ARABELLA (Pewaris Kerajaan Vampir)

ARABELLA (Pewaris Kerajaan Vampir)
Penyergapan


__ADS_3

Dengan sisa tenaga yang ada aku mencoba mengintip keberadaan Noa. Dia bersama christian, ternyata Noa tidak gegabah dalam mengambil keputusan. aku juga melihat mereka berlari bersama menembus hutan, diperkirakan lima menit lagi mereka sampai.


Benar saja, tak sampai 5 menit suara bergemuruh memenuhi rumah. ayah datang kekamarku.


aku Pura-pura panik, mencoba mencari celah untuk mencelakainya dan melarikan diri.


"ayo nak, kita turun kebawah". kata ayah palsu memapahku turun.


aku dengan cepat menuruni tangga, dua orang teman ayah palsu sedang berkonsentrasi. mereka pasti sedang menahan kubah pelindung.


aku melepaskan pegangan si ayah palsu, tak sempat lagi memperhatikan wajahnya.


dengan cepat aku menendang kedua vampir penyihir itu.


" brengs*k", mereka mengumpat.


si ayah palsu sudah berubah wujud. kupikir dia adalah dysis, tapi ternyata bukan. dia seorang pria berambut merah menyala. sekarang dia menyeringai buas ke arahku.


aku beringsut mundur, belum pernah melakukan perkelahian membuatku sedikit berpikir untuk mulai dari mana. dengan asal ku kibaskan tanganku dengan kekuatan pikiran.dan


Brukkk..


si rambut merah terjerembab mematahkan pagar tangga.


"kau kuat sekali sayangku, bagus sekali jika kami melakukan percobaan padamu", si rambut merah bangkit sambil menyeringai jahat.


" kau ini siapa?" dampratku kesal. jika dia bilang percobaan berarti dia vampir vatikan.


"aku darius, teman ayahmu yang baik hati",


entahlah,aku tidak kenal siapa dia. tapi aku harus cari cara mempertahankan diri sampai yang lain bisa menembus kubah pelindung itu.

__ADS_1


Berdiri dengan percaya diri, aku menatapnya dengan tatapan angkuh, tertawa sedikit untuk mencairkan ketegangan ku.


" oh, rupanya kau darius yang mereka sanjung-sanjung?" aku menyunggingkan senyum mengejek.benar saja, dia masuk perangkapku.


"siapa yang kau maksud?"mata darius berkilat senang.


" tentu saja anggota asosiasi vampir amerika!" kuputar bola mataku jengah, si darius ini kelihatan seperti vampir yang haus pujian.


"aku belum pernah dengar?" darius meragu.


aku tertawa sinis, "asosiasi ini rahasia, karna anggotanya sebagian besar adalah vampir pelarian yang jenius. kalian yang berada di eropa tentu tidak akan tau adanya perkumpulan ini" heran sekali, sejak kapan aku pandai mengarang cerita?


"sekarang aku tau, dan mereka akan lebih kagum lagi ketika aku mendapatkan bahan percobaan yang langka sepertimu". darius melangkah pelan ke arahku. aku sok cuek, bisa kurasakan selaput pelindung luar sudah koyak.


" sayang", christian berbisik dalam telepati.


"aku baik-baik saja". jawabku tenang, sambil memperhatikan gerak gerik dua vampir lainnya yang berdiri saling memunggungi, sedang waspada.


"bagus sekali sayang, berhati-hatilah, kau bisa membunuhnya, tapi kita butuh mereka hidup-hidup",


" baiklah".


Christian sudah berada di belakang darius, dia bergerak tanpa suara layaknya burung hantu. aku tergelak dengan keras, agar darius tidak mengetahui keberadaan christian.


"kau pikir? untuk apa aku bersama asosiasi vampir amerika kalau bukan karna penelitian yang mereka lakukan padaku?"


darius menggeram murka, dan perhatiannya hanya tertuju padaku. christian,elliot dan gabe sudah bersiap diposisi mereka, kesempatan bagus itu tidak disia-siakan. dengan sekelebat mata, mereka bertiga menyergap darius yang sedang marah. sementara dua vampir lainnya sedang bertarung melawan ken dan john.


Aku terduduk lemas saat melihat darius sudah dalam dekapan gabe yang bertubuh tambun. darius terus saja menghentakkan badannya agar bisa terlepas,tapi gabe terlalu kuat.


"arabel?" Noa memanggilku dengan cemas. dia masuk lewat pintu depan. dan sudah duduk berlutut disebelahku.

__ADS_1


christian dengan defensif memelukku, tatapan menusuk , Noa mengangkat tangan menyerah.


"aku hanya cemas dengan keadaannya",


" aku baik-baik saja Noa", jawabku tenang, meski jantungku masih bedegup kencang.


"oke, aku dan kawananku akan pergi mencari jejak,mungkin saja ada yang lainnya" Noa pamit lalu menghilang begitu saja. aku masih memandangi tempatnya duduk tadi.


"dia tidak bisa meninggalkan kawanannya sayang, dia seorang alpha" christian menjelaskan.


"alpha? Noa seorang alpha?"


"ya begitulah, kenapa? apa kau tertarik padanya?" tanya christian menyelidik, dia tampak cemburu.


"emmm mungkin", jawabku ambigu.


" jika kau berani, akan ku pastikan dia akan pindah sekolah",


Nah, akhirnya aku kena batunya.


"apa aku terlihat seperti vampir yang mudah jatuh cinta tuan costel muda?"


christian menghela nafas lelah, "aku tau, kau bahkan belum menerima cintaku" jawabnya lesu.


"sudahlah, ayo bawa aku pulang",


" kita akan kerumah sakit dulu" christian tampak tegang.


"baiklah,".


keadaan rumah kosong itu sangat berantakan saat kami tinggalkan.banyak sekali papan berserakan dan dinding berlubang bekas perkelahian. darius dan dua orang temannya sudah dibawa oleh john dan three costel, karna satu costel lainnya sedang bersamaku.

__ADS_1


__ADS_2