Antara Janda Dan Duda

Antara Janda Dan Duda
pesta pernikahan


__ADS_3

Akhirnya dengan terpaksa randu mengikuti rencana nyoya novi mamanya, dengan om gading papa dari sintia.


Randu mengucap ijab kabul dengan sintia pagi tadi,kini randu dan sintia menjadi sepasang suami istri yang sah dalam agama maupun hukum,berbeda dengan pernikahannya dengan rania yang ia lakukan secara agama saja tanpa ada landasan hukum yang kuat.


Saat randu mengucap ijab kabul dengan sintia hatinya terasa ngilu mengingat nasib pernikahannya dengan rania kelak,


terbersit rasa penyesalan dihati randu


saat itu, kenapa dulu ia menikahi rania hanya secara agama saja sehingga pernikahan itu tidak diakui secara hukum negara.


Jadi dalam surat nikah randu tercatat, dirinya masih seorang perjaka meskipun talah menyandang setatus suami dari rania, dan pernikahannya dengan sintia adalah pernikahan pertamanya yang diakui oleh negara.


Malam ini adalah perayaan pesta pernikahan randu dengan sintia,diatas pelamin yang megah terlihat pengantin wanita yang tak lepas dari senyum bahagia,berbeda dengan randu yang hanya memasang wajah datarnya.


Sesekali randu hanya memasang senyum kecutnya saat ada para tamu undangan yang datang untuk memberi ucapan selamat.


Hati randu yang sudah tak berdaya hanya bisa berdiri mematung,memikirkan apa yang akan terjadi kedepannya,ia belum bisa menerima sintia sebagai istri sahnya sebab dihati randu masib terukir nama rania disana.


Sintia tampak berbinar rawut wajah bahagia semakin terlihat saat ada sesosok laki laki tampan namun memiliki aura yang dingin melangkah menuju kearahnya.


"bang ikram!!" panggil sintia tak sabar menyambut kakak sepupunya yang melangkah menuju kearahnya,


"selamat menempuh hudup baru sin" ucap ikram saat berada dihadapan adik sepupunya.


Sintia adalah putri dari adik mendiang ayah ikram yang bernama gading raharjo dan istrinya nyonya susanti.


"makasih baaang" sahut sintia sambil memeluk ikram.


"kenapa waktu aku tunangan abang nggak datang sih?" protes sintia sambil memukul lembut lengan ikram.


"bukannya abang nggak mau datang.kamukan tau sendiri waktu itu abang baru saja ditinggal pergi istri abang untuk selamanya!",ikram menjelaskan keadaanya dengan raut muka yang melembut namun tampak tersirat kesedihan mendalam dari sorot matanya.


"abang sekarang juga sudah menjadi orang tua tunggal sin!" lanjut ikram lirih.


Mendengar kata kata dari abang sepupunya barusan hati sintia ikut merasa sedih,"sabar ya bang!" ucapnya berusaha menguatkan ikram,


lalu sintia berusaha mengalihkan kesedihan itu dengan memperkenalkan randu pada ikram.


"bang kenalin ini mas randu suamiku!"


sintia menarik lengan randu yang terlihat bengong sedari tadi,


"mas randu.kenalan dulu dengan abang sepupuku!" bisik sintia ditelinga suaminya.


"randu saputra!.panggil saja randu!" ucap randu memperkenalkan diri sambil menghulurkan tangannya kearah ikram,


"ikram.abang sepupu sintia.selamat atas pernikahan kalian" sahut ikram datar.


Mendengar ucapan selamat dari ikram,randu hanya membalasnya dengan senyum kecut.


"baby arina nggak ikut bang?"serlah sintia,


"dia dirumah dengan pengasuhnya" jawab ikram,


"oohhh,setelah kami bulan madu nati, kami pasti akan mengunjunginya bang!"

__ADS_1


"datanglah kerumah, kapanpun kalian mau".


"kado pernikahan kalian,abang sudah siapkan tikek perjalanan bulan madu selama dua minggu ke eropa!" lanjut ikram pada adik sepupunya.


"eropa???" jerit sintia kegirangan.


"makasiiiihhhh... abang memang yang terbaik" ucap sintia sambil menggenggam kedua tangan ikram, berbanding terbalik dengan sikap randu yang hanya diam membisu.


setelah bercengkrama sebentar dengan kedua mempelai,ikrampun menghampiri om gading adik mendiang ayah ikram dan istrinya yang sedang sibunk menghampiri para tamu undangan,diikuti hardi asisten pribadi ikram.


"om..!,tante!" sapa ikram saat berada didepan om gading dan tantenya.


"ikram.keponakanku.apa kabar??" sapa om gading langsung memeluk keponakannya itu melepas rindu.


"baik om!" jawab ikram masih saling berpelukan.


Kemudian tuan gading melepas senyum pada hardi yang selalu setia mengikuti ikram kemanapun ia pergi.


"mbak hani sama cucuku mana?", nggak datang kram?" tanya om gading sambil melihat kesekeliling mencari keberadaan dokter hani dan baby ikram yang tak terlihat batang hidungnya.


"mamah sekarang tugas diAceh","arina masih terlalu kecil untuk ku bawa bepergian keluar kota om" jawab ikram jujur.


"hhheeemmm" sahut om gading sambil mengangguk anggukkan kepalanya tada memahami alasan keponakannya itu.


"kapan mbak hani pindah ke aceh?"om gading kembali bertanya


"hampir sebulan yang lalu om!",


Lalu sambil menepuk nepuk bahu ikram,


"semua juga berkat bimbingian om gading" sahut ikram merendah,


setelah berbasa basi dengan omnya,ikrampun beralih memeluk tante susanti,"apa kabar tan?"ucap ikram,


"baik" jawab tante susanti ramah namun hanya diluarnya saja,dalam hati tante susanti sangat tidak ingin melihat keponakan suaminya itu.


"kamu juga baik kan?" tanya nyonya susanti berbasa basi,


"seperti yang tante lihat sekarang" jawab ikram datar.


Sedari dulu nyoya susanti memang kurang menyukai ikram apalagi semenjak perusahaan dari mendiang ayah ikram yang dijalankan oleh suaminya dikembalikan kepada ikram seutuhnya.


Sebenarnya ikram menyadari hal itu,tapi ikram tetap menghormati tantenya itu dengan tetap menjaga sopan santun pada nyonya susanti.


nyonya susanti tidak setuju dengan keputusan suaminya untuk mengembalikan 100% saham perusahaan itu pada ikram,alasannya adalah suaminyalah yang berusaha keras mengembalikan perusahaan kakanya yang hampir bangkrut saat kakaknya meninggal dunia.


Namun tuan gading tetap dengan keputusanya,sebab perusahaan itu memanglah hak milik ikram keponakannya,bagi tuan gading anak dari kakaknya adalah anaknya juga, dan iapun merasa tanggung jawab orang tua ikram beralih padanya saat keponakannya menjadi seorang yatim piatu.


Tuan gading tak pernah menyesali keputusannya yang telah mengembalikan perusahaan milik kakaknya pada ikram.


"ikram,kenalkan ini nyonya novi besan kami",kata om gading saat melihat ikram melepaskan pelukaannya pada nyonya susanti.


"halo tante,saya ikram" sapa ikram ramah sambil menyalami nyonya novi.


"saya novi,ibu dari randu"sahut nyonya novi dengan senyum lebarnya.

__ADS_1


Setelah berbasa basi sebentar,ikram dan om gading kembali berbincang disela sela menyambut para tamu undangan yang hadir,nambun sebelum acara berakhir ikram terpaksa berpamitan pada om gading sebab dia mendapat kabar jika putri kecilnya sedang demam sehingga mengharuskannya untuk segera kembali.


Sementara itu disela sela kemeriahan pesta pernikahan,nyonya novi mencari tau tentang ikram melalui besannya yaitu nonya susanti.


Dia merasa puas saat mengetahui tentang ikram yang seorang eco sukses dari sebuah perusahaan yang bergerak dibidang properti diibu kota,nyonya novipun tersenyum misterius saat mengetahui setatus ikram sebagai duda dengan satu anak saat ini.


***


dirumah ikram, rania berusaha menenangkan baby arina yang sedari tadi rewel.


Rania menggendong bayi mungil itu dengan perasaan campur aduk,rasa takut,cemas,bingung menyelimuti hati rania,baby arina selalu berada dalam dekapannya,bayi mungil itu tak pernah mau jika orang lain menggendongnya.


bik ijah dan pelayan yang lain ingin sekali menggantikan rania menggendong baby arina sebab merasa kasihan melihat rania yang terlihat kelelahan menenangkan baby arina,namun saat digendong oleh mereka tangis baby arina semakin menjadi dan meronta ronta seakan tak mau disentuh oleh orang lain selain ibu susunya.


rasa cemas,sedih,takut sedikit berkurang sebab dokter yang dihubungi oleh ikram sudah memeriksa dan memberi obat untuk baby arina.


dokter mengatakan baby arina hanya terkena demam biasa karna pergantian musim panas ke musim hujan,sekarang baby arina mulai bisa terlelap setelah meminum obat turun panas.


bayi cantik itu tidur dengan masih menghisap ****** rania,rania yang sudah merasa sangat lelah menduduknan dirinya dikursi tempatnya biasa menyusui baby arina.


Rania terlelap sambil bersandar dan masih dengan menyusui baby arina,ditemani dua orang pelayan yang tertidung bersandar didinding sudut kamar.


waktu sudah memasuki dini hari saat ikram sampai dirumah,rasa cemas terukir jelas diwajah ikram yang ber kali kali melihat jam tangannya saat diperjalanan dan berkali kali menghubungi bik ijah untuk mengetahui keadaan bayinya.


Dengan buru buru ikram keluar dari mobil yang dikemudikan oleh hardi kemudian masuk kedalam rumah,bik ijah yang sedari tadi menunggui ikram pulang langsung membukakan pintu dan menyambutnya.


"gimana arina bik?"


"apa masih rewel?" tanya ikram panik,


"dikamarnya tuan sama mbak rania" jawab bik ijah mengikuti langkah lebar ikram.


dengan langkah cepat ikram menuju kamar baby arina,ia ingin melihat langsung bayinya.


Ikram masuk kedalam kamar yang pintunya tidak tertutup rapat dengan berhati hati ikram membuka pintu,disana terlihat baby arina tidur nyenyak masih di pangkuan rania yang terlelap dengan bersandar dikursi.


Disana tampak salah satu buah dada rania yang berisi terbuka tanpa sehelai benangpun menutupinya,hal itu terjadi sebab rania sangat kelelahan hingga ia tertidur saat menyusui baby arina.


Melihat hal itu ikram menjadi salah tingkah sebab selain ikram bik ijah juga melihatnya.


Kemudian bik ijah yang menyadari situasi langsung menghampiri rania untuk membangunkanya dan membantu rania membenahi bra rania.


"ran..bangun,ada tuan ikram!" bisik bik ijah.


rania yang sangat lelah berusaha membuka mata saat mendengar nama bosnya itu disebut oleh bik ijah.


setelah kesadarannya kembali rania melihat kearah bosnya yang masih berdiri diambang pintu.


"maaf tuan saya ketiduran!" ucap rania ketakutan.


"gimana keadaan putri saya?" tanya ikram datar berusaha menutupi kecanggungannya.


"panasnya sudah turun tuan,setelah minum obat" jawab rania melihat kearah baby arina yang pulas didekapannya.


ikram melangkah kearah rania duduk kemudian meletakkan punggung tangannya dikening bayi mungilnya.

__ADS_1


Hati ikram merasa lega saat merasakan suhu tubuh putrinya telah kembali normal.


__ADS_2