Asmara Di Sekolah Baru

Asmara Di Sekolah Baru
Mendonorkan Darah


__ADS_3

"De-Devan?" ucap yura lirih


"Iya golongan darah saya O Negatif dok" ucap devan pada dokter


Aleta menatap bingung pria tampan dibelakangnya "Ka.. Kamu siapa?" tanya aleta sesenggukan


"Perkenalkan saya Devan tante, teman nya Yura" ucap devan memperkenalkan diri


"Silahkan kalian diskusi kan dulu soal ini, Jika sudah ada keputusan segera temui saya diruangan saya" Ucap dokter kemudian berlalu meninggalkan ketiga orang tersebut.


"Bagaimana? Apa kau benar benar berdarah O negatif?" tanya aleta pada devan setelah mereka duduk


"Mah" panggil yura pada aleta


"I iya tante benar saya berdarah O negatif" jawab devan


"Baiklah apa kau bersedia untuk mendonorkan darahmu untuk papahnya yura?" tanya aleta sangat hati hati dan lirih


"Mah" panggil yura lagi pada mamahnya karena merasa tidak enak kepada devan. Aleta menatap sendu putrinya kemudian menunduk menahan air matanya agar tidak jatuh


Yura beralih menatap devan, devan pun menatap sekilas yura yg sedang menatapnya hingga akhirnya mengeluarkan suara "Iya tante saya bersedia"


Yura membulatkan matanya mendengar keputusan devan merasa tidak percaya dengan apa yg dia dengar baru saja. Aleta lgsg mengangkat wajahnya senyum terukir diwajah wanita itu. Aleta menatap devan lekat seakan berterima kasih melalui tatapan matanya hingga reflek memeluk devan


"Hiks hiks terima kasih bnyak nak kami sangat bahagia mendengar ini. Kami akan melakukan apa pun untukmu selagi kami sanggup melakukannya. Kami berutang budi pada mu" Ucap aleta pada devan


Sementara yura hanya diam mematung menatap devan yg masih dengan wajah dingin nya


"Ekhem ekhem saya akan beritahu dokter tentang ini" kata devan mersa canggung dipeluk aleta


"Ma maaf" ucap aleta langsung melepaskan pelukannya


Devan melangkahkan kaki nya menuju ruangan dokter namun yura mencegahnya


"Tunggu!" Ucap yura


Devan menghentikan langkahnya tanpa menoleh kebelakang. "Mah yura bicara sma devan dulu yah mamah disini aja jagain papah" ucapnya pada aleta


Yura menyusul devan untuk bicara. Setelah berdiri disampingnya, Devan akhirnya membuka suara "Ada apa?" tanya nya pada yura tanpa menatap yura


"Bagaimana dengan orang tua mu? Apa mereka mengetahui keputusan mu ini?" tanya yura menatap devan


"Mereka gak peduli apapun yg gue lakuin" jawabnya singkat


"Hah?!" yura kaget dengan perkataan devan reflek berteriak membuat devan melotot menatap yura

__ADS_1


"Eh sorry sorry tapi kenap..." belum selesai yura berbicara devan sudah memotongnya


"Udh gk ush banyak nanya!" perintahnya pada yura kemudian meninggalkan yura yg kebingungan


Gak peduli? Apa maksudnya? Apa dia kurang kasih sayang? Makanya jadi dingin gitu,Ah masa sih? Bodo ah nanti aja aku tanya nya, Batin yura


"Eh udh ditinggal aja, Aku nemenin mamah apa ikut devan ya? Ikut devan aja deh siapa tau dokter bilang sesuatu devan kan bukan keluargaku" gumamnya llu berlari menyusul devan yg jauh di depan


Dokter pun membawa devan ke sebuah ruangan untuk diambil darahnya setelah pemeriksaan. Sebelum memasuki ruangan yura memanggilnya lirih "Devan, Makasih" ucap yura pada devan yg hanya dibalas tatapan dingin devan tanpa menjawabnya.


Skiiipp>>>


Darah devan sudah didonorkan pada alex. Sekarang hanya menunggu alex kembali sadar. Devan sedang berada di ruangan yg berbeda dengan kondisinya yg lemas dan wajah nya yg pucat


"Mah aku nemuin devan dulu yah" pamit yura pada aleta


"Iya nak jangan lupa sampaikan terima kasih mamah ke dia" jawabnya dan diangguki oleh yura


"Cepet sembuh ya pah" ucapnya pada alex yg masih memejamkan matanya sembari mengelus bahu ayahnya. Kemudian yura meninggalkan mereka dan menuju ruangan devan


Tok tok tok,


"Hmm" hanya deheman devan yg terdengar dari luar yura pun membuka pintu nya dan masuk ke ruangan tersebut


Terlihat devan sedang berbaring sambil memejamkan matanya tidak peduli siapa yg datang "Makasih" itu kata pertama yg keluar dari mulut yura yg sedang berdiri disamping brankar.


"Gk ush cengeng!" ucap nya dingin tanpa menatap yura


Bukan nya diam yura malah menangis sesenggukan.


Etdah ni bocah dibilangin gak ush cengeng juga malah nangis dia, Gue tu gk tega klo liat cewe nangis eh dia malah nngis di depan gue, Batin devan


"Maaf" kata yura lgsg menghapus air mata nya


"Ambilin obat gue" perintah nya pda yura tanpa membalas permintaan maaf nya


Dg cpt yura mengambil obat nya dan menyiapkan air putih kemudian meletakannya di meja lalu membantu devan yg kesulitan untuk duduk "Pelan pelan" ucap yura sambil membantu devan


Devan pun tidak menolaknya karena memang ia sedang membutuhkan bantuan.


"Nih obatnya" yura memberikan obat nya dan air putih pada devan. Devan meminum nya kemudian memberikan air putih nya pada yura lagi tanpa bicara sepatah kata pun


"Apa kamu butuh sesuatu?" tanya yura pada devan


"Gk gue mau pulang!" jawab nya hendak turun dari brankar

__ADS_1


"Baiklah sebentar aku bungkus obat nya dulu" ucap yura membungkus obat nya


"Ayo aku bantu" kata yura menawarkan diri untuk membantu devan berjalan. Yura memapah tubuh devan yg lemas devan pun tidak menolak nya


"Apa perlu aku antar?" tanya yura saat mereka sudah sampai di parkiran


"Terserah" jawab devan sekenanya


"Yaudah mana kuncinya?" yura mengulurkan tangan nya meminta kunci motor devan. Devan memberikan kunci nya tanpa bicara apa pun


Karena motor devan adalah motor matic jadi yura bisa mengendarai nya. "Dev rumah kamu dimana?" tanya yura sedikit. berteriak agar devan bisa mendengarnya


Devan memberikan ponsel nya yg sudah tertampang google maps menuju rumah nya. Yura pun menerima nya dan tidak bertanya apa apa lagi saat di perjalanan.


Sesampainya di rumah devan, Yura hanya mematung di depan pintu setelah memencetkan bell sambil memapah devan


"Den devan kenapa mbak?" tanya seorang wanita paruh baya panik setelah pintu nya terbuka


"Gk papa bi cuma pusing" jawab devan


"Heh klo mau jadi patung gk ush ajak gue" ucap devan menyadarkan yura kemudian melangkah kan kaki nya memasuki rumah devan


Yura mendudukan devan di sofa ruang tamu "Duduk" perintah devan melihat yura hanya berdiri saja. Yura pun menuruti perintah devan


"Apa yg bisa aku lakukan untukmu?" tanya yura pada devan


"Apa yg mau lo lakuin?" bukan nya menjawab devan malah balik bertanya


"Apapun selagi aku mampu" Jawab yura


"Apapun?" tanya devan memastikan dan dibalas anggukan oleh yura


"Oke lo pulang aja sekarang gue belum butuh lo" perintah nya pada yura


Dih, dia ngusir aku cerita nya? Dasar cowok sombong! ,Batin yura


Yura hanya bisa menuruti perkataan devan karena merasa berutang budi pada nya. Yura meletakkan kunci motor devan di atas meja kemudian beranjak untuk pulang.


Gilaaa dia nurut banget sama gue berasa kek raja tau gak sih wkwkwk, Batin devan tertawa dalam hati


Besok bakal gue suruh apa lagi ya tuh cewek?, Tanya nya dalam hati sambil memikir kan perintah apa yg akan dia berikan pada yura di esok hari


Yura menunggu taksi pesanan nya di depan rumah devan yg ia pesan untuk pulang. Tidak! Tidak! Bukan pulang tetapi kembali ke rumah sakit melihat kondisi papah nya dengan memesan taksi online


......................

__ADS_1


Jngan lupa tinggalkan jejak setelah membaca yaa😉


Maaf klo typo nya banyak :') wkwkwk


__ADS_2