ANANTA

ANANTA
BAB 9.


__ADS_3

''Saya kesini karena ingin tau pilosopi lukisan nya kayak apa ya''.Kata perempuan modis itu bertanya.


''Pilosopi nya adalah .....euuu kalau suka boleh dibeli kalau gak suka gpp di liat-liat dulu aja hehehe''.Kata Ananta yang kebingungan menjawab nya.


''Och...!okeyyy''.Kata perempuan modis itu yang juga aneh dengan jawaban Ananta.


Sedangkan Aera dibalik sembunyian tempat melukisnya tersenyum dengan apa yang sudah dilakukan oleh Ananta.


Hari begitu makin siang dan matahari di luaran sana begitu sangat terik.


Di dekat pintu seorang lelaki menghampiri Ananta yang sedang fokus mencatat sesuatu di bukunya.


''Ehemm''.Dehem lelaki itu tiba-tiba.


''Euh ada yang bisa di bantu''.Kata Ananta.


''Lukisan-lukisan di sini bagus ya, och perkenalkan saya Andrian pelektor lukisan yang mahal''.Kata lelaki yang bernama Andrian.


''Och, wihh cup cup cup''.Kata Ananta merasa senang.


''Ananta''.Kata ananta mengulurkan tangannya untuk berjabatan dengan lelaki yang bernama Andrian.

__ADS_1


''Eh saya memiliki jaringan bayar sampai ke luar negeri, euh begini saya mau menawarkan lukisan-lukisan disini pada kalien saya''.Kata Andrian.


''Boleh..boleh...boleh Pak''.Kata Ananta.


''Boleh bertemu dengan pelukis disini''.Kata Andrian.


''Anta...Antaaaa''.Kata Aera teriak di luar halaman dan sesaat ia muncul di balik pintu masuk.


''Anta gue butuh sekesbook baru dan cat biru nanti lo beliin buat gue ya''.Kata Aera tanpa memperdulikan seorang lelaki yang ada di hadapannya.


Ingin menjawab permintaan tania tapi sesaat lelaki yang bernama Andria itu membuka suaranya.


''Aha, pasti ini pelukisnya kan, yah hallo perkenalkan''.Kata Andrian mengulurkan tangan nya pada tania.


''Aha pantes, pantes, pantes''.Kata lelaki yang bernama Andrian itu yang sedang meneliti setiap lukisan-lukisan tania.


Sesaat ia di kagetkan dengan ucapan Aera.


''Apanya yang pantes''.Kata Aera dengan memandang lelaki di hadapannya tidak suka.


''Yah terlihat dalam lukisan kamu masih mencari

__ADS_1


________________________________________________


''Saya minta maaf atas apa yang sudah di lakukan oleh tania anak saya Bu,Pak! dan saya mohon jangan keluarkan tania dari sekolah ini''.Kata Lena mama nya tania.


''Tapi ada hukumannya kan Pak''.Kata Bu Rena.


''Tentu ada hukuman sesuai peraturan di sekolah ini, dan saya akan memberikan kesempatan lagi buat anak Ibu, semoga kedepannya lebih baik lagi''.Kata Pak Marwan.


~Di luar ruangan kepala sekolah~


Tania sedang mengambar-gambar papan pengumuman sekolah dengan rapih dan indahnya.


''Itu teh gambar orang yang main bola ya Th''.Kata Ananta tiba-tiba.


''Och balon, iyah balon''.Kata Ananta yang sudah lebih jelas melihat gambarannya.


Tania pun menaruh sepidol yang di pakai gambar-gambar tadi dan duduk menuju kursi tunggu di luar rungan kepala sekolah.


''Ada masalah apa sampai di panggil ke ruang sekolah, kelihatannya dia marah sekali ya Th''.Kata Ananta tanpa sungkan.


''Th Th Th...!!emang gua teh celup''.Kata Tania dengan kesalnya.

__ADS_1


''Eh...!Th itu teteh''.Kata Ananta sambil ingin menoel tania tapi tak jadi karena keburu meng galak si empunya.


''Kurang ajar jorok banget sih, gak sopan''.Kata Tania dengan garangnya padahal i


__ADS_2