ARABELLA (Pewaris Kerajaan Vampir)

ARABELLA (Pewaris Kerajaan Vampir)
kehilangan


__ADS_3

Christian melajukan mobilnya seperti biasa, ngebut. Aku tidak takut kecelakaan lagi karna tau indra vampir lebih tajam dari manusia biasa, dan meskipun terjadi kecelakaan kemungkinan akan terluka sangat sedikit.


"katakan sesuatu". pintaku menghapus keheningan.


christian masih diam. apa dia masih cemburu pada noa?, atau ada hal lain yang membuatnya cemas. selama aku berpikir, kami sudah sampai dirumah sakit.


christian menuntunku ke sebuah ruang rawat inap vip. disana sudah ada isobel menunggu dekat pintu. wajahnya terlihat sedih.


"isobel?" aku memandangnya bingung.


isobel menghapus airmatanya, lalu memelukku dengan tubuh yang gemetar. aku ketakutan, apa yang isobel tangisi?. kami masuk, disana terbaring lemah, grandma dengan kain putih menutupi tubuhnya sebatas dada.


bibi lily duduk di samping nya sambil tersedu, air mataku mengalir tanpa terasa.


"grandma?", aku memanggilnya dengan suara gemetar. dengan memegang lehernya, ku tau tak ada lagi denyut nadi. tak ada nafas, tak ada detak jantung, tak ada tanda kehidupan.


kupeluk tubuh grandma yang sudah dingin. menciumi pipi dan keningnya,juga tangannya yang sudah pucat.


" grandma, maafkan aku", aku menangis sejadi-jadinya. tak ada yang berusaha menghentikan jeritan pilu ku. bahkan bibi, masih menunduk sambil menangis.


"bibi sudah menghubungi ibumu, tapi nomornya tidak aktif, sweetheart" ,


aku mengangguk paham, bicara pun bibirku sudah gemetaran. duniaku seakan runtuh dibawah kaki ku.

__ADS_1


aku memandangi wajah grandma yang pucat. oh grandma ku yang malang, andaikan aku tidak datang padamu,mungkin kau masih hidup.


pemikiran itu membuatku semakin sakit hati. bagaimana dengan ibuku yang berada jauh di new york? saat ini pun dia belum bisa dihubungi. aku belum punya tenaga untuk melihatnya melalui visi ku.


bibi lily bangkit, dia memelukku erat, "hanya kau dan sandra yang aku punya, jagalah dirimu baik-baik sayang. untung kau ada disini, setidaknya aku tidak kesepian",


aku memandangi bibi yang sedang menghapus air matanya dengan tegar. dia juga menghapus air mataku yang mengalir deras,tersenyum menenangkan sambil menepuk pundakku.Merasa pilu dengan pikiran bibi yang salah, dia tidak tau akulah penyebab grandma tiada, air mataku malah semakin mengalir deras. ku tumpahkan semua sakit hatiku didalam pelukan bibi.


Lama sekali rasanya, bibi lalu menutup wajah grandma dengan selimut putih itu. aku tak sanggup lagi berdiri, jadi aku duduk dikursi dekat jendela. entah apa yang harus aku lakukan sekarang. grandma tiada, ibuku entah bagaimana kabarnya. ayahku, tidak tau dimana keberadaannya saat ini.


christian duduk bersimpuh didepan lututku, dia memegangi tanganku yang dingin gemetaran. dengan tatapan penuh cinta, christian menciumi tanganku, meremasnya dengan lembut. ingin sekali rasanya aku tertidur dipelukan christian lagi. tapi kami harus mengurus pemakaman grandma.


Esok hari, Pemakaman grandma berlangsung khidmat. keluarga kami tidak banyak, tapi hampir seluruh north pole hadir di pemakaman hari ini.


Air mataku saja yang sudah mengering, semalaman aku tidak tidur sambil menangisi kematian nenekku, dan isobel juga menangis bersamaku.


Ketika peti masuk kedalam liang lahatlah, baru kami menangis lagi. saling berpelukan sambil menguatkan. aku,isobel,bibi lily dan grace. hampir setiap hari bersama membuat kami merasakan sakit yang sama atas kepergian grandma.


Keadaan rumah jadi suram, hawa dingin masih menusuk di bulan februari. semakin dingin tanpa kehadiran grandma yang selalu menghidangkan makanan hangat untuk kami. grace masih menemaniku didapur sambil melamun. temanku yang lain sudah pulang setelah prosesi pemakaman selesai.


"pulanglah grace, istirahatlah", pintaku dengan suara serak.grace tersenyum mengiyakan.setelah memelukku dia pergi dengan langkah gontai.


Bibi sudah masuk kekamar dan mengunci pintunya, terdengar lirih suara tangisan yang tertahan. aku yang sudah kehilangan separuh semangat hidupku, berencana akan melakukan hal yang sama seperti bibi.

__ADS_1


"maafkan aku ra, ini karna kecerobohan ku", chrsitian berbisik ditelingaku yang dingin.


aku sengaja meminta nya menemani , pikiranku masih kalut, ibuku belum bisa aku hubungi, bahkan dengan visi ku.


" kurasa inilah yang disebut takdir christian, kau bukan tuhan yang bisa meg handle segalanya sendirian",


"ara, kesalahanku bukan hanya satu", christian bersikeras " aku terlambat datang sehingga nenekmu sempat dicelakai orang, dan ketika bertemu alan palsu dirumah sakit, aku bahkan tidak bisa mengendus penyamarannya",


"christian", sekarang aku berbalik menatap matanya, penyesalan begitu tersirat disana,


" awal dari semua luka ini adalah aku!, jika saja aku tidak meninggalkan ibuku, tidak datang ke north pole, tidak akan ada yang celaka", kata-kata itu menyembur tak tertahankan diiringi air mataku yang terasa hangat. aku menggeleng kuat.


"tidak, semua masalah ini datang sejak kelahiranku. ya, itulah yang harusnya disesali".


" sssttttttt", christian menyuruhku diam sambil mengecupi mataku yang basah.


"baiklah, kita tidak akan mengungkitnya lagi, tidak ada siapapun yang salah, ini semua takdir".


" itulah yang ku katakan sejak awal bukan?", tanyaku memastikan, ingin sekali lari dari kenyataan pilu ini.


"iya sayang, kita akan mencari solusinya besok, sekarang tidurlah",


aku hanya mengangguk lemah. tak ingin membantah christian seperti biasanya.

__ADS_1


Malam ini, aku terlelap dipelukan christian. dia menyenandungkan lagu sedih yang tak aku kenali,mungkin karna liriknya bukan bahasa inggris. setiap tarikan nafas dan sentuhan tangannya, membuatku semakin terlena dalam lelah, hingga aku melupakan sejenak luka hati ku.


__ADS_2