Anak Yang Terabaikan

Anak Yang Terabaikan
kepergian Dian


__ADS_3

Hari dimana Alek dan cintia harus di tinggalkan ibu tercintanya dengan waktu yang cukup lama apa mau dikata takdir sudah menjadi jalan hidup mereka. mereka sebagai anak tidak bisa berbuat apa-apa karna pilihan inilah yang harus di pilih oleh sang ibu demi kebaikan bersama.


berangkatlah Dian dengan di dampingi sandi sang suami untuk mengantarkannya ke PT tempat dimana Dian menimba pendidikan bahasa asing yang akan ia pergunakan di tempat ia bekerja. sedangkan Alek dan cintia mereka tidak ikut berangkat hanya menunggu sang ayah di tempat kakek Surya di kota Purwa.


di perjalanan Dian tidak henti-hentinya menangis ia menyesali dengan perbuatannya selama ini yang harus meninggalkan anak dan suaminya yang ia cintai.


"pak titip anak-anak terutama cintia jaga mereka anggap cintia seperti anak kandungmu sendiri pak " pesan Dian kepada sang suami


" gak usah berkata begitu Meraka anak-anak ku yang penting kamu jaga kesehatan di sana dan gak usah mikir yang aneh-aneh." jawab sandi menangkan sang istri


"iya pak makasih untuk semuanya doakan aku" ujar Dian lirih


" pasti jadikan semua ini pelajaran ke depan dan maaf bapak tidak bisa berbuat apa-apa " jawab sandi meminta maaf


akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan dengan berat Hati sandi melepas sang istri untuk bekerja di luar negri.

__ADS_1


di tempat Alek dan cintia mereka bermain seperti biasa seolah tidak terjadi sesuatu maklum pikiran mereka masih anak-anak di alihkan ke yang lain mereka akan lupa walaupun hanya sesaat.


pukul 17:00 orang yang Alek tunggu-tunggu pun tiba yaitu sandi tapi mereka berdua tampak saling pandang satu sama lain seolah-olah ada yang mereka cari. padahal tadi pagi mereka sudah tahu bahwa ibu mereka akan berangkat ke luar negri untuk bekerja tapi namanya anak kecil masih polos tetep aja bertanya.


" pak mamah mana..?? " tanya Alek dengan wajah polosnya


" mamah kerja Jang kan katanya Alek mau sekolah tinggi mau jadi polisi kaya kakek Surya makanya mamah kerja " jawab sandi menenangkan putranya


sedangkan cintia hanya diam tidak berbicara sama sekali kecewa kesal itulah yang ada dalam benak cintia dari kecil ia sudah di tinggal ayah kandungnya sekarang juga dia harus di tinggal oleh ibunya itulah kenapa cintia jadi anak yang dingin dan pendiam.


" mang saya mau pamit pulang bawa anak-anak ke kampung" ijin sandi kepada paman sang istri


" gak nginep aja ndi kasian anak-anak udah sore ini " ujar Surya kepada sandi


"GPP mang kasian besok anak-anak harus sekolah suapaya bisa istirahat dulu " ujar sandi lagi

__ADS_1


" owgh ya udah hati-hati di jalan " jawab Surya balik


sandi pun memanggil kedua anaknya untuk pulang


" Alek - Tia ayo pulang nak !!"


" iya pak ." jawab mereka serentak


" Salim dulu sama kakek sama nenek sama semua " titah sandi pada anak-anaknya


" ke aku pulang ya " pamit Alek dan cintia


" iya jagoan jangan nakal ya di sana. Tia jaga adik kamu ya jangan berantem " nasihat kakek pada cucunya


kakek Surya pun mengambil pecahan 100 ribuan lima lembar dari dompetnya di berikan kepada Alek dan cintia.

__ADS_1


setelah mereka berpamitan kepada keluarga kakek Surya akhirnya mereka pun pulang ke kampung halaman mereka dengan menaiki angkutan umum..


__ADS_2