Anak Yang Terabaikan

Anak Yang Terabaikan
kesedihan alek


__ADS_3

malam itu menjadi saksi betapa hancurnya hati sandi padahal dia sudah berusaha menjadi suami yang setia, yang sabar tapi takdir berkata lain rumah tangga yang sakinah mawadah wa Rahmah yang ia impikan akhirnya sirna dalam satu malam.


sandi masuk ke dalam kamar Alek dengan gontai " Jang Bagun jang " ucap sandi lirih membangunkan Alek anaknya..


tidak lama Alek pun bangun dan bertanya pada sang ayah " iya pak kenapa Alek di bangunin..???"


" kita pulang ke uwa ya..!! karna bapak gak bisa tinggal di sini sama mamah " jawab sandi menahan tangis


akhirnya dengan berat hati Alek dan sandi pun pergi dari rumahnya sendiri menuju ke rumah kakanya sandi yaitu santi


sepanjang jalan Alek tidak berhenti menangis walaupun ia masih kecil tapi dia sudah paham apa yang terjadi dengan kedua orang tuanya Alek yang baru berumur 9 tahun merasakan sesak dan sakit di dadanya.


akibat perceraian kedua orang tuanya Alek selalu mengurung diri dalam kamar tidak ada satu orang pun yang bisa membujuk Alek, benci, kecewa, sakit hati itu yang di rasakan Alek..


keluarga yang utuh kasih sayang yang selama ini Alek harapkan harus sirna.

__ADS_1


kebencian dan dendam yang sekarang Alek rasakan kepada kedua orangtuanya..


"mah, pak kenapa seperti ini padahal Alek gak pernah minta apapun, Alek cuma minta kalian ada di samping Alek " ucap Alek dalam hati


tok..tok..tok..


cintia mengetuk- mengetuk kamar Alek ia merasa khawatir kepada keponakannya sudah seharian penuh tidak keluar-keluar dari kamarnya..


" lek..lek..Ayo keluar nak kamu jangan kaya gini masih ada uwa teteh,, masih banyak yang sayang sama Alek..ayo lek Alek makan dulu nanti kamu sakit nak" ucap santi di luar kamar


" Alek gak mau keluar Alek benci mamah,.. mereka gak sayang sama Alek wa " jawab Alek di dalam kamar sambil menangis


"bohong kalian bohong " teriak Alek..


hati siapa yang tidak akan menangis melihat anak sekecil Alek harus melihat kehancuran rumah tangga kedua orangtuanya padahal Alek selalu memimpikan keluarga yang utuh tapi takdir berkata lain..

__ADS_1


sudah seminggu Alek mengurung diri dalam dia tidak pernah keluar sama sekali bagi dia menyendiri adalah jalan terbaik dia sudah tidak mau melihat kedua orang tuanya. makanan pun hanya di antarkan ke depan pintu kamar Alek..


seminggu ini belum ada yang bisa merayu Alek untuk keluar dari kamarnya semua keluarga sangat khawatir sampai-sampai sandi sang ayah tampak pucat memikirkan anak semata wayangnya yang seminggu mengurung diri dalam kamar.


"teh Alek gimna belum keluar-keluar teh


.?? ucap sandi kepada santi


sang kakak


"belum lek anakmu kayanya sangat terpukul dia belum bisa merima kenyataan bahwa kamu sudah pisah sama ibunya. jawab Santi haru


" iya ka aku sudah membujuknya bebrapa kali tapi tetep aja Alek gak mau jawab harus seperti apa ya ngasih pengertian ke Alek..??" ucap sandi kembali


" kamu yang sabar aja ndi namanya juga anak masih kecil emosinya belum stabil wajar dia marah, kecewa Karana dia jauh dari kalian lama sekali..sekalinya ketemu ngumpul malah begin..huh." Santi berkata panjang lebar

__ADS_1


akhirnya Sandi pun menerima kata-kata dari Santi sang kakak walaupun berat melihat sang anak Alek yang hatinya sangat tersakiti.


tapi inilah takdir yang tidak bisa di ubah..kita harus menerima walaupun itu berat dan sakit mungkin Tuhan punya rencana yang lebih baik buat kita.


__ADS_2