Asmara Di Sekolah Baru

Asmara Di Sekolah Baru
Siska..(Bukan siska kohl ya gengs )


__ADS_3

Pagi hari pun tiba. Bagi semua orang mungkin ini hanyalah hari biasa seperti hari hari yg lain nya namun berbeda dengan yura. Hari ini adalah hari dimana ia mengawali nya dg menyandang status sebagai pacar devan di hadapan semua orang. Walaupun aslinya memang pura pura namun ia sudah menyiapkan mental dan fisik nya untuk menghadapi bisikan bisikan atau gosip gosip di sekolah yg pro maupun kontra dengan kabar yg beredar mengenai hubungan nya dengan devan sang most wanted sekolah


"Huft oke cantik tenang semua bakal baik baik aja" ucap yura pada diri nya sendiri di cermin


Kemudian yura pun berjalan menuruni anak tangga menuju dimana papah nya berada


"Ayo pah berangkat" ajak yura pada papah nya


Papah alex hanya mengangguk kemudian memberikan tangan nya pada sang istri untuk di cium sebagai tanda berpamitan. Yura pun mencium tangan mamah aleta


"Berangkat dulu mah" pamit nya pada aleta


"Iya sayang hati hati di jalan jngan ngebut pah" jawab aleta menasehati kedua nya


"Siap mah" jawab yura dan papah alex bersamaan


Mereka pun keluar rumah dan betapa terkejut nya mereka ketika melihat mobil sport mewah terparkir di halaman rumah nya dg cowok tampan yg sedang bersender di body mobil memasang gaya cool nya


"Astaga itu pangeran tamvan dr dunia mana sih kok bisa nyasar kerumah gue. Aduh duh duh keberuntungan atau kesialan nih" gumam yura lirih masih setia menatap devan yg kadar ketamvanan nya melebihi kapasitas seperti laler😌Oke lupakan.


"Itu bukan nya temen kamu yg kemarin ya yur?" tanya papah alex pada yura


"I iya pah" jawab yura kikuk


"Kok gk bilang mau jemput kamu?" tanya papah alex lagi


"Enggak tau pah yura aja gk di kasih tau ma dia tumben tumbenan aja mau jemput lg kerasukan setan baik deh kyak nya pah" ucap yura terkikik


"Ada ada aja sih kamu. Udah ayo samperin" ajak alex pada putri nya


"Om!" sapa devan ramah sambil mencium punggung tangan alex


"Mau cari siapa?" tanya alex tak kalah ramah


"Jemput celay eh maksudnya yura om" jawab devan nyengir kikuk


"Ohh pasti ada apa apa nya nih kalian berdua" Goda papah alex pada devan dan yura

__ADS_1


"Iy-" Belum selesai devan menjawab yura sudah memotong nya


"Kita berangkat dulu pah assalamualaikum" Ucap yura lgsg menyambar tangan alex untuk dicium


"Waalaikumsalam" jawab papah alex


kemudian yura lgsg menarik tangan devan untuk masuk kedalam mobil. Devan pun menjalankan mobil nya


"Ngpain lo ke rumah gue?" tanya yura menoleh ke samping dimana devan berada


"Jemput lo"jawab nya singkat tanpa menatap yura hanya fokus pada jalanan


"Iya maksudnya ngpain lo jemput gue?" tanya yura lagi


"Ngejalanin peran" jawab devan singkat masih fokus pada jalanan


Yura tidak menjawab ucapan devan ia lgsg membuang muka ke arah jendela menatap jalanan. Entah kenapa jawaban devan membuat hati kecil nya kecewa. Ia sedih devan tidak memberinya perhatian seperti ini dg tulus. Devan yg melihat itu pun menjadi heran kenapa tiba tiba raut wajah yura menjadi murung


"Lo knp" tanya devan tanpa melihat kearah nya


Yura mengalihkan pandangan nya menatap devan sekilas kemudian kembali menatal jendela mobil


Mereka pun sampai di parkiran sekolah. Yura lgsg keluar tnpa mengatakan apa pun pada devan dan meninggalkan nya. Devan menjadi keheranan krn tingkah yura yg mendadak berubah


Yura berjalan santai dan penuh percaya diri menuju kelasnya. Semua mata yg ada di sana menatap nya terkejut bagaimana bisa yura si waketos tegas dan disiplin bisa dekat dengan Devan sang badboy dingin itu. Yura tidak memperdulikan tatapan tersebut ia akan diam jika mereka tidak mengganggu nya walaupun tatapan mereka kebanyakan menyiratkan kebencian dan kemarahan.


Brukk!


"Sial" umpatnya lirih


Yura terhuyung kebelakang membuat nya mundur beberapa langkah namun tidak jatuh. Ia telah menabrak seseorang Tidak! Bukan yura tapi orng itu yg sengaja menabrak yura


"Sorry" ucap yura tanpa menatap wajah orang tsb lalu berniat utk melanjutkan jalannya lewat pinggir badan nya namun wanita itu dg sigap menghalangi nya. yura pun menatap wanita itu bingung


Siapa dia? Apa maksudnya melakukan hal ini pada nya? Kenapa dia menghalangi jalan nya? Apa dia merusak baju nya? Atau yang lain? ya Begitulah kira kira pikiran yura yg dipenuhi tanda tanya


"Emm permisi gue mau lewat" ucap yura

__ADS_1


"Masih mau lewat setelah ngembat 2 cowok ganteng di sekolah ini? Gak cukup sma satu cowok? Kurang puas ya main nya? Gak ada malu? Atau emg gk punya?" Tanya wanita itu bernama siska dg nada sinis mengejek yura


"Maksud lo apa?" tanya yura menahan emosi nya


"Yaa gk ada maksud apa apa sih cuma heran aja gitu cewek berhijab kok murahan? Atau emang ukhti cover nya doang tp dalem nya jal-" ucap wanita itu terhenti ketika menatap devan merangkul pundak yura dg menatap tajam siska. Yura terkejut melihat tangan melingkar di pundak nya ia menatap devan tidak percaya dg apa yg devan lakukan pada nya. Siska mengepalkan tangan nya melihat itu.


"Knp berhenti? Ayo lanjutin!" ucap devan dingin suasana seketika menjadi tegang mencekam


"Dia siapa lo?" tanya siska setengah berteriak emosi


"Pacar gue" jawab devan singkat padat dan jelas


Siska pun tambah mengepalkan tangan nya ia benci gadis itu gadis yg devan akui sebagai pacar nya hari ini di depan banyak siswa dan menpermalukan dirinya


Yura hanya bisa menghela nafas pelan. Ia sudah tau pasti akan seperti ini jadi nya melihat posisi devan yg di juluki sebagai pangeran sekolah karena ketampanan fisik nya yg tdk tertandingi sudah dipastikan banyak yg akan membenci nya.


"Apapun yg lo lakuin sekarang gk bakal ngerubah keputusan. Lo bakal jadi milik gue selamanya Devan Putra Aditya!" ucap siska menekan kan setiap kalimat nya kemudian meninggalkan tempat itu dg kesal


"Siapa sih cewek tadi kok tiba tiba ngehina gue. Kenal juga kagak main labrak labrak aja huh" ucap yura mendengus kesal mengingat perkataan siska yg menghina diri nya


"Dia siska, yg di jodohin sma gue" jawab devan singkat


"Whatt!! Dia yg dijodohin sma lo? Knpa lo nolak?Udh cantik,bening,bahenol gitu lo tolak? Lo gk minat? Wah Parah sih lo Apa jangan jangan lo kelainan?" tanya yura menutup mulut nya menatap devan


Takk, Devan menyentil dahi yura


"Aww" rintih yura kesakitan memegangi dahi nya


"Gue normal" bantah devan


"Trs knp lo gk mau di jodohin sma yg bening gitu?" tanya yura heran


"Lo gk perlu tau" jawab devan singkat melepaskan tangan yg melingkar di pundak yura dan berlalu meninggalkan yura yg mematung penasaran


Kriiiiiinnggg!!!, Bell masuk berbunyi menandakan pelajaran akan segera dimulai


Yura segera bergegas menuju kelas nya agar tidak tertinggal pelajaran. Ia berlari tergesa gesa menuju ke kelas nya dan sesampai nya di kelas untung nya guru belum masuk jadi citra nya sebagai wakil ketua osis tidak ambyar seperti hati kalian kalian semua.Canda gaes😂

__ADS_1


......................


See you next part guys😉Babay👋Jgn lupa jejak nya ya gengs:)


__ADS_2