
Didepan nisan anaknya,air mata rania tak henti hentinya mengalir,untaian do'a do'a terbaik seorang ibu pada buah hatinya yang telah tiada mengalun lembut dari bibir rania yang bergetar menahan rasa sebak didada.
Lama rania memeluk nisan kecil yang bertuliskan nama anaknya itu sambil mengusap gundukan mungil dihadapannya, dimana anak rania telah tidur dalam keabadian.
Tubuh mungil rania bergetar hatinya meranung menyimpan kerinduan yang begitu mendalam pada putra kecilnya.
"maafkan mama sayang..!!" bisik rania disela sela tangisnya.
"maafkan mama yang baru mengunjungimu disini.tidurlah nak...tidurlah dalam keabadian..tunggu mama..,tunggu mama disana sayang.mama sangat merindukanmu.mama akan selalu mendo'akanmu dari sini sayang" ucap rania lirih.
Dirumah ikram baby arina tak henti hentinya menangis,botol susu yang sudah diisi dengan asi rania masih tersisa setengah,sudah hampir tiga jam bayi mungil itu menangis,bik ijah,dan dua orang asisten rumah tangga lainnya serta satpam di rumah ikram menjadi panik,mereka bergantian menenangkan baby arina yang tersedudu dalam tangisnya.
Bik ijah yang bekerja mengikuti dokter hani sejak mendiang arin kecil memutuskan menghubungi ikram yang sedang sibuk dikantornya.
"halo..tuan...maaf..,ini...non arina sedari tadi nangis terus nggak mau berhenti..saya jadi binging tuan..harus gimana lagi..!"kata bik ijah nerocos saat nomornya terhubung dengan ponsel ikram.
"nangis kenapa bik? biasanya arina anteng anteng saja?" sahut ikram ikut merasa cemas dan heran.
"rania sudah pulang bik?" tanya ikran,
"belum tuan..itulah mangkaya saya kebingungan ini..,non arinanya rewel terus tuan.soalnya non arina jarang dikasi dot bayi, biasa langsung nyusu sama mbak rania tuan" jelas bik ijah sambil berusaha mendiamkan baby arina.
"coba kirim nomor ponselnya rania bik.biar saya hubungi dia!"
"aduuhhh tuan..mbak rania kan nggak punya hp tuan.kalo dia punya sudah dari tadi saya telpon dia tuan" lanjut bik ijah,
"astaga....dijaman digital sekarang ini nggak punya ponsel????"
"ya tuhhhaaannn!!!" triak ikram menahan kesal sambil menelusupkan telapak tangan kesela sela rambutnya.
Mendengar suara bosnya yang menggema dalam sambungan,sepontan bik ijah menjauhkan gagang telpon dari telinganya.
Saat sudah bisa menguasai kekesalannya ikram memangil bik ijah kembali, "ya sudah bik,saya akan pulang sekarang!",
"bik..bik..?" panggil ikram,
tak ada sahutan sama sekali dari bik ijah,lalu ikrampun menutup ponselnya kemudian memerintahkan asisten pribadinya untuk bergegas menyiapkan mobil sebab ia ingin segera pulang kerumah.
Setelah pintu gerbang rumah terbuka,ikrampun buru buru keluar dari mobil yang dikemudikan oleh asistennya yang bernama hardi,iapun langsung masuk kedalam rumah untuk mengetahui keadaan bayi cantiknya.
Saat ingin menuju kamar baby arina,ikram melihat bik ijah sedang sibuk membersihkan ruang keluarga.
"arina mana bik?" tanya ikram,
"sama mbak rania dikamarnya tuan" jawab bik ijah tak menyangka bosnya ssudah berada dirumah.
"kapan dia pulang?"
"setengah jam yang lalu tuan",
Ikram menghela nafas panjang merasa lega saat mendengar rania telah kembali.
"dia sudah makan bik?"
"belum tuan.tadi sesampainya dirumah mbak rania langsung mandi trus nyusuin non arina tuan" jelas bik ijah pada ikram.
"oohh..tolong siapin makanan buat dia,trus antar kekamarnya ya bik!" perintah ikram,
"baik tuan" jawab bik ijah patuh,
Ikram memutuskan kembali kekantornya sebab sebentar lagi akan ada pertemuan penting dengan rekan bisnisnya.
__ADS_1
saat didalam mobil menuju kantornya,ikram berkata,
"har..setelah kamu mengantarku kekantor, belikan ponsel baru buat rania!.jangan lupa serahkan padanya sekalian!" perintah ikram,
"siap bos" jawab hardi patuh.
Dimalam harinya rania duduk menunggui bosnya kembali dari kantor,ia ingin mengucapkan trimakasih sebab telah memberi ponsel baru untuknya.
Saat mendengar suara mesin mobil dari luar,raniapun buru buru melangkah menuju pintu utama untuk membukanya.
"selamat malam tuan" sapa rania saat ikram masuk kedalam rumah,
"malam" jawab ikram singkat serta sedikit merasa heran dengan keberadaan rania yang terlihat menungguinya pulang.
"tuan" panggil rania saat ikram mulai melangkahkan kakinya,lalu berhenti ketika rania memanggilnya,
"ada apa?" tanya ikram berbalik dan menatap rania dengan sorot mata tajamnya.
"sa..saya ingin mengucapkan trima kasih untuk hpnya tu..tuan.gaji sa..saya silahkan dipotong setiap bulannya tuan.untuk membayarnya" kata rania dengan tertunduk.
Ikram terdiam sejenak,lalu iapun berkata,
"ambil saja supaya kamu bisa dihubungi saat diperlukan nanti!" jawab ikram datar kemudian melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.
"ta tapi tuan??" ucap rania masih ingin bertanya.
"sudahlah aku capek.ingin segera istirahat" sahut ikram sambil berlalu.
"trimakasih tuan" kata rania mengiringi kepergian bosnya.
***
Dua hari setelah pertunangannya dengan sintia,randu memutuskan kembali keibukota untuk menemui rania istrinya,namun sayang saat randu tiba dikontrakannya dia tak menemukan rania disana.
Pemilik kontrakan juga menceritakan keadaan rania setelah randu tinggalkan.
Rasa sesal,kasihan dan marah pada diri sendiri bercampur aduk menjadi satu apalagi saat randu mengetahui kalau bayi yang dilahirkan oleh rania tak dapat diselamatkan.
Dengan petunjuk dari pemilik kontrakan randu mencari makam bayinya yang terdapat dipemakaman umum tak jauh dari area tempat randu dan rania mengontrak dulu.
Hampir dua bulan sudah randu meninggalkan rania dalam kesusahan tanpanya,rasa penyesalan yang sudah terlambat randu rasakan,
kini didepan gundukan makam mungin bertuliskan putra randu bin randu saputra,laki laki berwajah tampan itu menitikan air mata.
Tampak diatas gundukan tanah mungil itu tertabur bunga yang belum begitu layu,tanda makam kecil itu habis dikunjungi,randupun bisa memastikan jika yang datang adalah rania istrinya.
Bayangan kesulitan yang dialami rania istrinya bersama calon bayi mereka silih berganti memenuhi pikiran randu,
tak terasa butiran bening mengalir deras dari mata randu yang memerah menahan pilu.
Untaian do'a seorang ayah, randu panjatkan untuk anak yang belum pernah ia lihat maupun belum sempat ia peluk.
"maafkan papa dik.papa sudah pergi meninggalkan kalian.disaat kalian membutuhkan papa" bisik randu pilu,
"papa sungguh jahat ya dik" lanjut randu merasa sangat bersalah pada rania maupun anaknya yang telah tiada.
Randu menghabiskan waktu seharian dimakam anaknya untuk meratapi penyesalannya yang sudah terlambat.
Diibukota hampir sebulan randu mencari keberadaan rania,namun hasilnya tetap nihil.
Tak banya orang yang mengenal rania disana,hanya para penghuni kontrakan yang randu dan rania tempati dulu mengenal mereka,akan tetapi semua tak mengetahui dimana rania saat ini berada.
__ADS_1
Randupun tak dapat menemui bu ami tetangga kontraka yang selalu membantu rania dan randu saat mengalami kesulitan,sebab bu ami telah kembali ke kampung halamannya.
Randu masih ingin mencari keberadaan istrinya yang menghilang tanpa jejak,namun telpon dari adiknya mengharuskannya segera kembali kekota B tempat kelahiran randu.
Adik randu yang bernama mia mengabarkan jika mamanya saat ini masuk rumah sakit sebab terjatuh dari tangga dan randu harus menggantikan mendiang papa mereka untuk mengendalikan bisnis keluarga.
Akhirnya dengan perasaan berat hati randu harus pulang tanpa bisa bertemu dengan rania.
***
Sesampainya dirumah randu merasa keheranan melihat rumahnya telah ramai dengan para kerabat maupun tetangga,
melihat randu datang salah seorang menyapanya, "wah calon pengantin kita sudah sampai dirumah" kata orang itu dengan tatapan berbinar.
randu hanya membalas kata kata dari salah seorang tetangganya itu dengan senyum kecutnya sambil melangkah masuk kerumahnya,ia tak memahami apa maksud kata kata dari orang tersebut.
"mas randu" panggil adiknya mia berlari kecil menghampiri kakaknya,
randu menoleh kearah suara lalu bertanya " kenapa banyak orang dirumah mia?"
"ayo kita masuk dulu mas.biar mama yang jelasin semua" jawab mia menarik pergelangan tangan kakaknya.
"maksudnya apa sih?" randu masih menanti penjelasan dari adiknya sambil mengikuti langkah mia adiknya menuju keruang keluarga.
"randu" sapa nyonya novi pada putranya,
randu tak menjawab sapaan dari nyonya novi,ia hanya melihat heran kearah mamanya itu.
"kemaren mia bilang mama dirawat dirumah sakit sebab jatuh dari tangga?" sahut randu menunggu jawaban dari mamanya.
"iya tapi mama sudah dibawa pulang tadi pagi" jawab nyonya novi berusaha menutupi kebohongannya,pada hal jatuh dari tangga dan masuk rumah sakit hanyalah alasan nyonya novi agar randu mau segera pulang.
Sebenarnya nyoya novi dengan om gading sudah menyiapkan pesta pernikahan untuk randu dan sintia dua hari kedepan.
"randu anak mama kemarilah nak" kata nyonya novi membujuk anak sulungnya.
Dengan rasa curiga randu tetap mendekat kearah mamanya yang duduk diruang keluarga,dengan penasaran randu bertanya "apa yang sebenarnya sudah mama rencanakan?",
"begini randu.eeemmm...om gading dan mama sudah memutuskan pernikahanmu akan degelar dua hari kedepan" jelas nyonya novi sambil meraih jemari putranya untuk digenggam.
"APAAAA???" triyak randu terkejut sambil menarik kembali telapak tangannya dari genggaman sang mama.
"apa mama sadar dengan apa yang sudah mama lakukan???",
"kenapa mama nggak minta persetujuan dari randu dulu??kenapa??",
"kenapa mama selalu memutuskan sesuatu dengan seenak mama sendiri ma?mama nggak pernah menghargai pendapatku.apa mama nggak sadar?,semua yang mama putuskan itu menyangkut kehidupan randu!!",
"randu kecewa sama mama!!" randupun mengungkapkan kemarahannya kepada nyoya novi,lalu iapun berdiri dari duduknya dan ingin keluar dari rumah itu.
"randuuuu!!!randu!!!" panggil nyoya nivi,
namun randu tak menghiraukan panggilan dari mamanya,
"mas randu!! mama mas!!"triak mia pada kakaknya,
"mas randu tolong mas!!" mia kembali bertriak sambil menangis,
mendengar tangisan dari adiknya barulah randu menghentikan langkahnya kemudian menoleh.
"mas mama pingsan mas!" kata adiknya dengan panik,
__ADS_1
tanpa pikir panjang lagi,randu buru buru kembali kearah mamanya tergeletak tak berdaya.