
Aku terbangun karna jemari kecil terus saja menganggu ku , yah jagoan ku ternyata sudah bangun .
.
" kamu sudah bangun sayang ......" ucap ku kepada anak kecil ini.
" eomma mana appa? " tanya nya ...
" appa masih tidur sayang , appa disebelah eomma .." ucap ku
Anak kecil ini bangun , dan merangkak kearah appanya dia menengelamkan wajah nya di dada bidang appanya , sebegitu rindunya dia kepada appanya hanya tidur tidak melihatnya pun ia menanyakan nya .
.
Aku merasa ada yang menimpa badan ku , kesadaran ku mulai terkumpul dan melihat .
" pagi seungjae .... " ucap namja itu
" appa ... seungjae lindu appa ..." ucap anak polos itu
" hahaha... appa pun sayang , kau kenapa sudah bangun eumm ... ini msih pagi sayang appa masih ngantuk " ucap pria yang bermarga park itu .
" appa... apa tau ? " tanya ya
" wae...sayang appa tidak tau.." ucap balik jimin
" appa , tampan , appa keren , seungjae ingin menjadi appa saat besar nanti ... " tutur nya
" waaahhhhh... daebaaakkk benarkah appa tampan .." ucap jimin tak percaya
" nde appa... " ucap anak itu polos .
Aku pun melihat pemandangan seperti ini pagi2 aku hanya bisa tersenyum , lalu aku bangkit ingin membersihkan diri dan memesan sarapan pagi untuk mereka .
" chagi .. kamu mau kemana ? " tanya jimin
" aku mau mandi dulu , setelah itu aku akan memesan sarapan untuk kalian ... apa kamu mau secangkir kopi atau susu " ucap ku
" kopi chagi .... " ucp jimin yang masih asik berbincang dengan seungjae .
Aku pun berlalu meninggalkan mereka berdua , mereka sangatlah akrab bahkan cara berbicara mereka sama .
.
" appa aku lapar ... " ucap nya sambil memeluk boneka kesayangan nya
"eomma sebentar lagi datang membawa makanan , kamu tunggu disini oke ... appa mandi dulu yah sementara itu kamu menonton tv " ucap jimin
" nde appa ...." ucap seungjae patuh
.
.
Aku masuk ke kamar kembali namun aku tak melihat jimin, mungkin dia sedang mandi .. dan tak lama bell berbunyi menandakan sarapan kami datang aku pun mengambil nya menata sarapan kami di meja makan .
__ADS_1
Aku menghampiri seungjae , aku ingin bermain dulu dengan seungjae sambil menunggu pria yang bermarga park itu .
.
Namun cannel tv mengalihkan ku , semua media menyorot hotel ini namun ada salah satu yeonja , ia mengatakan akan menemui calon tuangan nya , dan ia menyebut nama park jimin .
.
Air mata dan rasa sakit ini muncul lagi , bohong sekali jika perempuan memaafkan dengan seratus persen mereka melupakan kejadian masalalu, aku mengingat betapa menyendihkan ya aku bersama seungjae dulu tak bisa kah aku membahagiakan seungjae dengan tidak ada lika liku ...
.
" eomma waeee... " seungjae menatap ku namun aku hanya bisa diam sambil melihat kearahnya .
.
Pria bermarga park itu keluar dari kamar mandi , ia dengan santai nya menghampiri kami .
" chagii .. " ucap nya pelan
" eomma menangis appa ..." lirih seungjae
" wae ... waeyoo sayang .... ada apa seungjae .." jimin mulai medekati ku berusaha mendekap ku namun aku menolak nya .
" itu.... " seungjae mengarahkan jimin ke tv ,
Rahang jimin mulai mengeras dan ia mengendong seungjae ... aku tak bisa berbuat apa2 seakan langit ini runtuh menimpa ku.
Jimin membawa seungjae ke kamar jungkook ,
" ada apa pagi sekali ... " ucap jungkook membuka pintu walapun belum sadar .
" aku titip seungjae ini sarapan ya tolong suapi dia , aku akan menghubungi V agar membantu mu mengurus seungjae ... " tutur pria park itu
" wae ... nuna kemana hyung ...? " ucap jungkook mengendong seungjae
" eomma menangis ? " tutur seungjae polos
" kalian bertengkar hyung ... ? " tanya jungkook
" ani ... lihatlah situs internet mu , aku terkena skandal yang cukup menyakitkan bagi wanita ku ... aku akan menyelesaikan ini semua sekarang " ucap jimin geram
" hati2lah hyung ,,, seungjae aman bersama ku ... " ucap jk
" sayang kamu disini dulu yah appa ada urusan nanti appa jemput kamu bersama eomma. .. " ucap jimin
" nde appa .. buatlah eomma tak menangis lagi ... " ucap nya
Jimin tersenyum , dan berlalu pergi ia masuk ke kamar , kenapa ia titipkam seungjae ia takut seungjae melihatnya bertengkar dengan eommanya , karna saat seperti ini jimin tau sarang akan tidak bisa terkendalikan emosi nya .
" chagi ... " panggil pria park itu lirih
" ijinkan aku pergi jimin , aku tak sanggup menghadapi hidup mu yang penuh dengan media dan juga skandal2 aneh , ijin kan aku bersama seungjae dan kau bisa fokus dengan semua hal yang kamu inginkan " ucap ku lirih
" chagi aku tak bisa hidup tanpa mu dan seungjae , aku mohon percaya pd ku chagi, aku sudah mempersiapkan semua nya aku akan menikahi mu ... aku mohon jangan tinggalkan aku chagi ..." jimin memohon kepada ku terus aku hanya diam seribu bahasa .
__ADS_1
Sampai akhirnya ia meraih wajah ku dan membuat ku agar menatap nya .
" ingat aku sudah mencari mu bertahun2 ini aku tidak akan melepaskan mu begitu saja , dan aku akan perjuangan kan apa yang sudah menjadi milik ku mengerti , semua orang sedang membantu ku agar aku segera bisa menikahi mu , dan aku pun sedang memikirkan perihal seungjae sebagai darah daging ku .. ku mohon mengertilah jangan lemah dan menyerah hanya karna skandal yang rose buat ini ku mohon .... "
ucap jimin lirih sambil menatap ku .
aku hanya bisa menatapnya kembali tak ada celah untuk ku angkat bicara lagi .. aku pun hanya bisa melihatnya apa ada benar yang dia katakan ini ...
.
Jimin perlahan mendekati ku ia perlahan menyatukan bibir ku dengan bibir nya , awal ya hanya kecupan biasa , namun entah jimin sudah hilang kendali dan lagi tak ada seungjae saat ini , aku hanya diam tak membalas ya apapun .
Namun semakin lama ciuman ini semakin menuntut ku . aku pun memukul dada bidang ya agar ia melepaskan tautan kami ini namun ia membawaku ke tahta kami .
Aku tak mengerti mengapa kami bisa saling tak terkendali , apakah ini cinta ? atau ini rindu ? apa ini nafsu ? sungguh aku tak mengerti .
Aku tak bisa menolak setuhan pria park ini karna setuhan ya membuat tubuh ku luluh dan menginginkan nya .
Kami pun saling tak terkendali dan sampai pada dimana kami melalukan hal yang seharusnya suami istri lakukan, kami hanya mengikuti hasrat kami .
.
.
Beberapa jam saling bergelut dengan hal yang tak sepantas ya kami pun kelelahan dan tertidur kembali .
Aku melupakan sesuatu sampai aku teringat .....
" seungjaeeeeee .... " ucap ku setengah teriak
" seungjae bersama jk dan V chagi ... " ucap jimin santai
" dia belum makan ,,,, aku akan menjemput nya ..." saat aku hendak ingin mengambil baju ku yang berserakan di lantai tiba tiba saja ..........
" akkkkkkkkkhhhhhhhhhh ..... " aku terjatuh dan kaki gemetar
jimin langsung turun dari kasur dan menghampiriku ...
" wae chagi apa ada yang sakit ... " ucap jimin sambil melihat kearah ku dengan penuh rasa khawatir
" kaki ku gemetar jimin ... " ucap ku menunduk karna aku malu
" 😂 baiklah... ( jimin mengendong ku kekasur lagi ia mengambil baju2 ku )... ini pakai dulu aku akan menjemput seungjae " ucap nya
" jiminnnn... " lirihku memanggil ya yanh sedang memmakai baju kembali
" wae chagi ... " ucap ya mengampiri ku dan mengusap2 pipi ku
" kapan kita menikah ... ? " ucap ku takut , karna aku yakin rahim ku sudah banyak benih yang ia tanam barusan....
" Tenang saja .... aku akan menikahi mu sebelum benih yang ku tanam menjadi janin ....." ucap ya mengusap perut ku dan tersenyum
"gomawo oppa...." ucap ku tersenyum kepadanya
" nado .... apapun untuk mu sayang ... aku akan menjemput seungjae kamu pakailah bajumu aku juga akan membawa makanan untuk mu sayang ... " ia sambil berlalu
__ADS_1
Aku hanya bisa memengang janjinya dan percaya kepadanya saat ini.