
Duniaku tidak runtuh seketika, justru ada harapan baru dihatiku. jika benar dugaan para tetua werewolf itu, maka aku bisa mempertemukan ayah dan ibuku. berharap mereka bisa kembali bersatu.
"terima kasih kalian mau berbagi informasi denganku",
" sama-sama ra, aku senang bisa mendapatkan teman sepertimu." kenese memelukku dengan hangat,
Luni tersenyum menenangkan,
"jika kau butuh rumah lain untuk bercerita, pintu kami selalu terbuka untuku",
aku mengangguk senang. Sebelum jam sekolah berakhir aku berencana bolos . karna tidak tahan memberikan informasi yang baru saja kudapatkan. aku yakin teman-temanku pasti mencariku. aku tidak ke kafetaria karna asyik ngobrol dengan serigala betina itu.
Dengan tergesa-gesa aku berlari ke mobilku. disana sudah ada christian menungguku. apa dia tau apa yang ku pikirkan. kenapa dia tibahtiba ada disni? padahal aku tidak memberitahu siapapun.
"biar aku yang menyetir", katanya dingin.
aku bingung tapi menurut saja. membiarkan dia mengemudi sementara aku bertanya-tanya ada apa dengan sikapnya.
" kau tidak bertanya padaku?", suara christian pelan dengan emosi tertahan.
"eng, kenapa kau menjemputku? " tanyaku gugup
"pertama, karna aku tau tadi kau bersama si serigala bau itu" jawabnya penuh emosi, oh aku mengerti sekarang
"kau cemburu?", aku tersenyum geli.
__ADS_1
" kau menertawaiku? apa kau pikir itu lucu?"
"tidak, hanya saja aku bahkan sudah lupa rupa werewolf itu", jawabku sambil mengingat-ingat wajah noa.
christian menyunggingkan sekilas senyumnya yang manis. tapi kemudian wajahnya sedih kembali.
" ada apa christian?"
"grandma",
aku seketika menjadi panik, dadaku berdebar kencang. " ada apa dengan grandma?"
"dia terkena serangan jantung dan sedang dirawat dirumah sakit".
mataku berair, pandanganku buram, telingaku berdengung panas. grandma, tunggu aku.
aku menghambur ke pelukan bibi lily, aku menangis sesenggukan. bibi membawaku duduk di kursi, lalu memberikanku minum. aku menenggak habis air mineral itu. haus sekali rasanya menangis sepanjang perjalanan ke rumah sakit ini.
"tenanglah sayang, grandma baik-baik saja", bibi mengucapkan itu seperti sebuah doa.
Kepalaku pusing, christian menawarkan pundaknya padaku. aku dengan senang hati menerimanya. bibi pasti lelah, aku tak tega jika harus bergelayutan padanya.
" tenanglah sayang", christian menggumam. aku merasa ngantuk. aku tau, christian pasti menggunakan sihirnya.
"jangan membuatku tertidur" aku merengek, christian tertawa pelan "apakah itu mempan? ataukah memang kau mengantuk?"
__ADS_1
aku terpejam, lelah sekali rasanya berpikir setiap hari
"putriku", suara berat dan lembut memanggilku, awalnya ku pikir itu john, tapi bukan. aku sangat hafal suara john.
" dad?" aku terkejut dan berdebar bersamaan.
"iya sayang, tenanglah, tetaplah berpikir jernih"
"daddy dimana?",
"aku berada di sekitarmu nak, perhatikan setiap langkah yang kau ambil nak,"
"aku rindu dad", air mataku berlinang, aku bisa melihat sebuah ruangan.
remang dan dingin. aku bisa mencium bau obat-obatan di ruangan itu.
" aku juga putriku, tapi kita harus berhati-hati"
aku melihat tempat lain lagi, aku seperti mengenali ruangan satu ini, tapi aku lupa. siapakah yang berpindah-pindah tempat secepat ini? apakah itu ayahku?
"dad", aku mencoba memanggilnya lagi. tapi suara Daddy sudah menghilang dari jangakuanku. jika saja aku tau dimana dia berada aku bisa menghubunginya lagi.
aku bangun, dengan keringat dingin dikeningku. padahal cuaca dingin. christian memeriksa keadaanku.
" badanmu panas ra", christian berusaha tenang.
__ADS_1
dia menggendongku dan memanggil perawat.