ARABELLA (Pewaris Kerajaan Vampir)

ARABELLA (Pewaris Kerajaan Vampir)
Tipu muslihat


__ADS_3

"kau mau tidur disini bersama daddy?" tanya ayah dengan wajah penuh harap. Ponselku bergetar tiada henti, aku hendak mengambilnya didalam tasku ketika ayah menghentikan gerakanku.


"ayolah putriku, biarkan kita menikmati momen sebagai ayah dan anak dengan keadaan tenang".


aku bengong, seperti ada selaput tebal ditelingaku dan seseorang sedang berusaha mengoyaknya dengan sesuatu yang panjang dan tajam, tapi selaput itu terasa sangat tebal. aku mengernyitkan keningku.


tapi ayah memberikanku sebuah kalung,


"simpanlah", pintanya.


aku melihat kalung itu dengan cermat. sebuah berlian biru saphire tertengger sebagai liontinnya. aku sumringah, dan segera memakainya. ayah senang sekali melihatku memakai kalung cantik itu.


" kau cantik sekali, bahkan sandra tidak ada bandingannya".


aku tertegun, sekelebat visi masa lalu mengisi mataku. saat itu, ibuku sedang mengganti gorden kamar, ayah memeluknya dari belakang dan mencium pipi ibuku. aku menangis di dalam box bayi, ayah langsung menghampiri ku.


"ada apa putriku yang cantik?" tanya ayah lembut.


ibu tertawa kecil, dia mencubit pipiku gemas tapi lembut.


"ya, akhirnya ada seseorang yang melebihi istrimu ini sayang", ujar ibu bahagia.


ayah merengut, dia berdecak tidak suka.


" putriku memang cantik sayang, tapi dimataku, kau adalah wanita tercantik dimataku. ingat itu. tak akan ada yang bisa menyaingi keanggunanmu",


ibu memukul bahu ayah dengan cinta, wajahnya tersipu senang.


"terima kasih sudah mencintaiku alan",


" aku yang harusnya berterima kasih, karna kau menjadi matahari di hidupku yang suram sandra",


aku melihat mereka bertatapan dengan penuh cinta, setelahnya aku memejamkan mata, dan kembali ke masa sekarang.


Ucapan ayahku yang sekarang berada di depanku membuatku memiliki hasrat ingin melarikan diri. aku masih bisa merasakan selaput tebal yang mengelilingi ku.


"dad",


" ya?"


"bisakah kita kerumah sakit lagi? aku ingin tau keadaan grandma",aku sedikit merengek. ayah menghela nafas berat.matanya lelah.


" sayangnya, kita tidak bisa keluar dari sini sayang, kau harus tetap disini untuk menghindari bahaya".

__ADS_1


"dad", ujarku panik " aku akan aman bersama christian",


"justru itu masalahnya", mata ayah berkilat jahat.


aku mundur dua langkah. ada apa dengan ayah?.


" tetaplah disini dan menurut pada ayah",


aku mengkerut takut, ada aura berbeda yang aku rasakan sekarang. selaput tebal itu berkedut lagi. aku sampai pening karna mengabaikannya.


"baiklah" sahutku berusaha tenang. "aku boleh tidur disini saja?"


"tentu sayangku",


Ketika ayah pergi keluar kamar, aku melongo ke jendela. betapa terkejutnya aku ternyata selaput yang kurasakan itu berupa tameng buram yang mengelilingi seluruh rumah berbentuk kubah diatasnya. aku mengigit jari, berpikir apa yang harus kulakukan. entah kenapa ayahku terasa berbeda dengan ayah yang aku temui dalam visiku sebelumnya. tapi ayah bilang dia ada disekitarku?


Kuputuskan untuk duduk saja, christian memasukkan jus jeruk ke dalam tasku. ponselku mati dan tak mau hidup lagi. aku sedikit frustasi dengan keadaan ini.


ku teguk jus jeruk itu sedikit, untuk menenangkan sarafku, lalu dengan hembusan nafas panjang, aku mulai melakukan visi.


aku ingat ibuku bilang kekuatanku setara 100 vampir, menurutku agak berlebihan. tapi kenyataan bahwa serangan sihir tak mempan padaku memberiku sedikit harapan untuk menghubungi orang luar.


Aku berbaring, memejamkan mata. jika seandainya ayah masuk pun dia tak tau kalau aku sedang melakukan visi.


aku berkonsentrasi sekitar sepuluh menit, mencari koneksi pada siapa saja yang bisa aku hubungi. sialnya tak ada satupun costel yang bisa aku hubungi. aku hampir menangis, ada yang tidak beres.


Lalu sebuah wajah muncul dimataku, aku mencoba memperjelas visualnya.


"Noa!" aku menjeritkan namanya. dia seperti sedang berada ditebing yang mengarah kelaut. matanya mencari-cari.


"Noa", aku berusaha lagi. dia mematung,menajamkan pendengarannya.


" arabel?" bisiknya.


"ya,ini aku".


" hei, aku ada kabar gembira untukmu", noa sumringah,


"kau bicara dengan siapa noa?" tanya sebuah suara berat, noa menaikkan telunjuknya meminta temannya diam.


"kabar apa?" tanyaku penasaran, tapi noa menyadari bahwa keadaanku tidak normal.


"kenapa kau melakukan telepati?" tanyanya curiga.

__ADS_1


"aku sedang dirumah ayahku",


" tidak mungkin", noa menggeleng tak percaya, matanya panik. "keluarlah dari sana ra, kau dalam bahaya!"


Oh benar sekali firasatku, "bagaimana kau tau?" tanyaku panik.


"ayahmu tidak berada di north pole! dia membiarkan kami mengikuti jejaknya dan dia berada di kanada".


" apa?, lalu siapa yang bersamaku?"


"tenanglah, sebutkan ciri rumah itu. biar kami menjemputmu"


"lima rumah setelah rumahku noa, apa kau tau rumahku?"


"ya tentu aku tau. tunggu? bukankah itu rumah tua tak berpenghuni?"


"entahlah, vampir ini sepertinya memiliki sihir yang kuat, aku tak bisa menghubungi christian".


" pantas saja kau menghubungiku, sihir mereka tidak berpengaruh pada werewolf dan pejuang roh".


"aku lemas, cepatlah selamatkan aku".


" oke". aku melihat noa berlari, dan langsung berubah.aku sudah tak kuat lagi.


telepati tidak bisa dilakukan sejauh itu, dengan visi, aku bisa melihat siapa yang aku ajak bicara.


"arabel" sebuah suara mengagetkanku. aku purahoura membuka mata seolah baru bangun tidur.


"ya?"


"kau tertidur?" ayah duduk disampingku. aku hanya mengangguk lemah. aku lemas sekali. tapi takut memakan apapun yang diberikannya. dalam hati aku bersyukur tidak meminun ataupun makan yang dia berikan dirumah sakit tadi.


"ayo, ikut ayah. kita akan pergi menjemput ibumu",


aku menatapnya dengan tatapan bingung. untuk apa menjemput ibu?


" kita akan membangun keluarga yang utuh sayang, dan akan pergi jauh dari semua kekacauan ini".


aku mengangguk, tapi aku punya rencana lain.


"bolehkah aku istirahat sebentar lagi?, rasanya aku lelah sekali".


ayah tersenyum, meski dipaksakan.

__ADS_1


" baiklah". kemudian dia pergi lagi. aku menghela nafas lega.


semoga saja noa datang dengan cepat, aku tidak bisa menolaknya jika dia mengajakku pergi lagi secepatnya. untung saja dia tidak curiga padaku.


__ADS_2