Apa Aku Bisa Bertahan

Apa Aku Bisa Bertahan
pulang


__ADS_3

temannya ini merasa kalau dia itu udah menyadari kalau ia ada salah dengan kelakuannya itu dan akhirnya membuka mulut.


"kumu aja tuh yang telat, tadi itu aku baca ini karna ada salah terus pikirin bagaimana caranya supaya tepat waktu nanti pas kita kumpul di ruangan himpunan tau"ucapnya pada sahabat yang suka kepo itu.


"ohhhhhh kirain apa "ucap teman pada sahabat yang pendingin .


setelah sekian lama mereka membahas dokumen yang akan mereka serahkan pada dosen ,dan ketua himpunan nanti di rapat maba (maha siswa baru) di penerimaan tahun ini.


sedang kan asti yang mengejar nagita yang belum juga ketemu setelah keluar dari ruang uks tersebut.


membuat dia bingung harus mencari kemana agar, bisa minta maaf langsung pada nagita sahabat terbaik, imut, dan pengertian itu.


dia tau kalau nagita tak marah betul sama dia, hanya dia bosan berada di sana tapi kita tak kunjung pergi dari ruang tersebut.


kini dia berkeliling di salah satu ruang yang belum perna dia liat setelah pertama kali datang di kampus ini.


dan ruang itu ada banyak alat-alat musik, asti yang penasaran akhirnya pun dia masuk keruangan tersebut.


ada seorang pria di ruangan yang asti masukki tapi waktu ia masuk tak seorang pun ia dapatti.


setelah sekian lama asti melihat-lihat mata dia tertuju pada pria itu yang lagi, memainkan sebuah alat musik.


melodi yang di keluarkan oleh alat musik piano tersebut, membuat asti terbawa dengan nada yang lembut keluar dari piano itu sampai asti melupakan kalau ia masuk tampa izin.


pria yang memainkan piano tersebut berhenti seketika, karna ia merasa kalau dia sedang di perhatikan oleh seseorang dari kejauhan.


dan asti yang belum menyadari kalau suara piano udah berhenti 'dia masih di tempat dia berdiri dari kejauhan tetapi bukan cuma asti yang ada di ruangan tersebut.


melainkan nagita yang sedang asik mendengar musik dengan handphonenya sambil tidur di kursi, dia tidak mendengar apa-apa selain suara musik handphone tersebut.


sedang kan asti udah sadar dari lamunannya itu pun langsung berlari keluar tampa meliat kebelakang.


nagita berasa tepat di belakang asti berdiri di sofa dia tertidur.


"HEI BERHENTI " ucap sang pria itu pada asti yang berlari karna takut di marahi.


sang pria itu meliat dari jauh kalau dia udah di perhatiin sama asti dengan mendengar suara piano yang dia mainkan tadi.


tapi yang membuat sang pria itu berhenti bermain musik karna, nagita tak kunjung bagun dari tidur siang tersebut.


waktu udah menunjukkan pukul 14.00 am. dan udah sore tapi nagita belum bangun dari tidurnya .


maka dari itu sang pria yang meliat nagita duluan tidur di ruangan itu, niatnya membangunkan dengan suara piano tapi malah tak bagun sebaliknya dia di liat orang lain bermain piano.


karna selama ini dia tidak perna menunjukkan dirinya kalau ia pintar bermain piano pada temannya mau pun sahabat terbaik nya.


ia menyembunyikan semua yang dia sukai pada mereka,dan mengambil jurusan yang berbeda dengan yang dia mau.


tapi tak lama -kelamaan ia pun menyukai jurusan tersebut, iya itu fotografer.


disisi lain asti masih sibuk mencari nagita tapi masih tak ketemu juga, singga dia merasa letih pulang balik sana-sini akhirnya memutuskan untuk menelpon nagita.


asti mencari tempat terbuka agar dia bisa di liat oleh nagita nanti.


dan dia pun duduk di kursi sambil mengambil di dalam tas handphone buat nelpon nagita.


"drrrrrrttttt.... drrttttt. ......drttttttt...


aku sayang kamu


aku cinta kamu


sampai nanti membuat ku


merasakan perasaan


yang tak perna bisa kulupakan kepada dirimu. drrttttt..... drrrttttt..... drrttttt .......BOOK....... DRRRRTTTTT. "dengan nada dering handphone nagita berbunyi dan bergetar membuat dia berjalan dan akhirnya pun dia jatuh dari kursi sofa tersebut dan headset tercabut sehingga membuat nagita kaget.


nagita lang terbangun dari tidurnya, yang mendengar handphone dia berbunyi.


mengambil handphone tersebut yang jatuh dari sofa.


"hallo i...... "ucap natiga'dan upanan tersebut terpotong di karnakan asti yang berbicara di balik telpon.


"kamu ada di mana sih aku cari kamu kesana kemari tapi aku tidak menemukanmu"ucap asti pada nagita di dalam telepon.


asti tidak mendengar suara serat nagita yang khas bangun tidur.

__ADS_1


nagita yang mendengar suara asti yang khawatir sama dia pun, langsung memperbaiki suaranya.


"aaaaa........hemmm..... hemmmmm.. "nagita mengetes suaranya ahar tidak serak dan handphone agak di jauhkan supaya asti tak mendengar.


"ah iya maaf aku tadi jalan-jalan sambil cari cemilan kryuuuukryuuuuuk heheheh maaf melupakan mu "ucap nagita sama asti di balik telepon, nagita memperbaiki duduknya tadi agar tidak tegan dan lemas terdengar suaranya.


nagita sempat membeli cemilan tadi di kantin sambil mencari tempat yang nyama buat makan.


dan akhirnya ia memakan kerupuk tersebut dengan tertidur dan masih ada yang tersisa.


jadi dia merasa tidak berbohong sama sahabatnya.


"hmmmm iya udah kamu kesini kita pulang udah sore "ucap asti pada nagita di balik telepon tersebut.


ternyata telepon mereka masih tersambung saat nagita mana yang baru bangun.


nagita yang mendengar kata sore, dia pun meliat jam handphone tersebut.


udah menunjudkan pukul 14.30 am, dia pun mengambil tas dan merapikan rambut dan pakaiannya.


"tuttt. tut.... tut... " suara sambung telepon mereka pun terputus.


nagita yang memgetahui kalau sambung telepon udah terputus tersebut.


udah merasa lega dan "hahhh...haissssssss........ hais........ " nagita yang menarik nafas lega pun.


dan duduk sebentar sambil memperbaiki keadaan dia yang baru bangun.


setelah keadaan dia yang udah stabil, dia pun berdiri dari kursi.


melangkah kan kaki menuju kepintu :ceklek " suara pintu pun terbuka.


nagita selama ini dia di dalam ruangan tidak memyadari kalau dia diliat oleh sang pria tersebut.


sang pria yang meliat tingkah nagita yang dari tadi.


dia "prffftt ha. ha ha ha ha " suara ketawa yang keluar dari sang pria.


pria itu dari tadi ia menaha ketawanya sambil memegang perutnya, akibat tidak bisa ketawa lepas.


nagita yang hampir jatuh akibat dia kaget akan nada dering handphone sendiri yang berbunyi " GUK GUK... GUK GUKKK... GUKK GUK" .pria itu udah mulai tertawa saat mendengar suara anjing di handphone nagita.


saat nagita yang mengambil kerupuk di sofa tempat ia tidur ternyata masih dengan mata tertutup.


dan kerupuk yang maunya masuk kemulutnya malah dia kasih ke handphone sambil dia genggam dan meremuk kerupuk tersebut, tapi mulut dia berkomak -kamik seperti seseorang yang lagi menguya makan.


saat ia sadar ternyata kerupuk tersebut tak masuk kemulutnya dan akhirnya ia langsung memasukkan yang ada di tangannya dengan cepat.


tapi saat dia mau mengunya ternyata tak mengeluarkan suara.


dia mengambil kerupuk yang masih tersisa dan langsung memasukkan semua kedalam mulutnya sehingga membuat dia kesusahan mengunya sakin banyaknya yang masuk.


dia kira sisa sedikit makanya ia langsung tuan aja tampa di liat, dan akhirnya tumpah kebajunnya.


itu lah membuat sang pria itu meliat dan tertawa sampai segitunya.


sang pria pun merasa kalau nagita imut kalau lagi panik dan selesai pangun tidur gemes dan lucu menurut pria itu sambil tersenyum mengingat kelakuan nagita.


sang pria itu pun pergi dari ruangan tersebut dan tak lupa ia membersihkan sisah makanan yang nagita tumpah tadi dengan sapu.


"ceklek "suara pintu terbuka dan pria tersebut langsung mengunci pintu.


sedangkan asti yang masih stey di tempatnya itu pun mulai bosan dan berdiri meliat apakah nagita udah datang atau belum.


nagita yang masih dijalan sambil meliat apa pakaiannya masih ada bekas kerupuk di baju atau tidak ada .


tak lama nagita meliat asti yang berdiri dari kejauhan.


"AS..... AS..... SINI...... AKU......... DI...... sini" ucap nagita pada asti dengan suara tinggi tapi tak di dengar juga sama asti.


dan di saat nagita yang udah mulai dekat dengan asti, tiba-tiba ia menghentikan langkah kakinya.


dan meliat asti bersama seseorang pria yang datang menghampiri dirinya.


nagita pun mengurung niat dia buat bertemu dengan asti, dan menunggu sampai mereka selesai.


setelah beberapa menit berlalu dan suara handphone membuat nagita tersadar dari lamunannya yang meliat asti masih asik berbicara sama sang pria tersebut.

__ADS_1


"drrtttt. drrrttt.... drrrtttt aaa.. "suara nada dering nagita terpotong akibat nagita udah mengangkat telepon tersebut.


"hallo " ucap nagita pada seseorang di balik telepon.


" nag kamu pulang jam berapa na, udah sore kamu belum pulang 'masih belum selesai iya penyerahan formulir pendaftarannya na"ucap sang ibu nagita yang menelpon dia karna udah jam 15.20 am dia belum pulang juga.


" ah iya bu maaf nagi, ini lagi udah mau pulang bu siap-siap dulu hehe" ucap nagita sama sang ibu tercinta di balik telepon.


"oh iya udah, ibu tutul dulu telponnya dan jangan lupa hati-hati saat berkendara nanti kalau pulang iya jangan ngebut-ngenut bawah motornya" ucap sang ibu pada nagita sambil memperingati nagita saat berkendara nanti.


"iya bu nagi tak ngebut kok"ucap nagita pada sang ibu di balik telepon.


dan "tut tut tut tut tut " suara telepon pun terputus.


setelah nagita berbicara pada sang ibu, ia memasukkan handphone ke dalam tas.


setelah itu nagita meliat sahabat terbaiknya itu masih bersama, sang pria itu dan meraka udah mengobrol begitu lama.


akhirnya nagita pun memutuskan buat pulang duluan, dari pada ia menunggu sahabatnya selesai mengobrol.


dan obrol mereka terlihat masih lama, jadi nagita memutuskan buat mensms temannya itu.


nagita mengambil kembali handphone yang ada di dalam tas tersebut.


sambil berjalan mengetik sms buat sahabat terbaiknya, agar ia tidak menunggu dirinya nanti jika obrolan mereka selesai.


setelah nagita selesai mengetik sms tersebut, ia pun sampai di perkitan motor.


langsung mengirim sms, dan memasukkan handphone kedalam tas kembali lalu mengambil kunci motor ia langsung naik kemotornya.


dan mengeluarkan motor dari barisan parkit dan membunyikan mesin motornya.


"ting..... ting..... ting.. "suara handphone asti berbunyi mambuay suasan obrolan mereka terganggu.


dan asti pun membuka handphone tersebut dan melihat ada nama nagita tercantum dalam layar handphone asti.


karna rasa penasaran asti pun membuka sms nagita.


dan akhirnya ia melihat isi sms nagita.


" as maaf aku pulang duluan iya, soalnya ibu aku udah nelpon maaf kita tak bisa pulang bareng soalnya aku bawah motor tadi kesini " ucap nagita sama asti dalam smsnya.


setelah asti meliat sms nagita, merasa kalau nagita pulang karna ia meliat dirinya sibuk sama pria di depannya makanya ia tidak menghampiri dirinya.


sang pria yang berdiri di depan asti yang meliat dia kelihatan bingung setelah melihat handphonenya berbunyi membuat dia sedit gelisah.


"kamu kanapa sih " ucap sang pria tersebut.


"ih ini tuh gara-gara kamu tau, tida bisa pulang sama dia kan jadinya "ucap asti sama sang pria tersebut.


"lah aku salah apa, aku tuh menghampiri kamu karna mama nelpon tau nggak, nanya kalau teman kamar kamu akan datang tiga hari lagi " ucap sang pria tersebut.


"iya tapi setidaknya kamu nelpon aja kek, kan jadinya kita ketemu juga di sana kan kenapa harus di kampus sih kasih taunya" ucap asti pada sang pria tersebut.


"kamu iya di kasih tau malah melawan, aku itu tidak pulang bermalam di besken karna harus ngurus mahasiswa baru nanti "ucap sang pria pada asti.


"ihhh ngeselin deh punya kakak kaya kamu tau, tidak tau situasi kan kamu sendiri yang bilang jangam baku bicara kalau lagi di kampus 'sekarang bagaimana teman aku tuh liat aku bicara sama kamu tadi tau nggak "ucap asti pada sang kakak pria.


"laahh ini kan mendesak, mana aku tau juga kalau teman kamu ada yang liat 'lagian siapa juga yang mau bicara sama kamu yang tukang gendut" ucap sang kakak sama adik tercinta yanh suka mengganggu asti dengan panggi genduk.


pada nyatanya badan asti udah kurus dan seksi, tapi sang kakak tak mau menerima kalau sang adik kurus seperti sekarang .


biar bagaimana bentuk tubuh asti tetap ia akan di panggil gendut sama sang kakak, karna mengingat sakin gemesnya dan sayangnya dulu sama asti.


tapi ia tidak perna menujukan rasa sayang itu didepan asti atau secara langsung pasti melalui makan dan benda-benda yang asti inginkan.


"udah kan, kenapa kamu masih berdiri di situ sana kejar teman kamu "ucal sang kakak pada asti.


asti yang mendengar itu pun tampa berpikir ia langsung lari dan.


"makasih iya udah mengingatkan "ucap sang adik sama sang kakak dengan ucapan terima kasih tersebut.


sedangkan pria ini masih di tempat memadang asti yang berlari dengan tersenyum.


"ada-ada aja kelakuan kamu, masih mementingkan sahabat kamu itu iya yang belum pernah kamu kasih kenal sama aku, tapi sama mama kamu udah kasih tau dan memperlihatkan foto dia "berbicara sendiri dengan kelakuan sang adik tercinta.


karna alasan asti bisa kuliah dijakarta adalah nagita sang sahabatnya yang membuat sang mama asti setuju

__ADS_1


__ADS_2