Antara Janda Dan Duda

Antara Janda Dan Duda
RANIA DAN RANDU


__ADS_3

"mau kemana mas?" tanya Rania kebingungan melihat suaminya sedang memasukkan semua baju bajunya kedalam tas besar.


"aku harus pulan Ran.sekarang papa sakit parah!".jawab Randu masih sibuk memasukkan bajunya kedalam tas.


"cepat kembali ya mas.minggu minggu ini HPL kelahiran bayi kita",


"aku usahakan Ran.tapi aku nggak bisa janji kapan aku harus kembali kesini!".kata Randu melihat kearah istrinya penuh sesal.


"kalau kamu nggak segera kembali gimana dengan aku mas?aku nggak mau melahirkan tanpa kamu.kamu bilang gitu seolah olah nggak akan kembali untukku dan calon anak kita mas".Raniapun menangis memohon pada suaminya.


"aku bilang akan aku usahakan Ran.bukan aku nggak bakalan kembali kesini lagi" Randu meyakinkan istrinya yang menanggis sesenggukan dikasur lantai tempat mereka mengontrak.


Randu menyerahkan amplop coklat kepada istrinya,


"ini uang untuk peganganmu selama aku tinggal Ran.kalau sewaktu waktu kamu terasa mau melahirkan uang ini bisa buat biaya persalinan dibidan.aku sudah minta bu Ami kamar sebelah membantumu saat aku belum kembali.kalau ada apa apa kamu bisa menghubungi nomerku Ran.sudah jangan nangis lagi.aku pergi dulu".


Rania hanya bisa menangis tersedu sedu merasa tak rela ditinggalkan oleh suaminya disaat dirinya sarat mengandung dan waktu untuk melahirkanpun sudah dekat.


Randupun memeluk istrinya yang ia nikahi secara siri setahun yang lalu dengan cara kawin lari sebab tidak mendapat restu dari kedua orang tuanya maupun kedua orang tua Rania.


Saat Randu membawa Rania pergi dia baru lulus dari SMU,Raniapun belum sempat mengambil ijazahnya dari sekolah,dan Randu sendiri saat itu masih kuliah disemester 3.


Randu dan Rania harus mengorbankan pendidikan mereka sebab mereka memilih lari dari keluarga mereka.


Mereka memilih pergi ke ibu kota untuk melanjutkan hidup dan mempertahankan cinta mereka,walaupun harus dengan serba keterbatasan, mereka hidup berdua dengan bahagia.


Sekarang Randu bekerja sebagai pelayan disebuah restauran siap saji diibu kota dan mempunyai sampingan membetulkan barang barang elektronik yang rusak milik penghuni kos kosan disekitarnya tinggal.


uang yang Randu dapatkan ditabungnya sedikit demi sedikit untuk biaya Rania saat melahirkan nanti.


Dan gaji Randu hanya cukup untuk membayar kamar satu petak dan untuk mencukupi kebutuhan mereka selama sebulan.


Awalnya Rania bekerja disebuah londri dekat dengan kontrakannya,namun hanya bertahan beberapa bulan saja sebab Rania dinyatakan mengandung dan teler diawal kehamilannya.


Melihat kondisi istrinya yang selalu muntah muntah dan tak bisa bekerja berat Randupun melarang Rania untuk bekerja lagi,Randu ingin agar istrinya menjaga kandungannya saja.


Awalnya Rania tidak setuju dengan keinginan dari suaminya itu,sebab Rania tak tega melihat Randu harus banting tulang sendiri untuk mencukupi kebutuhan mereka apalagi sebentar lagi Randu dan Rania bakalan memiliki bayi,pasti kebutuhan mereka akan semakin bertambah banyak.


Dan akhirnya Rania menyerah juga,iapun terpaksa harus mengikuti keinginan dari suaminya sebab Rania selalu mabuk jika mencium wewangian dari londry tempatnya bekerja.


🌺🌺🌺


flash back,


"kita pergi saja Ran.aku akan membawamu keibu kota.kita mulai dari awal disana.kita menikah disana Ran"


"tapi aku baru lulus mas.aku belum mengambul ijazahku.setidaknya kita pergi setelah ijazahku keluar dan aku bisa mencari pekerjaan dengan itu".Rania memberi saran pada kekasihnya.


"aku akan menghidupimu disana.kamu nggak perlu kerja Ran.kamu cukup duduk menantiku pulang dari kerja".rayu Randu pada Rania.

__ADS_1


"tapi mas.aku takut bapak sama ibu bakalan murka kalau tau rencana kita".ucap Raniapun masih ragu dengan ajakan dari kekasihnya itu.


"itulah sebabnya kita harus segera pergi dari kota ini dan menikah ditempat lain Ran.aku yakin orang tua kita lama kelamaan akan menerima hibungan kita.apalang saat kita punya anak nanti" Randu masih berusaha meyakinkan Rania untuk ikut dengannya.


"aku pikir pikir dulu ya mas.beri aku waktu untuk membuat keputusan"


"Ran dua hari lagi aku mau dijodohkan dengan anak teman papaku.jika kamu masih ragu untuk ikut denganku.aku tak yakin masih bisa menjalin hubungan denganmu.aku akan diambil wanita lain yang sama sekali tidak aku cintai.apa kamu tega nglepasin aku begitu saja Ran?" Randupun meminta pengerian dari Rania.


Mendengar permintaan dari kekasihnya barusan,Rania terdiam dan tampak berpikir.


🌺🌺🌺


flash on,


Tak terasa setahun sudah Randu dan Rania pergi meninggalkan keluarga mereka,Rania tidak tau sama sekali bahwa bapaknya telah berpulang sebulan setelah kepergiannya.


Ibu Rania yang sudah merasa sangat dikecewakan oleh putrinya itu melarang siapapun terutama keluarganya untuk memberitahukan hal itu pada Rania.


Ibu Rania bilang itu adalah hukuman untuk Rania karena sudah kawin lari dengan pacarnya yang tidak disetujui oleh kedua orang tuanya.


Kedua orang tua Rania melarang keras Rania untuk berpacaran sebab mereka ingin anak gadisnya lebih fokus kependidikannya dan mencari pekerjaan setelah lulus SMU supaya bisa membantu perekonomian keluarganya terlebih dulu.


Namun Rania yang semula menurut dengan kedua orang tuanya itu akhirnya terhanyut juga dengan rayuan rayuan dari Randu yang mengejar cintanya sejak Rania masih duduk dibangku SMP.


Mereka menjalin kasih secara diam diam saat Rania masih duduk dikelas 2 sekolah menengah umum dan Randu masih kuliah disemester 2,hingga akhirnya kedua orang tua Randu mengetahui hubungan Randu dan Rania.


Dan kedua orang tua Randu sangat tidak menyetujui hubungan mereka sebab setatus dari keluarga Rania tidaklah setara dengan setatus keluarga Randu.


Sedangkan ayah Randu adalah termasuk orang kaya didaerah Rania yang memiliki beberapa percetakan dan rumah makan disana.


***


Setelah kepergian Randu, Rania hanya bisa menangis dikamar kontrakannya memanggil manggil suaminya supaya cepat kembali,dia tak mau makan maupun beranjak dari kamar sepetak yang Randu dan Rania sewa.


Bu Ami penghuni kamar sebelah yang mendengar raungan Rania merasa sangat kasihan pada kondisi Rania saat ini,


bu Ami sudah berulang kali membujuk Rania untuk keluar dan memakan sesuatu,tapi Rania tak menghiraukannya.


Hal itu berlangsung hingga tiga hari lamanya,dan selama Randu kembali kekampung halamannya belum sekalipun Randu menghubungi Rania melalui ponsel bu Ami,sebab Rania tak mempunyai ponsel sama sekali.


Rania merasa sangat sedih dan merindukan suaminya,apalagi saat kondisinya yang mengandung sembilan bulan, ia ingin sekali disanding oleh Randu suaminya.


Impian Rania adalah melahirkan ditemani oleh Randu suaminya,dan impian itu harus kandas saat Randu berpamitan untuk pulang kekampung halamannya.


Jam 8 malam Bu Ami terpaksa harus meminta penghuni kosan yang lain untuk mendobrak pintu kamar Rania,sebab dia sangat mengkawatirkan kondisi Rania yang sudah tiga hari tidak mau keluar kamar.


Tampak Rania terbaring lemah tak berdaya diatas kasur lantainya yang sangat tipis itu sambil meringis kesakitan,kemudian bu Ami menghampiri Rania dan menyentuh keningnya,


"badanmu panas sekali Ran"

__ADS_1


"ayo aku bawa kamu kedokter",


Rania yang memang sudah merasa lemas itupun hanya mengikuti keinginyan bu Ami,saat bu Ami ingin memapah Rania,bu Ami melihat kasur usang Rania sudah basah dengan air ketuban Rania yang sudah pecah.


"air ketubanmu sudah pecah Ran,sudah waktunya kamu melahirkan" dengan panik bu Ami mndudukkan Rania.


Kemudian bu Ami meminta bantuan dari penghuni kontrakan yang lain untuk membopong Rania keluar dari kamar menuju bajaj yang penghuni kontrakan lain miliki.


Tanpa pikir panjang bu Amipun membawa Rania kerumah sakit terdekat supaya Rania segera mendapat penanganan yang benar.


Perlu waktu satu jam untuk sampai kerumah sakit terdekat dengan menggunakan bajaj yang mereka naiki.


Rania yang merasa kesakitan sesekali mengerang menahan rasa sakitnya diperutnya.


Satu jam dalam perjalanan terasa sangat lama untuk Rania maupun bu Ami yang selalu setia disampingnya,akhirnya merekapun sampai jiga dirumah sakit yang mereka tuju.


Bu Ami dibantu sopir bajaj memapah Rania yang sudah tak mampu berjalan lagi menuju UGD,dan satpam yang berjaga didepanpun dengan sigap mengambil kursi roda untuk Rania.


Dokter yang berjaga langsung memeriksa keadaan Rania,bu Ami yang masih setia menemani Raniapun menjelaskan jika sedari kontrakan air ketuban Rania sudah pecah.


Lalu dengan panik dokter yang memeriksa Rania itupun memerintahkan suster yang membantunya untuk menghubungi dokter kandunga.


Rania berkali kali berusaha mengejan,namun dia sudah tak memiliki kekuatan.


Lalu bu Ami berkata pada dokter yang menangani Rania jika sudah tiga hari Rania tak mau makan apa apa,sebab Rania merasa sedih ditinggalkan oleh suaminya dan hingga saat ini suaminya tidak memberi kabar pada Rania.


Dokter dan suster yang mendengar keterangan dari bu Ami itupun merasa kasihan pada Rania.


Lalu tak berapa lama salah seorang suster menyuapi bubur dan susu hangat pada Rania.


Bu Ami berusaha menghubungi Randu berkali kali,nadanya tersambung tapi tidak diangkat oleh Randu.


Bu Amipun tetap berusaha menghubungi ponsel Randu,dan akhirnya diangkat juga.


Tapi bukan suara Randu yang mengangkatnya,melainkan suara seorang wanita


"halo,siapa ini?" kata kata ketus yang pertama kali bu Ami dapatkan.


"maaf bu.apa benar ini nomor ponsel mas Randu?" tanya bu Ami penasaran,


"ngapain cari anak saya?" wanita itu masih bertanya dengan nada ketusnya.


"maaf bu.saya mau bicara dengan mas Randu.ini penting sekali bu!" bu Ami berusaha berbicara dengan nada yang sopan.


"anak saya nggak ada.kalau penting bilang saja kesaya!"


"anu bu.Rania istri mas Randu sekarang sedang dirumah sakit.mau melahirkan bu.tolong disampaikan ke mas Randunya ya...." belum sempat bu Ami meneruskan kata katanya ponsel Randu sudah dimatikan wanita yang mengaku ibunya Randu itu.


Bu Ami masih berusaha menghubungi nomor Randu lagi,namun nomor itu sudah tidak aktif lagi.

__ADS_1


Kemudian bu Ami mengirimkan pesan singkat,mengabarkan keadaan Rania yang kurang baik dan akan segera melahirkan pada Randu,bu Ami masih berharap Randu akan membaca pesan dari bu Ami barusan.


__ADS_2