Anomali

Anomali
Chapter 6: Fasilitas


__ADS_3

Raezha bertemu dengan pemilik kos yang sudah menunggu di depan pintu kosnya....


“Raezha! Kapan kamu mau bayar uang sewa kos saya kalo kamu aja masih nganggur?!” Tanya ibu kos sambil memarahi Raezha.


“Bulan depan, saya udah dapat kerja jadi saya udah bisa bayar sewa kos Anda” Jawab Raezha yang agak panik.


“Awas kalo gak bisa bayar. Emang kerja apaan sampe bisa bayar kos saya?” Tanya ibu kos lagi dengan cibirannya.


“Saya diterima kerja di BARUNO.” Jawab Raezha.


Ibu pemilik kos seolah tidak percaya Raezha bekerja di Badan Urusan Anomali. “Apa?! Emang kamu jadi apa di sana?!” Tanya ibu kos lagi.


“Saya menjadi bagian dari divisi investigasi anomali.” Jawab Raezha.


“Bagus kalo gitu, yaudah saya kasih 1 bulan lagi untuk bayar sewa kos saya. Dah saya mau balik ke rumah buat masak.” Ibu pemilik kos pun pergi meninggalkan Raezha di kosnya.


“Untung aja biaya hidupku ditanggung oleh BARUNO, tapi..., kenapa yah BARUNO mau menanggung semua biaya hidupku? Ya sudahlah, lagi pula aku hanya perlu menyiapkan mental untuk Minggu depan.” Lalu Raezha masuk ke dalam kos.


1 pekan kemudian Raezha sedang memakai jas hitam peninggalan kakeknya. Setelah bersiap-siap dengan segala hal Raezha keluar dari kos lalu mengunci pintu kos. Tapi Raezha tidak membawa kunci kosnya tapi disembunyikan di dalam pot bunga. Ya, di dalam tanah. Siapa juga yang akan sadar kalau kuncinya ada di dalam pot bunga.


Sebuah mobil SUV datang, jelas bahwa pengemudinya adalah Herlambang. Raezha segera berjalan cepat masuk ke mobil.


“Udah semua?” Tanya Herlambang dengan senyum elegan.


“Sudah.” Jawab Raezha singkat.


“Ok kita jalan, pertama kita akan ke markas utama lalu pergi ke fasilitas penelitian dan sel.” Setelah itu Herlambang langsung tancap gas menuju markas utama BARUNO.


Sesampainya di markas BARUNO, mereka berjalan masuk layaknya pejabat penting. Saat berada di dalam, mereka bertemu dengan wanita berpakaian putih bersih dan berkacamata yang kemarin berpapasan dengan mereka.


Wanita itu sedikit melambaikan tangan kanannya, sembari tangan kirinya memegang sebuah catatan. “Hai Herlambang, yang di belakangmu itu pasti Raezha kan?” Tanya wanita dengan senyum manis.

__ADS_1


Herlambang dan Raezha berhenti di depan wanita tersebut. “Ya, apa semua sudah siap?” Tanya Herlambang balik.


“Sudah, tinggal kalian yang baru datang.” Jawab wanita berkacamata lagi dengan senyumannya.


Raezha menoleh ke Herlambang lalu bertanya. “Siapa wanita ini?”


Wanita berkacamata itu menyela Herlambang yang baru ingin menjawab Raezha. “Biar aku saja yang memperkenalkan diri. Namaku Bunga Indrayani, aku bekerja sebagai asisten bagian keanggotaan untuk orang yang baru masuk. Kamu adalah orang yang masuk sebagai anggota BARUNO dengan cara spesial dan unik, tidak seperti anggota lain yang harus menunggu tanggal pendaftaran.”


“Salam kenal bunga, senang mengenalmu (Dipikir-pikir dia cantik juga ya).” Balas Raezha.


“Sama-sama, aku perhatikan kamu dari tadi kayak orang yang murung terus.” Ungkap Bunga.


“Enggak kok, muka emang gini dari lahir.” Balas Raezha sambil menggelengkan kepalanya.


“Kalo gitu, kita foto dulu untuk dokumen.” Bunga mengarahkan mereka ke suatu ruangan yang telah disiapkan.


Bunga meminta Herlambang, dan Raezha untuk mengikutinya. “Ini sesi foto tapi kenapa kalian tidak menyuruhku untuk membawa dokumen?” Tanya Raezha sambil berjalan mengikuti Bunga.


“Semua dokumenmu kami ambil dari data DukCapil. Kami juga tahu bahwa kamu adalah anak yatim piatu yang diasuh oleh seorang mantan polisi atau yang kamu sebut kakek. Hanya fotomu saja yang kami butuhkan untuk pendataan anggota BARUNO.” Ujar Bunga dengan suara lembut sambil terus berjalan dan menenteng buku catatan di tangannya.


Singkatnya Raezha selesai sesi foto, lalu Bunga menghampiri Raezha dan mengambil sampel darah Raezha.


Bunga meletakkan sampel darah Raezha ke dalam sebuah tabung kecil. “Bukankah proses pengambilan darah atau DNA seseorang akan dilakukan oleh dokter?”


Bunga menoleh ke Raezha dengan senyum polos. “Jadi kamu pikir aku ini bukan dokter? Aku sebenarnya dokter tapi aku diminta langsung oleh pak Andhika untuk mengambil foto dan sampel darahmu.” Jawab Bunga.


“Ok kalo gitu....”


“Karena semua sudah selesai, jadi Raezha harus ikut ke Kalimantan untuk melihat basis penelitian dan sel bagi para anomali. Ya hitung-hitung juga jadi pelajaran pertama buat kamu.”


“Ke Kalimantan? Jauh amat? Emangnya punya duit buat ke sana?” Tanya Raezha yang pesimis.

__ADS_1


“Jelas ada dong, duitnya kan dari BARUNO dan kamu kan 'orang spesial' di sini.” Jawab Herlambang dengan santai. “Dah ayo kita pergi ke bandara.”


Raezha mengikuti Herlambang yang meninggalkan ruangan foto. “Bye! Semoga kalian selamat!” Ucap Bunga saat mereka akan keluar dari ruangan.


Herlambang dan Raezha keluar dari markas BARUNO lalu berjalan ke mobil SUV yang tadi Herlambang gunakan.


Herlambang dan Raezha masuk ke dalam mobil, lalu mereka langsung tancap gas ke Bandara Soekarno-Hatta.


Sesampainya di bandara, mereka langsung melakukan Check-in. Tetapi, Herlambang menunjukkan kartu identitasnya kepada seorang petugas. Petugas itu langsung mengarahkan mereka ke area khusus.


“Kita mau kemana lagi?” Tanya Raezha sambil mengikuti petugas.


“Kita akan menuju ke area Check-in, tapi kita tidak perlu menunggu karena semua telah diatur oleh BARUNO.” Jawab Herlambang dengan santai tapi elegan.


Masuk ke area Check-in khusus, mereka langsung diarahkan ke pesawat dengan jadwal menuju Kalimantan Timur.


Beruntung pesawat belum terbang, jadi mereka dapat masuk ke pesawat yang masih memiliki dua kursi penumpang.


Raezha terlebih dahulu duduk di kursi yang kemudian dilanjutkan Herlambang yang duduk di sebelahnya.


“Apakah ini sejenis kelas bisnis?” Tanya Raezha.


“Kita memang ada di kelas bisnis, tapi kita lebih spesial.” Jawab Herlambang. “Oh ya kamu udah pernah naik pesawat?”


“Belum, ini adalah pertama kalinya bagiku.”


“Kalau begitu nikmati perjalanan di atas langit....”


Pesawat pun lepas-landas dari bandara dan terbang menuju Kalimantan Timur.


Raezha melihat kota Jakarta yang perlahan terlihat mengecil saat pesawat mulai terbang tinggi. Raezha benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya akan naik pesawat secara gratis dan dibiayai oleh BARUNO.

__ADS_1


Tapi juga muncul pertanyaan di benak Raezha yang mempertanyakan kenapa Raezha diperlakukan sangat khusus dan spesial dibandingkan anggota lain.


Lalu seorang pramugari datang membawakan makanan kepada mereka, Raezha memakan makanan yang disediakan sembari menikmati pemandangan luar dari dalam pesawat.


__ADS_2