
Di kampung halaman Alek dan Cintia beraktivitas seperti biasa dan sandi pun untuk sementara tidak berangkat bekerja di karenakan Alek yang masih kecil terus rewel tidak mau jauh dari ayahnya.
Hari berganti hari Alek pun akhirnya di titipkan oleh sandi kepada sang kakak sedangkan cintia di titipkan kepada kakeknya sendiri ayah dari Dian sang ibu..
mereka di titipkan karna sudah hampir seminggu ini sandi tidak berangkat bekerja sedangkan sandi harus menghidupi kedua anaknya tersebut mau tidak mau akhirnya sandi pun menitipkan mereka berdua.
"pak saya titip Tia , mohon maaf saya harus berangkat bekerja kasian anak-anak kalau saya di rumah terus " ujar sandi kepada sang mertua
" iya nak pasti toh mereka cucu bapak..pasti bapak jaga..trus Alek mau dimana..?? " jawab mertua sandi sambil balik bertanya
"mau di bawa ke uwanya biarin Alek sama uwanya toh Deket ini pak. masih bisa di pantai bapak kan..?? " jawab sandi kembali
" oh ya sudah kebetulan santi kan gak punya anak cowok ya..?? " tanya mertua sandi lagi
" iya pak " ujar sandi
akhirnya Alek pun pergi dari rumah kakeknya untuk tinggal bersama uwa Santi kakak dari ayahnya tersebut.
sampai di rumah santi Alek di sambut dengan suka cita karena tampang Alek yang lucu dan menggemaskan. kakak sepupu Alek pun sangat gembira melihat Alek datang bersama sang paman.
" ayo sini lek sama teteh " ujar Rini kepada adik sepupunya itu
" iya ayo sini malah ngumpet " isna juga berujar kepada Alek
akhirnya dengan iming-iming mainan Alek mau masuk ke rumah sang uwa
" Ceu titip Alek saya mau bekerja lagi ke Bandung , anggap Alek seperti anak akang dan euceu sendiri " ujar sandi kepada sang kakak
" pasti ndi akang sama euceu akan menyayangi Alek seperti anak kandung kita sendiri, kamu yang tenang aja kerja di sana biarin Alek kita yang rawat " jawab Santi kepada sandi
" Ya udah aku pamit kang / Ceu titip Alek " ujar sandi yang begitu berat meninggalkan anak semata wayangnya
" iya hati-hati di jalan jangan banyak pikiran masalah Alek ada kita ndi, percaya sama akang " ujar suami Santi
"iya kang, assalamualaikum " sandi pun pamit dengan hati yang berat
Alek yang tau bapaknya pergi nangis kejer karna anak seumur Alek masih bingung di samping ibunya pergi dia juga harus di tinggalkan oleh ayahnya walaupun hanya sekedar untuk bekerja..
__ADS_1
tapi namanya anak-anak belum mengerti apa-apa.
setelah di tenangkan oleh kedua kakaknya pun akhirnya Alek berhenti menangis. Alek di ajak jalan-jalan oleh kakak sepupunya mereka berdua sangat menyayangi Alek seperti adik kandung mereka sendiri tidak ada jarak antara ketiganya..
seiring berjalannya waktu akhirnya Alek pun terbiasa dengan kehidupan barunya Alek tinggal bersama uwanya dengan kasih sayang penuh karna uwanya Alek bukan menganggap lagi ponakan tapi Alek sudah di anggap anak kandungnya sendiri.
bulan berganti bulan tahun pun berganti tahun Dian sudah berada di luar negri menjadi TKW sedangkan Alek mulai tumbuh Alek sekarang sudah masuk sekolah Dasar di kampung tersebut..Alek pun sekarang sudah genap berumur 8 tahun.
dengan didikan dari uwanya Alek menjadi pribadi yang sopan, santun pintar dan cekatan dalam segala hal. tapi yang masih belum hilang dari Alek adalah sifat selalu mencari perhatian nya mungkin karena Alek kurang kasih sayang seorang ibu..
waktu terus berjalan begitu cepat gak kerasa Alek sudah menginjak kelas 3 SD berarti umur Alek sudah menginjak 9 tahun..
di sekolah Alek adalah anak yang jarang bergaul malah cenderung cengeng..
tapi Alek juga terkenal dengan anak yang dermawan sering berbagi dengan teman-teman sekelasnya dan juga kakak kelasnya.
saat ini Alek sedang belajar pelajaran bhs Sunda bahasa daerah Alek..banyak Kosta kata yang tidak Alek mengerti makanya Alek banyak diam hanya memperhatikan saja tidak seperti teman-teman yang lainnya..
waktu bel pulang pun berbunyi akhirnya Alek dan teman-temannya bersuka cita karna besok adalah hari Minggu dimana besok adalah hari libur sekolah yang sangat di tunggu-tunggu
"lek besok libur mau kemana " tanya Arni
" gak tau Ni kayanya di rumah aja " jawab Alek
Alek dan Arni pun pulang bebarengan karna rumah mereka berdekatan sambil jalan Arni pun banyak bertanya sama Alek
"lek mamah kamu kapan pulang ..?? katanya pergi ke Saudi ya..?." tanya Arni
"gak tau ni katanya sich iya orang aku di tinggal aja masih kecil umur 2 tahun" jawab Alek
"oh..tapi kamu inget kan lek wajah ibu kamu..??" tanya Arni lagi
" tau di photo " jawab Alek singkat
akhirnya mereka berdua pun sampai di rumah masing-masing karena jarak sekolah dan rumah mereka lumayan dekat hanya di tempuh dengan berjalan kaki
"duluan ya lek"
__ADS_1
"iya ni sampai besok " sapa Alek
sesampainya di rumah Alek pun menyapa ke dua uwanya
"assalamualaikum wa " sapa Alek
"wa'alaikum salam, udah pulang lek..??"
"iya wa " jawab Alek
"makan dulu sana, nanti uwa mau cerita " ujar Sinta
" cerita apa wa..?? " tanya Alek penasaran
"udah makan dulu sana , gak jadi kejutan dong " jawab Sinta yang main teka-teki
akhirnya Alek pun menuruti kata-kata uwanya dan bergegas ke dapur untuk makan.
sambil makan Alek masih kepikiran apa yang mau di ceritain uwanya sama dia..
setelah selesai makan Alek pun duduk di samping uwanya..
" uwa mau cerita apa..? Tanya Alek
" Alek mau ketemu mamah gak lek..?? " Sinta balik nanya
" gak tau wa mamah masih inget gitu Sama Alek masih sayang gak ya sama Alek wa "
jawab Alek bingung.
"Hus ngomong apa kamu ini gak ada orang tua yang gak sayang sama anaknya lek.mamah pergi kan demi masa depan Alek supaya Alek bisa sekolah lah yang tinggi." ujar Sinta
Alek terdiam meresapi kata demi kata dari Sinta uwanya.sinta pun sedikit demi sedikit mulai menasehati Alek. karena dalam hati Alek masih ada rasa kecewa sama sang ibu yang meninggalkannya waktu itu.
"ya udah sekarang Alek mandi kita siap-siap berangkat ke Purwa ketemu mamah Alek . " ujar Sinta
"iya wa " jawab Alek singkat
__ADS_1
Antara senang dan kecewa itulah hati Alek sekarang.di satu sisi dia senang akan ketemu ibu kandungnya lagi setelah sekian lama di sisi lain ia kecewa kenapa harus ke Purwa cuma ketemu sama ibunya.