
setelah kepulangan Alek dari kota Purwa Alek banyak diam anak sekecil itu masih bingung dengan keputusan ibunya yang harus berangkat kembali ke negeri sebrang. karena yang ada di benak Alek seorang ibu yang tega meninggalkan anaknya.
tapi apalah daya yang bisa Alek lakukan adalah melanjutkan hidup dan meraih semua mimpi-mimpinya..dalam hati Alek hanya berdoa semoga apa yang di cita-citakannya tercapai..
malam semakin larut di kampung di ujung kota S Alek masih belum bisa tidur dia masih menatap langit-langit kamar yang begitu sempit dia masih tidak habis fikir kenapa sang ibu tega meninggalkannya tanpa terasa air matanya menetes..
"mah kenapa sih mamah tega meninggalkan alek,"batin Alek bergumam
Alek sangat terpukul setelah kepergian orang yang di cintainya dalam hati Alek sangat iri kepada teman-temannya yang selalu bersama kedua orang tuanya..
di sisi lain sang uwa yang sangat sayang kepada keponakannya melihat Alek seperti itu tak terasa meneteskan air mata di samping pintu kamar Alek yang memang tidak pernah Alek tutup..
" lek kenapa kamu belum tidur..?? udah malam nak " sapa uwa Alek lembut
"bentar lagi wa " jawab Alek
" jangan suka begadang gak baik nak untuk kesahatan kamu besok kan udah mulai sekolah lagi " Jawab uwanya Alek menasehati
Alek pun mulai tidur setelah uwanya pergi
adzan subuh mulai berkumandang Alek mulai membuka matanya untuk menunaikan salat subuh..
"udah subuh lagi aja" gumam Alek
Alek pun mulai mandi dan mengenakan pakaian Koko dan pecinya
__ADS_1
Alek memang terkenal rajin dalam beribadah karena didikan dari kakek dan uwa Alek yang di siplin dalam hal agama.
"wa Alek berangkat dulu ke masjid " sapa Alek pada uwanya memang dari tadi sudah bangun
" iya lek hati-hati " jawab sang uwa
Alek pun akhirnya berangkat ke mesjid yang memang posisi masjid itu tidak jauh dari kediaman Alek..Alek memang anak yang menonjol dari segi Agama dan juga di bilang rajin ke mesjid.
sesampainya di mesjid Alek bertemu dengan kakak dari ayahnya yang kebetulan memang rumahnya bersebelahan dengan mesjid.
" lek ntar pulang mampir dulu ada yang mau uwa titipin buat wa Sinta" kata Ani kakak pertama dari ayahnya Alek sandi
"iya wa ntar abis solat Alek ke rumah" jawab Alek
Ani juga sangat menyayangi Alek karena walau bagaimana Alek butuh kasih sayang seorang ibu sekarang tinggal merekalah yang selalu memberikan kasih sayang kepada Alek pengganti Dian yang pergi keluar negri.
20 menit kemudian Alek masuk ke rumah Ani setelah melaksanakan solat subuh " wa...wa..uwa.." teriak Alek ( uwa ) panggilan Bude dalam bhs.sunda
"iya..iya sebentar " jawab Ani
"ini uwa mau nitip pisang sama uang buat wa Sinta " Ani menyuruh Alek
"owgh..iya wa alek pamit ya wa " jawab Alek singkat
" ya...udah salam buat uwa Sinta " Sinta berujar
__ADS_1
" iya.. ASSALAMUALAIKUM" Alek berlalu
" wa'alaikum salam " jawab Ani setelah Alek beralalu
Alek pun sekolah seperti hari-hari biasa dia selalu belajar dengan tekun walaupun terkadang Alek beda dengan teman-teman yang lainnya ia lebih banyak berdiam diri..
"lek ke kantin yu " ajak salah satu teman Alek
Nurdin
"bentar ya belum selesai nih " jawab Alek
sambil menulis sabuah surat yang tak tau di tujukan untuk siapa
" ya udah aku tungguin " jawab Nurdin singkat
" ya udah ayo..nanti keburu abis istirahatnya " ja wab Alek kembali setelah menutup buku dan menghentikan kegiatan menulisnya tadi
Alek pun berkumpul dengan teman-teman yang lainnya dan kantin...mereka bercerita bercanda gurau seperti pada umumnya anak-anak sekolah yang lain...
setelah pulang sekolah Dasar Alek pun bersiap-siap kembali untuk berangkat sekolah Madrasah itu yang menjadi rutinitas Alek setiap hari tak pernah ada sedikitpun waktu bermain padahal seusia Alek memang lagi senang-senangnya bermain..
tapi memang seperti itulah kehidupan Alek setiap hari pagi sekolah SD, siang Madrasah , malam mengaji , seperti itu yang jadi kegiatan Alek setiap hari..walaupun begitu Alek tak pernah mengeluh karna Alek sadar mengejar cita-cita butuh kerja keras dan pengorbanan
"
__ADS_1