Apa Aku Bisa Bertahan

Apa Aku Bisa Bertahan
apa kamu ingat


__ADS_3

selama waktu istirahat itu nagita dan asti asik memakan hidangan yang ada di hadapan mereka dengan santai, nagita memesan makan dengan potsi banyak karna dia tidak serapan banyak waktu di rumah sebelum ke kampus disibutkan dengan sang ibu dan ayahnya dan berfikir kalau ia akan telat nanti.


asti yang meliat temannya makan banyak dari biasanya hanya bisa mengeleng-geleng kepala dengan tersenyum meliat tingkah lucu dan mungilnya yang makan denga muka yang tembem dengan makan di dalam mulutnya.


asti menikmati makan mereka sambil mengingat kenangan mereka bertiga waktu sahabat mereka yang satu belum pinda, mereka jarang mengasih kabar atau kontakan-kontakan semenjak mereka SMA tidak dapat melupakan sahabat yang udah bersama mereka selama beberapa tahun kini berpisah selam tiga tahun belum perna ketemu lagi kangen rasanya kumpul bareng lagi dalam pemikiran asti sambil meliat nagita yang tepat duduk di depannya itu.


nagita yang risih diliat sama sahabatnya itu pun membuka mulut agar asti tidak meliat dia terus karna makanannya belum habis malu di liat terus kalau lagi makan.


"ihh....hmmmm bisa tidak sih kamu tidak meliat aku terus risih tau nggak" ucap nagita sama asti karna kesel di liat terus.


"eh... eh.... ehhhhhhh s.... si... siapa yang liat kamu" ucap asti kepada nagita kaget dan salah tingkah karna gemes meliat nagita mempoutkan bibirnya.


"itu.... tuh nyatanya aja kamu jawab dengan terbata-batakan" ucap nagita sama asti meliat tingkah asti yang gugup menjawab pertanyaan nagita yang biasa-biasa saja menurut dia tampa memikirkan pandapat orang lain sambil menuju -nunju pada asti dengan dirinya itu aga dia meliat kalau makanan yang ia suap tidak masuk kemulutnya malah jatuh ke bajunnya tapi asti tidak menyadarinya.


nagita memang sering bertingka imut jika bersama orang yang ia sayanggi tampa meliat orang di sekitar mereka apa lagi yang di dekat tempat mereka duduk, sedangkan orang yang meliat itu pun menjadi gemes ingin mencubit pipi nagita seandainya dia dekat dengan nagita tapi mereka menahan diri mereka, dan hanya bisa menganguminya dari kejauhan asal mereka bisa meliat nagita dari kecil sampai besar nagita tidak perna beruba tetap di kagumi orang lain walau dia ceroboh dan otak pas-pas tidak terlalu pindar dalam pelajaran selama ini.


asti yang meliat orang orang yang memandanggi nagita karna keimuttanya pun membuat asti kesel karna bukan cuma dia yang melihat keimuttan nagita tersebut.


" ta kamu kenapa sih dan cepat selesaikan makananmu itu baru kita pergi"ucap asti pada nagita dengan nada kesel dengan sahabatnya itu, tanpa dia jawab pertanyaan nagita yang tadi karna dia tidak mendengar apa yang nagita bisa sama asti.


nagita semakin bingun sama sahabatnya itu membuat nagita bertanya-tanya kenapa asti tidak kaget iya makanannya jatuh menimpa baju barunya itu, nagita senpat berfikir sahabat nya ini kenapa tidak seperti biasanya deh dia bertingkah tidak terjadi apa-apa biasanya panik seribuh kaya katak kalau dia lagi bertemu dengan musuh yang ingin memakan dia tapi sekarang dia malah kaya kesel dengannya, atau ada orang yang memperhatikan sahabatnya ini sehingga membuat dia salah tingkah dan ingin cepat pergi.


"as kamu kenapa sih, aku itu tadi mau kasih tau kamu kalau baju kamu tuh kejatuhan makan tau malah nada bicaramu kok begitu sih sama aku dan lagi mau cepat-cepat pergi lagi kan waktu istirahat masih lama belum di panggil juga berkumpulkan sama kakak senior "ucap nagita sama asti kesel dengan kelakuan asti yang menyuruh dia cepat-cepat makan dia paling benci di suruh cepat-cepat kalau sedang makan dengan menujuk baju asti sambil menarik pakaian itu agar asti melihat kotoran tersebut sakin keselnya dengan sahabatnya itu.


asti yang meliat itu pun langsung bergesas meninggalkan tempat itu dan pergi ketoilet untuk membersihkan baju yang kotor, tampa merespon ucapan sahabatnya karna dia malu dengan dirinya sendiri sahabat khewatir dengan dia tapi malah dia suruh nagita cepat -cepat makan karna di liat sama orang lain kan selama ini dia biasa-biasa aja iya tapi sekarang dia merasa kalau dia kesel dengan nagita.


iya nagita selama ini tidak perna pede bertingkah menggemas kalau di tempat umum atau di depan banyak orang dia hanya akan menunjukkan pada orang-orang terdekat saja tapi sekarang nagita meruba pendirinya dengan menunjukkan jati dirinya yang sebenarnya pada orang lain, karna selama ini dia di bilang kalem atau apalah pada orang yang tidak mengenal nagita dengam betul-betul tampa bersembunyi lagi.


tapi semua itu nagita tidak memikirkan sahabat dan memberi tau mereka karna baginya mengapa harus aku beritau mereka kan udah tau kalau aku orangnya begini-gini aja dari dulu sampai sekarang .


setelah beberapa menit berlalu asti pun datang dari toilet dan kembali ketempat dia duduk seperti semula tetap di hadapan nagita sahabatnya.


"kamu kok lama banget kekamar mandinya kamu bertapa iya liat nih makanan aku udah habis semua tinggal makan pencuci mulut dengan kue puding rasa coklat hehehehehehe"ucap nagita sama asti dengan nada senang kegirangan karna dapat pencuci mulut gratis.


"hah... apa kamu mengabiskan semua lima piring ini sendiri apa kamu tidak kekenyangan atau kembung karna kenya baru makan kue lagi, ta apa kamu sadar yang kamu lakukan itu udah makan nasi, bakso, sate, sambel tempe tahu dan sup campur" ucap asti terheram sama nagita karna nafsu makan dia bertamba tapi badannya dari dulu tidak perna naik-naik atau gemuk tidak kaya dia harus matian-matian diet dan makan tidak boleh sembarangan kata dokter.


"tidak kok ini juga masih sedikit, kalau dirumah aku makan tiga porsi dan masih namba lagi disin tidak bisa namba seperti di rumah "ucap nagita sama asti dengan memjawab santai tampa beban, karna biasanya dia makan cuma dua pirjng menjadi tampa tiga piring lagi semenjak lulus SMA nafdu makan nagita bertambah semenjak minum susu karna kakak nagita yang menyuruh dia minum susu.

__ADS_1


"maasya Allah, nagita kok bisa sih aku punya sahabat kaya kamu itu "ucap asti sama nagita denga selesai meminum minumannya itu.


"emang kenapa? "ucap nagita sama asti yang tidak paham maksudnya.


"karna kamu makan banyak tapi tidak naik-naik berat badanmu tau nggak sih" ucap asti sama nagita.


"nggak tau " ucap nagita sama asti singkat.


membuat asti makin kesel sama sahabatnya yang satu ini dengan memakan kue itu tampa memperhatikan asti berbicara ,asti pun berdiri dan meninggalkan tempat nagita duduk yang masih asik dengan aksinnya itu.


nagita yang menyadari kalau sahabat itu udah tidak ada lagi di tempatnya ia pun menyusul dan meninggal tempat sebelumnya dan bergegas menyusul asti tapi tak di sangka nagita malah menabrak seseorang .


"BOOK.... BOOOOKKKKK" suara orang jatuh dan beserta buku-buku berserakan dan menimpah nagita tepat mengenai jidaknya.


"ahhhhhhh......... aoooo..... plak, maaf iya aku tak senggaja" ucap nagita sama seseorang yang di tabrak nagita tersebit sambil memperbaiki duduknya dan memunggut buku-buku tersebut, tanpa memperdulikan kalau jidaknya sakit ketimpa buku tersebut.


" iya kamu tidak apa-apa "ucap seseorang tersebut sama nagita sambil menjulurkan tangannya pada nagita dengan santai berdiri sambil mengambil buku yang nagita pungut tadi .


" ah iya aku tidak baik-baik saja kok, maaf iya sekali lagi aku tadi buru-buru soalnya di tinggal sama teman jadinya menabrak anda" ucap nagita sama seseorang yang nagita tak kenal apa dia senior dari fakultas lain atau dosen soalnya dari nada suaranya sih terdengan suara laki-laki dewasa, nagita tak berani menggapai juluran tangan tersebut dan berdiri sendiri tampa meliat muka laki-laki tersebut.


setelah nagita memberi buku ,dia pun melihat jejak sahabatnya itu tak terlihat lagi dan pergi meninggalkan laki-laki yang di tabrak tadi tampa mengucapkan sepata kata denga berjalan dengan langkah kaki yang cepat singga membuat laki-laki itu tak bisa menghentikan langka nagita.


"kamu masih aja ceroboh iya nagita setelah sekian lama kita tak bertemu dan kamu masih aja menjauh sama laki-laki aku harap kita betemu lagi dan mengingat kenangan kita bersama dulu " gumang laki-laki tersebut dengan sendiri dan masih di tempat dia berdiri waktu tertabrak tadi.


dan seseorang menghapiri dirinya dengan melihat dia lagi melihat apa sih sampai segitunya dia liat.


"heh.... kamu kenapa sih masih disini ayo cepat ke kantor himpunan "ucap seseorang lagi dengan laki-laki itu dan ternyata temannya sendiri .


"hah "ucap laki-laki itu pada temannya itu.


"kamu kenapa sih kok cuma bilang hah tidak biasanya kamu, aku perhatikan kamu dari tadi melihat kesana terus emang ada apa disana.......... emmm tidak ada apa-apa disana tap....... "ucapan temannya itu pada dia sambil melihat kearah temannya milhat tapi dia tidak menenukan sesuatu yang aneh atau istimewa disana dia hanya melihat sebuah taman yang di penuhi dengan tanaman bunga dan orang -orang yang lagi duduk sambil makan disana adalah senior-senior suka berada kalau waktu istirahat ,dan ucapannya terpotong di akibatkan banyak bertanya membuat temannya itu malas menjawab.


"tidak ada apa-apa "ucap laki-laki itu pada temannya sambil berjalan meninggalkan dia.


"hmmm..... masa sih tidak ada apa-apa pasti ada apa-apa sampai kamu tadi segitunya melihat "ucapannya pada temannya ,dari tadi dia berbicara sendiri saat dia berbalik ternyata temannya itu udah meninggalkan dia disitu.


"HEIIIII.........TUNGGU BISANYA KAMU TINGGALKAN AKU DISINI......... AH SIAL............ TUNGGGU AAAKUUUUUU..... "ucapnya pada temannya yang meninggalkan sambil berlari mengejar temannya sambil berteriak dengan nada tinggi sehingga orang sekitar mendengar dia dan kelakuannya itu.

__ADS_1


setelah berlari dengan cukup lama akhirnya dia pun mengejar temannya itu, mereka berjalan bersama sambil bercerita tawa bersama sampai tak terasa mereka pun sampai di depat pintu kantor himpunan semua berkumpul dari fakultas apa saja ada dalam satu ruangan untuk mendiskusikan apa saja tentang persyaratan yang ahrus di sedia kan selama mengikuti OSPK atau BAKSOS Untuk mahasiswa baru dan dosen-dosen juga ada di ruangan tersebut dengan masing-masing fakultas beserta rektor mereka pun hadir di ruang.


sedangkan nagita udah bertemu sama asti yang duduk di sebuah kursi yang ada di balik pohon di sekitar taman, nagita pun memghapiri asti yang duduk sambil memegang handphonenya itu.


"as kamu disini toh kok kamu tinggal aku sih tadi di kantin sampai aku menabrak seseorang loh waktu mengejar kamu" ucap nagita sama asti.


asti yang mendengar pun langsung menghentikan aktivitasnya yang memainkan handphonenya itu dan melihat nagita yang tepat berdiri di depannya itu, asti pun yang melihat jidak nagita ada luka yang udah membengkak pun langsung berdiri dan menyentuh jidak nagita langsung dengan tangannya.


"ini kenapa jidak kamu kok bisa luka? "ucap asti pada nagita.


"hah luka, aku tidak ada luka di situ as" ucap nagita pada asti sambil memegang tangan asti yang menyentuh jidak nagita, nagita belum merasakan sakit jadi dia bilang tidak ada luka di jidaknya pada asti.


"kamu ini ngacok apa sih ,ini itu betul-betul kamu terluka tau ngga " ucap asti pada nagita.


"hah masa sih tapi aku terluka padahal kan cuma nabrak orang tersebut tadi"ucap nagita pada asti.


asti tak mendengarkan apa yang nagita bilang, langsung menarik tangan nagita dan membawanya pergi keruang uks yang ada di dalam kampus khusus buat mahasiswa kalau ada yang teluka.


"as kamu kenapa sih tarik aku kencan sekali sakit tau tangan aku ini, kamu mau bawah aku kenapa coba "ucap nagita sama asti .


asti tak mendengarkan nagita dan terus berjalan sampai di ruangan uks tersebut.


sebelumnya nagita juga penah sakit dan terluka tapi dia tidak mementingkan dirinya malahan dia membantu orang lain mengobati lukanya dari pada dia waktu kecelakaan sepeda dulu saat dia belajar bersepeda pada hal dia yang membuang dirinya dari atas sepeda karna dia tidak mau membuat orang celaka dan mendapatkan luka-luka banyak di seluruh badannya sedang kan anak yang berdiri di pengir jalan itu cuma kesandung karna kaget, luka sediri malah menolong orang itu dan sepeda yang dia naikki tadi khawatir kalau ada yang rusak pada sepedanya atau tidak.


sehingga dia harus di rawat di rumah kasih selama beberapa hari baru pulang, tapi nagita nalah tingak mengingat saat dia sakit dulu bagaimana dia tersiksa.


asti pun ada di depan uks tersebut dan "CEKLEK " suara pintu pun terbuka asti dan angita pun masuk kedalam ruangan.


"ada yang saya bisa bantu "ucap salah satu pengawas uks tersebut pada asti dan nagita.


"ah iya embak bisa anda mengobati luka teman saya ini" ucap asti pada pengawas tersebut.


"baik mari saya obati luka anda "ucap pengawas tersebut pada nagita.


nagita pun menurut apa yang pengawas itu bilang dan duduk di atas kasur dan mengobati luka nagita.


setelah sekian lama pengobatan nagita pun selesai dan asti hendak berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


"CEKLEK "suara pintu terbuka dan ada seorang laki-laki tampa yang masuk keruangan uks tersebut.


asti yang melihat itu pun


__ADS_2