Apa Aku Bisa Bertahan

Apa Aku Bisa Bertahan
kamu


__ADS_3

setelah asti masuk ke tempat kos ia dan berjalan masuk ker ruang tersebut.


"tap.... tap..... tap " suara langka kaki setiap langkah yang asti dengan berjalan santai dan akhirnya.


asti sampai di tempat repsesionis itu berada dan bertanya.


"permisi embak " ucap asti pada repsesionis tersebut.


"iya ada yang saya bisa bantu " ucap repsesionis tersebut pada asti dengan nenegakkan badannya ,ia tadi tak melihat asti kalau udah ada dia disini.


setelah ia melihat wanita yang berdiri di depannya ini adalah yang di tunggu oleh seseorang yang baru ia lihat.


dan "maaf kita embak asti "ucap repsesionis tersebut.


"iya saya asti yang tinggal di kamar *** " ucap asti pada repsesionis.


"oh mari embak saya antar pada pria yang udah menunggu anda" ucap repsesionis tersebut pada asti.


mereka berjalan bersama menuju ruang dimana seseorang yang menunggu asti.


di dalam perjalanan tersebut membuat asti jadi penasaran kenapa ada seorang pria yang mau bertemu dengan diriku.


"emmm permisi sebentar embak bilang tadi ada seorang pria yang sedang menunggu diriku, kalau boleh tau ada keperluan apa iya dia datang kesini malam-malam "ucap asti pada embak yang mengantar dirinya pada pria tersebut.


"maaf sebelumnya, kami juga tidak tau mengapa ia ingin bertemu dengan anda dan apa tunjuan kami juga tidak tau" ucap pegawai tersebut pada asti.


"yang kami tau ia ingin bertemu dengan ada dan berbicara sesuatu yang penting kelihatan nya ,karna ia minta tolong sama kami untuk menelpon anda dan berkata bisa tolong telpon embak soalnya aku ada perlu'itu yang ia ucapkan pada kami dan kami pun nelpon anda"ucap pegawai tersebut pada asti sambil menceritakan apa yang sang pria itu katakan pada pegawai yang bertugas di tempat apartemen khusus untuk kos.


setelah berjalan selama beberapa menit dan akhirnya asti sampai di sebuah ruangan yang di balik pintu sang pria tersebut menunggu.


disisi lain nagita yang merapikan diri sebelum makan malam ia mengambil sebuah handphone dan melihat.


apakah sms yang ia kirim sama asti udah di baca apa belum, dan ternyata udah dibaca tapi tak ada jawaban dari asti.


nagita berkata "mungkin asti lagi ada keperluan yang harus ia selesaikan,maka dari itu ia belum balas" gumang asti.


asti pun akhirnya mengerti sebuah sms baru untuk asti.


"asti, kamu udah sampai rumah belum, kalau kamu nanti udah pulang tolong kabari iya" ucap nagita dalam bentuk sebuah tulisan di dalam handphone dan mengirim dengan sms tersebut .


setelah itu nagita pun pergi keruang makan dan mendapatkan kedua orang tuanya yang sedang duduk di meja makan yang lagi menunggu dirinya.


"nag kamu kenapa berdiri di sana ,kita makan liat tuh ayah kamu udah lapar"ucap sang ibu pada nagita.


nagita yang melihat sang ibu berbicara membuat dirinya bahagia.


"ah haha haha bu bisa aja, ah ayah air tumpah tuh" ucap nagita pada sang ibu,dan ayah nagita sambil bertanya pada sang ayah.


ayah yang mendengar nagita langsung melihat dan ternyata tidak ada yang tumpah.


"mana nag tidak ada tumpah air"ucap ayah pada nagita.


"ih ayah di bilang tumpa tumpa tuh bukan di bawah ayah"ucap nagita pada sang ayah.


"terus dimana nag "ucap sang ayah pada nagita dengan melihat air yang tumpa di atas meja tersebut.


"di atas ayah "ucap nagita pada sang ayah.


"di atas apa atapnya bocor iya"ucap sang ayah pada nagita dan melihat di atas apa atap rumah ada yang bocor.


sedang kan sang ibu mendengar kalau atap rumahnya bocor tapi kok tidak hujan di luar iya pikir sang ibu kok bisa bocor.


"ih ayah bukan itu "ucap nagita pada sang ayah.


"terus apa nag"ucap sang ayah pada nagita.

__ADS_1


"itu ayah yang tumpa itu air liur ayah udah keluar ,mau makan sate tersebut "ucap nagita sama sang ayah sambil menunjuk makan favorit sang ayah tercinta.


"hah apa"ucap sang ayah nagita yang tidaj menangkap apa yang nagita bilang.


sedangkan sang ibu yang melihat sang anak lagi menjahili ayahnya, karna baru mereka makan makanan yang mereka suka.


setelah sekian lama mereka menunggu akhirnya rasa ingin terlepaskan juga.


"tidak ada ayah, ih ayah tidak seru dehhhh"ucap nagita sama sang ayah dengan mengambil sebuah piring dan makanan.


"bu nag kelihatan ngambek sama ayah, aku melakukan apa bu sama nagi"ucap sang suami pada sang istri dengan berbisik agar nagita tidak dengar.


"ayah nagi dengar tau, ayu makan apaayah tak mau buat nagi aja boleh"ucap nagita sama sang ayah sambil mengakat sebuah pirin yang berisi daging.


sang ayah yang melihat tersebuh langsung tersenyum menandakan kalau ia tidak riddo kalau daging tersebut dimakan sama nagita sendiri.


"hehe. jangan doh sayang anaknya ayah yang cantik"ucap sang ayah yang menggobal sang anak yaitu nagita.


"ihhh ayah jangan gitu, tuh nanti ibu marah sama nagi nihhh ambil"ucap nagita sama sang ayah dengan nada kesalnya pada sang ayah.


nagita selama ini tak suka di gombal sama ayahnya karna tak ingin sang ibu cemburu walau ia tau kalau ibu dia biasa biasa aja kalau di candai sama sang ayah pada anak.


tapi nagita suka tidak enakkan sama siapa saja yang mengoda dirinya apalagi kalau dia tau udah ada yang punya baru masih genik.


setelah semua pembicara dia asta meja akhirnya mereka pun menyatakan makanan nagita dan orang tua dengan sangat tenang.


setelah beberapa menit mereka pun selesai makan dan merapikan meja makan, nagita yang membantu sang ibu cuci piring.


tak lama setelah selesai nagita kembali kekamarnya.


"CEKLEK "suara pintu kebuka.


nagita langsung masuk dan duduk di kasur dengan handphone di tangan.


nagita melihat sms yang ia kirim untuk asti kenapa belum di baca atau pun dilihat.


nagita udah berfikir yang aneh aneh soalnya udah lama banget asti belum baca.


asti kalau tidak dia balas tandanya lagi sibuk tapi udah ia baca.


itulah kebiasaan mereka kalau lagi kontek kontekkan dari jauh.


nagita semakin gelisah takut ada apa apa sama sahabatnya itu.


akhirnya nagita memutuskan untuk pergi melihat dengan mata kepalanya sendiri di tempat asti kos, soalnya ia masih kepikiran soal pria yang asti ajak bicara di kampus.


nagita mengambil sebuah jaket dan tas samping kunci motor serta jam tangan.


nagita berjalan mendekati pintu dan "CEKLEK" suara pintu kebuka,nagita berjalan keluar menuju dimana motor ia berada.


tapi seketika langka kaki nagita terhenti setelah mendengar suara dari sang ibu tercinta.


"nag mau kemana sayang malam malam gini "ucap sang ibu pada nagita yang lagi duduk di ruang tamu yang asik menonton TV sama sang ayah tercinta.


nagita berbalik dan berjalan sama sumber suara tadi berada dan tempat dimana sang ibu, ayah duduk.


"nagi pamit keluar dulu bu, ayah nagi mau ketempat asti kos, soalnya nagi tadi tinggal dia di kampus takut ada apa apa sama dia soalnya"ucap nagita sama sang bu, ayah dengan berpamitan sama mereka berdua.


setelah nagita berkata sama mereka pun "iya udah sana kamu liat teman kamu, tapi jangan pulang malam malam nah hati hati bawah motornya jangan ngebut "ucap sang ibu tercinta pada nagita.


nagita pun bersalaman pada sang ibu, dan sang ayah setelah semua itu nagita keluar rumah dan naik kemotornya dan berjalan menjauh keluar.


"TIT TIT TIT TIT " suara kelekson berbunyi.


nagita selalu membunyikan kelekson kalau lagi keluar rumah atau sebaliknya.

__ADS_1


disisi lain asti udah mau masuk keruangan tersebut.


" CEKLEK" suara pintu terbuka.


asti pun masuk dan di depan asti adalah pengawai tersebut yang asti temanni.


"permisi mas, perempuan yang anda minta tadi udah ada disini"ucap sang pengawai tersebut.


"ah iya makasih iya embak udah mengatar ia kesini"ucap sang pria tersebut pada pegawai, pria it berdiri dan berbalik sama pegawai itu berada dan ternyata.


asti mendengar suara tersebut serasa ia kenal dan akhirnya asti memutuskan untuk melihat sang pria itu.


asti kaget dengan yang ada di depan matanya dan berkata "KAMU .........kenapa kaku bisa ada disini"ucap asti dengan nada tinggi setelah asti berfikir kenapa ia bisa tau kalau dia tinggal di apartemen ini.


"aku....... "ucapannya terpotong.


"tunggu dulu, kamu tiba tiba muncul di hadapan saya ini apa maksudnya, setelah apa yang kamu lakukan dulu pada saya yang hilang tampa kabar " ucap asti sama pria yang berdiri di hadapannya.


asti tidak bisa membanyangkan apa yang ada di hadapannya ini adalah pacar pertama dia setelah sekian lama ia menghilang tampa kabar dan tidak ada kata kata putus yang ia ucapkan pada asti.


sedangkan pegawai yang berdiri di selah selah mereka, merasa kalau suasana ini tidak enak, jadi ia memutuskan meninggalkan mereka berduaan di ruangan tersebut.


"asti dengar dulu maksud kedatangan aku kesini itu....... " ucapanya terpotong lagi.


"apa yang kamu mau bilang bahwa kamu ada urusan penting begitu setelah kamu tidak ada kabar, tidak ada angin ada hujan yang tiba tiba turun padahal langit yang cerah gitu" ucap asti yang sakitnya tidaj bisa ia tahan.


"iya aku tau aku salah, tapi aku datang kesini bukan untuk hubungan kita dulu. ......"ucapan terpotong.


semua apa yang ingin pria tersebut bilang ke asti selalu saja tidak perna selesai karna asti memotong ucapan tersebut.


"terus apa tujuannya, kamu datang ketempat saya kalau bukan urusan hubungan kita yang kamu tinggal kan saya waktu itu tampa kata kata putus tau nggak, sakitnya itu disini pergi tampa kabar dan kamu datang di saat aku udah mau melupakanmu" ucap asti pada pria itu.


" kamu tau aku itu capek di gantung kaya gini, dan kamu seenaknya bilang kamu datang bukan soal hubungan kita terus soal apa "ucap asti.


"ohhhh kamu baru mau bilang kalau kita putus aja, karna aku udah ada yang baru gitu " ucap asti lagi.


"ok kalau itu keputusan dirimu aku terima, dan aku ucapkan terima kasih iya karna udah singga di hatiku dan meninggalkan luka yang amat sakit "ucap asti pada pria tersebut.


asti tidaj perna mengijinkan pria tersebut berbicara karna dirinya aja udah tak bisa menahan semua yang ia pendam salama ini akhirnya keluar juga.


"aku juga makasih semua waktu yang kita habiskan bersama dulu, dan kenagan kenagan yang kamu berika buat diriku aku senang bisa bersama dirimu dulu saat langit, tanah dan pohon pohon bunga serta semua itu jadi saksi cintaku padamu dulu waktu kita pacaran tapi sekarang mereka akan menjadi saksi kita putus hubungan ini di ruangan ini detik ini "ucap asti pada pria tersebut.


"aku ucapkan selamat iya pada hubungan kamu sama pacar kamu itu semoga kalian langgeng sampai kalian menika nanti, jangan lupa undang aku iya "icap asti dengan berpalik membelakangi pria tersebut sambil menaha air matanya agar tidak keluar.


asti melangkah kan kaki ia ingin meninggalkan ruangan tersebut tapi tangan asti di tahan sama pria yang ada di ruangan.


"asti dengar dulu apa yang aku mau bilang"ucap pria tersebut.


"apa lagi yang ingin kamu bilang MAUL SAPUTRA ANRI " ucap asti yang langsung memanggil nama pria tersebut.


"asti aku tau dulu aku pergi disaat kita masik pacaran dan aku tidak bilang apa apa sama kamu sebelum apa pergi dan maaf aku tidaj perna kasih kabar, tapi aku punya asalanku sendiri asti dan tidak bisa aku kasih tau kekamu"ucap maul pada asti.


maul adalah pacar asti waktu asti masih menduduki bangku SMP kelas 3 setelah ia lulus mereka masih pacaran sampai kelas 1 SMA dan maul menghilang enta kemana waktu asti mau penaikan kelas.


maul waktu itu udah mau memasuki kampus dan berencana mau kuliah yang universitas asti masukki sekarang sama nagita tapi pria itu tak bilang dia kuliah dimana dan kenapa ia tak bilang sama asti alasannya.


semua itu yang membuat asti bingung menghadapi pria yang ada di depannya ini.


mereka pacaran salama satu tahun lebih tiba tiba aja maul menghilang tampa kabar, asti mendatangi rumah dia yang di kasih tau sama maul ,dan ternyata maulnya tak ada di sana mereka pindah rumah enta dimana.


asti menelpon maul handphone tidak perna aktif, asti masih stay menunggu kabar maul sampai asti sakit tidak ada kabar maul juga.


nagita capek melihat asti masuk rumah sakit cuma gara gara maul akhirnya ia mengambil handphone tersebut dan menggantikan yang baru dan handphone tersebut ia berikan pada orang tua asti di titipkan sama suster di rumah sakit tersebut .


dan handphone itu di pakai sama sang kakak asti, tapi asti tak meninggat warna handphonenya lagi akibat habis sakit tersebut.

__ADS_1


"asti aku cuma mau mengantar seseorang kesini"ucap maul sama asti.


"mengantar?,maksudnya kamu apa "ucap asti pada maul tidak mengerti kata kata maul.


__ADS_2