Anak Yang Terabaikan

Anak Yang Terabaikan
Ketemu Dian


__ADS_3

setelah bersiap - siap Alek pun akhirnya berangkat dengan Sinta dan suaminya kebetulan Sinta saat itu sudah mempunyai mobil pribadi sekelas Vios.


di jalan Alek hanya diam melihat ke arah jalan sesekali Sinta membuka pembicaraan kepada Alek supaya gak tegang..


" Alek masa tegang gitu mau ketemu mamah..itu mamah Alek Lo yang ngelahirin Alek " ujar Sinta


" iya tau wa cuma yang lahirin gak ngurusin " jawab Alek dengan penuh kekecewaan


"hus Alek gak boleh gitu sama mamah , bagaimanapun mamah Alek dia yang ngelahirin Alek, gak ada Alek kalau gak ada mamah ya gak boleh gitu..!!" ujar Sinta menasehati Alek


singkat kata Alek dan yang lainnya sampai di kediaman kakek Surya mereka di sambut dengan suka cita termasuk sandi ayah Alek yang ternyata sudah ada sana duluan bersama cintia dan kakek Didi ayah dari Dian kakeknya Alek juga.


" wah jagoan kemana aja baru nongol , kakek tunggu-tunggu " ujar Surya sama sang cucu


Surya sangat menyayangi Alek apapun yang Alek minta pasti di kasih tapi sayangnya Alek tidak pernah minta apapun kecuali peralatan sekolah.


setelah bersalaman dengan Surya Alek pun masuk ke dalam di temani uwanya..kebetulan di dalam ada cintia dan kakek Didi dan ayahnya..


"lek kamu di cariin tadi mau di ajak kesini malah gak ada " ujar cintia kakak Alek


" aku sekolah teh emang teteh gak sekolah tadi..?? " tanya Alek

__ADS_1


"nggak lek ..orang teteh di kasih tau Aki katanya mamah pulang


"owgh." timpal Alek sambil berjalan menyalami orang-orang yang ada di sana..


setelah menyalami semuanya Alek terpaku Diam antara senang dan sedih melihat sang ibunda sudah ada di hadapannya. lalu alek pun menyalami ibunya tanpa banyak kata yang Alek keluarkan sedangkan ibunda Alek hanya sekedar bicara


" kamu udah besar lek " ujar Dian yang bingung dengan sikap Alek yang begitu cuek


"iya mah orang aku di kasih makan " jawab Alek singkat


pada saat itulah hubungan antara anak dan ibu mulai renggang Alek yang masih kecewa dengan ibu yang meninggalkannya karena Alek waktu itu masih kecil dan tidak tau permasalahan apa-apa sedangkan Dian yang canggung melihat sikap Alek yang berubah..


Mereka pun mulai berbincang kakek Surya, kakek Didi, uwa dan bapak sandi menceritakan mulai dari keseharian anak-anak mereka sampai masa depannya.


lalu Alek pun menerimanya walaupun tanpa ekspresi sedikitpun.


Alek buka kotak kardus itu ternyata sebuah mobil remote control yang lumayan mahal harganya..senang sudah pasti tapi Alek masih bersikap biasa..


Alek pun langsung memainkan mobil-mobilan tersebut dengan di temani suami uwa Santi sedangkan Dian dan yang lain mulai membahas tentang keberangkatan Dian kembali karena Dian pulang ke indo itu hanya cuti selama seminggu jadi tidak lama lagi Alek akan di tinggal kembali oleh sang ibu.


"pak , mang , kang, saya minggu depan harus berangkat lagi ke luar negri titip Alek sama cintia maaf kalau mereka selalu merepotkan" ujar Dian meminta ijin

__ADS_1


semua kaget tidak ada yang tau kalau Dian akan berangkat lagi setahu mereka hutang Dian sudah lunas terus apa yang mau Dian cari lagi..


" Dian kata bapak mah kamu mau berangkat lagi untuk apa kan hutang kamu sudah lunas terus buat apa kerja jauh-jauh kasian Alek sama cintia." kakek Didi menasehati anaknya


" Dian harus berangkat pak masa depan anak-anak gimana..?sekolahnya gimana..??


sedangkan bapaknya kan berapa penghasilannya Dian mau anak-anak sekolah yang tinggi" ujar Dian dengan penuh tekad


tanpa sadar apa yang Dian ucapkan menyinggung perasaan suaminya sandi pun hanya bisa diam seribu bahasa..sakit itulah yang di rasakan sandi..


setelah selesai ngobrol mereka pun masuk ke kamar masing untuk untuk beristirahat sedangkan Alek dan Sinta langsung pulang ke kampung halaman..


di dalam perjalanan Alek bertanya sama Sinta


" wa mamah mau berangkat lagi ya w..?? ujar Alek


" iya mamah mau berangkat lagi kan Alek mau jadi polisi kaya kakek surya..jawab Sinta


" lalu Alek di tinggal lagi gitu wa berarti mama gak sayang wa Sama Alek.." ujar Alek kembali


Sinta pun tak terasa meneteskan air matanya mendengar Alek terus bertanya soal keberangkatan mamahnya yang ke dua kali entah lah apa yang sedang di pikirkan Sinta saat ini.

__ADS_1


setelah menarik nafas panjang baru Sinta pun menjawab Alek " bukannya mamah gak sayang sama Alek mamah itu sayang sama Alek mikirin masa depan Alek, sekolah Alek, kan semua itu harus pake uang makanya mamah kerja."


setelah mendapat jawaban dari Sinta alek pun sedikit mengerti dan mulai diam sampai-sampai Alek pun tertidur dalam mobil yang di kendarai oleh suami Sinta.


__ADS_2