
Dimalam hari, rumah randu terlihat ramai oleh para tetangga yang berbondong bondong berdatangan,malam ini adalah peringatan tepat empatpuluh hari papa randu berpulang.
Dengan muka terlihat sendu randu menyambut para tetangga yang berdatangan memberi salam,dan dengan senyum hambar berusaha seramah mungkin randu tetap menyambut para tamu yang berdatangan.
Perimgatan empatpuluh hari meninggalnya papa randu digelar dengan kusyuk hingga acara itu selesai,namun masih meninggalkan beberapa orang yang masih termasuk kerabat randu.
Mama randu memanggil anaknya yang sedang bercengkerama dengan kerabatnya diruang tengah untuk menemui seseorang diruang tamu.
"randu..!!" panggil mamanya,
"iya ada apa mah?" jawab randu penuh tanda tanya,
"kemarilah.om gading ingin membicarakan tentang janjimu pada almarhum papahmu!" mama randu menjelaskan,
"deng" seakan terhantam benda keras, jantung randu berdegup kencang,akhirnya hal yang sangat tidak ingin randu bicarakan saat itu harus randu bicarakan juga.
Randu berdiri mematung pikirannya bergelut hebat,dalam hati, randu merasa enggan melangkah menuju tempat dimana om gading menunggunya.
Sesaat randu teringat janji yang terpaksa harus ia ucapkan disaat papanya sudah diambang kematian.
flash back,
"randu... papa ingin kamu berjanji satu hal pada papa!" ucap papa randu dengan suara lemahnya,
"tentang apa pah?" tanya randu dengan kawatir,
"seperti yang sudah papa katakan dulu sebelum kamu pergi meninggalkan kami.kamu telah papa jodohkan dengan putri teman papa yang bernama sintia" dengan berbisik papa randu berusaha berkata.
"tapi pa..!!" sahut randu,
"randu sudah terlanjur menikah dengan rania sekarang ini.bahkan rania sedang mengandung calon buah hati kami.dan sebentar lagi rania akan melahirkan anak randu pa...,calon cucu papa!!" ucap randu berusaha menjelaskan setatusnya saat ini pada papanya,
"papa harap kamu bisa memenuhi keinginan papa yang terakhir ini. agar papa bisa tenang disana.papa banyak berhutang budi pada om gading nak.semua yang kita miliki saat ini adalah berkat bantuan dari om gading".
"papa tidak bisa menolak saat om gading ingin mengambilmu sebagai menantunya sebab sintia sangat menyukaimu saat pertama kali melihatmu nak",
"tinggalkan gadis yang bernama rania itu.dia tak sederajat dengan kita.jika dia melahirkan ambil anakmu dan beri uang santunan untuk gadis itu",ucap papa randu kekeh dengan keinginannya.
"tapi pa.." kata randu berusaha menolak,
"ran..du.ja..jangan menolak lagi nak!.papa mo..mohon!!" ucap papa randu mulai tersengal sengal kesulitan bernafas.
"pa..papa!!" panggil randu panik,
"ber..janjilah.ka..kamu mau me..menikah de..dengan si..sintia.waktu papa sudah dekat nak.kamu harus mau berjanji pada papa randu...!!"dengan terbata batah papa randu masih berusaha meyakinkan putranya,
randu tampak masih ragu dengan keputusannya,namun iapun tak bisa berbuat apa apa melihat keadaan papanya yang semaking menghawatirkan,akhirnya dengan sangat terpaksa randupun berkata,
"baik pa..!!.baiklah..randu berjanji!" jawab randu lemas terpaksa mengiyakan keinginan dari papanya untuk yang terakhir kali.
🌺🌺🌺
"randu..!!randuuu...!!!"panggil mamanya berkali kali, mulai tak sabar melihat anak laki lakinya terlihat melamun,
__ADS_1
mendengar panggilan dari mamanya,randupun kembali kealam sadarnya lalu ia berjalan tanpa menjawab panggilan dari mamanya.
Merasa diabaikan oleh putra sulungnya mama randupun memasang muka masam pada anak laki lakinya itu.
Randu melangkah dengan gontai,perasaan campur aduk yang ia rasakan dalam hati membuat mimik muka randu menegang saat melihat om gading sudah duduk menunggunya.
Kemudian randu duduk berseberangan dengan om gading,mamah randu ikut duduk menyusul disebelah randu.
"randu.kamu pasti sudah tau maksud dari om ada disini sekarang!",kata om gading memperjelas kata katanya,
"iya om!" jawab randu singkat.
"jadi kira kira kapan kamu akan melamar sintia putri om?" tanya om gading tanpa basa basi,
"sintia sudah menunggumu lama.dia bersedia menerimamu apapun keaadanmu ran!" lanjut om gading berusaha meyakinkan randu.
Mendengar kata kata om gading,randu hanya bisa terdiam merenungi apa yang akan terjadi jika rania sampai tau bahwa suaminya akan menikahi wanita yang pernah dijodohkan orang tua randu dahulu.
Sebab menolak perjodohan dengan sintia randu sampai nekat membawa lari rania gadis cantik yang sangat ia cintai semenjak rania masih remaja,
namun kini setelah randu pulang dirinya tak bisa lagi menghindari perjodohan itu sebab randu telah berjanji pada mendiang papanya bahwa dirinya bersedia menikah dengan sintia walopun setatus randu saat ini masih menjadi suami dari rania.
"maaf om.saya rasa om sudah tau setatus saya saat ini yang sudah menikahi wanita lain.saya harap om bisa memberi waktu kepada saya,agar saya bisa menyelesaikan masalah ini!" kata randu penuh harap,
om gading menghela nafas panjang mendengar ungkapan dari randu,
"apa gini aja mas!",serlah nyonya novi mama randu,
Randu menatap mamanya dengan perasaan kurang suka dengan sebutan yang mamanya berikan pada rania,serta merasa jengkel sebab mamanya memberikan ide yang konyol pada om gading. lalu randupunpun berkata sedikit ketus pada mamanya, " mama ini ngomong apa sih!!".
"saya rasa itu adalah ide yang tepat untuk randu dan sintia" sahut om gading merasa lega tanpa menghiraukan raut muka randu yang terlihat tidak setuju dengan ide nyonya novi,
kemudian om gading berkata " baiklah randu.om akan kasih waktu selama seminggu untuk kau mempersiapkan diri bertunangan dengan sintia.segera putuskan hubunganmu dengan gadis itu,setelahnya nikahi sintia putri om satu satunya!.untuk semua rangkaian acara biar om yang urus",
"sekarang sudah larut malam. om akan pulang!!"lanjut om gading menyudahi kata katanya.
"baiklah om" kata randu dengan lesu.
***
Seminggu telah berlalu siang ini adalah waktu yang telah ditentukan oleh om gading dan mama randu untuk menggelar pertunangan randu dan sintia.
Sintia nampak sangat bahagia diatas panggung yang dihiasi dengan bunga bunga yang sangat indah dipandang mata,
dekorasi pertunangan yang diadakan disalah satu hotel berbintang 5 dikota B itu terlihat sangat mewah,para tamu undangan sangat menikmati acara yang digelar malam itu.
Randu yang duduk berdampingan dengan sintia hanya memasang wajah yang datar,hati dan pikiran randu berada jauh diibu kota,memikirkan keadaan rania yang sama sekali tak bisa dia hubungi semenjak ponselnya menghilang.
Setelah acara pertunangan selesai,randu berencana akan kembali ke ibukota untuk menemui rania istrinya,ia bisa memastikan kalau rania pasti sudah melahirkan buah hati mereka.
Mengingat itu semua rasa rindu yang mendalam membuat randu semakin tak sabar ingi segera bertemu anak dan istrinya.
***
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul 12 malam,mata rania sama sekali tak bisa terpejang,pikirannya melayang mengingati suaminya yang sama sekali tak memberinya kabar,rasa rindu,kecewa,marah,cemas bercampur aduk menjadi satu.
Disisi lain rania sangat merindukan kehadiran sosok randu suaminya,disisi lain rania merasa risau dengan keadaan randu saat ini.
Pikiran pikiran buruk silih berganti berdatangan namun rania berusaha menepisnya dengan mengingati kebersamaannya dengan randu.
"mas...randu aku merindukanmu!"batin rania,air matanyapun mengalir tak bisa terbendung lagi,rania menangis hingga kelelahan lalu iapun tertidur disofa yang biasa ia gunakan untuk meyusui baby arina.
pagi pagi sekali rania sudah bangun,ia ingin pergi mengunjungi makam putranya dan pagi itu rania menunggu bosnya diruanh makan untuk meminta ijin pergi.
Saat rania melihat bosnya menuju ruang makan untuk sarapan dengan berhati hati rania mendekat pada Ikram.
"se..selamat pa pagi tuan!" sapa rania takut takut,
"pagi..!" jawab Ikram singkat tanpa menghiraukan keberadaan rania.
melihat bosnya yang sedang sibuk menikmati sarapannya dan tak menghiraukannya, raniapun hanya berdiri mematung disebelah ikram,ia merasa ragu ragu untuk mengutarakan keinginannya pada bosnya itu.
Ikram menyadari keberadaan rania yang hanya berdiri mematung tak kunjung mengatakan sesuatu,lalu ikrampun menoleh kearah rania lalu bertanya,
"ada yang kamu ingin sampaikan?" tanya ikram datar,
mendapat pertanyaan yang tak terduga serta dengan sorot mata yang tajam dari bosnya,rania semakin gugup dan spontan tertunduk tanpa berani melihat balik kearah ikram.
"kenapa nggak jawab??" ikram yang merasa heran bertanya kembali,
"ma..maaf tu..tuan,sa..saya ingin minta i..iijin ke..keluar sebentar!" jawab rania tersendat sebab merasa sangat gugup.
"kemana?" ucap ikram melanjutkan sarapannya,
"zi..ziarah ke kubur anak saya tu..tuan" jelas rania dengan suara sedikit bergetar menahan sebak.
Mendengar penjelasan dari rania ikram pun menghentikan suapan makanan kemulutnya,ia terdiam sejenak,
rasa iba terbersit dihati ikram kepada ibu susu putrinya itu,meskipu ikram kurang menyukai kehadiran rania dirumahnya,ikram sadar tanpa rania dia akan kesulitan dalam mengasuh buah hatinya yang masih bayi itu.
apalagi putri kecilnya alergi terhadap semua susu formula,jadi mau tak mau ikram harus menerima kehadiran rania sebagai ibu susu baby arina.
awalnya ikram menolak saat ibu mertuanya membawa rania tinggal dirumahnya,
Ikram mengusulkan agar rana datang saat mengantarkan asi yang sudah dipompa dan tak perlu tinggal dirumahnya sebab ikram tak akan nyaman dengan kehadiran rania dirumahnya.
Namun dengan nasehat dan arahan dari dokter hani,akhirnya ikram dengan berat hati mengijinkan ibu mertuanya membawa rania tinggal dirumahnya.
**
Kemudian ikram mengeluarkan 5 lembar uang ratusan rubu dari dompetnya dan memberikanya pada rania,lalu ikram berkata dengan nada yang masih datar,
"ambil ini untuk membeli bunga dan untuk ongkos taxi!".
"kalo urusanmu sudah selesai segeralah kembali.saya tak ingin melihat putri saya rewel!" perintah ikram mempertegas ucapannya.
"tri..trima kasih tuan" jawab rania dengan sopan,kemudian pamit undur diri.
__ADS_1