Appa Ku Seorang Idol

Appa Ku Seorang Idol
#CEMAS .......


__ADS_3

Kedua pria ini masih membelah jalanan seoul , mereka tak memikirkan keselamatan mereka . Yang ada dipikiran mereka adalah rintihan kesakitan mu dan suara kecang tangisan anak kecil .


.


.....


Flashback..........


" chagi... chagi ... waeeeyooo chagi ah .... " ucap jimin


suara itu bisa kau dengar karna seungjae mengaktifkan mode speaker ,


" O...opp...aaaa s...aaa...kkkiitttt " ucap ku lirih dan bergetar


" oppa , dijalan sayang sebentar lagi kita sampai tolong bertahan lah .... " ucap jimin menenangkan istrinya


Tak terdengar lagi suara dari mu , jimin pun panik ia memanggil2 nama mu ....


" appaa.... eo...mmmaa tak sadar kan diri lagi .... " ucap seungjae


Jimin berusaha menenangkan putra ya itu agar ia tetap mengenggam tangan istrinya .


......


Kedua pria itu sampai , V menghubungi dokter pribadinya sementara Jimin berlari masuk kedalam rumah ia menuju ke arah dapur ...


" chagi ... seungjae ... " jimin berteriak


seungjae pun berdiri ... " apppaa disini ... "


Jimin berlari kearah putranya , ia melihat mu tergeletak di lantai ia memangku badan mu , ia mencoba membangunkan mu namun kau tetap saja terpejam jimin pun menggendong mu ke kamar di ikuti oleh seungjae dibelakang .


Jimin terus mengenggam tangan mu , aku sudah sadar aku terus meremas kemeja jimin .


" saaaa....kkkk..iitthhhh jimin .... " rintihan itu lagi yang jimin dengar .


" chagi ... tahan sayang .... " ucap jimin


Dokter pun datang diiringi dengan V , dokteer pun memeriksa mu terlebih dahulu , ia memeriksa perut mu menggunakan alat kecil seperti USG . Jimin setia disamping ia terus mengenggam tangan mu bahkan ia terus mengencup kening mu .


" Bagaimana dok , istri saya kenapa? " tanya jimin


" Istri tuan tengah mengandung ... " ucap dokter


" Mwooooo .. HAMILLLLLL " ucap jimin kaget dengan air mata tak terasa sudah membasahi pipi nya


" Hamil itu apa ? " ucap seungjae polos


V pun mengendong seungjae yang sedang kebingungan ,


" tapi .. dia perutnya terus kesakitan dok ... " ucap jimin khawatir


" itu hanya gejala biasa tuang , dan untuk kehamilan kedua itu normal , saya akan memberikan vitamin serta obat untuk tidak merasa mual ... " unjar dokter

__ADS_1


"baik dok ... gomawo ..." jimin pun menghampiri mu yang tengah tertidur karna lelah akan rasa sakit di perut mu


Jimin terus mengenggam tangan mu terkadang ia mencium perut mu , ia juga megelus2 perut rata mu itu.


" Jangan nakal , jangan membuat eomma sakit nde..... " ucap jimin sambil mencium perut mu


" appaaa....... "


"ahhh ... wae sayang " ucap jimin menghampiri putra ya yang tengah duduk di sofa .


" appa ... ! apa hamil penyakit yang palah ... " ucap seungjae mengundang tawa V dan jimin


" nde seungjae ah , eomma mu akan sakit selama 9 bulan seungjae .... " celetuk V


" aissshhh ... diamlah kau ini ... " ucap jimin


" seungjae sayang ... appa mau tanya ,


sebelum seungjae ada disini seungjae dimana ? " ucap jimin ,


" eomma bilang dulu seungjae di perut eomma appa ...... " ucap seungjae


" nde sayang , sekarang di perut eomma ada ade bayi , dan itu adik seungjae... apakah kamu senang? " ucap jimin


" Daebbbaakkkkk .... seungjae akan punya adik bayi .... " ucap seungjae


Saat jimin sedang berbincang dengan seungjae dan juga V , semua kesadaran ku terkumpul .


" ji..min " ucap ku lirih


" terimakasih sayang ... " ucap nya penuh dengan air mata


" wae ... " ucap ku belum mengerti


" kamu hamil sayang , kita akan punya anak ke dua " ucap jimin berhasil membuat mu kaget karna sebenarnya kamu tidak ingin menambah momongan lagi ,,, namun apalah daya .


.


....


"seungjae .... " ucap mu lirih kepada anak mu yang pasti belum mengerti arti hamil dan akan mempunyai adik


" eomma..... " seungjae memeluk ku dengan erat


" eomma jaga adik seungjae nde ... " ucap anak kecil itu sambil tersenyum .


" kamu sudah tau nak .... " ucap ku pelan


" appa bilang ada adik seungjae disini .... " ucap seungjae sambil mengelus dan mencium perut ku .


" kamu memang anak pintar sayang .... " ucap jimin ,


Kami pun berbincang2 sampai sore hari tak terasa, V pun pamit dan kamu sekarang ada di depan tv .

__ADS_1


Jimin dan seungjae sedang membuat makanan , entahlah mereka membuat apa hanya saja aku ragu pasti dapur berantakan sekali nantinya .


" Chagiii.... eommmaaaaaa " ucap mereka berdua serempak


" wae sayang .... " ucap ku mengelus pipi seungjae


" ini minum susu nya... " kata seungjae aku pun hanya tersenyum .


" ini makanan nya tuan putri ,,,,, " ucap jimin sungguh aku sangat tersanjung oleh perlakuan appa dan anak ini .


Saat aku hendak minum susu rasa mual itu kembali lagi aku pun berlari ke wastafel , aku memuntahkan makanan yang tadi aku makan seungjae menatap ku terus sedang jimin ia memijat pundak ku ia berusaha membantu ku .


Tubuh ku lemas, jimin mendekap ku sambil menahan tubuh ku agar tidak jatuh ,


"apa saat kamu mengandung seungjae pun begini" dalam hati jimin .


Jimin mengangkat ku ke kamar , ia membaringkan ku sementara itu ia berlalu untuk menidurkan seungjae di kamarnya , ia memang suami siaga sekarang .


Kami sudah mengelar pernikaah kami sejak 2 minggu yang lalu , jimin menepati janji nya benih yang ia tanam sebelum menjadi janin ia mengganti status kami menjadi suami istri yang sah .


Dengan begini aku bisa mengurus sekolah seungjae sekarang .


.


.


....


" belum tidur sayang .... " ucap jimin


" aku ingin tidur bersama mu ... " ucap ku dengan nada manja


" apakah ini keinginan bayi kita " ucap jimin terus mencium perut rata ku


" chagiii ......" ucap jimin lirih


" wae sayang ... " ucap ku


" mianhae .... " ucap ya lirih


" untuk apa ? " tanya ku


" apakah saat kamu mengandung seungjae pun , sesulit ini ? " tanya jimin membuat ku tak bisa berbicara lagi


"aku laki2 bodoh ... mianhae mianhae " ucap ya menyesal .


" Sudalah sayang , sekarang kau sudah membuktikan bahwa kau suami yang siaga kau ada untuk ku , untuk seungjae dan juga bayi kita ini .... " ucap ku menenangkan nya lalu aku membawa nya ke pelukan ku sungguh ia laki2 termanis yang pernah ku temui .


Kami pun larut dalam malam , jimin tak henti2 ya mengajak janin ku berbicara ia seperti ya bahagia , mungkin jika dulu aku tak menghilang raut wajah bahagia itu pun akan menghiasi saat2 sulit mengandung seungjae . Namun aku mengerti terkadang kita seperti dimain oleh takdir , dan waktu yang menjauhkan .


Namun takdir itu bisa membalikan waktu .


JANGAN LUPA LIKE , AND COMMEN 🙏🙏🙏🙏😇😇😇😇😇

__ADS_1


JADILAH PEMBACA YANG BIJAK ,DAN TINGGALKAN JEJAK


TERIMAKASIH , MAAF JIKA ADA KATA KATA YANG SALAH .


__ADS_2