
Gabe, keluar dari ruang baca dan membawa sebuah kotak. Dia meletakkannya dimeja. Aku gugup saat christian membuka penutupnya.
"katakan jika kau belum siap sayang" christian menenangkan ku dengan senyumannya.
"buka saja " pintaku penuh percaya diri. Kakiku sudah tidak gemetar lagi.
"ouch" aku menutup mataku, mengerikan sekali kepala medusa itu.
"oke aku akan mencobanya"
Dengan tarikan nafas yang panjang dan berat, aku memegang rambut dysis yang agak mengering. Kurasa itu cukup membuat kontak diantara kami terbuka.
christian menciumi tanganku yang satunya lagi, memberiku semangat. Isobel memelukku dari samping. Keadaan menjadi senyap, Bahkan suara nafas pun tak kudengar lagi.
*apa ini?* Aku bingung dengan keadaan yang sedang kualami saat ini. Biasanya aku hanya akan melihat visi, bukannya rohku seakan berada dalam sebuah visi.
"christian?" aku mencoba memanggil namanya. aku masih bisa merasakan sentuhannya.
"aku bersamamu sayang", dia mencium pipiku.
aku mengangguk senang, setidaknya aku masih terhubung dengan mereka.
Aku berada di sebuah lorong panjang dengan banyak ukiran kuno disetiap tiang besar diruangan itu. Aku tau itu koridor sebuah kerajaan. Dysis sedang berjalan dengan langkah cepat didepanku, aku mengikutinya.
Dalam visi ini aku tidak tau apakah mereka bisa melihatku atau tidak, untuk berjaga-jaga aku melangkah seperti mata-mata.
Dysis tiba disebuah pintu besar setinggi 3 meter, Pintu itu berdecit ketika terbuka, aku tidak melihat orang yang membukanya. Aku bergegas masuk mengikuti dysis sebelum pintu tertutup kembali.
"yang mulia", dysis menunduk pada seseorang yang sedang duduk didepan cermin besar klasik. Sempat-sempatnya aku mengagumi sosok yang dipanggil yang mulia itu.
Kutebak dialah aphrodite si putri kerajaan vampir yunani.
" aku ada tugas penting untukmu dysis" ujar wanita itu dengan suara mendayu seperti biola.Aku agak terlena dengan suaranya.
__ADS_1
"akan kuterima apapun tugas dari yang mulia", dysis masih menunduk hormat.
" carilah putri dari pangeran Alan, dia bisa menjadi penghalang ku mendapatkan tahta "
"darimana hamba harus memulainya?"
"Aku dengar, istrinya seorang wanita amerika. Dia melahirkan putrinya disebuah rumah sakit di kota seattle. Aku akan mengirim mata-mataku disana untuk mendampingimu."
" Maaf yang mulia, Bukankah Raja dan Pangeran sudah memiliki kesepakatan tentang keselamatan putri nya alan?"
"ya benar, tapi kesepakatan itu hanya diantara mereka. alan tidak mau menyentuhku. Bagaimana aku bisa mendapatkan keturunan darinya yang akan memperkuat kedudukanku?. aku tidak ingin bernasib sama seperti ratu. Dia hanya memiliki putri, dan mereka terpaksa memungut alan dari jalanan untuk dijadikan pewaris tahta".
"baik yang mulia, lalu apa yang harus hamba lakukan padanya jika aku menemukannya?"
"bawa dia kemari hidup-hidup. aku yakin dia lebih berguna dengan keadaan hidup" putri itu menyeringai jahat, dia seperti nya seorang psykopat.
Aku mencoba peruntunganku dengan berjalan mendekat kearah mereka, ternyata aku tidak terlihat. sedikit merasa lega dengan fakta menyenangkan itu.
Dysis keluar dari kamar itu, aku ingin berlama-lama disini ,tapi aku berada didalam ingatan dysis , jadi aku berada dimana dia berada.
Ya, seorang vampir vatikan ambisius itu rupanya bekerja sama dengan aphrodite. isobel salah menduganya. Aku tersenyum pahit menyadari menjadi berharga ternyata tidak menyenangkan sama sekali.
Setelah paham apa yang akan terjadi setelahnya, aku hanya berdiam diri saja, toh visi itu yang akan menghampiriku.
Visi selanjutnya berlatar sebuah kasino. Aku terkesiap saat melihat ibuku ada disana. Dia tampak sedang melayani sekelompok orang yang sedang bermain domino. Rupanya, dysis tidak menyadari keberadaan ibuku. kurasa bau kami sudah tersamarkan selama berada di New York.
Aku jadi tau alasan kenapa ibu memilih tinggal diapartemen kumuh yang bau dan padat penduduk, rupanya dia ingin melindungi kami dari kemungkinan diincar vampir jahat. Benar kata mereka, ibuku memang cerdas.
Aku melihat seorang wanita cantik bermata tajam dan jernih. Dia memimpin disebuah meja taruhan. wanita itu berambut pirang disanggul dengan cantik. senyumannya terlihat licik tapi cerdas bersamaan. Dia terus melirik ke arahku dan tersenyum.
*apa dia bisa melihatku disini?* aku terkejut karna dia sedang mengerling kearahku dan berkata tanpa suara "ya, kau. aku melihatmu" dia mengacungkan satu jempol untukku "berhati-hatilah " gumamnya lagi.
Belum sempat aku bertanya padanya, visi dysis berubah lagi.
__ADS_1
Latar berganti menjadi hutan belantara, dysis terus berlari . dia berhenti disebuah rumah yang aku kenali, *astaga!* itu rumah grandma dan aku baru saja keluar dari sana untuk berangkat sekolah. sepertinya saat itu ketika ken melihatku diikuti.
sejak saat itu, latarnya tidak berubah selama beberapa hari. dysis terus mengikuti langkahku, tapi dia mengendus bau werewolf, jadi dia memutuskan untuk bersembunyi.
Latar berubah lagi, dia berada di seattle. Disana dia bertemu dengan Darius yang rupanya sudah melakukan penyamaran selama bertahun-tahun sebagai dokter ahli bedah di virginia mason hospital.
dysis mendapat informasi bahwa ayahku, alan telah melarikan diri setelah tau apa yang direncanakan aphrodite,untuk menyelamatkanku. Jadilah tugas dysis dialihkan ke pencarian Alan. tapi karna sudah terlanjur bertemu dengan kami disana, dia berencana mendapatkanku lebih dulu, baru kemudian mencari jejak ayahku.
Sayangnya saat itu dia gagal, dan meskipun saat penyerangan itu aku berada disana aku tidak bisa memperhatikan dengan jelas keadaan sekitar kami. Tapi dalam visi kali ini aku melihat ayahku! iya aku melihatnya dibalik sebuah pohon ek tua berjarak 10 meter dari pertarungan itu. dia bertengger diatas salah satu dahan pohon ek itu, dan mencoba berkonsentrasi. Setelah melihatnya,disana aku tau bahwa elang falcon itu adalah elang milik ayahku.
wajahnya masih sama seperti yang kuingat. hanya sorot matanya saja yang berbeda. dia tampak tertekan dan lelah.
aku memanggilnya tapi dia tidak mendengarku. disaat sedih mulai merasuki relung hatiku latar berubah lagi menjadi pertemuan dysis dan darius.
dua vampir yang mengawal darius merupakan vampir pelarian dari wilayah tacoma yang diancam oleh dysis. Mereka mengubah rencana, dysis mencari jejak ayahku dan darius ditugaskan menangkap ku.
Darius memang seorang dokter, dia tidak berbohong bahwa dia teman ayahku. aku melihat foto mereka berdua di ruangan darius.
Darius lebih memilih rencana mengelabui ku ketimbang menangkapku secara paksa. Tapi aku tidak bisa melihat rencana darius selanjutnya karna yang aku lihat adalah ingatan dysis.
Dysis sekarang berada dihutan dekat sungai chena, dia terus berlari mengitari hutan itu, mendapatkan beberapa bau ayahku disana. tapi dia kehilangan jejak di seberang sungai. disaat bersamaan para werewolf sedang mengitari parameter wilayah mereka. dysis yang punya insting melarikan diri yang luar biasa dengan mudah bisa menghindari kawanan werewolf.aku juga melihat noa disana. Dia benar-benar seorang alpha yang gagah.
Dan yang terakhir, saat kami sedang rekreasi di lake park chena. dysis memang sedang mengincar ku. Karna kegagalan yang dialami darius membuatnya mengambil alih kembali tugas utamanya.
Sayangnya, Noa datang. dysis mengintip kami dari kejauhan. karna yang kulihat hanya bayangan kami berdua. disaat Noa membawaku dengan wujud serigalanya, disanalah dysis berbalik arah.
aku melihat ayahku, tepat berhadapan dengan dysis. dengan percaya diri dysis menantang ayahku. tapi bukan itu tujuan ayah. Dia berlari menghindari dysis, si medusa itu hanya fokus dengan buruannya hingga tak sadar sudah masuk ke wilayah pemukiman para werewolf. ayahku bergerak secepat kilat, dia berlari memanjat pohon pinus tua lalu dengan gerakan memutar dia menangkap kaki elang Falcon nya, lalu terbang menembus hutan yang menjulang. sementara
dysis masuk ke dalam perangkap ayahku.
aku melihat betapa waspada nya kawanan werewolf di sana. Dengan cepat dysis sudah dikepung, tapi dia masih bisa melarikan diri.
Dysis berbalik arah dengan kecepatan luar biasa, lima serigala besar mengejarnya terus kedalam hutan. Naasnya, dysis terkepung. selusin kawanan werewolf menghadangnya dari segala arah. secara bersamaan mereka menyerang dysis, si medusa mulut berbisa itu menjerit hingga tubuhnya terpisah beberapa bagian. kawanan werewolf itu pulang dengan membawa masing-masing bagian tubuh dysis.
__ADS_1
Visiku berakhir disana.