
''Ih bukan itu, tadi lo bilang ada nasi kerak''.Kata Aera.
''Ada nasi kerak juga''.Kata Ananta sambil menyodorkan nasi keraknya ke Aera.
/Mereka pun akhirnya makan bersama/
Nasi kerak sambal kentang
Dan datanglah temen lelaki yang meminta ijin gabung duduk bersama.
''Th dia boleh mau ikut makan gak''.Kata Ananta.
''Boleh yah''.Kata lelaki itu.
Aera pun hanya menganggukkan kepalanya sebagai membolehkannya duduk bersama.
Nasi kerak tempe orek cabe ijo.
Nasi kerak bumbu telor asin.
Nasi kerak bumbu telor rendang.
''Selamat ulang tahun ya''.Kata temen lelaki 1 pada Aera sambil menyalami tangannya.
''Aera selamat ulang tahun''.Kata temen lelaki 2 sambil menjabat tangan tania.
''Happy birday ya''.Kata temen perempuan 1 sambil menjabat tangan Aera.
''Happy birday''.Kata temen perempuan 2 sambil menjabat tangannya Aera juga.
__ADS_1
''Eeh...!sebenarnya gue ngak''.Kata Aera terhenti.
''Anta yang bilang ke mereka kalau Th Aera ulang tahun hehhe''.Kata Ananta cengengesan.
''Selamat ulang tahun Th Aera heheh!''.Kata Ananta sambil melanjutkan makannya lagi.
~Ruang makan keluarga Aera~
''Pagi semua, aku berangkat dulu yah''.Kata Aera.
''Tumben semangat sekolah''.Kata Kakaknya Aera.
~Di Sekolah~
/Di tetean tangga/
''Anta lo kok baik banget sama gue''.Kata Aera.
''Hehe, karena Anta teh tau Th Rara itu orang yang baik sebanarnya, yah banyak aja orang yang gak mengerti pikiran teteh yang agak liar''.Kata Ananta.
''Emang lo ngerti, ngerti dari mana lo''.Kata Aera.
''Dari sorot mata Th, sorot mata teteh Aera itu teh sersinar, bening, memancarkan keliaran hati yang...!''Kata Ananta terhenti.
''Eh, jangan ngaco deh loh''.Kata Aera
''Bener Th, mata teh kan jendela jiwa hehehe''.Kata Ananta.
''Lo tau dari mana hati gue liar''.Kata Aera.
__ADS_1
''Nah sok''.Kata Ananta memperlihatkan gambaran Th Rara alias Aera.
Tania pun melihat-lihat lukisannya sendiri.
''Yah walau pun anta tak mengerti soal lukisan tapi lukisan-lukisan Th Rara itu menarik, misterius, liar gak ketebak jadi seperti teka-teki hehe..!teka-teki berhadiah hehhe! makannya lukisan teteh itu ada nilainya''.Kata Ananta.
''Nilai apa maksud lo''.Kata Aera.
''Nilai kalau di jual itu laku ada yang mau Th''.Kata Ananta.
''Jadi lo jual''.Kata Aera.
''Ada beberapa Th Anta jual''.Kata Ananta.
''Hah...!''.Kata Aera.
''Yah kalau ngak, biaya nasi kerak itu dari mana, aduh duit-duit kosan gak akan cukup, cabe mahal, bawang merah mahal, harga beras teh naik turun, apalagi daging buat bikin rendang teh euhh..!Kata Ananta terhenti karena Aera menatapnya.
''Ehhh...!.Kata Ananta sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal karena ia takut apa yang di lakukannya salah.
Dan di situ juga Aera menerima gambaran yang di bawa Ananta dan di situ juga Ananta melihat raut wajah Aera yang berbeda dari biasanya pikir Ananta Aera pasti akan marah pada dirinya.
''Yahhh! teteh jangan marah atuh, euh...!ya udah silahkan deh kalau mau di pukul silahkan sok, silahkan teteh tapi janji setelah itu jangan marah lagi Th''.Kata Ananta.
''Lo mau gak kalau liat lukisan gue yang lainnya''.Kata Aera.
~Di kediaman Aera~
''Udah boleh buka Th matanya''.Kata Ananta yang sudah masuk ke ruangan kediaman Aera sambil berjalan dengan menutup matanya sendiri hingga dengan tak sengaja meunabrak meja Aera.
__ADS_1