Apa Aku Bisa Bertahan

Apa Aku Bisa Bertahan
pendaftaran


__ADS_3

pagi yang indah ini menyinari sela -sela jendala kamar nagita mambuat ia terganggu sehingga ia bangun dari tempat tidur.


"hommm " nagita mengaga menandakan nagita masih mengantuk.


ia pun beranjak dari tempat tidur menuju kekamar mandi untuk siap-siap mandi, setelah beberapa menit berlalu.


"ceklek" suara pintu pun terbuka, menandakan nagita udah keluar dari kamar mandi seusai mandi.


nagita bergegas mengambil baju yang ia ingin kenakan untuk hari pertama ia pergi mendaftar di universitas yang ingin masukki.


sehabis nagita pakai baju dengan style pakain kemeja , celana jeans ,dengan rambuk terurai.


setelah semua selesai nagita mengambil tas dan tak lupa iya memasukkan ikat rambut beserta farmolir pendaftarannya.


" NAG BANGUN INI UDAH JAM BERAPA, NANTI KAMU TELAK LOH PENDAFTARAN " teriak sang ibu nagita dari dapur, untuk membangunkan sang anak tercinta untuk pergi kekampusnya.


nagita yang mendengar suara sang ibu yanh meneriakinya dari jauh ,ia pun menjawab teriak kan tersebut.


"IYA BUUUUUU" nagita menjawab teriakan tersebut dengan teriak juga di dalam kamar nagita berada.


setelah nagita menjawab sang ibu ia bergegas keluar dari kamar " ceklek" suara pintu pun terbuka .


nagita berjalan mendekat sang ibu berada dengan langkah kaki yang lambat ,menunjutka kalau ia ingin membuat sang ibu kaget dengan jalan berjinjit semakin dekat.


dan sang ibu ini pun tak menghiraukan suara apa pun itu, ia dengan asik mengerjakan pekerjaan tersebut.


nagita kini udah dekat dengan sang ibu tersebut ia berdiri di belakang sang ibu, siap untuk mengambil gerakan buat kasih kaget sang ibu tiba-tiba.


"book " suara pisau jatuh dari tangan sang ibu jatuh kelantai sehingga membuat sang ibu panik dan berteriak.


"AHHHH HAH " dengan panik sang ibu iyu menggeser kaki jauh dari tempat semula ia berdiri.


nagita yang berdiri di belakang sang ibu pun ikut berteriak " AHH JANGAN AH.. AH... " nagita sambil mengangkat tangannya keatas menutupi muka agar ia tak di pukul dengan kaki keangkat keatas satu dan kaki yang satu berdiri dengan tegak.


seperti seorang siswa yang di hukum oleg sang ibu guru waktu ia suka di hukum SMA dulu.


sang ibu yang mendengar teriakan itu dari belakang nya membuat ia dengan sepontan berkata.


"nag kamu kenapa angkat kaki begitu dan tangan kamu itu ngapai tutup muka segala emang siapa yang mau pukul kamu" ucap sang ibu yang meliat tingkah nagita itu.


dan sang ayah yang meliat mereka dari jauh " fftth hahahahahahaha " dengan ketawa yang terbahak-bahak sembil memegan perut tersebut.


sang ibu dan angita meliat kelakuan sang ayah membuat mereka marah sehingga mereka.


"AYAH KO MALAH KETAWA EMANG LUCU IYA" ucap sang ibu dan anak meneriaki sang ayah yang duduk di meja makan.


" habis kalian itu iya pagi-pagi udah risi aja, kaya kucing jantang ama betina kalau ketemu suka teriak" ucap sang ayah yang meliat kelakuan sang anak ama istri setiap pagi sesalu aja ada yang jahil, membuat dia tak tahan meliat kelakuan mereka.


" habis ibu sih malah kagetin nagi" ucap nagi yang kesel karna gagal bikin kaget sang ibu, malah ia yang di kasih kaget sama ibu nagi.


"ehhh kok salah ibu sih kan nag yang ada di belakang ibu ,ibu kan tidak tau nag ada di belakang ibu aja kaget soalnya pisau ibu jatuh tau itu ... tuu... "sang ibu menunjuk pisau yang jatuh kelantai dengan tangan .


sang nagita pun meliat apa yang sang ibu tunjuk buat nagita, sehingga membuat nagita.


"ha hahaha haha " nagita malah ketawa meliat pisau itu.


dan sang ibu meliat sang anak yang ketawa membuat sang ibu bertanya.

__ADS_1


" eh malah ketawa lagi " ucap sang ibu kepada nagita yang masih ketawa.


"i.. itu.. pi.. pisaunya kasian banget deh bu, soalnya ibu patahi sih dan lagi tinggal setengah lagi yang utuh, kok bisa sih bu pata jadi tiga bagian gini coba emang ibu potong -potong apa " ucap nagita pada sang ibu yang membuat nagita terheran meliat pisau tersebut.


"potong-potong ini " sang ibu menunjutkan ubi jalar yang ia potong kecil-kecil.


nagita yang meliat itu malas tamba ketawa " ha hahahhhahahahahaha ....hah... hah.. "nagita yang ketawa terbahak-bahak sambil memegang kursi tak jauh dari tempat ia berdiri memegan perut menandakan ia sakit karna ketawa terus.


nagita mengatur nafas "hais..... hais..... hais... " di saat nafas nagita udah teratur ia pun berkata.


"bu ko bisa pisau sebesar ini bisa pata cuma moton ubi jalar ini, aku tidak habis pikir dan lagi patah tiga bagian lagi sakin kerasnya itu ubi jalar ia kaya tulang sapi bu kita potong " ucap nagita meliat sang ibu terheran karna ibu nagita baru aja beli pisau baru kemarin karna patah juga habis potong tulang sapi kemarin tapi nagita masih bisa toleransi tapi ini ubi jalar.


sang ayah meliat permasalahan tak kunjung selesai ia berdiri dari tempat duduk menghampiri mereka berdua yang masih di dapur tersebut.


"kapan kita makan nih aku dah lapar mau berangkat kerja " ucap sang ayah.


membuat mereka berdua sadar kalau berdebat tentang pisau tak akan selesai, jadi mereka membersihkan tadi yang jatuh.


" ibu tuh ayah patahkan pisau lagi " ucap nagita pada sang ayah.


"udah nanti beli lagi yang baru, beli jangan yang tipis lagi nanti patah lagi beli yang tebal agar awet" ucap sang ayah pada istri.


sang istri yang mendengar ucapan suami dia pun mau menjawab.


" iya mas..... " ucapan sang ibu di potong ama sang anak.


"bu beli itu yang mahal tapi berkualitas kalau ada, murah tapi cepat rusak juga kan rugi bu nagi tau ibu suka hemat-hemat buat nagi ama kakak tapi tak begini juga bu ,bagus ibu pake sampai lama kan dari pada beli terus " ucap sang anak pada ibu sambil menasehati sang ibu.


"iya ibu beli nanti yang mahal deh, tapi sekarang kita serapan dulu nanti nagi telat lagi " ucap sang ibu mengigatkan nagi.


nagita yang mendengar ucapan sang ibu membuat ia sadar kalau dia mau pergi kekampus.


" derrt.... derrt... derrt" suara handphone berbunyi .


"nag handphone kamu bunyi tuh, kamu angkat dulu sapa tau penting " ucap sang ibu kepada nagita.


" iya bu, nanti nagi angkat sehabis makan, mungkin itu Asti yang nelpon" ucap nagi kepada ibunya, karna nagi tau kalau itu Asti yang nelpon mereka udah janjian pergi sama-sama kekampus untuk mendaftar.


Nagita adalah anak kedua dari dua bersaudara ,nagita anak yang royal kocak kalau lagi sama orang yang ia kenal betul-betul, suka berdebat ama sang ibu, cerewet sama teman ,mama ,kakak, dan ayah , selalu sabar dengan sifat ibu yang suka ceroboh tapi sayang mereka apa pun yang sang ibu lakukan, karna buat kebaikan dia sama kakak nagita.


setelah Nagi selesai makan ia pun berpamitan sama Ayah dan ibu sambil berjabak tangan.


"Ayah Bu nagi berangkat dulu iya " sambil berjalan menuju pintu.


"ceklek "suara pintu pun di buka dan nagi berjalan di depan rumahnya sambil mengambil helm dan kunci motor di meja yang ada di teras rumah dia.


"Tek... tek.. " suara motor pun berbunyi setelah motor nagita bunyi iya pun berjalan sambil.


" bit... bitttttttttt..... " nagita memencat kelekson manandakan nagita udah jalan menjauh dari rumah agar orang tua nagita mendengar suara motor nagita kalau nagita udah pergi.


nagita membawah motornya sambil bersantai di jalan menikmati pemandangan yang ia lewat tih .


tak lama kemudian Nagita pun sampai di depan kampus universitas triswasta nagita memasuki tepat tersebut dengan meyimpan motornya di tempat parki dan meninggalkan tempat pargi itu dengan berjalan dengan sangai.


nagita hendak mengambil hendpone di dalam tas, tapi dia mendengar suara teriak dengan samar-samar memanggil namanya, tapi setau ia ini pertama kali ia kekampus tersebut setelah lulus SMA.


"GI... GIIII... GITA.... NAGITAAAAAAAAAA.. " ucapa orang tersebut.

__ADS_1


nagita pun menegok pada sumber suara itu yang lari menghampiri dirinya, nagita yang meliat orang yang memangil namanya walau iya tak tau siapa dia ko bisa tau namanya,itu yang nagita rasakan dan bertanya-tanya dalam diri nagita .


setelah sekian lama nagita menghayati orang tersebut yang berjalan setelah berlari ,nagita pun membuka mulut.


"anda siapa ?".


"ko bisa tau nama saya?". ucap nagita bertanya pada orang tersebut.


"hah.. maksudnya apa? ".ucapa orang tersebut kepada nagita ,orang itu bingun kenapa nagita tak mengenalnya dan malah tanya saya siapa di dalam pikiran orang itu bertanya-tanya.


"ta kamu tidak kenal aku iya? " ucap orang tersebut kepada nagita.


"ha 'bagaimana kamu tau nama panggilan saya ,itu nama panggilan saya waktu SMA cuma teman saya yang panggil saya begitu" ucap nagita tanba bingun sama orang yang di depannya itu.


"ta ini aku teman kamu, Asti masa kamu lupa aku sih cuma beberapa bulang kita tak bertemu" ucap asti pada nagita bingun pada temannya ini karna dia tak mengenal dirinya.


nagita yang kaget meliat orang yang berdiri tepat di depannya ini ternyata sahabatnya waktu SMA dulu kini udah berubah sehingga dirinya tak mengenali sahabatnya sendiri.


"kamu betul Asti ?" ucap nagita bertanya pada orang yang di depannya yang mengaku sebahai teman, nagi kurang percaya sib dengan orang tersebut.


"ta ini aku Asti batul, masa kamu tidak kenal saya dulu kita sering mandi -mandi bareng kalau pergi di kebungmu kita madih di sungai dan kamu juga perna k" ucapan asti terpotong karna nagita menutup mulit asti agar dia tidak melanjutkan ucapan tersebut.


"huss... huss udah mi jangan mi kamu lanjutkan as udah tau mi kalau itu kamu"ucap nagita pada asti karna nagita tau betul kalau dia temannya beruba asti dulu agak gemuk tapi sekarang kurusan sedikit dan bodinya bagus dan stylenya bagus.


Asti Akbbas nama panjangnya biasa di panggil as, asti, ti..ti.. adalah sahabat nagita dari waktu SMP, SMA sampai sekarang mereka masih bersama di universitas yang sama, walau nagita tau kalau Asti tidak akan kuliah di jakarta bersama dirinya karna orang tua asti tinggal di bandung dilarang ngkos, itu yang membuat nagita bingun tadi asti itu memiliki sifat dewasa, cepat tangkap, walau dia itu bandel dan cerewet ,apalagi kalau dia bertemu sama anak yang gaul kocak lah.


"as kamu kok kurusan gitu, kamu diet iya waktu beberapa bulang terakhir tidak ketemu waktu pulang ke bandung iya" ucap nagita pada asti.


"tidak aku tidak diet, habis sakit jadi gini deh badan aku " ucapan asti pada nagita.


" APA KAMU HABIS SAKIT "ucapan nagita dengan nada tinggi di akibatkan dia kaget mendengar temannya habis sakit.


" iya ta, bisa tidak jangan pake nada tinggi - tinggi juga laki" ucap asti sambil tutup telingga dengan kedua tanggan.


"ihh kamu itu iya As bisa-bisanya tak kasih kabar kalau kamu lagi sakit, aku kam teman kamu" ucap nagita pada asti dengan nada kecewa karna sahabat tak kasih kabar waktu dia butuh teman, tapi kalau dia di kasih tau begini langsung datang.


"iya maaf soalnya itu hari aku lagi tidak pengang handphone ,maaf iya nanti aku kasih tau deh janji yang penting kan kita satu kampus iya.. iya.. iya jangan marah" ucap asti dengan memegang tanggan nagita sambil nada manja pada nagita dia tau kalau nagita suka ngambekkan kalau hal yang menyakut dirinya itu pasti cepat marah.


nagita yang meliat kelakuan sahabatnya itu pun langsung leleh dan memaafkan sahabatnya itu ,sambil jalan menujuk tempat penyetor formulir dan terdapat dua penjaga di meja penyetor formulir tersebut.


nagita dan asti mendekat di meja itu sambil memegang formulirnya disaat dia mau menyerah kan formulir itu pada kakak senior yang cantik itu malah di ambil sama kakak senior laki-laki yang ada di meja itu khusus jurusan desain bagian menjahit.


"hei kenapa kamu ambil " ucap asti pada kakak senior laki-laki tersebut.


"ada yang salah " ucap senior tersebut.


"kamu iya.. " ucapan asti di potong oleh nagita.


"maaf iya kakak kalau sahabat saya lancang ,anda bisa membaca formulir kami kakak silahkan " ucapan nagita kepada para kakak yang ada di depannya sambil mempersilahkan memeriksa formulirnya apakah udah lengkap semua atau belum.


nagita membawah jauh asti dari hadapan kakak senior tersebut agar tidak terjadi masalah saat pertama pendaftaran di universitas ini, karna kampus yang mereka masukki sangat ketak peraturan pendaftarannya jangan ada yang melawan pembicara senior atau menegur kalau ada kelakuan senior yang kasar.


nagita tak mau mereka tidak lolos pendaftaran kalau asti melawan tadi bisa-bisa mereka langsung di usir dari kampus tersebut, nagita mengetahui itu makanya dia mencegah asti.


"ta kamu kenapa memotong pembicaraanku tadi sama senior " ucap asti pada nagita dengan kelakuan yang takut begitu, tidak biasanya dia takut begitu setelah sekian lama mereka bersama.


" tidak aku cuma tak mau aja kita tidak lulus pendaftaran asti " ucap nagita pada asti.

__ADS_1


asti yang bingun atas ucapan sahabatnya itu pun merasa kalau ada yang mengganggu dia


__ADS_2