
asti waktu ia belum kenal sama nagita di sekolah SD selalu sendiri, dan tak ada seorang pun yang mendekatinya dikarna kan dirinya dulu gemuk.
semua siswa tidak ada yang mau merdekat pada dirinya, asti waktu masih berumur 10 tahun dia jelek dan gemuk berbeda jauh dengan penampilan ia yang sekarang.
tapi setelah sekian lama asti bertemu dengan nagita, di taman bermain.
waktu itu nagita masih umur 9 tahun dan datang bersama sang ibu tercinta di taman tersebut buat membujuk nagita agar memgijinkan sodarahnya pergi.
disitulah mereka bertemu sama asti yang duduk jauh dari tempat bermain anak-anak berkumpul, ia malah duduk di tepi terdapat tempat duduk.
sedangkan nagita yang baru datang melihat asti yang duduk sambil meliat, anak-anak lain bermain.
"mami nagi mau ajak teman itu main iya"ucap nagita pada sang ibu, dulu nagita masih memanggil ibunya dengan sebutan mami, setelah ia masuk SMP panggil itu pun berubah jadi ibu.
"iya boleh dong sayang, tapi teman yang mana sayang nagi ingin ajak main coba tuk sama mama hemmm" ucap sang ibu nagita pada dirinya.
"yang itu mami "ucap nagita sama sang ibu,sambil menunjuk kearah asti duduk.
ibu nagita sempat heran dengan sang anak tercinta karna ia tidak memandang, asti yang lain melainkan ingin mengajak ia bermain bareng dibandingkan anak -anak yang lain malah pilih -pilih teman bermain.
"mamiiiiiiiiii bolehh iyaaaaa"ucap nagita sama sang ibu yang tak kunjung menjawab pertanyaan nagita sehingga membuat ia merenget sama sang ibu, tangan nagita mengoyang-goyangkan tangan milik sang ibu.
sang ibu meliat itu merasa kalau sang anak tercinta semakin gemes, kalau ia menginginkan sesuatu tapi belum di kasih.
"ia sayang boleh, gih sana ajak teman kamu"ucap sang ibu pada nagita.
nagita yang mendengar itu merasa senang akan perkataan sang ibunya.
"iya mami"ucap nagita pada sang ibu, dengan berlari menghampiri asti.
"sayang jangan lari nanti jatuh, sayang jalan aja iya"ucap sang ibu pada nagita yang berlari menghampiri asti, karna khawatir kalau sang anak tercinta jatuh.
nagita orang selalu memiliki kasih sayang orang tua dia, yang di turutin apa mau dirinya.
tapi nagita yang begitu membuat dirinya cepat dewasa, sewaktu ia memasuki bangku SMP yang tidak tau apa sebat ia langsung berubah suka berdebat sama sang ibu.
nagita mendengar ucapan yang sang ibu katakan pada dirinya pun memberhentikan langkah kaki sejenak dengan mengubah berjalan perlahan.
tak lama kemudian nagita sampai di depan asti yang duduk sambil menunduk.
dan juluran tanggan pun berada tepat di hadapan asti, nagita yang berdiri tepat di depan asti sambil menjulurkan tangannya menandakan dirinya ingin bermain bersama dengannya.
tapi asti tak kunjung meraih julukan tangan nagita tersebut.
"kamu mau main bareng aku "ucap nagita sama asti ,karna nagita melihat asti tak meraih tangan dia pun berbicara sama asti.
asti yang mendengar ucapan nagita, membuay dirinya kaget karna belum ada yang selama ini mau main sama dirinya.
nagita akhirnya bosan mengajak asti, dan menunggu jawaban asti tapi tak ada sedikit respon akhirnya ia memutuskan menarik kembali tangannya.
"kamu tidak mau main bareng aku iya, maaf kalau aku ganggu kesenanganmu"ucap nagita sana asti dan hendak berbalik badan buat ia pergi dari hadapan asti.
sang ibu yang melihat nagita dari kejauhan itu merasa kalau sang anak tercinta, tidak bisa mengajak anak tersebut main bareng .
melihat ekspresi nagita terlihat sedih karna ajakan ia tak di terima ,sang ibu pun berjalan menghampiri nagita buat meredahkan kesedihan itu tiba-tiba dirinya menghentikan langkah kaki tersebut.
"ak...... ka...... kamu ma.... mau ma.... main bareng sama aku "ucap asti dengan gugup campur senang karna sekian lama dirinya ingin main sesama teman dan seumuran, bukan sama orang tua asti.
asti selama ini buma main sama orang tua dia, jika mereka memiliki waktu luang bermain di rumah asti tinggal.
"iya "ucap nagita sama asti setelah mendengar apa yang asti bilang.
"kamu tidak takut sama aku"ucap asti sama nagita, ia berkata sama nagita begitu karna dirinya selalu di bilang jelek dan menakutkan kaya beruang sam sesama anak seusiah asti.
"hah kenapa harus takut, kan kamu bukan hewan kamu itu manusia "ucap nagita terheran sama asti kok bisa fia berkata begitu.
"tapi badan aku begini, nanti kamu malu main sama aku"ucap asti sama nagita.
"emmmm tidak ada yang aneh kok sama badan kamu "ucap nagita sama asti.
"cuma kamu lebih tinggi sama aku dan besar"ucap nagita sama asti.
asti yang mendengar apa yang nagita bilang, langsung merasa sedih karna ternyata tidak ada yang mau main sama dirinya dengan betul-betul menerima dirinya apa adanya.
__ADS_1
"tapi apa salahnya memiliki badan besar dan tinggi "ucap nagita sama asti.
"aku yang kecil dan pedek juga, ingin memiliki tubuh seperti dirimu soalnya kalau main sama teman -teman yang lain nagi suka di ejek pendek nagi tak suka ama mereka yang melihat nagi sesaat aja hmmm" ucap nagita sama asti sambil memonyongkan bibirnya kedepan,membuat dirinya terlihat imut.
asti yang mendengar itu pun merasa senang karna ternyata yang ia pikirkan salah.
"ayo kita pergi main" ucap nagita sama asti.
dan asti tidak lagi berfikir yang tidak -tidak dan meraih tangan nagita tersebut dengan berjalan bersama.
mereka selalu bermain bareng jika bertemu di taman bermain, tapi mereka tidak saling kenal satu sama lain.
sampai asti masuk bangku SMP mereka bertemu kembali dan disitulah mereka selalu bersama sampai sekarang.
dan asti juga berubah dengan yang dulu ,dan sekarang dia udah bisa bergaul sendiri dan banyak yang mau berteman sama mereka.
asti dari waktu bertemu nagita orang tua ia tidak ada yang tau sampai-sampai asti setiap kelakuan ia berubah sedikit demi sedikit.
sampai orang tua ia terheran dengan anaknya yang udah mulai banyak bicara dan tersenyum jika habis keluar.
biasanya asti selalu cemberut dan tidak banyak mau, mau minta sama mereka juga jarang apa lagi jika ia keluar pasti pulang menagis dan mengurung diri di kamar.
dan akhirnya orang tua ia pum bertanya sama asti.
"sayang kamu kok tersenyum senyum sendiri ada apa sih dengan anak mama ini "ucap sang mama pada asti.
"ihhhhh mama aku tidak senyum -senyum sendiri tau "ucap asti pada sang mama tercinta dengan wajah malu.
"mana coba kasih tau aku, siap sih yang membuat adik aku yang bondeng atau yang gemuk ini bisa tersenyum lebar begitu " ucap sang kakak sama asti.
"ih kakak geselin deh, aku itu tidak gemuk tau nggak"ucap asti sama sang kakak.
"kak kamu tidak boleh bilang begitu sama adiknya" ucap sang mama menegur sang kakak yang mengejek sang adik.
"denger tuh apa yang mama bilang ,tidak boleh menganggu kesenangan sang adik yang imut ini tau nggak"ucap sang adik sama sang kakak.
sang kakak yang mendengar ucapan sang adik pun.
"pfffrrtttt pu ah hahahahah... ha. imut kamu bilang, imut dari mana coba gemuk begitu "ucap sang kakak sama asti sambil menertawakan adiknya itu.
"BAMMMM" asti menutup pintu kamar dengan keras membuat sang kakak berhenti tertawa.
"tuh kan, jadi marah adik kamu kan sekarang karna mengejek dia lagi disaat ia senang" ucap sang mama sama sang kakak.
"lagin kali jangan begitu sama adik kamu tuh"ucap sang mama.
"kamu suka yang mana, adik kamu yang sekarang atau yang selalu cemberut dab menangis terus-terusan" ucap sang mama sama sang kakak.
"dengar tuh apa yang mama kamu bilang, mulai sekarang jangan di panggil begitu lagi "ucap sang papa sama sang kakak.
mereka berdua membetulkan ucapan dirinya pada sang anak laki-laki mereka yang di sebut dengan sang kakak dari asti yang berbeda umur jauh selama 3 tahun.
"iya mah ,pah"ucap sang kakak sama mama, papa tersebut.
setelah sekian lama asti pun memberi tau kalau ia punya teman yang bernama nagita santia yang membuat ia merasa senang dan sahabat pertama asti waktu kecil dan sempat berpisa selama beberapa tahun dan bertemu kembali waktu ia SMP sampai sekarang.
dan disaat masa-masa SMP asti ternyata mempunyai seorang teman yang selalu bersama dengan nagita tersebut.
dan saat asti menceritakan sama sang mama tercinta dia tidak memberi tau kalau ia tidak ingin nagita sedih akibat sahabat yang selalu bersama dirinya itu pergi tampa kabar.
asti tidak mau seperti itu, maka ia meminta izin sama sang mama, papa dan tidak mau mencari teman baru lagi waktu masuk kampus .
dan disitu orang tua asti bingun akan cerita asti, sampai tiba-tiba handphone asti berbunyi.
asti langsung mengankat di depan orang tua asti, dia sambil tersenyum lebar dan senang akan panggilan handphone tersebut.
sedang kan orang tua asti yang memperhatikan kelakuan sang anak tercinta selalu tersenyum bahagia setiap saat panggilan masuk dan tertera dengan tulisan nama ta..ta dengan emoji perempuan.
dan panggil itu berakhir, orang tua asti langsung menyetujui asti kuliah di jakarta dengan satu syarat ia harus satu kamar dengan sahabat teman papa asti.
aati mendengar itu tampa berfikir langsung menyetujui syarat sang mama, dan papa.
tapi sang papa meminta untuk memperlihatkan sahabat asti yang ia ceritakan dan asti pin memperlihatkan foto tersebut.
__ADS_1
dan foto-foto yajg ada di handphone asti semua nagita dan dirinya yang berfoto bareng tapi tidak ada sahabatnya yang satu waktu masih SMP padahal ia bicara kalau ia punya teman tiga sama orang tuanya.
dengan yang ada di foto orang tua asti tidak mengiraukan sahabat asti yang satu tersebut, karna ia melihat anaknya senang dan ceria di dalan foto.
disitulah momen dimana asti di izinkan kuliah di jakarta.
tapi sang kakak belum perna tau, sahabat sang adik sampai sekarang.
maka ia kadang iri sama sahabat ketimbang dirinya yang jarang ada waktu buat sang adik tercinta karna di sibukkan akan tugas kuliah.
tak lama asti sampai di perkiran motor dengan melihat sana sini tapi ternyata motor asti udah tak ada di tempat parkir.
nagita udah pergi dari tadi ,udah hampir sampai di rumah nagita.
sedangkan asti yang masih di parkiran yang mengambil motornya di parkiran dan rencananya ia mau pergi kerumah nagita tapi.
"drrrrttt.... drrrttt.... drrrttt.. "suara handphone asti berbunyi, dan ia pun mengangkat.
"hallo, ini dengan siapa" ucap asti di balik telepon.
"apa betul dengan embak asti yang menyewah kamar *** " ucap seseorang di balik telepon tersebut pada asti.
"iya betul dengan saya sendiri"ucap asti pada orang yang di telepon tersebut.
"sebelumnya mohon maaf mengganggu waktu anda di karnakan ada seseorang yang sedang menunggu embak disini udah dari tadi"ucap seseorang di balik telepon asti.
"ah iya makasih embak, saya akan segera pulang tolong mohon tunggu sebentar iya embak" ucap asti pada orang tersebut.
"baim embak saya akan menyampaikannya pada dia"ucap orang tersebut pada asti.
"tut.... tut... tu... " suara panggilan pun terputus.
asti langsung memasukkan handphone di tas dan menyalakan motor.
setelah itu asti pun menancap gas dan pengi meninggalkan kampus tersebut.
setelah beberapa jam dan menit berlalu nagita udah sampai di rumah.."ciiiitttt "suara motor berhenti "mberrr" bunyi mesin motor yang belum mati.
sehingga yang ada di dalam rumah mendengar kalau sang anak mereka udah pulang.
nagita pun mematikan motornya dan turun dari motor berjalan sambil meperbaiki stan tas
"tok.... tok.... tok "suara ketukan pintu.
sang ibu mendengar berjalan menuju pintu berbunyi dan "ceklek" suara pintu pun terbuka.
"Assalamualaikum bu ku tersayang"ucap nagita sama sang ibu sambil salim.
"wa'alaikumsalam sayang " ucap sang ibu pada nagi.
"iya bu maaf nagi tadi lupa waktu " ucap nagita sama sang ibu.
"iya udah masuk aja dulu ,tapi jangan di ulangi lagi iya "ucap sang ibu pada nagita dengan berjalan masuk.
sang ayah duduk di meja makan sambil membaca majalah.
"HEMMM" suara deheman sang ayah pada nagita.
sang ibu mendengar itu cuma bisa tersenyum.
"sama ayah tidak "ucap sang ayah pada nagita yang pura-pura tidak mendengar suara deheman milik ayahnya sehingga membuat aya tersebut berbicara.
"ah iya ayah ku tersayang, assalamualaikum ayah 'nagi pulang "ucap nagita pada sang ayah dengan tersenyum melihat ia iri sama sang istri.
"wa'alaikumsalam sayang, selamat datang "ucao sang ayah nagita pada dirinya.
"ayah ,ibu nagi kekamar dulu iya simpan tas"ucap nagita pada orang tua mereka.
"iya sana, nanti habis ganti baju langsung kesini iya kita makan malam "ucap sang ibu pada nagita.
sedangkan asti udah sampai di tempat kos yang ia sewah ,dab memarkirkan motornya di pada tempat parkir.
setelah selesai ia langsung masuk kegedung tersebut dan meliat seseorang duduk di depan tempat repsepsionis berada kalau kita meu memesan kamar.
__ADS_1
dan ternyata orang tersebut, membuat asti kaget melihat seseorang yang dia kenal