Antara Janda Dan Duda

Antara Janda Dan Duda
kasih sayang seorang ayah


__ADS_3

Resepsi pernikahan telah usai,para tamu,kerabat dekat maupun jauh kedua mempelaipun mulai berpamitan,


setelah berpamitan dengan keluarga inti randu dan sintia kembali kekamar pengantin mereka,nyonya novi bersama nyonya susanti sudah menyiapkan kamar honeymoon suite untuk putra putri mereka yang telah sah menjadi sepasang suami istri sebagai hadiah pernikahan.


Dalam kamar berhiaskan bunga mawar merah has kamar pengantin baru,randu yang sudah membersihkan diri langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur tanpa menghiraukan indahnya suasana malam itu,pria tampan itu hanya ingin segera mengistirahatkan tubuhnya yang sangat lelah.


Randu tak mau ambil pusing dengan pasangannya saat ini,ia menikahi sintia dengan terpaksa sebab janjinya pada mendiang papanya.


sedang sintia yang bergantian membersihkan diri didalam kamar mandi tengah menyiapkan diri dengan sesempurna mungkin untuk malam pertamanya.


Selesai mandi sintia mengenakan lingerie merah tipis yang menonjolkan bagian bagian tubuhnya yang indah.


Tak lupa sintia menyemprotkan wewangian yang bisa mengugah hasrat duniawi suaminya,semua itu sintia persiapkan demi menarik perhatian randu yang masih acuh tak acuh padanya.


Setelah merasa puas dengan penampilannya,sintia keluar dari kamar mandi dengan hati berbunga bunga,ia tak sabar menikmati malam pertamanya bersama suami yang sangat ia cintai.


Sintia berjalan menuju peraduan,ia menghampiri laki laki yang sudah sah menjadi suaminya beberapa jam yang lalu,


"Mas randu..." bisik sintia manja ditelinga randu yang terbaring membelakangi.


"masss...mas randu..."


"lihatlah penampilanku...ini mas...!",


"aku sudah siap lho..",sintia masih berusaha menggoda suaminya.


randu yang sudah terlelap dialam mimpi tentu saja tak bisa mendengarkan panggilan sintia.


Berkali kali sintia berusaha membangunkan randu,namun usahanya gagal.bukannya bangun randu hanya beringsut merubah posisi tidurnya menjadi tengkurap.


Hampir satu jam sintia berusaha membangunkan randu suaminya,namun hasilnya tetap nihil,


kesal,kecewa,marah itulah yang dirasakan oleh sintia pada suaminya.


dimalam pertama yang sudah ia siapkan dengan sesempurna mungkin hancur sudah ketika randu tertidur pulas tanpa mau menunggunya selesai berhias.


Sintia menangis sesenggukan merutuki nasibnya malam itu,ia menangis sejadi jadinya hingga lelah lalu sintia tertidur pulas disamping randu.


***


Dirumah ikram,pagi ini rania sudah memandikan baby arina,bayi cantik itu tampak sudah sehat,


rania memberi asi pada baby rania dengan penuh kasih sayang,dipandanginya bayi yang sedang lahap meminum asinya sesekali rania mengusap lembut pipi gebu bayi itu.


"kamu sangat cantik sayang.seperti mamamu" bisik rania dengan seulas senyum penuh keibuan.


"jangan rewel lagi ya...tante sangat sangat sedih melihatmu sakit.minum yang kenyang ya cantik..!tante akan memberikan yang terbaik untukmu",


saking asiknya bersama baby arina, rania tak menyadari kehadiran ikram dikamar itu.


"eehhmm" ikram berusaha berdehem agar rania menyadari kedatanganya.


mendengar suara dari bosnya raniapun buru buru melepas putingnya dari hisapan baby arina lalu mengembalikan lagi pada tempatnya.

__ADS_1


"tu..tuan" hanya itu yang terucap dari bibir rania.


"berikan putri saya!"suara barito ikram terdengar kemudian.


"saya ingin menggendongnya!"


lalu rania bangkit dari duduknya,ia berjalan dua langkah kearah bosnya berdiri,dengan berhati hati rania sedikit berjinjit saat memberikan baby arina kepada ayahnya karna memang tinggi badan mereka sangat tidak sepadan.


"kamu sudah sarapan?" tanya ikram datar melihat kearah rania.


"tadi baru minum susu tuan" jawab rania tak berani membalas tatapan tajam dari bosnya.


"lebih baik kamu sarapan dulu.dan beristirahatlah yang cukup.biar arina bersama saya.saya tidak ingin putri saya sakit lagi gara gara kamu tidak menjaga makanan ataupun istirahatmu!" perintah ikram,


"ba..baik tuan.sa..saya permisi dulu" pamit rania kemudian berlalu dari kamar baby arina yang saat ini juga menjadi kamarnya.


Setelah rania pergi ikram membawa bayinya menuju kamar pribadinya,


kebetulan hari ini hari minggu,jadi ikram memutuskan beristirahat dirumah,tak seperti biasanya ia tetap akan bekerja walaupun dihari libur,hal itu ikram lakukam semata mata ia ingin mengalihkan rasa sedihnya ditinggal selamanya oleh istri tercinta.


kali ini Ikram ingin menghabiskan waktu liburnya bersama putri semata wayangnya yang selama ini sudah ia abaikan.


Semalam setelah mendengar kabar baby arina demam membuat hati ikram ketakutan bukan kepalang,ingatan kehilangan istri tercinta kembali tergambar nyata dibenaknya.


ikram tak ingin merasa kehilangan untuk yang kesekian kalinya,kehilangan kedua orang tua saat masih muda,kehilangan istri saat lagi cinta cintanya membuat hati ikram hancur ,ia tak mau terjadi sesuatu pada putri kecilnya karna baby arinalah yang menjadi semangat hidup bagi ikram saat ini.


ikrampun baru sadar jika selama ini telah mengabaikan bayi mungilnya itu karna terlalu larut dalam kehilangan mendiang arin ibu dari baby arina.


Dan ikram ingin memperbaiki kesalahannya itu dengan lebih meluangkan waktunya bersama putri tercinta,ikram bertekat akan lebih mengutamakan baby arina diatas segala galanya.


"selama ini papa terlalu larut dengan kehilangan mamamu.padahal masih ada kamu disisih papa.kamu masih membutuhkan papa sebagai pengganti mamamu!" ucap ikram kembali menciumi pipi baby arina.


"hari ini papa akan temani kamu bermain sampai kamu puas sayang.kedepannya papa akan meluangkan waktu lebih untuk bersamamu.kamu adalah penyemangat hidup papa",


baby arina yang seolah mengerti ucapan papanyapun menyembur nyemburkan air liurnya,diiringi dengan ocehan kecil dari bibir mungil baby arina sambil melihat kearah ikram,


kedua sudut bibir ikram terangkat keatas,terlihat seulas senyum bahagia disana yang sempat menghilang setelah kepergian istri tercinyanya.


ikram sangat terhibur saat melihat kelucuan bayinya yang begitu menggemaskan,kesedihan yang selama ini merajai hatinya sedikit mulai memudar berkat putri kecilnya.


Ikram betah berlama lama bermain dengan baby arina,entah berapa kali ciuman gemas yang mendarat diseluruh tubuh bayi cantik itu,ikram merasa kecanduan dengan wangi khas seorang bayi.


Selesai menikmati sarapan dan membersihkan alat makannya rania kembali kekamarnya untuk beristirahat,sesuai perintah dari bosnya.


rania membaringkan tubuhnya yang lelah diatas tempat tidur,sekilas bayangan suaminya melintas.


rindu itu yang mengguncah hati rania,disetap inhatannya pada suaminya rania selalu memanjatkan do'a untuk kebaikan randu yang entah dimana saat ini.


terkadang terlintas keinginan rania untuk pulang menyusul randu kekampung halaman,tapi rasa tanggung jawab atas pekerjaanya sebagai ibu susu dari baby arina lebih ia utamakan.


apalagi rania sadar,tanpa bantuan dari dokter hani maupun ikram mungkin saat ini rania sudah tidur dibawah jembatan.


rania menghela nafas panjang mengingat kisahnya bersama randu,ia berusaha memejamkan mata ingin melupalan sebentar rasa rindu pada suami tercinta.

__ADS_1


tak lama raniapun terbawa kealam mimpi,semalaman bergadang menjaga putri dari bosnya yang sedang sakit membuat rania sangat letih.


sementara dikamar hotel tempat randu dan sintia menginap suasana tampak canggung,


mereka menikmati sarapan dalam kebisuan,mata sembab sintia masih tampak jelas.


randu yang menyadari hal itu sama sekali tak menghiraukannya,ia asyik denga makanan yang sedang ia nikmati.


sentia sangat kecewa dengan siksp randu padanya, namun dia hanya bisa diam membisu tak mampu mengungkap kan apa yang sintia rasa saat ini.


*****


rania tidur dengan pulasnya hingga ia dibangunkan oleh tangisan baby arina,bayi itu sudah merasa kelaparan dan mengantuk.


sebenarnya ikram sudah berusaha memberi asi rania yang telah dipompa dan disimpan dilemari pendingin,


ikram tak ingin mengganggu istirahat rania sebab ia tau rania semalaman tidak tidur untuk menjaga putri kecil ikram yang sedang demam.


namun baby arina masih juga menangis bayi mungil itu ingin minum dari sumber alaminya,karna memang rania lebih sering menyusui baby arina secara langsung dari pada memberi asi melalui dot bayi.


rania bangit dari pembaringannya lalu dengan cepat berjalan keluar menuju ruang keluarga,terlihat ikram yang sedang panik berusaha mendiamkan baby arina ditemani seorang pelayan bernama mini.


"maaf tuan saya terlalu pulas tidurnya hingga tak mendengar tangisan baby arina" ucap rania merasa bersalah,


"coba kamu tenangkan dia!" kata ikram tak mau ambil pusing dengan permintaan maaf rania,bagi ikram menenangkan bayinya adalah hal yang lebih penting saat ini.


buru buru rania mengambil alih baby arina dari gendongan mini,lalu mengambil posisi duduk disofa membelakangi ikram maupun mini.


rania mulai menyusui baby arina,disentuhnya pempers baby arina yang penuh.


"mbak mini.tolong ambilkan pempers sama tisu basah dikamar non arina ya..ini sudah penuh!" ucap rania pada mini tanpa melihat kearah mini berda,sebab fokus rania masih tertuju pada baby arina yang lahap meminum asinya.


mini yang sebelumnya diperintah ikram membuatkan susu untuk rania tentu saja tak mendengarnya,hanya ikram yang mendengar permintaan dari rania sebab ikram masih berdiri dibelakang rania.


ikram bergegas keatas mengambil perlengkapan yang diminta oleh rania sesaat kemudian ikram meletakkan barang barang itu dimeja.


"apa arina sudah tidur?" suara barito ikram membuyarkan fokus rania pada baby arina.


dengan gugup rania menjawab sambil menutupi buah dadanya yang terbuka "su...sudah tuan",


kemudian ikram berlalu dari ruang keluarga menuju ruang kerjanya,ia tak ingin menggangu rania yang sedang menyusui baby arina.


*****


setelah subuh tadi sintia dan randu berangkat kebandara diantar kedua belah keluarga,mereka akan berbulan madu ke berbagai negara dieropa.


randu pergi dengan berat hati,ia akhirnya akur juga setelah nyonya novi mengancamnya akan bunuh diri jika randu tak mau mengikuti kemauannya.


sebelum berangkat tadi nyonya novi memberikan sintia sebuah bungkusan, ia berpesan agar benda itu dibubuhkan pada makanan ataupun minuman randu tanpa sepengetahuan randu.


sintia mengiyakan pesan dari ibu mertuanya,sebab sintia tau semua yang mertuanya lakukan itu adalah demi kebahagiannya.


orang tua sintia maupun randu menginginkan hasil setelah randu dan sintia pulang dari berbulan madu nanti.

__ADS_1


mereka berharap dengan bulan madu ini hubungan randu dan sintia semakin erat nantinya,nyonya novi juga berharap semoga randu bisa melupakan rania gadis kampung yang diajak kawin lari oleh randu putranya.


__ADS_2