nganter mamah " ujar Surya lagi


" hah...mamah..mamah mau kemana ke.??." kata cintia setengah kaget sehingga membangunkan Alek


" mamah mau kemana teh..??" tanya Alek malah menangis


" gak tau teteh juga mending ayo mandi dulu ..!!" jawab cintia kepada sang adik


"iya teh "


selesai mandi mereka pun pergi ke ruangan tengah dimana ayah dan ibu mereka sudah berpakaian rapi dan dengan koper di tangan mereka seolah - olah akan pergi jauh..


Alek dan cintia hanya terpaku memandang satu sama lain sesekali mereka melihat kepada kedua orang tua mereka ada tanya yang mereka belum tau jawabannya.


" mah..mau kemana , ko bawa koper " tanya cintia kepada sang ibu

__ADS_1


Dian hanya diam menahan air matanya berat sangat berat itulah kata-kata yang muncul dalam hati Dian ketika melihat kedua anaknya yang harus tega ia tinggalkan.


tapi inilah pilihan yang harus Dian pilih dan setiap pilihan harus ada pengorbanan itulah sekarang yang di hadapkan Dian kepada sebuah pilihan dan pengorbanan.


__ADS_2