Anomali

Anomali
Chapter 8: Anomali


__ADS_3

Raezha mengikuti Herlambang ke area lapangan menembak. Tapi Raezha berhenti bertanya pada Herlambang.


“Yudo, kau bilang pas di pesawat kau akan membawaku melihat anomali yang ada di fasilitas ini.”


Herlambang berhenti berjalan lalu berbalik ke Raezha. “Oh iya, aku lupa soal itu. Yaudah gimana kalo kita lihat anomali dulu baru ke lapangan tembak?”


“Yaudah, ayo aja aku mah.”


Raezha dan Herlambang menunda perjalanan mereka ke lapangan tembak dan menggantinya dengan pergi ke fasilitas sel yang mengamankan dan mengurung anomali.


Mereka sampai di ruangan yang dijaga oleh dua prajurit bersenjata lengkap. “ID Card.” Perintah prajurit yang berjaga.


Herlambang berhenti dengan diikuti oleh Raezha yang berhenti di belakangnya. Lalu Herlambang mengeluarkan kartu identitas dan menunjukkannya pada si prajurit.


“Sekarang kamu yang di belakang. Kenapa kamu bawa senjata?” Tanya si prajurit dengan sinis.


“Santai dia member baru aku, tadi aku ingin mengajaknya ke lapangan tembak untuk berlatih tapi aku lupa soal janjiku untuk menunjukkan anomali padanya.” Ujar Herlambang dengan santai.


Prajurit tersebut melihat ke Raezha. “Hei nak, berhati-hatilah saat melihat anomali yang dikurung. Jangan membuat masalah dan ikuti peraturan mutlak di dalam sana.” Kedua prajurit membukakan pintu dan membiarkan Raezha dan Herlambang masuk. “Silakan masuk.”


Herlambang mengembalikan kartu identitasnya ke dalam sakunya lalu masuk ke dalam koridor panjang yang diikuti oleh Raezha di belakang Herlambang.


Setelah berjalan sebentar mereka melihat sebuah ruang kurungan yang tertulis "ANM-023 'Pembacok' (B)". Di bawahnya tertulis tentang penjelasan dari anomali tersebut.


"ANM-023 (B) atau dengan nama umum 'Pembacok' merupakan anomali tipe bahaya dan harus dihindari atau bersembunyi darinya. Anomali 'Pembacok' merupakan monster dengan ciri sifat dan perilaku seorang pembacok yang sedang melakukan tawuran. Anomali ini akan selalu muncul di tempat sempit yang tidak pernah dilirik atau dilihat oleh orang-orang dan pada saat tertentu ia akan langsung menghabisi nyawa orang yang lewat di tempatnya. Berikut merupakan ciri jika anomali berada di sekitar Anda...."


“Panjang sekali penjelasannya....”

__ADS_1


“Jadi, apa anomali ini yang mengunjungi 'mimpi' mu itu?” Tanya Herlambang.


“Bukan dia, anomali ini adalah monster sementara yang ada di dalam mimpiku seperti sosok manusia.”


“Seperti sosok manusia ya.... Sepertinya ini akan menjadi kasus dan penyelidikan yang menarik.”


Herlambang dan Raezha kembali berjalan dan melihat banyak anomali yang dikurung dalam sel khusus yang sangat ketat, juga mereka melihat beberapa peneliti yang sedang mendata setiap anomali yang dikurung.


Lalu Raezha berhenti di sebuah kurungan yang menarik perhatiannya. Melalui kaca yang sangat-sangat tebal dan kuat, Raezha melihat isi kurungan tersebut tapi ia tidak melihat apapun di dalamnya. Walau begitu Raezha tetap merasa di dalam kurungan itu ada makhluk.


Lalu Raezha melihat penjelasan anomali yang terdapat di samping kurungan.


"ANM-017 (KS) atau lebih dikenal dengan nama umum 'mata kematian' merupakan anomali tipe khusus yang sangat berbahaya dan dapat menyerang siapapun yang menatapnya. Sepertinya namanya, anomali ini hanya terdiri dari satu bola mata. Anomali ini akan muncul tanpa adanya tanda-tanda apapun dari kemunculannya. Sejauh ini anomali ini hanya akan muncul di tempat yang gelap atau listrik suatu tempat padam yang mengakibatkan daerah tersebut menjadi gelap gulita. JIKA ANDA SUDAH DITATAP OLEH ANOMALI INI MAKA ANDA TIDAK AKAN MEMILIKI KESEMPATAN UNTUK SELAMAT KARENA SETIAP ORANG YANG DITATAP OLEHNYA AKAN LANGSUNG TEWAS DI TEMPAT, DAN JANGAN PERNAH SESEKALI MENATAPNYA!!!"


“Apa itu kode 'KS'? Aku enggak pernah denger.” Tanya Raezha lalu menoleh ke Herlambang.


“Jadi di luar sana masih ada anomali tingkat khusus yang masih berkeliaran?” Tanya Raezha lagi.


“Ya, lebih tepatnya yang belum teridentifikasi. Mungkin di luar sana ada lebih banyak, walau begitu kami sudah mendapatkan beberapa ciri mereka. Lebih baik kita lanjut berjalan, jangan pernah menatap anomali itu.” Herlambang lanjut berjalan di koridor.


Sementara Raezha masih melihat anomali "Mata Kematian". Setelah cukup lama menatap anomali tersebut, Raezha pergi mengejar Herlambang yang sudah agak jauh.


Raezha berhasil mengejar Herlambang lalu berbicara pada Herlambang saat sedang berjalan.


“Aku kira tadinya setiap anomali akan diletakkan di dalam kurungan khusus untuk setiap tingkatan.” Ungkap Raezha sambil melihat-lihat ke kurungan anomali.


“Enggak, dalam satu koridor ini berisi berbagai jenis anomali. BARUNO masih kesulitan dalam meneliti ciri perilaku setiap anomali untuk menempatkan mereka pada tingkatan tertentu. Terkadang ciri perilaku anomali dapat berubah dan tidak bisa diindentifikasi penyebab perubahannya.” Ujar Herlambang terus berjalan.

__ADS_1


Setelah cukup lama melihat-lihat anomali, mereka keluar dari koridor tersebut dan pergi menuju lapangan tembak.


Sampai di lapangan tembak, Herlambang langsung mengajarkan dasar-dasar tentang menembak menggunakan senjata api pada Raezha.


Herlambang mengajarkan Raezha dengan serius tapi juga sedikit santai, Raezha pun dengan cepat bisa menguasai dasar-dasar tentang senjata api dan menembak dengan tepat sasaran.


“Wow kamu belajar sangat cepat, targetnya aja kena semua.”


“Aku cuma melakukan apa yang kau instruksiin doang, enggak bener-bener berbakat hebat kok.”


“Kamu terlalu merendah, yaudah aku tadi dapat perintah dari BARUNO pusat untuk menyelidiki kasus anomali dengan nama 'Trisula'. BARUNO bilang kalau ini adalah anomali yang baru ditemukan dan berada di pantai Kemala.”


“Jadi kapan misi dimulai?” Tanya Raezha penasaran sambil memegang senjatanya.


“Besok.” Jawab Herlambang.


“Kalo gitu aku mau nelpon bu kos bentar.” Raezha meletakkan senjatanya di meja, lalu ia pergi ke tempat yang agak sepi dan mulai menelpon bu kos.


Raezha menelpon bu kos untuk memberitahu bahwa ia akan menjalani misi pertamanya, Raezha meminta untuk ibu kos mengambil kunci kosnya yang ia simpan di dalam pot bunga agar ibu kos yang menyimpannya.


Raezha kembali ke hadapan Herlambang. “Sudah.”


“Ok lanjut. Jadi penyelidikan kita terhadap anomali 'Trisula' agak sedikit sulit karena kita harus cepat menemukannya atau akan ada lebih banyak korban yang berjatuhan. Sepertinya yang aku katakan tadi, lokasi anomali itu terakhir terlihat di pantai Kemala. Jadi kita bakal ke sana besok.” Tutur Herlambang.


“Ok.... Tapi masih pake baju ini?” Tanya Raezha lagi.


“Kalo jas kamu iya, tapi baju dalem kamu udah disiapin oleh BARUNO. Nanti bakal kutunjukin di mana tempatnya.” “Sekarang kita hanya perlu istirahat di fasilitas ini sampai misi dimulai besok....”

__ADS_1


__ADS_2