Apa Aku Bisa Bertahan

Apa Aku Bisa Bertahan
pengumuman


__ADS_3

mereka masih di tempat pendaftaran nagita dan asti lagi duduk di sebuah bangku yang tak jauh dari meja pendaftaran tepat kakak senior itu berada.


asti merasa kalau tadi dia belum mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya itu dia pun membuka mulut untuk bertanya sama nagita.


"ta tadi kamu kenapa sih tarik aku menjau dari meja penyetor formulir itu hah, dan aku liat kamu tegang serta takut tak biasanya aku meliat kamu begini tau nggak "ucap asti kepada nagita karna khewatir.


nagita yang mendengar itu pun tak bisa menahan semua itu.


"kamu itu udah bacasih peraturan pendaftarannya apa belum ko bisa -bisanya kamu menentan ucapa senior kamu kalau lagi menyerah kan formulir "ucap nagita pada sahabatnya itu sambil bertanya.


asti makin heran mau pendaftar saja harus ada peraturannya, karna yang dia tau itu tak perna ada selama ini di sekolah dasar itu menurut asti, jadi dia menganggap kehidupan kampus sama dengan sekolah pada umumnya tidak ketak peraturan.


" ehh emang ada iya ta peraturannya" ucapan asti pada nagita.


"iya ti , kamu ini iya masa tidak baca sebelum ambil berkas yang terpapan di depan sampul formulir yang di kasih itu hari sebelum di bawah pulang asti"ucap nagita pada asti sambil mengingat kan asti apa yang di sampaikan oleh pak guru dulu sebelum mengambil formulir.


"heheh aku tak baca,maaf iya aku hampir kebak belasan dan makasih karna kqmu udah mencega aku tadi" sambil dia ingat apa yang pak guru bilang pada murid-muridnya.


*saat masih SMA dan pengumuman dalam kelulusan serta penyerahan formulir pendaftaran.


di pagi yang indah waktu nagita sama asti masih duduk di bangku SMA sebelum mereka menerima formulir setiap universitas yang ingin mereka masukki setiap siswa bisa memilih sendiri tampa di tentukan dengan nilai baik yang nilainnya renda mereka bebas memilih karna bagi pak guru mau pun ibu guru jika mereka yang menentukan sesuai nilai siswa akan terbebani akan jurusan tersebut, tapi bila mereka sendiri mereka memilih sesuai kemampuan mereka pilih fakultas yang dia suka tampa berpikir panjang dan beban mau nilai tinggi atau apa, tapi dia memilih karna suka dan pasti akan selalu datang kekampus karna fakultas yang dia senanggi.


"pagi anak-anak, apa kalian semua sehat udah menentukan kampus mana kalian akan pilih belum sebelum mengambil formulir dan mengisinnya " ucap sang pak guru kepada siswa siswi mereka.


" UDAH PAK "ucap semua siswa siswi atas pertanyaan dari pak guru.


"bagus, karna kalian udah memikirkan pilihan kalian pak guru cuma mau mengingat kan beberapa peraturan sebelum menyerahkan formulir pendaftaran iya di kampus maling masing nanti " ucap sang pak guru pada muridnya.


"BAIK PAKKK.. GURU " ucap semua murid.


"1.kalian tidak boleh mengotori formulir kalian.



tidak boleh di corek-corek.



3.tidak boleh koyak atau terkena air.


4.di saat penyetoran formulir pendaftaran tidak di isinkan memoton pembicaraan senior atau membanta.


5.di larang bertanya sesama mahasiswa baru dari fakultas lain sebelum senior mengisinkan.


6.menjaga jarang sama senior sebelum di tanya dan menjawab kalau di tanya sama senior fakultas dengan sopan.


7.dan mematuhi persyaratan apa yang udah di tetapkan dari universal tersebut,tampa melanggar aturan pendaftaran jika di langgar salah satu maka kemungkinan tak bisa lolos pendaftaran formulir dan tidak bisa di terima di fakultas tersebut.


"ucap sang pak guru yang membacakan peraturan tersebut yang di tentukan dari kampus tersebut pada siswa siswinya.

__ADS_1


sedangkan para siswa siswi yang mendengar itu semua membuat mereka tegang, takut nanti kalau mereka tidak sengaja membuat salah pas di depan senior mereka apalagi mereka tidak bisa menaha kelakuan mereka di saat masih duduk di bangku SMA.


"baik anak-anak ada yang kalian kurang paham silahkan bertanya sebelum di panggil kedepan mengambil formulir, dan apa peraturan yang bapak baca tadi kurang jelas atau kurang mengerti tanya kan iya jangan diam aja, udah jelaskah yang bapak sampaikan " ucap sang pak guru pada muridnya karna meliat siswa siswi mereka terlihat bimbang atas pilihan mereka.


"Pak guru saya mau bertanya jika kita telat mengumpul formulir dari tanggal yang di tentukan bagaimana pak apa masih bisa di terima atau bagaimana" ucap salah satu siswa bertanya pada pak guru.


"iya makasih udah mau bertanya, tidak bisa di terimah lagi kalau lewat dari hari dan jam yang di tentukan, dan bapak sarankan mending membawah formulir kalian di hari pertama kali pembuka penyetor formulir pendaftaran agar kalian nantu tak di tanya-tanya sama senior kalian itu sih saran bapak kalau kalian mau ikut iya bagus " ucap pak guru sama muridnya sambil dia meperingatin muridnya agar tidak menyetir hari kedua atau pun hari lain.


semua siswa siswi diam pada diam dari mendengar apa yang pak guru bilang pada mereka dan bilang pada diri mereka agar memyetor di hari pertama aja .


pak guru yang meliat muridnya udah mulai tenang dan tak ada lagi pertanyaan .


"baik bapak akan menyebutkan nama-nama kalian dan maju kedepan ambil formulir " ucap pak guru pada siswanya.


kemudia mereka pun menunggu nama mereka di panggil setelah sekian lama akhirnya giliran nagita yang di panggil maju kedepan.


" NAGITA SANTIA "ucap pak guru memanggil nama salah satu muridnya yang bernama nagita.


nagita yang mendengar namanya di panggil dia pun menjawab "HADIR pak" ucap nagita sambil berjalan menuju kedepan meja pak guru tersebut.


setelah nagita sampai di meja pak guru berada dia pun mengambil selembar kertas tersebut yang nunjukkan universitas swasta tersebut,setelah dia mengambil ia pun kembali ketempat duduk dia berada.


"he ta kamu ambil formulir di universitas apa?"ucap asti sambil bertanya pada nagita.


"emm aku ambil universitas swasta, kenapa ?" ucap nagita pada asti yang bertanya tentang universitas apa dia ambil.


" tidak cuma mau tau aja " ucap asti kepada nagita.


"aku kurang tau sih soalnya orang tua aku belum ijinni aku kos"ucap asti pada nagita.


"oh gitu jadi kamu belum ambil formulir dong hari ini " ucap nagita pada asti.


"iya kenapa emang " ucap asti.


"tidak kok cuma tanya aja soalnya aku kan tidak ada teman di kampus, apa lagi kan harus cari teman baru lagi " ucapan nagita pada asti sambil ketus begitu dia kepikiran buat sok daket ama teman yang belum dia kenal.


asti yang meliat ekspresi nagita mengetahui apa yang ada di dalam pikirannya kalau dia itu tidak mau kehilangan sahabatnya lagi semenjak sahabat yang satu dia pinda waktu kita mau menduduki bangku SMA.


"ih jangan begitu deh, nanti juga kamu kenal sama teman yang baik kok jangan jedes ah jelek tau liatnya yang nagita aku kenal dong suka senyum "ucapan asti pada nagita yang masih cemberut.


setelah sekian lama mereka duduk di dalam kelas akhirnya selesai juga penyerahan formulir pendaftaran tersebut, dan para murid udah pada duduk rapi untuk mendengar pengumuman yang menandakan mereka udah lulus dari SMA ini.


"baik anak-anak bapak udah menyerah kan kertas lembar formulir tersebut, walau ada beberapa teman kalian yang belum menggambil formulir karna masih bingung menentukan dimana mereka akan melanjutkan sekolah di perguruan tinggi mana atau universitas mana yang mereka ingin masukki, dan bapak juga ingin menyampaikan kalau kalian bisa meliat kertas selembar yang bapak berikan selain kertas formulir itu kertas tersebut menandaka bahwa kalian semua lulus dan selamat atas menjenjang ke perguruan tinggi " ucap sang pak guru kepada muridnya.


" kertas tersebut kalian buka di saat udah pulang sekolah sesampai di rumah kalian dengan kedua orang tua kalian, dan acara kelulusan kalian yang menentukan " ucap sang pak guru pada muridnya.


*selesai


" memang kamu iya, cepat lupa kena hukuman baru ingat ucapan guru" ucap nagita pada asti.

__ADS_1


"hehe iya maaf " ucap asti pada nagita.


" oh iya itu hari kamu bilang kamu di larang ngkos, emang sekarang udah boleh kos as " ucap nagita pada asti bertanya dengan apa yang asti pernah bilang waktu di SMA dulu.


"iya aku udah di izinni ngkos soalnya aku ada teman, dulu di larang karna tak ada teman yang mama aku kenal " ucap asti pada nagita.


" oh emang siapa temanmu di kos, laki-laki apa cewek "ucap nagita sama asti.


"aku juga sih kurang tau soalnya mama aku tidak bilang "ucap asti pada nagita karna asti belum perna ketemu sama teman satu kamarnya dia masih sendiri di kos tempat dia tinggal kata mama asti temannya satu kamarnya baru datang kalau udah aktif kuliah kalau jadwal udah di tentukan.


"oh gitu, iya bagus dong kalau kamu ada teman dan di izin kan ngkos, kalau tidak aku berencana ngajak kamu tinggal di rumah aja supaya ada temanku di rumah agar aku sama mama aku itu tidak jail kalau cuma aku " ucap nagita sama asti sambil menceritakan ibunya yang suka menganggu dan berdebak pagi -pagi.


"iya elah kalian masih suka salin jail dengan satu sama lain toh " ucap asti pada nagita yang mengenal sifat anak dan ibu ini kalau ketemu.


"iya lah masa rumah sebesar itu cuma kami bertiga yang tinggal baru sepi tidak ada bunyi ketawa mendingkan jail-jailli aja kan ada seruh juga, tadi pagi aja kamu mau tau masa aku yang di kasih kaget sama mama aku niatnya itu aku yang mau kasih kaget dia tapi aku yang kena apes kan aku"ucap nagita sama asti sambil kesel mengingat kajadian tadi pagi.


"iya salah kamu sendiri kan dapat karmanya jadi balik sama kamu tuh " ucap asti sama nagita yang meliat ta yang makin kesel sama asti bukan membela dia malam bela ibu ta .


" iya aku salah dah ,haiss... haissssss" ucap nagita sama asti sambil menghela nafas dengan pasra dia menerima kalau dia yang salah tadi pagi.


percakapan mereka terus belanjut sampai pukul 12.00 am menujukkan waktu istirahat dan makan siang, nagita pun yang meliat itu langsung.


"as kita cari makan yuk, aku dah lapar soalnya kita juga nunggu disini masih lama apa lagi masih banyak tu mahasiswa yang baru datang menyetor formulir pendaftaran juga ,yukkk kita pergi capek tau nunggu disini tampa di temanni camilan sambil cerita kan enak, ayuuuuuuuuk " ucap nagita sama asti sambil mengajak pergi makan di kantin sambil merengek memegang tangan asti serta tarik.


ada seseorang yang memperlihatkan tikah laku mereka dari kejauhan, yang memperhatikan mereka dari tapi tapi mereka tidak menyadari orang tersebut.


asti yang sebel di tarik-tarik tangannya sama nagita akhirnya ia pun menerima ajakan tersebut.


"iya ayo kita pergi, tapi jangan di tarik terus tangannya sakit tau"ucap asti pasa sahabatnya itu yang kalau ada maunya itu harus di turutti karna kelakuannya kaya anak kecil minta di belikan apa pada ibunya tapi tak di belikan, tapi asti senang di kasih manja sama nagita dari dulu dia suka gemes walau tau nagita itu udah bukan anak kecil lagi.


"yehhhhhh ,nah gitu dong maunya dari tadi kan aku nggak akan tarik itu tangan " ucap nagita sama asti kesenangan karna dia akhirnya bisa makan.


dalam perjalanan menuju ke tempat kantin berada banyak maha siswa baru yang lewat sana sini yang meliat mereka berjalan barengan, karna kebanyakan dari mereka berjalan sendiri-sendiri belum ada yang berteman di hari pendaftaran pertama ini.


nagita yang merasa kalau dirinya diliat-liat sama mereka merasa risih dan memegan tangan asti sambil berjalan dan berbisik ke asti.


"as ko kita di liattin iya ama mereka "ucap nagita sama asti dengan nada yang pelan.


astu yang merasa biasa-biasa aja, dengan mendengar apa yang dibilang nagita asti pun langsung meliat kanan dan kiri tapi tidak ada tuh yang merasa meliatin mereka, asti berfikir mungkin perasaan nagita aja kali.


"tidak usah di hiraukan jalan aja katanya lapar"ucap asti mengganti topik agar nagita tak menghiraukan mereka.


"oh iya... yaaaaa, kenapa juga aku pusing dengan mereka "ucap nagita sama asti teralihkan perhatiannya karna makanan dan sekarang dia malah mementingkan makan dari pada orang lain.


tapi disisi lain ada yang selalu mengikuti mereka dari kejauhan yang meliat tingka laku nagita yang masih belum beruba dari dulu menurut orang tersebut.


"nag kamu belum beruba iya, masih sama aja suka ngambekkan dan kelakuan kamu kalau lagi lapar masih aja begitu kaya anak kecil" ucap orang tersebut dengan bergumang dari kejauhan sambil merapikan berkas sambil meliat asti dan nagita memasuki kantin dan memilih tempat yang dekat dari jendela sehingga membuat orang tersebut tersenyum dengan mereka berdua, dan orang yang ada di sampingnya itu memegur.


"kamu kenapa kok tersenyum begitu ada yang lucu iya"ucap salah satu temannya itu.

__ADS_1


"oh tidak kok, cumq teringat aja kucing dirumah ha ha.... hahahaha.. hah" ucapan dia sama sang teman sambil mengelak dari pertanyaan teman tersebut.


__ADS_2