ANANTA

ANANTA
BAB 8. *


__ADS_3

''Euh okeh kita bikin surat perjanjian''.Kata Aera yang langsung merebut buku dan pulpen Kak Hera.


''Aera itu buku aku Aera''.Kata Kak Hera kesal tapi di hiraukan oleh Aera.


/Aera pun membuat surat perjanjian kerjanya dengan ananta/


''Surat perjanjian kerja Aera dan ananta hubungan kami cuman sebatas bos dan anak buah''.Kata Aera sambil menaruh pelpennya dan merobek buku perjanjiannya yang sudah selesai di tulisnya.


Pltakkk


''Tanda tanganin''.Kata Aera.


''Euhh di sini yah Th''.Kata Ananta yang mulai menandatangani surat perjanjian kerjanya.


''Kak Rama, Kak Hera, Mamah semuanya tanda tangan''.Kata Aera.


''Gak sekalian pakai materai euh''.Kata Kak Rama kesal.


''Rama''.Kata Mama Lena seolah-olah jangan bicara apapun tapi sudah terlanjur.

__ADS_1


Aera pun yang sama kesalnya ia melihat di atas buah-buahan ada pisau ia pun mengambilnya dan beranjak dari duduknya menghampiri ananta.


''Aera''.Kata Kak Hera tapi tidak di dengar.


''Aera''.Kata Mama Lena tapi juga tidak di dengarnya.


''Th jangan''.Kata Ananta yang takut dengan pisau yang mengarah ke bagian tangannya oleh Aera.


Sesaat Aera mengesetkan pisau nya ke arah jari telunjuk Ananta.


''Aaaaahhhhhh sakitt''.Kata Ananta kesakitan saat Aera mengesetkan pisaunya ke jari telunjuk ananta untuk membuat penganti materai dan menceplakkan darah ananta pada surat perjanjian itu.


''Aera apa-apaan sih kamu''.Kata Mama Lena.


''Kamu itu ngapain sih Aera''.Kata Rama yang sangat kesal dengan ulah Aera.


''Ehh ehhh anta, anta ehh anta''.Kata Kak Hera dan Kak Rama bersamaan karena mereka melihat Ananta pingsan saat sudah di geset jari telunjuknya oleh Aera dengan pisau.


''Eh Aera, Aeraaa''.Kata Kak Rama teriak.

__ADS_1


Tetapi Aera tetap berjalan dan menghiraukan teriakan Kak Rama.


Di keesokan harinya yang begitu cerah tampaklah papan nama di pinggiran halaman rumah yang bernamakan Aera Galery.


Dan di sinilah di sebuah ruangan yang sudah di dekorasi untuk sebuah pembukaan toko Aera Galery tampak di sana para pekerja yang sedang merapihkan semua lukisan dan pigura-pigura yang akan di isi juga di pajangkan agar di lihat-lihat oleh para pembeli yang berminat.


Di suatu pojokan tempatnya menerima tamu ada seorang pria paruh baya yang sedang menunggu Ananta yang sedang mengambil karya-karya yang akan ia beli.


''Pak ini lukisan yang sudah bapak pesan,silahkan''.Kata Ananta sopan.


''Ah iyah terimaksih''.Kata Pria paruh baya itu dan beranjak dari duduknya sambil mengulurkan tangannya.


''Terimakasih kembali Pak, jika ada gambar-gambar yang membuat bapak tertarik lagi silahkan boleh kembali ke sini''.kata Ananta dengan senyum juga menjabat tangan pria paruh baya itu.


Beberapa menit kemudian datang lah seorang perempuan yang berpenampilan modis menghampiri meja Ananta yang ananta di situ pas sekali sedang mengurus pesanan.


''Hemm hemm, bak Aera nya ada gak''.Kata perempuan modis itu tiba-tiba yang membuat pandangan Ananta yg fokus ke leptopnya jadi teralihkan pada dirinya.


Sesaat Ananta meng ngangap dengan keudikannya saat melihat perempuan yang berpenampilan modis di hadapannya.

__ADS_1


''Euhh Ananta''.Kata Ananta sambil mengulurkan tangannya pada perempuan modis itu.


''Och Julia''. Kata perempuan modis itu menerima jabatan tangannya dengan senyum nya.


__ADS_2