
asti yang terpana akan ketampana seseorang yang tak dia kenal berdiri tepat di hadapan dia mambuat nagita kesel sama asti yang menghalangi jalan orang tersebut dan akhirnya ia pun membuka mulut.
" as ...as... as kamu kenapa berdiri disana sini bantu aku? "ucap nagita pada asti yang masih bengon dan tidak mendengarkan suara nagita memanggil dia.
asti masih berdiri di tempatnya yang masih memandang seseorang laki-laki tampan tersebut dengan menlorot soalnya dia belum perna tertari sama laki-laki sampai segitunya.
nagita makin risih sama kelakuan asti yang mulai melangkah kan kakinya mendekati orang tersebut yang baru datang keruang uks.
"AS...... ASTIIIIIIII " ucap nagita sama asti dengan nada tinggi membuat yang ada di ruangan tersebut kaget akan suara nagita itu.
asti yang mendengar suara itu pun langsung tersadar akan apa yang ia hampir lakukan, dan bergegas memiringkan badannya dan bergeser memjauh dari orang tersebut dan menghampiri nagita yang masih duduk di tempat tidur.
"maaf iya kakak-kakak yang ada disini kalau aku membuat kalian merasa terganggu dengan nada suaraku yang tinggi tadi "ucap nagita sama kakak-kakak senior yang bertugas di ruangan uks tersebut sama yang baru datang dengan ada kepentingan mungkin bersama pengawas ukt atau dia terluka nagita tak mengetahui itu.
" ah iya tak apa-apa kami semua tidak mempermasalahkannya dek, iya udah kamu selalu ganti perbannya iya agar tidak terinfeksi nanti dan meninggalkan bekas pada wajahmu, dengan wajah cantik dan seimut kamu sayang kalau ada bekas luka iya" ucap sang perawat sama nagita yang mengobati luka nagita yang bertugas di ruang uks tersebut, dengan nada menggoda nagita sambil memuji wajah canti namg imut yang nagita punya itu.
nagita yang mendengar itu membuat dia merasa kurang pantas mendapat pujian itu dan godaan salah satu kakak senior apa lagi yang bilang begitu adalah seorang kakak senior yang cantik dan bodi yang seksi menurut nagita itu adalah ejekan jadi dia tak terlalu mementingkan pujian tersebut karna menurutnya buat apa dipuji-puji kalau semua itu tak nyata buat nagita.
nagita selalu merasa kalau dirinya tidak secantik apa yang orang bilang, selama ini dia selalu di sanjung cantik dan baik dia tak memperdulikan semua itu yang dia tau kalau dirinya tak secantik baik apa yang orang bilang aku kenal betul-betul sifatku dan dirku ini yang kurang percaya diri, sifat bor-borku mereka akan kecewa dengan meliat dari pandangan sekilas saja sedangkan yang mengenal dia langsung saja kadang mereka risih meliat kelakuan aku.
"haha..... haha.... hah makasih kah dan maaf iya aku udah merepotkan kakak senior "ucap nagita sama salah satu kakak senior tersebut dengan nada tawa yang awal karna dia bingung harus jawab apa dengan ekspresi apa supaya tak keliatan kalau dia tak suka di puji makanya dia memasang wajah tawa dengan senyuman pada seniornya itu.
asti yang mendengar nagita di puji baru di depan orang tampan itu, membuat asti menjadi kesel dengan kakak senior yang mengobati nagita tersebut dan langsung menarik nagita dan mendekatkan nagita pada diri asti agar masuk kepelukannya.
"hah makasih iya kakak u... udah me... mengobati sa..... sahabat saya yang cantik dan imut ini dan dah membuat kalian kaget akan kelakuan dia" ucap asti pada salah satu pengawas tersebut dengan nada menekan sedikit karna kesel tapi asti tidak mengkentarakan kalau dia lagi kesel dia menjawab dengan baik seperti dia berbicara seperti biasa tapi lebih di tekan dia.
"hahah iya tidak apa-apa" ucap pengawas tersebut pada asti karna dia merasa canggung dengan asti udah membuat dia salah paham atas pujiannya itu pada sahabatnya.
"ihhhhhhh as kamu kenapa sih sama kakak senior menjawabnya begitu" ucap nagita pada asti.
nagita tak memahami situasi tersebut makanya dia menjawab seperti itu pada asti ,dan asti yang mendengar itu membuat dia tamba kesel karna tak di belah sama sahabatnya itu.
" lahhh kan kita harus minta maaf sama mereka kan karna kamu udah berteriak tadi di ruangan ini dan menganggu kakak -kakak senior yang lain yang tidak jauh dari mereka karna kita satu ruangan ta"ucap asti pada nagita dengan menjelaskan panjang lebar.
" ihhhh kamu mahhhh begitu aku kan memanggil kamu tadi ,kok jadi salah aku sih "ucap nagita dengan nada sedikit manja pada asti karna meliat asti serius akab masalah ini.
asti yang meliat nagita dengan nada manjanya sama dia membuat dia tak bisa kesel lama-lama tapi dia salah tempat karna para kakak-kakak senior masih ada di dalam satu ruang dengan mereka berdua.
"kenapa aku yang salah kan aku tidak melakukan apa-apa ta, aku cuma berdiri dan menunggu kamu di obatin"ucap asti pada nagita yang tak mengingat kalau dia tadi berdiri pas di tengah-tengah pintu membuat orang yang masuk susa masuk kedalam ruangan ini karna di halanggi oleh asti.
"lah kok kamu begitu sih as kan kamu berdiri di situ tadi "ucap nagita pada asti sambil menunjuk kearah tempat asti berdiri tadi.
asti yang meliat arah yang di tunjuk nagita membuat dia mengingat kalau dia memang salah karna udah terpukau akan ketampanan laki-laki yang masuk ke uks tersebut.
"ah i...... "ucapan asti di potong sama nagita.
__ADS_1
"as kamu ngeselin tau nggak, aku tadi itu memanggil kamu karna menghalanggi jalannya kakak senior yang mau masuk karna ada keperluan tapi kamu malah memandagi dia lama baru menggikuti langkah yang ingin dia ambil, makanya aku meneriaki kamu tapi kamu malah salahkan aku karna nada suara aku tinggi di ruangan ini ihhh kesel ahhh sama kamu as"ucap nagita dengan nada imutnya sambil mempoutkan bibirnya membuat dia tamba imut kalau lagi kesel sama sahabatnya karna mau membujuk agar dia tak kesel lagi sama dia, nagita tau kalau asti lagi kesel sama nagita tapi tak di tunjukkan sama orang nagita mengetahui itu semua karna mereka udah lama bersama masa nagita tak bisa membedakan asti yang biasa dengan sekarang.
seseorang yang meliat mereka di balik tirai itu membuat mereka gemes akan kalakuan nagita itu, tapi tak ada yang menyadari kalau ada yang memandanggi mereka diam-diam pada hal mereka satu ruangan.
nagita saking keselnya dia turun dari tempat tidur tersebut dan berjalan menjauh dari tempat ia berada sebelumnya berada.
"CEKLEK" suara pintu terbuka dan "BAMMMMM" suara pintu dibanting oleh nagita agar terlihat kesel betul-betul sama asti dia melupakan kalau mereka masih di ruangan uks yang di tempat kakak senior mereka berada.
asti yang meliat nagita kesel sama dia pun merasa bersalah dan ingin mengejar mereka tapi masih di ruangan.
"pada kakak -kakak senior kami ngucapkan minta maaf sebesar-besarnya akan kelakuan sahabat saya yang membantin pintu, akibat dia kesel sama aku " ucap asti sama mereka pada senior-senior yang berada di ruangan tersebut termasuk kakak senior yang baru masuk setelah nagita pergi, asti dengan sopan dia membungkuk kan badannya sedikit dan merjalan mendekati pintu.
"permisi saya pergi dulu " ucap asti pada mereka semua dan mengambil langka cepat.
"CEKLEK" suara pintu terbuka.
asti yang meninggalkan ruangan tersebut dan mengejar nagita yang udah jauh sehingga membuat asti bingun harus mencari dia kemana dengan gedung sebesar ini.
sedangkan di dalam ruangan uks itu menjadi hening seketika membuat seseorang yang baru masuk merasa bingung akan suasana di dalam ruang ini dan merasa kesal pun dia membuka mulut.
" kalian ini pada kenapa sih kok jadi patung gitu, emang ada apa?. kalau aku tak salah dengar tadi ada suara pintu di banting iya, kalian bertengkar iya"ucap seseorang tersebut pada mereka yang ada di ruangan itu dia juga bagian dari mereka dan berteman beda jurusan.
" tak ada apa-apa"ucap sama temannya sendiri.
"kamu kenapa kesini bukannya aku suruh kamu ngurus sesuatu"ucap temannya sambil menggalihkan topik.
"dimana dokumennya berikan padaku "ucapnya.
"mana dokumennya ,aku mau memeriksa sebelum di serahkan pada ketua nanti"ucannya lagi sambil menjulurkan tanggannya untuk menerima dokumen tersebut dan mengabaikan pertanyaannya tadi agar dia tak mengingat lagi.
" ahhhhhhhhh iya .. iya ini dia, bilang aja kalau kamu malas menjawab pertanyaanku kan makannya kamu bertanya banyak-banyak tadi agar aku tak bertanya lagi "ucap temannya itu pada teman sambil mengerahkan dokumen tersebut.
"itu kamu tau ,kenapa bertanya kalau pertanyaanmu itu tak akan di jawab"ucap teman pada temannya sambil mengambil dokumen itu dan membaca dokumen tersebut.
"iya.. iya... iya tau kamu itu tak seruh tau nggak "ucap temannya pada teman yang dingi itu yang irit akan kata-kata maksud dia yang selalu malas mengurus urusan orang lain.
mereka berteman dari SMA sampai mereka udah masuk kampus bersama jurusan yang sama yaitu manajemen dan organisasi olahraga mereka selalu bersama-sama sampai sekarang udah memasuki semester 5 ,dan temannya itu tak perna beruba sampai sekarang yang masih suka dingin dan tidak terlalu dekat sama cewek semenjak dia di tinggal sama cinta pertamanya itu udah jomloh 4 tahun.
"oh iya gadis tadi itu maba iya"ucap temannya pada teman.
"Hmmm " ucap teman pada temannya dengan dehem aja yang ia jawabkan pada teman tukan keponnya.
"iya dia maba (maha siswa baru) tahun ini"ucap salah satu pengawas uks tersebut pada laki-laki itu.
"ohhhhhhhhh...... cantik-cantik maba (maha siswa batu) tahun ini iya"ucap laki-laki itu pada pengawas tersebut ,sambil berfikir makanya dia terjeda baru berbicara lagi.
__ADS_1
"iyaaaa "ucap pengawas tersebut dengan singkat pada laki-laki itu.
"bias di................ "ucapan temannya terpotong oleh sahabatnya itu.
"kamu mau gombal lagi, tidak usah gombal mana dia malah tamba tidak suka sama kamu yang tampan pas-pasan itu"ucap sahabatnya itu.
" yehhhh biar aku tampan pas-pasan setidaknya punya banyak mantan sedang kan kamu aja satu cewek aja belum ada malah di tinggal hahahahaha" ucap sahabatnya pada sahabat dia tak menyadari kalau dia keceplosan apa yang dia bilang dan mengingatkannya pada kenangan pahitnya itu.
sahabatnya yang mendengar ucapan temannya yang memang kalau bicara ceplas -ceplos itu tampa berpikir ,malah meninggalkan dia di ruangan itu.
"CEKLEK" suara pintu terbuka dan "BAMMMMMMMMM" suara pintu di banting lagi dengan nada yang lebih tinggi dari yang nagita lakukan.
orang yang ada di ruangan itu pun tidak tahan karna di kaget-kagettin terus dengan suara pintu.
"HEI KALIAN BISA TIDAK SIH JANGAN BANTIN PINTU TERUS KITA TERGANTUNG TAU NGGAK, UDAH BICARA KALIAN MENGGANGGU KONSENTRASI KAMI TAU"ucap salah satu pengawas yang lagi peraktek tersebut tak tahan dengan suara bisin itu pun akhirnya bersuara dengan berteriak memakai nada tinggi itu.
sahabat yang masih di ruangan itu pun akhirnya mendengar ucapan orang tersebut pun langsung.
"saya minta maaf atas teman saya, dan permisi saya tinggal dulu "ucapnya pada pangawas yang berteriak itu pun dia meninggal kan ruaga itu.
"ceklek" suara pintu terbuka.
setelah dia meninggalkan ruangan itu dia pergi mengejar sahabatnya itu yang masih bisa ia liat dari kejauhan.
"HEI TUNGGU........ TUNGGU AKU "ucapnya pada sahabatnya itu dengan berteriak agar sahabatnya itu mendengarkan suara dia sambil berlari cepat.
sedangkan sahabatnya itu tak mendengar kab dia tak menghiraukan panggilannya itu dan tetap berjalan.
"aku harus bagaimana agar bisa ketemu sama kamu lagi, aku udah kangen banget sama kamu waktu masa-masa kamu yang suka kerumah main sama adik aku ,dan kita bersama-sama main rumah-rumahan ,makan bareng ,tidur siang bareng walau kamu dulu masih sekolah SD kelas 6 sebelum kami pinda keluar negeri, tapi setelah tiga tahun kepergian kami kamu udah tak tinggal lagi di rumah kamu walau aku udab mencari mu dimana-mana dan tak ada kontak kamu itu membuat aku menyesalinya meninggalkan kamu dulu" gumangnya pada kenangan yang ia ingat bersama cinta pertamanya yang belum terbalas sampai sekarang masih mengharapkan agar cintanya itu tidak sia-sia.
saking termenung yang tak mendengar suara langkah kaki yang udah mulai mendekati dirinya tapi masih tak menyadari semua itu.
" hei ....hah.... bro kamu kenapa sih kok tidak menunggu aku... hah... hah...hah.... "ucapnya sama sahabatnya sambil ngos-ngosan berbicara .
dia pun kaget karna pundaknya yang di tepuk sama sahabatnya itu yang ia tinggal di ruangan uks tersebut, tapi tak memperlihatkan kekagetannya itu pada sahabatnya supaya dia tak bertanya yang tak mau dia jawab.
kerna selama ini dia hanya memendam dengan dalam-dalam sampai ia bertemu lagi dengan dia, dengan sepenuh hari dia percaya kalau mereka akan bertemu enta kapan dan di mana dia akan bertemu kelak.
"kamu kenapa sih, kamu di kejar apa sampai ngos-ngosan begitu "ucap temannya pada dia.
"aku tadi itu memanggil kamu tapi tak di jawab "ucapnya pada sahabatnya itu.
"kapan kok aku tidak dengar apa-apa"ucap sahabatnya pada dia.
"kok bisa tak biasanya kamu begitu deh, kamu lagi apa sih ada masalah iya" ucapnya pada sahabatnya itu, yang tak biasanya di panggil tidak mendengar kan suara dia walau dia seasik apa pun pasti dia akan berbalik dan berkata "lambat ,banyak bicara, kamu mau jalan atau tidak, apa mulut kamu yang berjalan" dengan memaki tapi sekarang malas dia tidak mengatakan apa-apa.*dengan rasa curiga dengan kelakuan sahabatnya.
__ADS_1
dia merasa kalau sahabat ini udah tumbuh rasa