ANANTA

ANANTA
BAB 11.


__ADS_3

''Ih bukan itu, tadi lo bilang ada nasi kerak''.Kata Tania.


''Ada nasi kerak juga''.Kata Ananta sambil menyodorkan nasi keraknya ke tania.


/Mereka pun akhirnya makan bersama/


Nasi kerak sambal kentang


Dan datanglah temen lelaki yang meminta ijin gabung duduk bersama.


''Th dia boleh mau ikut makan gak''.Kata Ananta.


''Boleh yah''.Kata lelaki itu.


Tania pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai membolehkannya duduk bersama.


Nasi kerak tempe orek cabe ijo.


Nasi kerak bumbu telor asin.


Nasi kerak bumbu telor rendang.


''Selamat ulang tahun ya''.Kata temen lelaki 1 pada Tania sambil menyalami tangannya.


''Tania selamat ulang tahun''.Kata temen lelaki 2 sambil menjabat tangan tania.


''Happy birday ya''.Kata temen perempuan 1 sambil menjabat tangan Tania.


''Happy birday''.Kata temen perempuan 2 sambil menjabat tangannya tania juga.

__ADS_1


''Eeh...!sebenarnya gue ngak''.Kata Tania terhenti.


''Anta yang bilang ke mereka kalau Th tatan ulang tahun hehhe''.Kata Ananta cengengesan.


''Selamat ulang tahun Th Tatan heheh!''.Kata Ananta sambil melanjutkan makannya lagi.


~Ruang makan keluarga tania~


''Pagi semua, aku berangkat dulu yah''.Kata Tania.


''Tumben semangat sekolah''.Kata Kakaknya tania.


~Di Sekolah~


/Di tetean tangga/


''Anta lo kok baik banget sama gue''.Kata Tania.


''Hehe, karena Anta teh tau Th Tatan itu orang yang baik sebanarnya, yah banyak aja orang yang gak mengerti pikiran teteh yang agak liar''.Kata Ananta.


''Emang lo ngerti, ngerti dari mana lo''.Kata Tania.


''Dari sorot mata Th, seorot mata teteh Tatan itu teh sersinar, bening, memancarkan keliaran hati yang...!''Kata Ananta terhenti.


''Eh, jangan ngaco deh loh''.Kata Tania.


''Bener Th, mata teh kan jendela jiwa hehehe''.Kata Ananta.


''Lo tau dari mana hati gue liar''.Kata Tania.

__ADS_1


''Nah sok''.Kata Ananta memperlihatkan gambaran Th Tatan alias Tania.


Tania pun melihat-lihat lukisannya sendiri.


''Yah walau pun anta tak mengerti soal lukisan tapi lukisan-lukisan Th Tatan itu menarik, misterius, liar gk ketebak jadi seperti teka-teki hehe..!teka-teki berhadiah hehhe! makannya lukisan teteh itu ada nilainya''.Kata Ananta.


''Nilai apa maksud lo''.Kata Tania.


''Nilai kalau di jual itu laku ada yang mau Th''.Kata Ananta.


''Jadi lo jual''.Kata Tania.


''Ada beberapa Th Anta jual''.Kata Ananta.


''Hah...!''.Kata Tania.


''Yah kalau ngak, biaya nasi kerak itu dari mana, aduh duit-duit kosan gak akan cukup, cabe mahal, bawang merah mahal, harga beras teh naik turun, apalagi daging buat bikin rendang teh euhh..!Kata Ananta terhenti karena Tania menatapnya.


''Ehhh...!.Kata Ananta sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal karena ia takut apa yang di lakukannya salah.


Dan di situ juga Tania menerima gambaran yang di bawa Ananta, dan di situ juga Ananta melihat raut wajah Tania yang berbeda dari biasanya pikir Ananta Tania pasti akan marah pada dirinya.


''Yahhh! teteh jangan marah atuh, euh...!ya udah silahkan deh kalau mau di pukul silahkan sok, silahkan teteh tapi janji setelah itu jangan marah lagi Th''.Kata Ananta.


''Lo mau gak kalau liat lukisan gue yang lainnya''.Kata Tania.


~Di kediaman tania~


''Udah boleh buka Th matanya''.Kata Ananta yang sudah masuk ke ruangan kediaman Tania sambil berjalan dengan menutup matanya sendiri hingga dengan tak sengaja meunabrak meja tania.

__ADS_1


__ADS_2